PORTAL SERTIFIKASI PENDIDIK UNTUK DOSEN TAHUN 2017
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi

HomeLogin

Suara Anda

Halaman: 1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738394041424344454647484950515253545556575859606162636465
A CALAM . L . ahmadcalam[at]ymail[dot]com
Pak Jopie, kabarnya sertifikat serdos 2011 sudah keluar, tapi sy tanyakan ke kopertis wil. 1 sumut-Aceh, katanya belum ada. mohon info yang akurat.
Selasa, 31 Januari 2012 08:20:08
apakah saudara berasal dari STMIK Triguna Dharma? kalau iya, No Reg Sertifikat Dosen saudara : 11101315715116
JOPIE TAMTELAHITU . Selasa, 31 Januari 2012 09:20:13
Universitas Malikussaleh . L . arif[at]unimal[dot]ac[dot]id
Yth. Tim PSD Pusat.
Kami belum menerima kabar sampai sekarang proses pencetakan sertifikat kelulusan serdos tahun 2011. Bagaimana cara kita bisa mengetahuinya? Terima kasih.
Tim PSD 2011 UNIMAL
Senin, 30 Januari 2012 19:18:36
DIAN CAHYAWATI SUKANDA . P . dcahyawati97[at]gmail[dot]com
Apakah sertifikat serdoa gel I 2011 sudah terbit utk semua universitas?
Termasuk Unsri tempat sy brtugas?sy blm dpt info
Terimaksh
Senin, 30 Januari 2012 14:45:51
No Reg Sertifikat Dosen saudara : 11100100902616. Coba cek ke universitas saudara!
JOPIE TAMTELAHITU . Senin, 30 Januari 2012 16:07:06
Terimakasih banyak infonya Pak Jopie...:)
DIAN CAHYAWATI SUKANDA . Senin, 30 Januari 2012 18:01:10
RASIWAN . L . rasiwan[dot]wr[at]gmail[dot]com
Yth. Panitia Serdos Dikti.
Kapan Sertifikat Serdos gel. Pertama tahun 2011 dapat kami terima,...karena sampai sekarang kami belum menerima sertfikat tersebut. Terimakasih atas informasinya. Sukses untuk PAN SERDOS DIKTI. POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK.
Senin, 30 Januari 2012 07:54:25
FATIMA SIALANA . P . imasialana[at]yahoo[dot]com
Assalamualaikum Wr Wb
Panitia Serdos Dikti YTH.
saya ingin menanyakan kapan sertifikat kami dosen yang lulus sertifikasi tahap I tahun 2011 dari Universitas Pattimura bisa di ambil. makasih atas informasinya. wassalam
Ahad, 29 Januari 2012 08:20:21
Coba anda cek di bagian sertifikasi dosen di universitas. Saya yakin sudah ada sebab nomor registrasi sertifikasi dosen bagi yang lulus tahun 2011 sudah keluar.
JOPIE TAMTELAHITU . Senin, 30 Januari 2012 00:01:13
Waah selamt ya sudah ada sertifikatnya...
tinggal tunggu tunjangannya...TMT berapa yg lulus serdos gel I?
DIAN CAHYAWATI SUKANDA . Senin, 30 Januari 2012 14:51:47
Saudari Fatima, No Reg Sertifikat dosen saudara: 11100102103877. coba cek ke bagian Sertifikasi Dosen Universitas!
JOPIE TAMTELAHITU . Senin, 30 Januari 2012 16:09:47
makasih banyak infonya pa Yopie... gbu
FATIMA SIALANA . Selasa, 31 Januari 2012 04:47:10
A ZULFIKAR SYAIFUL . L . syaifulzulfikar[at]yahoo[dot]com
Alhamdulillah, Sertifikatnya teman2 sudah keluar
Sabtu, 28 Januari 2012 19:29:12
Hendi Prasetyo . L . hendyprast[at]gmail[dot]com
secara hereditas dlm diri saya mengalir darah guru , ibu kandung guru , ke2 kakak ku guru , dan saya jadi dosen setelah pensiun jadi pelaut . saya jadi dosen karena harapan RI, bukan karna keinginan saya . ilmu disiplin saya juga linear ...lulusan pasca sarjana dari its surabaya karena bea siswa. masalahnya adalah ....saya terlambat isi berkas ...memang ga bisa bantu ...kalo ga bisa yaa sudah ....lupakan saja
Jumat, 27 Januari 2012 10:07:06
sabar pak, jika sudah rezeki tdk akan kemana.
MUSTOFA . Sabtu, 28 Januari 2012 08:16:06
SYAMSUL GHUFRON . L . syamsulghufron[at]yahoo[dot]com
Saya mohon dengan hormat diberi kesempatan untuk mengopi deskripsi diri saya terutama terkait dengan kegiatan ilmiah dan karya ilmiah karena saat itu saya isikan secara online dan belum sempat mengopi atau bisa dikirim ke email ini! Atas kebijakan Bapak/Ibu saya mengucapkan terima kasih!
Kamis, 26 Januari 2012 12:39:23
Saya juga lupa mengkopy data serdos itu, apa bisa kita dapatkan data itu kembali? Saya ikut gelombang III yang baru saja ditutup tanggal 14 November 2012 ini, maaf ya udah merepotkan yang sebenarnya kesalahan itu pada diri sendiri yang lupa mengkopynya, oke deh
SULASTRI . Jumat, 16 Nopember 2012 09:47:16
Kandace Sianipar . P . kandace[dot]sianipar06[at]gmail[dot]com
saya mohon kpd pihak dikti tolong diinformasikan apa kekurangan saya karena saya sudah membuat DD sesuai dengan tgs sy yg sebenarnya tanpa rekayasa
Kamis, 26 Januari 2012 09:38:19
MUKHAMMAD MAKHFUDZ . L . m_makhfudz[at]yahoo[dot]com
Mohon informasi saya peserta Serdos gelombang I dinyatakan lulus bulan Agustus 2011,namun sampai sekarang belum ada kabar.Saya Dosen Univ Tama Jagakarsa. Mohon perhatiannya semoga cepat mendapatkan informasinya
Kamis, 26 Januari 2012 06:54:09
No Reg Sertifikat Dosen saudara: 11103105007911. Coba cek ke universitas saudara!
JOPIE TAMTELAHITU . Senin, 30 Januari 2012 16:11:50
MUKHAMMAD MAKHFUDZ . L . m_makhfudz[at]yahoo[dot]com
Mohon informasi saya peserta Serdos gelombang I dinyatakan lulus bulan Agustus 2011,namun sampai sekarang belum ada kabar.Saya Dosen Univ Tama Jagakarsa. Mohon perhatiannya semoga cepat mendapatkan informasinya
Kamis, 26 Januari 2012 06:54:05
WIRAWAN ADI WAHYUDI . L . waw[dot]yudi[at]gmail[dot]com
mana info terbaru nih,sdh masuk januari 2012 loh
kapan sertikat yg lulus serdos 2011 dibagikan
informasi ini sangat dinantikan oleh semua peserta, mohon tanggapan dan keseriusan dalam menanggapi, kalo berlarut-larut begini seolah-olah menanti janji-janji yg tak pasti
Rabu, 25 Januari 2012 08:21:09
sampe mana y prosesnya hingga januari 2012 ini ?
WIRAWAN ADI WAHYUDI . Rabu, 25 Januari 2012 08:27:41
NI PUTU SAWITRI NANDARI . P . sawitri_nandari[at]yahoo[dot]com
mohon informasinya kapan akan dilaksanakan serdos lagi bagi dosen yang dinyatakan belum lulus yang sebelumnya dinyatakan tahap verifikasi pada serdos gelombang I tahun 2011
Selasa, 24 Januari 2012 21:12:50
Iya rencananya yang verifikasi akan dipanggil lagi untuk memperbaiki isian DDnya..mudahan diberi kesempatan lagi untuk memperbaiki.AMIN
SUAIBATUL ASLAMIAH . Rabu, 25 Januari 2012 08:08:19
ALICIA AMELIA ELISABETH SINSUW . P . aliciasinsuw[at]yahoo[dot]com
Yth Panitia Serdos 2011.
Saya berasal dari Unsrat, Fakultas Teknik Jurusan Elektro. Saya sangat kecewa dan merasa dirugikan karena deskripsi diri saya "dicuri" dan dicopy paste oleh seorang rekan sejawat saya pada serdos 2011 yang megakibatkan kami berdua tidak lulus karena deskripsi diri yang sama. Padahal ditinjau dari latar belakang konsentrasi minat, kami sangat berbeda (saya berlatar belakang teknik telekomunikasi, dia berlatar belakang elektronika instrumentasi). Entah bagaimana caranya dia bisa mendapatkan deskripsi diri saya, saya curiga dia bekerja sama dengan "orang dalam" untuk mencari hasil deskripsi diri siapa saja untuk ditiru.. Dan malangnya, punya saya yang diambil. Saya mempunyai bukti print out hasil verifikasi yang menjunjukkan kesamaannya dari bagian pertama sampai akhir, copy paste 95%. Saya sangat menyayangkan pada saat proses verifikasi, kami tidak dipanggil dan di cek kebenarannya, karena saya sangat mampu membuktikannya.
Saya sangat dirugikan dalam hal ini, karena bisa saja saja yang dianggap melakukan plagiat.
Untuk itu saya mohon ada tindakan serius dari pihak dikti, mengingat hal ini adalah murni plagiat. Murni mengenai attitude seorang dosen yang akan disertifikasi. Apakah dosen yang mempunyai attitude sepperti itu layak disertifikasi???? Saya tidak tau kemana saya harus melaporkan hal ini, tapi saya mohon ada tindakan tegas dari pihak dikti. Saya bersedia dipanggil dan di periksa keabsahan deskripi saya, sebab saya tau persisi apa yang saya tulis, dan apa yang saya lakukan yang mendasari tulisan saya tersebut. Termasuk imu di dalamnya, bisa diklarifikasi. Saya juga tidak keberatan untuk mengecek melalui mahasiswa/kelas saya dan rekan sejawat lainnya mengenai keabsahan tulisan saya berdasarkkan latar belakang bidang keahlian saya.
Demikian surat saya, mohon ditangapi dengan serius.

Salam Hormat.
Alicia Sinsuw
Jumat, 20 Januari 2012 09:39:45
saya sangat heran dengan cara yang telah bapak sebutkan, mengkopi dd yang bapak punya, lantas bapak dirugikan karenanya, semoga yang mengkopi perlu tuliskan sarannya di sini secara jujur dan minta maaf tc cs
CLEMENS SIHOTANG . Ahad, 29 Januari 2012 04:33:13
ini sangat disayangkan kenapa terjadi? dosen kok mencontek DD temannya sendiri? Tuhan maha adil
RAHMAT GUNAWAN . Ahad, 29 Januari 2012 17:03:09
AMIR JAYA . L . amirjaya0505[at]yahoo[dot]com
Adakah penyampaian tentang hasil verifikasi masing-masing peserta tahun 2011, hal-hal yang masih perlu dilengkapi sehingga tidak lolos, mohon penjelasan pak/bu, terima kasih.
Rabu, 18 Januari 2012 23:42:46
User Turunan lin . P . herlina_sanjaya[at]yahoo[dot]com
Yth. Panitia Serdos Dikti

Ada 2 orang DYS yang dinilai oleh Untar menuliskan gelarnya tidak disingkat misalnya Insinyur, Doktor, Magister Teknik, Magister Manajemen. pertanyaanya apabila data tersebut masih dapat diubah siapa yang berhak untuk mengubahnya? apakah bisa langsung oleh panitia serdos dikti atau DYS atau siapa? Mohon informasi, terima kasih.
Selasa, 17 Januari 2012 13:59:19
silakan lapor ke dikti dan ubah melalui web: evaluasi.dikti.go.id dan tunggu persetujuan dari dikti baru bisa dirubah...
unsrat mengalami juga permasalahan sejenis itu.
Universitas Sam Ratulangi . Rabu, 18 Januari 2012 11:58:24
Fathmawati . P . ema_rafie[at]yahoo[dot]com
pada status sistem serdos dikti ini, bidang ilmu saya dinyatakan 356 TEKNIK PENYEHATAN LINGKUNGAN, tetapi dalam draft sertifikat yang saya baca untuk verifikasi nama seminggu yang lalu tercantum bidang ilmu: ILMU KESEHATAN. Yang mana yang lebih tepat? Terima kasih untuk tanggapannya.
Senin, 16 Januari 2012 20:50:33
Fathmawati . P . ema_rafie[at]yahoo[dot]com
pada status sistem serdos dikti ini, bidang ilmu saya dinyatakan 356 TEKNIK PENYEHATAN LINGKUNGAN, tetapi dalam draft sertifikat yang saya baca untuk verifikasi nama seminggu yang lalu tercantum bidang ilmu: ILMU KESEHATAN. Yang mana yang lebih tepat? Terima kasih untuk tanggapannya.
Senin, 16 Januari 2012 20:50:33
TONNI LIMBONG . L . tonni[dot]budidarma[at]gmail[dot]com
Dengan hormat,
Ssaya telah dinyatakan lulus sertifikasi dosen tahun 2011 pada Gelombang ke II, terkait hal tersebut saya ingin bertanya, apa selanjutnya yang harus saya persiapkan, sebab belum ada informasi dari kampus kami. terima kasih. kalau bisa di informasikan ke Akun Masing-masing atau email DYS.
Senin, 16 Januari 2012 10:22:17
Kalau di Kampus kami sudah diminta untuk mengumpulkan fotocopi (fc) rekening bank 4 lbr, fc pangkat/gaji berkala terakhir 3, fc NPWP 3 dan fc sertifikat pendidik 3 (menyusul karena belum selesai dicetak) sebagai persyaratan pembayaran tunjangan profesi tahun 2012.
IBRAHIM . Selasa, 17 Januari 2012 12:46:26
P CIPTOADHI . L . pcipto[at]gmail[dot]com
Yth Panitia Serdos 2011, saya mohon tanggapannya atas pertanyaan saya tertanggal 10 Desember 2011. Pertanyaan tersebut saya ulangi lagi sekarang:

Kepada Yth
Bapak-bapak/Ibu-ibu Panitia Serdos 2011

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pada pengumuman serdos gelombang I, status saya dinyatakan perlu verifikasi karena adanya indikasi kemiripan DD > 60 % pada 4 aspek dan pada pengumuman berikutnya saya dinyatakan BELUM LULUS. Hari ini Sabtu, 10-12-2011 saya memperoleh DD saya dari PTU lengkap dengan aspek seperti berikut:
ASPEK 1: DYS pembanding 1 adalah Frans Louhenapessy dengan prosentase kemiripan 69 %, DYS pembanding 2 adalah Nasir Suruali dengan prosentase kemiripan 58 %. Jika dibuat rata-rata prosentase kemiripan adalah 63,5 %.
ASPEK 2: DYS pembanding 1 adalah N E Maitimu dengan prosentase kemiripan 71 %, DYS pembanding 2 adalah Frans Louhenapessy dengan prosentase kemiripan 57 %, DYS pembanding 3 adalah Jandry Louhenapessy dengan prosentase kemiripan 59 %, DYS pembanding 4 adalah M Manuputty dengan prosentase kemiripan 59 %. Jika dibuat rata-rata prosentase kemiripan adalah 62,3 %.
ASPEK 4: DYS pembanding 1 adalah N E Maitimu dengan prosentase kemiripan 63 %, DYS pembanding 2 adalah Frans Louhenapessy dengan prosentase kemiripan 63 %, DYS pembanding 3 adalah Jemmy Jefry Pietersz dengan prosentase kemiripan 50 %. Jika dibuat rata-rata prosentase kemiripan adalah 58,7 %.
Berdasarkan data tersebut di atas terdapat dua kejanggalan yaitu:
1. Jumlah aspek kemiripan DD saya hanya 3 aspek dengan interval 57 s/d 71 % (atau jika diambil rata-ratanya maka intervalnya 50 s/d 70 %), bukan 4 aspek dengan interval > 60 %. Jika dibandingkan dengan persyaratan DYS yang perlu verifikasi yaitu:
1. Ada kemiripan >= 90 % pada 1 aspek
2. Ada kemiripan >= 80-90 % pada 2 aspek
3. Ada kemiripan >= 70-80 % pada 3 aspek
4. Ada kemiripan >= 60-70 % pada 4 aspek
5. Ada kemiripan > 50-60 % pada 5 aspek
maka interval kemiripan saya berada diluar interval DYS yang perlu verifikasi, dengan demikian seharusnya status saya Lulus tanpa verifikasi.
2. Pada aspek 2 DD saya juga dibandingkan dengan DYS peserta serdos gelombang II yaitu: Jandry Louhenapessy; bagaimana hal ini bisa terjadi mengingat proses penilaian portofolio saya dilakukan lebih dulu dari portofolio Jandry Louhenapessy dan hasilnya sdr tersebut Lulus?
Saya mohon penjelasan bapak/ibu atas dua kejanggalan ini dan semoga hal ini menjadi bahan pertimbangan.
Atas perhatian dan bantuan Bapak/Ibu saya sampaikan Terimakasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Jumat, 13 Januari 2012 14:49:34
SABAM SIMBOLON . L . sabam[dot]simbolon[at]ymail[dot]com
Usulan Pak Panitia Serdos kalo bisa mengikuti pengumuman yang dilakukan Universitas Riau.Terimakasih
Jumat, 13 Januari 2012 11:31:37
Universitas Riau . L . gtabrani[at]gmail[dot]com
DYS yang dinilai di Universitas Riau adalah WAHJOE WIDHIJANTO BASUKI
Politeknik Negeri Jember
ROSA TRIHERTAMAWATI
Politeknik Negeri Jember
ANDI PUSPA SARI IDRIS
Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
MUH. ALIAS
Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
SRI WAHIDAH
Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
SRIWATI MALLE
Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
TASIR
Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
ANDI IMRAN ANSHARI
Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
FIRMAN
Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
PAHARUDDIN
Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
SITTI MUSLIMAH BACHRUM
Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
USMAN L.T.
Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
BAGIN GINTING
Akademi Teknik Industri Immanuel
BARKAH
Universitas Pancasila
TITING SUGIARTI
Universitas Pancasila
JONKER SIHOMBING
Universitas Pelita Harapan
VICTOR SILAEN
Universitas Pelita Harapan
DESIDERIA LUMONGGA DWIHADIAH
Universitas Pelita Harapan
HERUNA TANTY
Universitas Bina Nusantara
IWA SUNGKAWA S
Universitas Bina Nusantara
RAYMONDUS RAYMOND KOSALA
Universitas Bina Nusantara
ALBERT GIFSON HUTADJULU
Universitas Budi Luhur
SUBANDI
Universitas Budi Luhur
GOENAWAN BROTOSAPUTRO
Universitas Budi Luhur
IMELDA
Universitas Budi Luhur
MOEDJIONO
Universitas Budi Luhur
MOHAMMAD ANIF
Universitas Budi Luhur
PAINEM
Universitas Budi Luhur
RATNANINGSIH ASMARA WULAN
Universitas Budi Luhur
SUHARTONO
Universitas Budi Luhur
BAMBANG PUJIYONO
Universitas Budi Luhur
HADIONO
Universitas Budi Luhur
LIZA DWI RATNA DEWI
Universitas Budi Luhur
NAWIROH VERA
Universitas Budi Luhur
ADHI SUSANO
Universitas Indraprasta PGRI
RAYUNG WULAN
Universitas Indraprasta PGRI
MASRIZAL M
Institut Sains Dan Teknologi Nasional
MAWARTO
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharma Bumi Putra
TRI SANTJOKO
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharma Bumi Putra
SUSI OKTRIYANI
STMIK Muhammad Husni Thamrin
SUSIANA DEWI RATIH
STMIK Muhammad Husni Thamrin
R M NUNGKI YARTONO
Akademi Akuntansi Nasional Jakarta
BIDAYATI
Universitas Islam Nusantara
KARMANAH
Universitas Nusa Bangsa
SRIYATI
Universitas Nusa Bangsa
LINAR HUMAIRA
Universitas Nusa Bangsa
SARI ANGGARAWATI
Universitas Nusa Bangsa
ZAINAL MUTTAQIN
Universitas Nusa Bangsa
RUDI YACUB
Universitas Pendidikan Putra Indonesia
DARMO H SUWIRYO
Universitas Muhammadiyah Sukabumi
RUSTIADI HERI PURNOMO
Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Dharma Andhiga
SAMSUL BAKHRI
Universitas Widya Mataram
JUMADI
Universitas Widya Mataram
SYAKIROH JAZILAH
Universitas Pekalongan
TASARI
Universitas Widya Dharma
NANG AMONG BUDIADI
Universitas Setia Budi Surakarta
M SOEMANTORO
Universitas Dr Soetomo
SAFRIN ZURAIDAH
Universitas Dr Soetomo
WAHJOEDI
Universitas Dr Soetomo
WISNU ABIARTO NUGROHO
Universitas Dr Soetomo
FADJAR BUDIANTO
Universitas 45 Surabaya
BAMBANG SUTOPO
Universitas Widya Kartika
EVA JOHANA
Universitas Widya Kartika
WAHYOENI OETAMI
Universitas Widya Kartika
ANA KOMARI
Universitas Kadiri
RAHMAD JUMADI
Universitas Muhammadiyah Gresik
C SELFINA JAMIN
Universitas Nusa Lontar Rote
AHSAN MARDJUDO
Universitas Alkhairaat
ARMAN LALO
Universitas Alkhairaat
FACHRUDIN
Universitas Alkhairaat
SUHAENI SYAMSUDDIN
Akademi Sekretari Manajemen Indonesia Publik
PETRUS PATTIASINA
Akademi Maritim Indonesia Veteran Makassar
MARIANI LOISE
Akademi Maritim Indonesia Veteran Makassar
GUSTI MARLIANI
Universitas Achmad Yani Banjarmasin
ERNAWATI
Universitas Achmad Yani Banjarmasin
RATNA WIJAYANTI
Universitas Achmad Yani Banjarmasin
TOTO SUGIARTO
Universitas Achmad Yani Banjarmasin
ZAINUL ARIFIN NOOR
Universitas Achmad Yani Banjarmasin
NORDIANSYAH FIRAHMI
Universitas Islam Kalimantan M A B Banjarmasin
INFA MINGGAWATI
Universitas Kristen Palangka Raya
HERDIANSYAH
Universitas Borneo Tarakan
Kamis, 12 Januari 2012 15:02:31
SARSITI . P . sarsiti[at]ymail[dot]com
selamat sore, tadi siang saya bertanya ke Kopertis tentang Informasi dosen yang lulus sertifikasi 2011, tetapi kopertis memberi tahu kalau Kopertis belum tahu UNSA (Universitas Surakarta) itu PTTSnya mana? dan kapan kira-kira sertifikat kita tercetak? terima kasih.
Kamis, 12 Januari 2012 13:40:42
NIXON JOHANIS PANGALILA . L . nixonpangalila[at]yahoo[dot]com
Yth, Panitia Pengelola Serdos DIKTI,

Saya diberitahu oleh pimpinan LP2AI UNIMA, bahwa saya harus mengirimkan kembali pasfoto karena sesuai informasi staf dari LP2AI UNIMA bahwa kemungkinan pasfoto yang saya sudah kirimkan secara online pada saat melakukan isian deskripsi diri tercecer dan karena itu harus segera dikirimkan kembali. Tapi, setelah saya cek di akun serdos saya, tidak ada sama sekali pemberitahuan untuk mengirimkan kembali pasfoto. Mohon konfirmasi kembali apabila saya harus mengirimkan kembali pasfoto.


Salam,
Nixon Pangalila
Rabu, 11 Januari 2012 12:26:10
MOHAMMAD FAIZAL . L . mfaizalh44[at]yahoo[dot]com
Yth : Bapak Panitia Serdos
Beberapa teman saya yang LULUS serdos 2011 , sudah dihubungi dari PTPS melalui PTU , harus mengirim Pas photo lagi yang di down load oleh PTU, tapi saya dan beberapa teman belum tahu PTPS dan belum ada konfirmasi.
Dimana kita harus melihat Nana PT -Penilai! Terima kasih Pak
Selasa, 10 Januari 2012 07:37:08
Pengiriman pas photo ulang hanya untuk DYS yang dianggap photonya tidak layak untuk disertifikat, kalau bpk. tidak dihubungi berarti tidak ada masalah dengan foto bpk.
User Turunan borneyozz . Selasa, 10 Januari 2012 19:56:16
SANGGAM B SIHOMBING . L . sihombing[dot]sanggam[at]gmail[dot]com
Dengan Hormat,

setelah pengumuman kelulusan serdos, Perguruan tinggi kami mendapat surat dari beberapa perguruan tinggi yang menyatakan bahwa perguruan tinggi kami harus menyetor dana keperguruan tinggi mereka sebagai kompensasi bahwa PT mereka sebagai tim penilai serdos dari PT kami.

dalam surat mereka mereka tidak menyebutkan nama DS yang di nilai mereka. apakah itu memang surat resmi? dan apakah memang biaya tim penilai dibebankan pada DS yang diserdos?

Mohon tanggapannya, agar kami dapat menindak lanjutinya.
atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Kamis, 05 Januari 2012 11:18:56
Surat gelap. Sebaiknya dikonfirmasi langsung ke PTPS atau ke Dikti.
TABAH PRIANGKOSO . Ahad, 08 Januari 2012 12:25:23
bukannya terbalik pak.. kalo kami dapat surat bahwa kami mendapatkan dana per dys 100 rb di setiap PTPS
User Turunan arifin . Senin, 09 Januari 2012 08:15:23
ya itu terbalik ngak usah ditanggapi, ada hasil kesepakatan berdasarkan Kontrak Kerja antara Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dikti dgn Perguruan Tinggi Penilai Sertifikasi (PTPS) tgl 27 Juli 2011 bahwa Perguruan tinggi Pengusul (PTU) yg mengirim Portofolio Sertifikasi Dosen ke PTPS mendapatkan dana operasional per DYS
Politeknik Negeri Padang . Senin, 09 Januari 2012 11:11:33
AHMAD ZAZILI . L . zazy_01[at]yahoo[dot]co[dot]id
Dengan hormat,
alhmdulillah saya telah dinyatakan lulus sertifikasi dosen tahun 2011, terkait hal tersebut saya ingin bertanya, apa selanjutnya yang harus saya persiapkan, sebab belum ada informasi dari kampus kami. terima kasih
Kamis, 05 Januari 2012 10:08:19
Ya , Pak kalau bisa diumumkan lewat akun masing-masing DYS , PTPS kami agar kami bisa juga mengetahuinya.
MOHAMMAD FAIZAL . Selasa, 10 Januari 2012 07:40:27
KHADIJAH . P . khadijah[dot]zainuddin[at]gmail[dot]com
Saya Dra.Khadijah M.Hum telah lulus sertifikasi dosen tahun 2011 menanyakan bagaimana saya mengetahui universitas mana saya di asesor karena saya belum mendapatkan informasi mengenai hal itu untuk mengetahui kelanjutan proses sertifikasi tersebut. Terima kasih
Rabu, 04 Januari 2012 21:49:56
Yth.Ibu/Bapak Panitia Serdos Saya Dra.Khadijah M.Hum telah lulus sertifikasi dosen tahun 2011 menanyakan bagaimana saya mengetahui universitas mana saya di asesor karena saya belum mendapatkan informasi mengenai hal itu untuk mengetahui kelanjutan proses sertifikasi tersebut. Terima kasih
KHADIJAH . Rabu, 04 Januari 2012 21:53:41
bapak ibu bisa menanyakan kepada panitia PTU tempat bapak dan ibu melaksanakan serdos.. di menu PTU ada keterangan itu
User Turunan arifin . Senin, 09 Januari 2012 08:16:37
PTU ju
MOHAMMAD FAIZAL . Selasa, 10 Januari 2012 07:44:38
User Turunan 091002113 . L . luthfi[at]uii[dot]ac[dot]id
Setelah proses generate sertifikat kami menemukan beberapa bug dan masalah tambahan
1. bidang studi tidak diperkenankan, terjadi pada bidang studi yang belum tercantum. bagaimana cara memperbaikinya?
2. beberapa peserta lulus tidak muncul dalam menu pencetakan padahal teman seperguruan tinggi muncul datanya. data peserta yang tidak lulus muncul dalam menu pencetakan sertifikat.
3. beberapa user tidak dapat dimunculkan tombol generate sertifikat karena, nomor blangko atau nomor sertifikat sudah digunakan, padahal setelah kami search nomor2 tersebut belum kami gunakan.
Selasa, 03 Januari 2012 15:36:56
ACHSIEN HIDAYAT . L . aya[at]itenas[dot]ac[dot]id
Yth.Ibu/Bpk Panitia Serdos, terkait dgn hal yg harus diperbaiki spt bkd,dll, apakah dapat dirinci?dan selain bkd apakah ada point lain yg harus diperbaiki? Ttg perbaikannya apakah bisa langsung saat ini atau menunggu hal-hal lain?Terimakasih atas perhatian dan bantuannya.Wasalam
Selasa, 03 Januari 2012 12:20:39
SABAM SIMBOLON . L . sabam[dot]simbolon[at]ymail[dot]com
Terimakasih pak atas penjelasannya. Saya mohon informasi pak kapan sertifikat boleh diambil,dan dimana ? Terimakasih pak.
Selasa, 03 Januari 2012 11:47:14
ACHSIEN HIDAYAT . L . aya[at]itenas[dot]ac[dot]id
Yth Bpk/Ibu Panitia Serdos. Saya dinyatakan BELUMLULUS pada gelombang-2 th.2011.Apabila berkenan, dapatkah Ibu/Bapak Panitia memberikan penjelasan tentang tindak lanjut yangbhyarus saya lakukan setelah ini? Demikian,terima kasih banyak atas perhatian dan bantuannya.Wasalam.
Senin, 02 Januari 2012 08:27:57
menurut aturan yg ada, Bpk dpt menjadi peserta serdos tahun 2013. Selama tahun 2012, bpk mempersiapkn diri kembali, seprti memenuhi bkd dll.
IBRAHIM . Selasa, 03 Januari 2012 05:26:19
SABAM SIMBOLON . L . sabam[dot]simbolon[at]ymail[dot]com
Kepada Yth. Bapak/Ibu Panitia Serdos.
Selamat Tahun Baru 2012.
Saya Sabam Simbolon perserta Sertifikasi Dosen Gelombang I tahun 2011 dan telah dinyatakan LULUS, namun ketika akun saya dibuka tgl 2 Januari 2012, akun saya berisiskan "maaf anda belum memiliki nomor....." ,apa arti dan maksudnya.Mohon penjelesan.Terimakasih.
Senin, 02 Januari 2012 08:14:34
Tahun Sertifikasi 2011, maka di sisi kanan harus diubah menjadi 2011 BUKAN 2012. Kalau 2012 yang muncul kata " maaf anda ... dst" padahal sebenarnya data kita masih tetap.
SUMARMI . Senin, 02 Januari 2012 18:17:54
TJWANDA PUTRA GUNAWAN . L . tjwanda[at]stts[dot]edu
Kpd Yth Panitia Serdos.
Saya sudah dinyatakan lulus gelombang I. Tapi ada kesalahan nama. Yang benar Tjwanda Putera Gunawan. Nama tengah putera bukan putra.
Terima kasih.
Ahad, 01 Januari 2012 16:31:38
Di sebelah kanan atas ada scrolldown Tahun Sertifikasi.... Coba ubah ke tahun 2011... jika termasuk DYS periode 2011. Get Lucky
MUHAMMAD NURUZZAMAN . Ahad, 01 Januari 2012 16:33:38
wah bapak salah kasih tanggapan. seharusnya tanggapan ini untuk ibu TITIEK INDHIRA
AAN SOELEHAN . Ahad, 01 Januari 2012 16:35:31
Bisa diubah di PTU Tempat bekerja, tepatnya di Bagian EPSBED. Bapak/Ibu dapat menghubungi bagian tersebut. Semoga bermanfaat.
IBRAHIM . Senin, 02 Januari 2012 07:35:25
TITIEK INDHIRA AGUSTIN . P . titiek_agustin[at]yahoo[dot]co[dot]id
yth panitia serdos
saya peserta serdos 2011 gelb 2 pada saat pengumuman saya dinyatakan lulus dan sekarang saya ingin melihat kembali hasil seleksi tsb kok malah keluar anda belum memiliki nomor peserta serdos. mohon penjelasannya.
Ahad, 01 Januari 2012 06:56:59
Di akun saya juga keluar seperti yang Ibu punya. Nampaknya sudah diblokir semua data kita. tapi jangan khawatir Ibu, kita yang lulus tidak ada masalah. tinggal tunggu sertifikat saja dan mengurus kelengkapan persyaratan pencairan tunjangan profesi pada tahun 2012.
IBRAHIM . Senin, 02 Januari 2012 07:42:37
TEGUH TJATUR PRAMONO . .
Mohon Maaf, Anda belum memiliki no peserta sertifikasi dosen
Ahad, 01 Januari 2012 05:59:25
INDAH AGUSTIEN SURADJUDIN . P . indah[dot]agustien[at]if[dot]trunojoyo[dot]ac[dot]id
Yth. Panitia serdos 2011,

Saya peserta serdos 2011 gelombang kedua dan dinyatakan lulus. Hanya saja nama saya yang tercantum di sistem salah, yaitu "Indah Agustien Suradjuddin", seharusnya "Indah Agustien Siradjuddin". Mohon informasi dari panitia, bagaimana cara untuk mengedit kesalahan nama ini.

Terima kasih
Jumat, 30 Desember 2011 08:40:38
Bisa diubah di PTU Tempat bekerja, tepatnya di Bagian EPSBED. Bapak/Ibu dapat menghubungi bagian tersebut. Semoga bermanfaat.
IBRAHIM . Senin, 02 Januari 2012 07:36:23
Universitas Malikussaleh . L . arif[at]unimal[dot]ac[dot]id
Yth Tim Serdos Pusat.
Kami dari UNIMAL ingin menanyakan kepastian tentang Penerbitan Sertifikat Dosen yang dinyatakan sudah lolos di tahun 2011 sekarang ini. Kami memerlukan kepastian tentang kapan honor Serdos tersebut akan mulai dibayarkan, apakah pada saat dinyatakan lolos (baik Gel. 1 maupun Gel. 2) dan berlaku mundur. Atau baru akan direncakan akan dibayar pada tahun 2012.
Demikian, terima kasih sebelumnya.

001046 - UNIMAL
Rabu, 28 Desember 2011 15:59:58
RUDI YACUB . L . elan_suherlan2000[at]yahoo[dot]com
tolong bantuannya, saya sudah dinyatakan lulus serdos gerelombang pertama dan kelajutannya gimana, soalnya tidak ada kabar berita lagi, saya selalu buka terus web sitem sertifikasi dosen dari pertama sampai sekarang pembertahuannya cuma itu-itu aja, klo mau tanya kepada siapa
terimakasih
Sabtu, 24 Desember 2011 12:45:26
User Turunan 091002113 . L . luthfi[at]uii[dot]ac[dot]id
Masih ada beberapa BUG dalam sistem pencetakan sertifikat
1. data penandatangan sudah diisi lengkap dan valid, settingan tanggal penandatangan sudah dites dengan berbagai kondisi namun ketika mau test print masih tertulis BELUM BISA DICETAK KARENA BELUM ADA PENANDATANGAN ----------> asumsi : sistem tidak dapat otomatis membaca data penandatangan yang sudah dimasukkan oleh user.
2. contact untuk masihg 2 peserta mayoritas tidak ada, padahal kami membutuhkan contact peserta untuk meminta update foto karena masih banyak foto peserta yang tidak layak cetak untuk menjadi foto sertifikat. asumsi : peserta belum memasukkan data contact.

mohon segera ditindaklanjuti
Jumat, 23 Desember 2011 10:29:42
Universitas Islam Bandung . L .
Yth. Panitia Serdos Dikti
kami ada kesulitan pembuatan sertifikat
1) ada 10 DYS yang tidak bisa dicetak padahal no blanko sertifikat dan no sertifikasi dari PTPS sudah sudah dimasukan namun tetap tidak bisa hanya ada alasan "belum ada data penandatangan" padahal nama penandatangan dan tanggal sudah dimasukan
2) data siap dicetak namun photonya tidak jelas padahal didalam webnya sudah ada photonya jelas sekali.
mohon penjelasannya. terimaksih.
Kamis, 22 Desember 2011 14:38:33
User Turunan segerriyadi . L . seger_solo[at]yahoo[dot]co[dot]id
Konfirmasi : Honor Asesor verifikasi kemiripan Diskripsi Diri pada PTPS. Apakah dana tersebut sudah dikirimkan ? Terima kasih.
Kamis, 22 Desember 2011 14:38:11
ANI BUDI ASTUTI . P . anibudi_mat[at]yahoo[dot]com
Kepada Dirjen Dikti Yth.
Mohon peninjauan kembali hasil serdos tahun 2011 untuk DYS status verifikasi. Dalam buku pedoman penilaian serdos, sama sekali tidak disebutkan secara detail tentang sistem penilaian sepihak seperti itu. Dalam buku pedoman penilaian serdos-buku 2, PP 37 2009 dan Permen 47 2009, disebutkan bahwa dasar penilaian Deskripsi Diri adalah :
pengembangan kualitas pembelajaran (bobot 35%), pengembangan keilmuan (bobot 30%), pengabdian kepada masyarakat (bobot 15%), managemen pengelolaan institusi (bobot 10%) dan peningkatan kualitas kegiatan mahasiswa (bobot 10%). Semua komponen tersebut di nilai dengan angka level 1-5.
1. Artinya, jika memang diindikasi/dicurigai ada kemiripan berarti seharusnya pada komponen itu saja yang di nilai 0 bukan pada semua komponen Deskripsi Diri kemudian dianggap 0 karena yang terindikasi mirip hanya 1-5 komponen saja dari 24 komponen yang dinilai sehingga amat sangat tidak adil menggugurkan semua komponen penilaian penting yang lain yang telah lulus yaitu : CV, nilai persepsional sejawat, atasan, mahasiswa, diri sendiri dan minimal 19 komponen Deskripsi Diri yang juga telah lulus. Jika ini diidentikkan dengan kasus mahasiswa mencontek, kemudian dihukum gugur semua, hal itu memang tertuang jelas dalam buku pedoman pendidikan sebagai hukumannya. Sedangkan kasus penilaian serdos 2011 ini sama sekali tidak tertuang secara eksplisit dalam aturan main penilaian dalam buku pedoman penilaian dikti.
2. Sama sekali tidak disebutkan secara eksplisit dalam buku pedoman penilaian serdos 2011 bahwa jika terindikasi kemiripan maka akan dinyatakan tidak lulus. Apalagi dalam banyak komponen Deskripsi Diri adalah komponen yang bersifat narasi sangat umum seperti komponen konsistensi, kedisiplinan, kerjasama dan lain-lain bahkan ada komponen penelitian dan pengabdian yang pasti dilakukan secara berkelompok sehingga jelas saja cerita yang akan dibuat jadi mirip, malah kalau tidak mirip jelas mengada-ada. Dalam hal ini, tentu langkah penilaian yang sepihak dari Dikti tersebut telah melanggar aturan yang telah dibuat sendiri.
3. Dalam buku pedoman penilaian serdos 2011, sangat jelas disebutkan bahwa komponen penilaian kelulusan adalah: 1. CV, 2. Persepsional atasan, sejawat, mahasiswa dan diri sendiri, 3. Deskripsi Diri di mana pada deskripsi diri, cara penilaian kelulusannya didasarkan pada angka/level 1-5 dan bukan berdasarkan kemiripan deskripsi diri.
4. Penilaian deskripsi diri dengan cara pembacaan mesin walaupun pada akhirnya diverifikasi oleh asesor, sama sekali tidak disebutkan dalam aturan main penilaian pada buku pedoman penilaian serdos 2011 yang pada akhirnya menimbulkan bencana tuduhan plagiasi bagi dosen. Hal itu jelas sekali adanya penyimpangan sistem penilaian serdos 2011 dari buku pedoman penilaian yang telah ditetapkan.
5. Dalam tabel penilaian Deskripsi Diri di buku pedoman penilaian serdos, tidak ada komponen kemiripan sebagai pedoman penilaian. Hal ini sangat jelas tersurat dalam tabel penilaian di buku 2 Dikti.

Melihat fakta-fakta ini, kami meminta pihak Dikti mengkaji ulang hasil serdos 2011 karena telah menyimpang dari aturan main dan meminta Dikti memverifikasi ulang hasil serdos 2011 pada DYS status verifikasi dan dibatalkan demi hukum. Jika Dikti tidak melakukannya berarti benar bahwa Dikti telah berlaku sepihak dan tidak adil bagi dosen yang di serdos tahun 2011. Sekali lagi, Bapak Dirjen Dikti Yth., mohon perhatian untuk protes kami melalui laman ini dan juga melalui surat resmi dari rektor yang telah kami kirim dan mohon bantuannya untuk mendapatkan keadilan ini. Terimakasih.
Kamis, 22 Desember 2011 13:30:26
Yth. Bapak Dirjen Dikti,

Mohon peninjauan kembali status kami, DYS verifikasi status belum lulus tahun 2011. Aturan yang telah dibuat, tidak tertuang secara detail tentang adanya DD mirip yang akan dihukum tidak lulus. Jika tertuang secara formal, detail dan jelas serta sosialisasi yang diberikan gamblang tentang hukuman bagi DD yang mirip, tentu kasus seperti ini tidak akan terjadi di mana banyak hasil salah sasaran yang benar-benar terjadi di dunia nyata. Sekali lagi, tolong tinjau kembali nasib kami ini.
ANI BUDI ASTUTI . Kamis, 29 Desember 2011 14:33:13
User Turunan Husni Friady . L . husni_friady[at]unsyiah[dot]ac[dot]id
Yth. Admin.
Kami dari PTPS berencana untuk mencetak sertifikat DYS, namun kami menemui beberapa kesulitan, antara lain:
1. Pada menu EDITOR PEJABAT PENANDATANGAN SERTIFIKAT pada baris "Berlaku untuk sertifikat tanggal", mulai tanggal berapa sampai dengan tanggal berapa?

2. Pada menu PENCETAKAN SERTIFIKAT, nomor yang disebut "No. Sertifikat dari PTPS" itu yang mana?

Terkait dengan yang saya tanyakan pada point 1) dan 2) di atas,Saya ada mencoba memasukkan tanggal dan nomor sembarang, tetapi respon pada menu PENCETAKAN SERTIFIKAT belum bisa dicetak:
belum ada data penandatangan.

Mohon pencerahannya. Terimakasih
Rabu, 21 Desember 2011 17:30:54
1. Maksudnya data pejabat (rektor) yang diisikan itu berlaku untuk sertifikat dengan tanggal kapan sampai kapan. Misalnya berlaku untuk penandatangan sertifikat mulai 1 AGustus 2011 sd 31 Desember 2011. Artinya jika ada sertifikat dosen dengan tanggal sertifikat pada rentang tersebut, maka nama penandatangan otomatis adalah nama pejabat yang diisikan tersebut. 2). Nomor sertifikat dari PTPS adalah nomor seri yang diterbitkan oleh PTPS. Nomor seri dari PTPS ini pada tahun-tahun sebelumnya juga sudah ada. Jadi PTPS tinggal mengenerate saja nomor seri PTPS sesuai dengan aturan yang berlaku di masing-masing PTPS
Sugiyanto . Rabu, 21 Desember 2011 22:18:27
Ysh. PSD DIKTI
maaf mau tanya, terkait Sertifikat, bukankah yang mencetak sertifikat adalah PSD DIKTI, bukan PTPS kan?

Salam
Gunawan
PSD POLBAN
User Turunan ybgsartas . Kamis, 22 Desember 2011 08:57:27
DWI RAHARJO . L . draharjo11[at]gmail[dot]com
Selamat Pagi Pak/Ibu Admin....saya lulus serdos tahun 2011 dari gelombang I yang datanya perlu diverifikasi. kemudian di web serdos, saya buka di peserta, ada kalimat tentang "Mengisi Deskripsi Diri (DYS dari Kementerian non Kemdikbud)". Maksudnya apa Pak/Ibu Admin? setelah saya buka tidak ada untuk mengisi data. Terima Kasih, mohon penjelasannya.
Rabu, 21 Desember 2011 11:02:10
SUdah sangat jelas bahwa menu tersebut untuk DYS dari Kementerian non Kemdikbud!
Sugiyanto . Rabu, 21 Desember 2011 22:19:18
MUHAMMAD TOPAN . L . topan[dot]muhammad05[at]yahoo[dot]co[dot]id
Yth. Panitia Serdos

tolong bantuannya, saya sudah dinyatakan lulus serdos kuota tahun 2011 ini, akan tetapi ada kesalahan dalam penulisan NIP saya yakni kurang satu digit angka terakhir. NIP yang tertulis 19801105 200501 1 00. NIP saya yang benar adalah 19801105 200501 1 002.
tolong panitia serdos bantuannya bagaimana perbaikan data pada kesalahan NIP saya tersebut demi kelancaran dalam proses pencetakan sertifikat nanti. info bisa email ke topan.muhammad05@yahoo.co.id

Terima Kasih atas bantuannya,... :)
Rabu, 21 Desember 2011 07:40:29
pak...untuk perobahan data tsb, silakan dirubah pada web. evaluasi.dikti.go.id...utk pencetakan sertifikat tidak menggunakan NIP peserta, yang dipakai hanya, Nama lengkap dgn gelar, NIDN, tempat lahir, tgl lahir dan bidang ilmu
Universitas Sam Ratulangi . Rabu, 21 Desember 2011 08:00:07
sudah diedit
Sugiyanto . Rabu, 21 Desember 2011 22:23:34
mkasih yh infonya :)
MUHAMMAD TOPAN . Kamis, 22 Desember 2011 15:13:46
Asmadi . L . asmadi[dot]griyahusada[at]gmail,com
Mohon informasinya Kapan pengumuman hasil serdos tahap II ? Terus bagaimana cara mendapatkan /mengetahui Nomor peserta Serdos ? mohon maaf Karena dlm kotak surat tertulis "Maaf, anda belum memiliki nomor peserta serdos". terima kasih
Rabu, 21 Desember 2011 01:44:51
silakan menghubungi PTU bapak, pengumuman final serdos thp II sudah sejak tgl 19 November 2011 lalu.
Universitas Sam Ratulangi . Rabu, 21 Desember 2011 08:02:18
Asmadi . L . asmadi[dot]griyahusada[at]gmail,com
Mohon informasinya Kapan pengumuman hasil serdos tahap II ? Terus bagaimana cara mendapatkan /mengetahui Nomor peserta Serdos ? mohon maaf Karena dlm kotak surat tertulis "Maaf, anda belum memiliki nomor peserta serdos". terima kasih
Rabu, 21 Desember 2011 01:44:50
SALMANI . L . salman_as_saleh[at]yahoo[dot]co[dot]id
Ini bagaimana ceritanya sampai sekarang yang perlu verifikasi dan dinyatakan belum lulus sedangkan verifikasi dilakukan hanya sepihak dan apa dasar hukumnya apakah kita menerima aja? Dan bagaimana jika saya menyatakan kepada mahasiswa saya tidak lulus pada mata kuliah saya sedangkan mereka tidak tahu dan saya tidak memberi tahu masalahnya. Apakah diserahkan saja ke dikti atau panitia serdos? Coba renungkan apakah ini akan merusak citra pendidikan?
Sabtu, 17 Desember 2011 17:56:56
Pak Salmani, jika Dikti mengabaikan kasus tersebut dan membiarkan berlalu begitu saja tanpa penyelesaian yang adil, jelas akan merusak citra pendidikan dan gelar plagiasi yang diberikan kepada kita-kita ini akan terus menyakiti dan merusak citra kita sebagai dosen.
ANI BUDI ASTUTI . Kamis, 22 Desember 2011 13:37:46
WINNY LILIAWATI . P . winny_liliawati[at]yahoo[dot]co[dot]id
Kepada YTh Panitia Sertifikasi Dosen tahun 2011
Saya Winny Liliawati no peserta 0018127801 mau menyampaikan ralat NIP saya. NIP yang betul adalah 197812182001122001 namun tertulis 187812182001122001. Ralatnya adalah di tahun kelahiran seharusnya 1978... bukan 1878...
Sabtu, 17 Desember 2011 15:49:38
sudah diedit
Sugiyanto . Rabu, 21 Desember 2011 22:23:16
WINNY LILIAWATI . P . winny_liliawati[at]yahoo[dot]co[dot]id
Kepada YTh Panitia Sertifikasi Dosen tahun 2011
Saya Winny Liliawati no peserta 0018127801 mau menyampaikan ralat NIP saya. NIP yang betul adalah 197812182001122001 namun tertulis 187812182001122001. Ralatnya adalah di tahun kelahiran seharusnya 1978... bukan 1878...
Sabtu, 17 Desember 2011 15:49:20
Kusmiyati . P . kusmiyatimada[at]yahoo[dot]com
Yth. Panitia serdos 2011,
Sy kusmiyati peserta serdos th 2011 dari poltekkes tasikmalaya dengan ini hendak menyampaikan ralat : tertulis NIP 19672104 1990 2001 seharusnya 19672104 199003 2 013 terimakasih.
Jumat, 16 Desember 2011 16:13:10
ESY SURAENI YUNIWATI . P . esy_unidha[at]yahoo[dot]com
Yth panitia serdos 2011
saya mohon informasi apa artinya hasil akhir yang tertulis TIDAK ADA DATA.
terima kasih...
Jumat, 16 Desember 2011 11:30:04
R YOHANES RAJABAN . L . jradjaban[at]yahoo[dot]com
Maaf, mau tanya:
1. untuk DYS yang sudah dinyatakan lulus sertifikasi tahun 2011 dan sudah diminta untuk mengisikan pakta integritas isian nomor sertifikatnya dapat darimana?
2. Apakah ada penyerahan sertifikat? kalau ada kapan?
3. Nuwun.
Kamis, 15 Desember 2011 07:27:24
Isian nomor sertifikat bisa ditanyakan ke Kopertis Pak Radja, saya juga belum punya nomornya, terimakasih
YUNUS INDRA PURNAMA . Jumat, 16 Desember 2011 08:58:51
Renhard Manurung . L . suwarno_durman[at]yahoo[dot]com
Yth. Panitia Serods Dikti.
Dalam pengisian Deskripsi Diri ada data yang belum masuk (dalam kolom B1. 8 Usah Inovatif datanya belum masuk) sedangkan kami sudah melakukan penyimpanan dan validasi, kami coba membuka kembali untuk memasukan data yang belum masuk, namun tidak bisa dibuka.
Mohon bagaiamana caranya mengisi kembali data tersebut, mohon bantuan Bapak/Ibu Panitia Serdos Dikti.
Rabu, 14 Desember 2011 16:11:41
Hasan Aroni . L . hasanaroni[at]yahoo[dot]co[dot]id
Saya sudah menuliskan DD sesuai petunjuk, setelah itu saya validasi dan berhasil, dengan adanya tanda tanda centang warna hijau serta tertulis sudah divalidasi, TETAPI saya belum menerima FEEDBACK nomer Validasi saya, Apa syah atau kah bisa dikirim nomor validasinya melalui email?. Terimakasih
Rabu, 14 Desember 2011 12:51:45
...kok ada isi DD lagi?... mangnya ada gelombang III?... kok ndak diumumkan ya....
HARMAILIS . Jumat, 16 Desember 2011 05:52:26
Pak Harmalis, sekarang ini ada serdos yg berasal dari non kemendikbud, seperti dari poltekkes.
IBRAHIM . Sabtu, 17 Desember 2011 11:46:09
Indra Supradewi . P . i[dot]supradewi[at]yahoo[dot]co[dot]id
nomor validasi saya ada di mana ya ?
Selasa, 13 Desember 2011 20:11:29
KASMAN . L . Kasman[at]yahoo[dot]com
Yth: Panitia Serdos.Dikti.Asallamualaikum wr.wbr. Ada kesalahan redaksi yang dikeluarkan panitia. NIP saya tertulis 03.311277071. Seharusnya 03.3112770071 ( sesuai dengan No. yang diterbitkan oleh Yayasan/ Almamater ditempat saya bekerja). Selanjutnya apa yang harus saya perbuat untuk memenuhi perintah pada point 1 tentang mengisi Deskripsi diri ( DYS dari Kementrian Non Kemendikbud ) Terimakasih. Wasalamualaikum wr.wbr.
Selasa, 13 Desember 2011 11:14:50
Asmadi . L . asmadi[dot]griyahusada[at]gmail,com
Yth; Panitia Serdos
Ada ada kesalahan pada NIP. Tertulis tanda "?" pada awal angka, seharusnya: 196908241992031003. Selain itu Saya membuat kesalahan (Sama dengan yang dilakukukan oleh Bpk. Asep Kuswandi) dalam pengisian Komponen Diskripsi diri, yaitu setelah selesai mengisi Komponen A sudah saya klik VALIDASI, sehingga komponen B,C, D dan E belum terisi, bagaimana solusi dan apakah bisa direvisi ? terimakasih
Asmadi
Senin, 12 Desember 2011 22:47:07
Asmadi . L . asmadi[dot]griyahusada[at]gmail,com
Yth; Panitia Serdos
Saya membuat kesalahan (Sama dengan yang dilakukukan oleh Bpk. Asep Kuswandi) dalam pengisian Komponen Diskripsi diri, yaitu setelah selesai mengisi Komponen A sudah saya klik VALIDASI, sehingga komponen B,C, D dan E belum terisi, bagaimana solusi dan apakah bisa direvisi ? terimakasih
Senin, 12 Desember 2011 22:38:49
DEWI HARYANTI PRAMONO . P . pdewiharyanti[at]yahoo[dot]com
Terdapat kesalahan pada data pribadi saya yaitu:
1). NIP tertulis"?196208201989012001" seharusnya "196208201989012001" TANPA TANDA TANYA.
2). Bidang Ilmu tertulis "334" seharusnya "326. Bidang Ilmu Prostodonsia"
Mohon diperbaiki. Terima Kasih

Dewi Haryanti Pramono
Senin, 12 Desember 2011 21:49:27
Azwarni . P . atjeh1983[at]live[dot]com
ketinggalan data sedikit tapi cara memasuk kan nya kembali bagaimana??
tolong info kan segera..data sudah saya validitasi...thank,s
Senin, 12 Desember 2011 15:56:05
Asep Kuswandi . L . asepkuswandi[at]yahoo[dot]com
saya membuat kesalahan yaitu baru saja mengisi komponen A sudah ke klik validasi, jadi komponen b, c, d dan e belum terisikan, mohon solusinya, terima kasih.
Senin, 12 Desember 2011 14:20:55
coba ke panitia serdos di PTU bapak. Pada akun ptu, minta buka validasinya.
IBRAHIM . Senin, 12 Desember 2011 16:45:57
Arif Hidayat . L . arifkalk_plap35[at]yahoo[dot]com
saya informasikan terdapat kesalahan NIP di dalam deskripsi diri. NIP tertera 19740717 1999803 1 0
yang seharusnya NIP 19740717 199803 1 001
Senin, 12 Desember 2011 13:21:54
AMINARNO BUDI PRADANA . P . aminbepe[at]yahoo[dot]com
Yth. Bp/Ibu Panitia Serdos 2011

1. Bersama ini saya informasikan bahwa terdapat kesalahan data berkas deskripsi diri saya yaitu tertulis: NIP. 1952101319760310002 yang seharusnya : 195210131976031002 (kelebihan angka satu NOL di belakang)

2. Deskripsi yang sudah divalidasi dan sudah saya tanda tangani saya email ke alamat : serdos@dikti.go.id. Semoga dapat diterima. Terima kasih.
Senin, 12 Desember 2011 11:33:19
KHOIRUR ROZIKIN . L . khoirulpk[at]gmail[dot]com
Kepada Yth : Panitia Serdos DIKTI
untuk mengetahui kesalahan-kesalahan pada pengisian data serdos mohon pada masing-masing akun DYS yang BELUM LULUS diberikan fasilitas untuk MELIHAT HASIL PENILAIAN supaya pada serdos berikutnya bisa memperbaiki kesalahan dan tidak melakukan kesalahan yang sama, terima kasih
Senin, 12 Desember 2011 11:29:19
KHOIRUR ROZIKIN . L . khoirulpk[at]gmail[dot]com
untuk mengetahui kesalahan-kesalahan pada pengisian data serdos mohon pada masing-masing akun DYS yang BELUM LULUS diberikan fasilitas untuk MELIHAT HASIL PENILAIAN supaya pada serdos berikutnya bisa memperbaiki kesalahan dan tidak melakukan kesalahan yang sama, terima kasih.
Senin, 12 Desember 2011 11:27:12
I NYOMAN SUKARTA . L . inyomansukarta[at]yahoo[dot]co[dot]id
yth: panitia serdos dikti
pada dasarnya saya kurang sepedapat dengan cara penilaian kelulusan serdos tahun ini hanya berdasarkan kemiripan DD oleh mesin. bukti-bukti fisik yang dilakukan oleh dosen yang bersangkutan jauh lebih akurat dalam verifikasi dibandingkan dengan hanya mengandalkan ahli bahasa dan mesin. menurut saya bukti-bukti kegiatan tri darma PT lebih mencerminkan propesional seorang dosen. DD yang dibuat oleh DYS bisa jadi tidak sama dengan kondisi real yang dilakukan. hemat saya mohon pada serdos nanti diperhatikan juga bukti-bukti fisik tri darma PT yang dilakukan
Senin, 12 Desember 2011 10:48:17
BAMBANG NUGROHO . L . bambangpert_ump[at]yahoo[dot]com
Yth Panitia Serdos 2011
Beberapa waktu lalu pimpinan universitas kami telah mengumpulkan semua dosen yang belum lulus sertifikasi, intinya supaya dapat menerima dan menekankan barangkali ini sudah merupakan ketetapan Allah SWT yang terbaik bagi kami. Pada prinsipnya saya juga sudah mengambil sikap yang sama begitu pengumuman kelulusan dikeluarkan.

Namun ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan barangkali dapat digunakan sebagai masukan panitia:
1. Bahwa penetapan kelulusan setelah dilakukan verifikasi saya rasa kurang mengandung unsur keadilan.--> Apabila pihak PTU mengatakan tidak ada yang mencontek maka dilakukan verifikasi PTPS, ahli bahasa, dan asesor (pernyataan pak Sugiyanto sebelumnya) hasil akhirnya ada yang lulus dan ada yang tidak lulus. Menurut pendapat saya dalam hal ini panitia tidak bisa membuktikan bahwa DYS yang dinyatakan lulus benar-benar tidak mencontek/mencontoh (barangkali akhirnya didasarkan pada kadar menconteknya), ini yang menurut saya kurang mengandung unsur keadilan.
Pada praktek di perkuliahaan apabila didapati beberapa mahasiswa tertangkap basah, atau ada indikasi sangat kuat melakukan praktek percontekan tentu keputusan hukumannya tidak akan mendasarkan banyak sedikitnya materi yang telah dicontek tetapi hasil akhirnya sama yaitu membatalkan hasil ujian semua yang mencontek.
[maaf ini saya kemukakan bukan analogi hanya ilustrasi karena saya yakin banyak DYS (yang pada akhirnya dinyatakan ada yang lulus dan ada belum lulus) memang pada kenyataannya tidak saling mencontek tetapi terkena verifikasi]
2. Saya maklum dan setuju bahwa sistem software pelacak kemiripan dipakai untuk mencegah plagiarisme dan dipakai sebagai kriteria kelulusan serdos 2011 tetapi implementasinya masih perlu diperbaiki supaya tidak ada pihak yang dirugikan, namun perlu direnungkan juga karena kita terlalu terpaku pada teknologi canggih apakah nanti panitia juga akan menggunakan software yang dapat melacak ada indikasi DD DYS tidak dibuatkan oleh orang lain (sekarang belum masuk kriteria kelulusan dan barangkali prakteknya sudah ada, hal ini saya kira lebih buruk dari plagiarisme). Maaf karena barangkali akhirnya ada yang kurang percaya diri atau karena suatu keadaan yang tidak memungkinkan membuat DD sendiri sehingga dibuatkan orang lain.
3. Usul konkrit saya sebaiknya CV dan track record kegiatan Tri Dharma PT yang menjadi pertimbangan lebih utama selain DD, penilaian sejawat, pimpinan dan mahasiswa pada penentuan kelulusan serdos sehingga lebih terukur.

Terima kasih kepada pak Sugiyanto atas tanggapannya di forum ini, mohon disampaikan kepada yang berkompeten mengambil kebijaksanaan, mohon maaf apabila ada kata-kata yang tidak berkenan.
Senin, 12 Desember 2011 06:02:57
IDRIS MOHAMAD LATAR . L . mohidrislatar[at]yahoo[dot]co[dot]id
Teman2 serdos se-Indonesia,,, Serdos adalah jalan perubahan hidup kita, akan tetapi kalau Tuhan belum menghendaki kita untuk lulus maka kita harus bersabar, mungkin ini jln terbaik dari tuhan buat kita,,, amin..........
Ahad, 11 Desember 2011 20:13:18
Benar pak Idris..
Saya setuju...
Harapannya kinerja kita jangan sampai terganggu karena status kita yang "belum lulus"...
Status kita kan bukan "tidak layak untuk Lulus"
Semua ada hikmahnya....
Mari kita tunggu kebijakan dari pak Dirjen Dikti...
Saya yakin beliau akan bisa menyikapi lebih bijak, karena beliau juga seorang Dosen....
Mudah2n ada pencerahan dari beliau....

Wasalam..
HARMAILIS . Senin, 12 Desember 2011 00:21:20
P CIPTOADHI . L . pcipto[at]gmail[dot]com
Kepada Yth
Bapak-bapak/Ibu-ibu Panitia Serdos 2011

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pada pengumuman serdos gelombang I, status saya dinyatakan perlu verifikasi karena adanya indikasi kemiripan DD > 60 % pada 4 aspek dan pada pengumuman berikutnya saya dinyatakan BELUM LULUS. Hari ini Sabtu, 10-12-2011 saya memperoleh DD saya dari PTU lengkap dengan aspek kemiripan seperti berikut:
ASPEK 1: DYS pembanding 1 adalah Frans Louhenapessy dengan prosentase kemiripan 69 %, DYS pembanding 2 adalah Nasir Suruali dengan prosentase kemiripan 58 %. Jika dibuat rata-rata prosentase kemiripan adalah 63,5 %.
ASPEK 2: DYS pembanding 1 adalah N E Maitimu dengan prosentase kemiripan 71 %, DYS pembanding 2 adalah Frans Louhenapessy dengan prosentase kemiripan 57 %, DYS pembanding 3 adalah Jandry Louhenapessy dengan prosentase kemiripan 59 %, DYS pembanding 4 adalah M Manuputty dengan prosentase kemiripan 59 %. Jika dibuat rata-rata prosentase kemiripan adalah 62,3 %.
ASPEK 4: DYS pembanding 1 adalah N E Maitimu dengan prosentase kemiripan 63 %, DYS pembanding 2 adalah Frans Louhenapessy dengan prosentase kemiripan 63 %, DYS pembanding 3 adalah Jemmy Jefry Pietersz dengan prosentase kemiripan 50 %. Jika dibuat rata-rata prosentase kemiripan adalah 58,7 %.
Berdasarkan data tersebut di atas terdapat dua kejanggalan yaitu:
1. Jumlah aspek kemiripan DD saya hanya 3 aspek dengan interval 57 % s/d 71 % (atau jika diambil rata-ratanya maka intervalnya 50 % s/d 70 %), bukan 4 aspek dengan interval > 60 %. Jika dibandingkan dengan persyaratan DYS yang perlu verifikasi yaitu:
1. Ada kemiripan >= 90 % pada 1 aspek
2. Ada kemiripan >= 80-90 % pada 2 aspek
3. Ada kemiripan >= 70-80 % pada 3 aspek
4. Ada kemiripan >= 60-70 % pada 4 aspek
5. Ada kemiripan > 50-60 % pada 5 aspek
maka interval kemiripan DD saya berada diluar interval DYS yang perlu verifikasi, dengan demikian seharusnya status saya Lulus tanpa verifikasi.
2. Pada aspek 2 DD saya juga dibandingkan dengan DYS peserta serdos gelombang II yaitu: Jandry Louhenapessy; bagaimana hal ini bisa terjadi mengingat proses penilaian portofolio saya dilakukan lebih dulu dari portofolio Jandry Louhenapessy dan hasilnya sdr tersebut Lulus?
Saya mohon penjelasan bapak/ibu atas dua kejanggalan ini dan semoga hal ini menjadi bahan pertimbangan.
Atas perhatian dan bantuan Bapak/Ibu saya sampaikan Terimakasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Sabtu, 10 Desember 2011 17:05:19
Assalamualaikum Wr. Wb

Berdasarkan PETUNJUK TEKNIS..

Keputusan verifikasi oleh PTPS dan Dikti bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. jalani saja tugas utama Pak masih ada kesempatan diwaktu yang akan datang........ Wassalam
WIDODO . Ahad, 11 Desember 2011 21:53:33
Assalamualaikum Wr. Wb

Berdasarkan PETUNJUK TEKNIS..

Keputusan verifikasi oleh PTPS dan Dikti bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. jalani saja tugas utama Pak masih ada kesempatan diwaktu yang akan datang........ Wassalam
WIDODO . Ahad, 11 Desember 2011 21:53:33
SUHARTINI . P . titin_yayub[at]yahoo[dot]com
SERDOS...hanyalah secarik kertas yang akan ditinggalkan bila kita mati. Uang dihasilkan oleh status SERDOS juga belum tentu punya nilai manfaat, karena SERDOS hanyalah berindikasikan uang.
Sabtu, 10 Desember 2011 08:51:35
HARMAILIS . L . harmailis_chaniago[at]yahoo[dot]com
Kepada Rekan Rekan Dosen di Seluruh Indonesia
Janganlah terlalu diratapi status kita yang belum lulus..
semua ada hikmahnya..
tetaplah berkarya..tetaplah bersemangat... jangan saling menyalahkan..
para asesor juga banyak yang tidak suka dengan sistem penilaian ini
jadi sebaiknya.... Tunggu sajalah kebijakan berikutnya....
Bagamana... Setujukan?...
Salam.....
Sabtu, 10 Desember 2011 02:13:12
Setuju. Buat proposal2 saja karena tawaran Dikti cukup banyak .....
SUMARMI . Sabtu, 10 Desember 2011 07:49:38
Iya setuju benar pak harmailis,,buktikan bahwa kita sebgai seorang dosen yang tetap selalu memberikan yang terbaik bagi masyarakat, universitas, bangsa dan negara..Insyaallah ada banyak hikmah yang berharga karena sesuatu yang dipaksakan sangat tidak bagus hasilnya dan dengan keihlasan AMIN
SUAIBATUL ASLAMIAH . Sabtu, 10 Desember 2011 08:13:36
Setuju. Tetap semangat! Sabar dan Ikhlas menerima. Insya Alloh akan lebih baik. Amin.
NANY NOOR KURNIYATI . Sabtu, 10 Desember 2011 12:49:55
KHAIRIL . L . khairil35[at]gmail[dot]com
Kepada Admin Serdos, nama saya Khairil NIDN 0213047501 deskripsi diri dan portofolio yang saya isikan belum sempat saya download, mohon bantuanya untuk mengaktifkan menu downloadnya atau dengan mengirimkan ke alamat email saya.
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
Jumat, 09 Desember 2011 19:49:40
JELITENG PRIBADI . . jpribadi[at]fe[dot]unsyiah[dot]ac[dot]id
Bapak Moderator Yth, Tolong dibantu untuk mengirimkan data deskripsi diri saya (Jeliteng Pribadi, 0009107102) ke emaik saya bisa? Saya mau mengisi aplikasi beasiswa..
Terima kasih
Jumat, 09 Desember 2011 14:47:46
ANI BUDI ASTUTI . P . anibudi_mat[at]yahoo[dot]com
Fakta yang saya sampaikan dalam tulisan saya adalah fakta sistem penilaian serdos tahun 2011 yang telah mengadili hidup saya tanpa ada kesempatan pembelaan. Jika ada pihak-pikak yang terganggu dengan ungkapan fakta tersebut, tidak perlu dengan ungkapan yang kasar dan tidak santun. Rekan-rekan yang berjuang ini untuk membersihkan nama baik dan martabatnya sebagai dosen yang sudah puluhan tahun mengabdi atas tuduhan plagiasi, mohon rekan lain yang tidak mau berjuang dan tidak mengurus masalah ini janganlah sewot apalagi bersikap kasar kepada kami.
Kamis, 08 Desember 2011 13:40:30
Fakta yang saya sampaikan dalam tulisan saya adalah fakta sistem penilaian serdos tahun 2011 yang telah mengadili hidup saya tanpa ada kesempatan pembelaan............ANI BUDI ASTUTI...hal tsb diatas...MUSTAHIL.....> .sepertinya anda benar-benar sudah sakit..dan sudah pantas..... panitia SERDOS 2011 menyatakan anda BELUM LULUS , dan sebaiknya ditambahkan ANI BUDI ASTUTI. JUGA menerima masa pembinaan tambahan.
WIDODO . Sabtu, 10 Desember 2011 12:40:02
Fakta yang saya sampaikan dalam tulisan saya adalah fakta sistem penilaian serdos tahun 2011 yang telah mengadili hidup saya tanpa ada kesempatan pembelaan............ANI BUDI ASTUTI...hal tsb diatas...MUSTAHIL.....> .sepertinya anda benar-benar sudah sakit..dan sudah pantas..... panitia SERDOS 2011 menyatakan anda BELUM LULUS , dan sebaiknya ditambahkan ANI BUDI ASTUTI. JUGA menerima masa pembinaan tambahan.
WIDODO . Sabtu, 10 Desember 2011 12:40:02
Fakta yang saya sampaikan dalam tulisan saya adalah fakta sistem penilaian serdos tahun 2011 yang telah mengadili hidup saya tanpa ada kesempatan pembelaan............ANI BUDI ASTUTI...hal tsb diatas...MUSTAHIL.....> .sepertinya anda benar-benar sudah sakit..dan sudah pantas..... panitia SERDOS 2011 menyatakan anda BELUM LULUS , dan sebaiknya ditambahkan ANI BUDI ASTUTI. JUGA menerima masa pembinaan tambahan.
WIDODO . Sabtu, 10 Desember 2011 12:40:03
PTUN KAN AZA KLO MERASADIRUGIKAN...!
I WAYAN SUDIARTA . Rabu, 14 Desember 2011 09:37:09
ANI BUDI ASTUTI . P . anibudi_mat[at]yahoo[dot]com
Bapak Sugiyanto telah menjelaskan dengan santun protes yang saya sampaikan. Terimakasih atas informasi pak dan bapak telah menganggap diri saya seorang DYS yang cerdas dan berdedikasi tapi kenyataannya saya adalah DYS yang dituduh melakukan plagiasi dan diputuskan tidak layak mendapatkan sertifikat dosen. Hal ini sebanding dengan penilaian DD saya yang dianggal hasil plagiasi dan sepertinya terjadi pada narasi umum dan tanpa verifikasi terhadap diri saya dan diputuskan saya melakukan plagiasi. Tanpa melihat langsung kinerja DYS ke PT-PT akan terjadi banyak salah sasaran apalagi ketidaklulusan hanya disebabkan sebagian kecil dari poin dalam DD yang dinyatakan mirip, tanpa merujuk ke cv dan hanya narasi bahasa yang menjadi penilaian. Gelar plagiasi yang saya sandang ini menjadi beban psikologis hidup saya yang tak pernah bisa saya lupakan. Terimakasih.
Kamis, 08 Desember 2011 13:21:33
Universitas Negeri Makassar . L . serdosunm[at]yahoo[dot]co[dot]id
assalam....

yth. PSD DIKTI

Mohon informasinya kapan sertifikat pendidik untuk yang lulus tahun 2011 bisa dicetak, karena kami mengecek di akun PTPS hanya bertulis "Maaf Halaman yang anda cari tidak ditemukan", apa benar formatnya belum bisa di akses ?

Atas perhatian dan kerjasama yang baik kami ucapkan terimakasih

wassalam.....
PSD UNM
Rabu, 07 Desember 2011 09:54:05
ARIEF SUDRAJAT . L . arief55281[at]yahoo[dot]com[dot]au
Buat rekan-rekan yang sudah lulus, saya ucapkan selamat. tapi ingat jangan kemudian kinerjanya tambah turun. tunjukan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan kita yang belum lulus. Buat diri saya, saya persipakan untuk menyambut kuota 2013 dengan belajar mengarang indah. tidak sesuai dengan fakta pun tak apa apa yang penting tidak mirip. he he he.
Selasa, 06 Desember 2011 21:39:40
ANI BUDI ASTUTI . P . anibudi_mat[at]yahoo[dot]com
Kepada Bapak Muh. Zainuddin,
Melihat keterangan yang bapak sampaikan sebagai penjelasan dari narasi yang saya sampaikan begitu detail, saya minta bapak bisa menyampaikan secara detail kepada saya tentang informasi kemiripan yang terjadi pada DD yang saya buat di mana informasi itu tidak saya miliki dan PTU saya juga tidak memilikinya. Informasi itu seharusnya menjadi hak saya selaku DYS yang telah dituduh plagiasi dan seharusnya detail disampaikan kepada saya pada saat Dikti menyatakan bahwa saya tidak lulus. Email saya ani_budi@ub.ac.id. Mohon disampaiakn detail sebagaimana bapak bisa mengomentari detail narasi yang saya sampaikan. Terimakasih.
Selasa, 06 Desember 2011 20:53:28
ANI BUDI ASTUTI...tidak mungkin panitia serdos tidak mempunyai bukti..........anda sudah jelas BELUM LULUS.....................koq masih berkoar-koar terus ........koreksi diri anda jangan buat malu PTU anda ! ....periksa saja kesehatan Ani...ke dokter ....mungkin sudah mulai " SAKIT JIWA "............kasihan adik-adik mahasiswa......? .wasalam
WIDODO . Selasa, 06 Desember 2011 22:11:23
Yang menentukan kita berprestasi dan dosen paling ideal bukanlah kita sendiri. Kalau dua asesor dengan kualifikasi yang memiliki kemampuan lebih dan melalui saringan yang tidak mudah pun kita ragukan "kedosenan-nya", lalu apakah kita masih mau menerima masukan dari orang lain. Salah satu poin yang ditanya pada DD adalah kemampuan kita menerima kritik bukan hanya sekedar masukan. Kalau asesor sudah menjelaskan apa yang terjadi dan kita tidak percaya, lalu siapa lagi yang kita percayai kecuali diri kita sendiri. Jadi sekjur untuk mendapatkan A dianggap kontribusi besar, saya kira salah besar. Sekjur tidak ditanya pertanggungjawaban oleh asesor yang datang pada saat visitasi. Yang ditanya dan paling tahu banyak tentang jurusan bukan sekjur tetapi ketua jurusan. Sekjur hanya mengerjakan apa yang diminta oleh Ketua Jurusan dan yang membuat nilai Akreditasi jurusan = A bukan sekjur. Kemudian yang disertifikasi adalah kedosenan kita bukan sebagai pejabat yang berjasa dalam melambungkan institusi. Yang ditanya peran kita sebagai dosen bukan sebagai pejabat. Ini kalau menurut pemahaman saya. Tidak boleh kita terlalu yakin dengan kebaikan kita tanpa pernah terpikir bahwa setiap manusia punya kelemahan. Kesalahan dalam pengisian 24 poin yang ditanya dalam DD bisa saja menjadi penyebab kegagalan. Persoalan dengan penggunaan IP Address yang sama untuk 2 atau lebih dosen yang berbeda juga bisa menjadi salah satu penyebab. Kalau kita mau jujur apakah dalam pengisian DD tsb sudah kita menerapkan praktek yang juga jujur. Banyak kemungkinan sebagai penyebab kegagalan. Bukan kita yang menilai kita baik tetapi orang lain. Kita boleh saja yakin bahwa kita baik, tetapi yang menilai kita bukan kita sendiri. Kalau dikti yang mau kita salahkan, apakah kita yakin bahwa komentar yang kita tuliskan di forum ini tidak dicatat dan direkam oleh dikti? Kalau satu saat nanti kita berurusan dengan dikti misalkan dalam kenaikan pangkat, apakah dengan komentar-komentar yang kita berikan yang menuduh dikti macam tidak akan membuat kita menjadi pihak yang serba salah. Mari kita renungkan kembali dikti melaksanakan serdos ini adalah atas niat baik sesuai dengan perintah UU. Jangan salahkan dikti kalau tidak lulus. Coba kita koreksi dan periksa diri kita kembali. Memang manusia sudah dari sononya hanya bisa melihat semut di seberang lautan tetapi tidak mau dan tidak mampu melihat gajah di pelupuk mata, Saya tidak bermaksud menyerang siapa-siapa dan kalau ada tulisan saya yang kurang berkenan, saya mohon maaf. Salam Damai dan Tetap Semangat
RONSEN PURBA . Selasa, 06 Desember 2011 23:39:27
Apakah ungkapan seperti ini: "Ni kalau begini nih akan banyak mahasiswa yang tidak lulus mata kuliah saya! Biar mahasiswanya yang menanyakan kepada pimpinan atau dikti sekalian, SILAHKAN DEMO." masih menggambarkan dosen yang diharapkan dengan adanya serdos ini. Saya sangat kecewa kalau ada dosen secara terbuka menuliskan pendapat dan komentar seperti kutipan di atas. Masak kita senang kalau mahasiswa DEMO? Apakah memang demikian peran dan pandangan yang diharapkan dari seorang dosen. Apakah mahasiswa dengan rela mau DEMO hanya untuk memperjuangkan seorang dosen yang merasa paling benar di dunia karena dosen terbaik di jurusannya ternyata tidak lulus serdos 2011? Kalau sekarang belum lulus bukan berarti sampai kapanpun tidak akan lulus. Pasti ada yang kurang dan salah dari diri kita sehingga kita tidak lulus. Yang buat kita tidak lulus adalah kita sendiri, bukan dikti, bukan sistem, bukan program dan bukan asesor. Saya meyakini hal ini. Mudah-mudahan tulisan saya bermanfaat bagi mereka yang mau menerima kritikan dan masukan. Dunia tidak kiamat meskipun kita tidak lulus serdos. Andaikata serdos ini tidak dikaitakan dengan "tunjangan", apakah kita akan sekecewa ini meskipun tidak lulus. Jika serdos ini hanya dihargai dengan piagam dan piala, apakah seheboh ini ketidaklulusan kita ini kita gembar-gemborkan? Saya tidak bermaksud menggurui dan memberikan wejangan, tetapi saya juga berhak menuliskan apa yang saya pikirkan. Forum ini adalah forum kita bersama (ini menurut terjemahan saya)
RONSEN PURBA . Selasa, 06 Desember 2011 23:51:20
Tidak ada hubungan dengan kelulusan/ketidaklulusan kita dalam serdos ini dengan banyak tidak mahasiswa yang lulus dari mata kuliah kita. Jangan jadi kalap begini. Mahasiswa tidak tahu menahu dengan urusan kita dalam rangka serdos ini. Kenapa mahasiswa mau dibawa-bawa? Mahasiswa tidak ada salah sama sekali, kenapa pula mereka yang jadi korban? Mari kita menjaga setiap kata dan kekecewaan kita yang akan kita tumpah di dalam forum ini. Ini bukan forum kedai kopi antar tukang beca. Forum ini dihadiri oleh seluruh dosen dari seluruh Indonesia yang telah mendapatkan password atau yang telah mengikuti serdos. Hati boleh panas, tetapi tulisan dan kata-kata yang kita ketikkan tetap harus terpelihara dengan baik. Siapa pun pasti kecewa kalau dinyatakan tidak lulus, tetapi tidak itu membuat kita jadi lupa jati diri sebagai dosen. Saya tidak ingin mencari lawan, saya hanya ingin punya teman sebanyak-banyaknya. Salam Damai
RONSEN PURBA . Selasa, 06 Desember 2011 23:58:37
Yg lain jgn ikut campur urusan bu Ani. Urus urusan masing2.
NORMAN DUMA SITINJAK . Rabu, 07 Desember 2011 11:19:21
Bu Ani Budi Astuti yang terhormat, tahun lalu manakala dijumpai ada kemiripan deskripsi diri maka DYS dua-duanya PASTI dinyatakan belum lulus, tanpa ada klarifikasi ke DYS maupun PTU. Tahun ini jauh lebih maju, ada klarifikasi oleh PTU manakala ditemukan kemiripan isian DD. Seperti yang sudah berulang kali disampaikan, yang memutuskan kelulusan DYS bukanlah mesin, namun orang yang telah ditugasi untuk melakukan verifikasi baik itu PTU (klarifikasi), PTPS, asesor pakar bahasa, maupun asesor yang ditunjuk oleh Dikti. Jika PTU tidak memanggil Ibu saat klarifikasi, memang di catata kami PTU Ibu sama sekali tidak melakukan klarifikasi di situs serdos. Jika Ibu bertanya mengapa PTU tidak melakukan klarifikasi? maka jawabnya ada di PTU masing-masing, kami tentu tidak mengetahuinya. PTU memiliki kebijakan masing-masing dalam melakukan klarifikasi.

Saya yakin, bahwa Bu Ani Budi Astuti adalah salah seorang dosen yang cerdas, pandai, dan memiliki keluhuran budi sebagaimana yang telah Ibu tulis dan gambarkan di beberapa tulisan sebelumnya. Sebagai orang yang awam dan cukup bodoh, saya membandingkan proses ini dengan proses menjadi pelatih di olahraga sepakbola. Siapa yang tidak kenal dengan kehebatan Christiano Ronaldo dalam bermain sepak bola, dalam mengocek bola, tentu tidak ada seorangpun yang meragukan kemampuanya. Manakala C Ronaldo ingin menjadi pelatih di sepakbola, tentu dia harus menjalani kursus pelatihan untuk mendapatkan sertifikat. Semua prosedur kursus harus dilalui olehnya. Jikalau menilik serdos, secerdas, sepandai, dan sepintar sesiapapun dia untuk mendapatkan sertifikat pendidik tentu harus melalui mekanisme yang dipersyaratkan, dalam hal ini harus membuat portofolio yang salah satunya adalah mengisi deskripsi diri.

Jika kita melihat Buku II Pedoman Sertifikasi Pendidik untuk Dosen halaman 5, jelas disebutkan bahwa: "...Dosen diminta membuat esai untuk setiap kegiatan yang pernah dilakukan, sehingga akan sangat unik dan berbeda dari satu dosen dengan dosen yang lain. Oleh sebab itu objektivitas dosen mendiskripsikan diri sendiri sangat menentukan dan dapat menjadi gambaran kejujuran profesional dosen..". Setiap DYS wajib menarasikan-bercerita- tentang apa yang telah dia perbuat sebagaimana permintaan dalam instrumen yang telah ditetapkan. Untuk detil dekripsi Ibu, jika Ibu berkenan, Ibu bisa meminta ke PTU UB, karena PTU telah memiliki akun dan menu untuk melihat deskripsi diri dari DYS yang saat ini berstatus BELUM LULUS.

Sekedar hanya untuk membuka cakrawala berfikir kita, maka saya cuplik salah satu isian DD dari seorang DYS dan pasanganya.
Deskripsi dari DYS I (yang diupload belakangan):
"Konsistensi diri merupakan hal yang sangat penting bagi saya. Dalam hal konsistensi diri, saya selalu berupaya untuk bertindak secara konsisten terhadap apa yang sudah menjadi tanggungjawab saya. Contoh, saya selalu berusaha menepati janji atau ucapan kepada setiap orang, baik kepada mahasiswa, teman sejawat, atasan dan di lingkungan masyarakat. Hal ini sangat penting bagi saya karena pendirian baik yang konsisten dan teguh akan dapat dijadikan modal dasar dalam membangun kebersamaan dalam lembaga yang besar pada semua kegiatan yang dilakukan. Konsistensi merupakan suatu tindakan yang sangat penting artinya dalam peningkatan kinerja seorang dosen dan juga dalam membangun hubungan sehari-hari baik sesama dosen (teman sejawat), dengan pimpinan, mahasiswa, maupun dngan masyarakat sekitarnya. Untuk tetap mempertahankan dan meningkatkan profesionalisme, saya selalu berusaha melakukan kegiatan atau aktivitas yang konsisten dengan bidang keahlian yang saya miliki. Tanpa adanya konsistensi sangat sulit untuk diketahui apa sebenarnya yang menjadi keahlian seseorang atau seorang dosen. Konsistensi ini selalu saya pertahankan dengan berbagai cara meskipun banyak iming-iming yang menggiurkan untuk bertindak atau berbuat secara tidak konsisten. Konsistensi yang selalu saya perjuangkan ini terlihat pada hal-hal berikut: (1). Dalam mengampu mata kuliah, saya tidak hanya mendasarkan pada tingkat kemudahan mata kuliah akan tetapi mempertimbangkan keajegan dengan mata kuliah yang saya ampu sebelumnya. (2). Dalam melakukan penelitian selalu saya arahkan pada bidang ilmu yang sesuai dengan keilmuan yang saya miliki yaitu statistika ilmu hayati. (3). Buku-buku diktat kuliah, modul praktikum dan responsi, modul diklat yang saya tulis merupakan penunjang terhadap keahlian yang saya miliki. (4). Jenjang pendidikan yang saya proleh yaitu semenjak S1 hingga S2 selalu sejalur dengan keilmuan yang sudah saya bangun dengan harapkan akan memiliki keahlian yang penuh sehingga memudahkan dalam pengembangan keilmuan saya dan membantu memudahkan dalam memberikan bimbingan kepada mahasiswa dalam menyelesaikan studinya. Jenjang S3 yang nanti akan saya tempuh juga bidang statistika. Dengan gambaran tersebut terlihat bahwa saya selalu menjunjung tinggi konsistensi, baik dalam bersikap, berkata, dan bertindak untuk menjaga dan meningkatkan profesionalisme diri saya."

Sedangkan Deskripsi dari DYS II (yang diupload malam sebelumnya):
"Konsistensi merupakan suatu tindakan yang sangat penting artinya dalam peningkatan kinerja seorang dosen dan juga dalam hubungan sehari-hari baik sesama dosen (teman sejawat), dengan pimpinan, maupun dengan mahasiswa. Untuk tetap mempertahankan dan meningkatkan profesionalisme, saya selalu berusaha melakukan kegiatan atau aktivitas yang konsisten dengan bidang keahlian yang saya miliki. Tanpa adanya konsistensi sangat sulit untuk diketahui apa sebenarnya yang menjadi keahlian seseorang atau seorang dosen itu. Konsistensi ini selalu saya pertahankan dengan berbagai cara meskipun banyak iming-iming yang menggiurkan untuk bertindak atau berbuat secara tidak konsisten. Konsistensi yang selalu saya perjuangkan ini, terlihat dari: 1. Dalam mengampu mata kuliah, saya tidak hanya mendasarkan pada tingkat kemudahan mata kuliah tersebut akan tetapi keajegan dengan mata kuliah yang saya ampu sebelumnya, sesuai dengan kompetensi yang saya miliki. 2. Dalam melakukan penelitian selalu saya arahkan pada bidang ilmu yang sesuai dengan keilmuan yang saya miliki. 3. Buku-buku/diktat kuliah yang saya tulis merupakan penunjang terhadap keahlian yang saya miliki. 4. Jenjang pendidikan saya dari S1 sampai S2 selalu sejalur (linear) dengan keilmuan yang sudah saya bangun dan harapan akan memiliki keahlian yang penuh sehingga memudahkan dalam pengembangan keilmuan saya serta membantu memudahkan dalam memberikan bimbingan kepada mahasiswa agar dapat menyelesaikan studinya tepat waktu. Dengan gambaran tersebut terlihat bahwa saya selalu menjunjung tinggi konsistensi, baik dalam bersikap, berkata dan bertindak untuk menjaga dan meningkatkan profesionalisme."

Semoga ini menginspirasi kita semua.
Sugiyanto . Rabu, 07 Desember 2011 18:40:12
Kepada rekan sejawat dosen yang tidak setuju dan tidak sependapat dengan yang saya utarakan, tidak perlu protes. Ini negara demokrasi, setiap individu berhak menyampaikan ide dan pendapatnya. Jika kalian tidak setuju pendapat saya silahkan saja, apalagi orang tak setuju itu juga belum lulus, apa kata dunia?.
ANI BUDI ASTUTI . Kamis, 08 Desember 2011 12:28:00
Kepada bapak sugiyanto,
1. Benar insting saya bahwa kemiripan DD terjadi pada narasi umum seperti itu, seperti saat kita harus bercerita tentang poin konsistensi, dalam contoh narasi yang bapak sampaikan, seharusnya kemiripan tidak ditinjau dari segi bahasa tetapi dari isi kemudian dilihat dari bukti cv yang dimiliki. Apa yang disampaikan dalam narasi 2 DYS itu adalah fakta dari masing-masing DYS yang dialami, terus coba buatkan kalimat Bahasa Indonesia lain yang harus menceritakan hal itu. Tetap, penilaian kemiripan narasi-narasi umum harus benar-benar dirujukkan dengan cv DYS dan bukan sekedar narasi bahasa apalagi kombinasi Bahasa Indonesia sangat terbatas. Kalau memang 2 DYS itu punya bukti pendukung yang sesuai dengan yang disampaiakan dalam DD, tentu keputusan kemiripan narasi bahasa menjadi sangat tidak adil. Bapak harus paham, bahwa poin-poin umum seperti konsistensi, kedisiplinan, keterbukaan terhadap kritik adalah hal-hal bersifat narasi umum dan dalam hal ini bisa terjadi ada kemiripan tanpa melakukan kerjasama dan saya telah berulang kali bilang, saya tidak pernah kerjasama dengan orang lain dan dinyatakan melakukan plagiasi.
2. Dikti telah membuat aturan tentang sistem verifikasi bahwa tidak melibatkan DYS dalam proses verifikasi. Yang jadi pertanyaan, kok bisa PTU tidak seragam dalam memenuhi aturan ini karena ada PTU yang memanggil DYS untuk dilakukan diskusi dan ada yang sama sekali tidak. Artinya, menurut aturan Dikti bahwa DYS tidak diikutsertakan dalam proses verifikasi adalah benar adanya. Inilah sumber ketidakadilannya, DD yang membuat DYS bukan PTU, kok DYS tidak diikutsertakan?
3. Kalau aturan sebelumnya tanpa verifikasi dan langsung dinyatakan tidak lulus, jelas tak ada gelar plagiasi yang terjadi. Apa Dikti tidak memikirkan beban psikologis dosen yang telah diumumkan verifikasi dan semua tahu apa arti verifikasi dan lalu dipertegas dengan tidak lulus, GELAR PLAGIASI saya peroleh dan itu akan melekat sepanjang hayat saya. Inilah ketidakadilannya.
4. Bapak Sugiyanto, PTU saya tidak memiliki data detail kemiripan itu, saya sudah berkali-kali minta dan sampai sekarang tetap tak ada. Kenapa Dikti tidak mau menjawab lewat email yang telah saya berikan?
5. Ingat pak, banyak narani umum pada poin DD yang harus dibuat DYS. Jika memang terjadi kemiripan, cek cv dan data yang lain sebagai pendukung isi DD itu. Jangan menilai dari narasi bahasa saja karena kombinasi bahasa sangat terbatas.
ANI BUDI ASTUTI . Kamis, 08 Desember 2011 13:01:04
Bapak Ronsen Purba,
Sebuah instansi profesional sebesar Dikti, tidak akan mungkin bersikap tidak profesional seperti yang bapak ungkap. Sebuah institusi besar harus bisa menerima kritik dan masukan dari orang lain sehingga kinerjanya menjadi lebih baik. Kesempurnaan hanya milik Tuhan, aturan yang dibuat manusia tidak akan bisa benar 100%. Disinilah membutuhkan kritik dan masukan dan tak ada alasan apapun yang dibenarkan jika kemudian instansi yang dikritik itu sakit hati dan dendam kepada pengritiknya. Jika bapak memang tidak ada kritikan untuk Dikti khususnya kasus serdos, ya jangan sewot kepada orang lain yang mengkritik. Ini negara demokrasi pak, semua orang bebas menyampaikan pendapatnya dalam koridor yang benar. Terimakasih.
ANI BUDI ASTUTI . Kamis, 08 Desember 2011 13:53:30
ANI BUDI ASTUTI . P . anibudi_mat[at]yahoo[dot]com
Rekan-rekan dosen sejawat di Indonesia yang belum lulus dari status verifikasi, mohon jadi bahan renungan fakta berikut:
1. Sistem penilaian Serdos tahun 2011 ini sangat berbeda dengan sistem penilaian tahun-tahun sebelumnya di mana sosialisasi yang dilakukan pada waktu yang sangat singkat dan sangat tidak lengkap. Berarti dari segi kualitas penilaian jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sistem penilaian sebelumnya. Hasil nyata yang diperoleh, sistem penilaian tahun 2011 ini banyak DYS tidak lulus sedangkan penilaian sebelumnya memberikan hasil banyak DYS yang lulus.
2. Dalam sosialisasi sistem penilaian Serdos tahun 2011 yang saya terima, penentu kelulusannya didasarkan pada CV, nilai persepsional sejawat, mahasiswa, atasan dan diri sendiri tanpa memberikan informasi yang jelas dan lengkap tentang adanya sistem penilaian yang dilakukan mesin terhadap dokumen Deskripsi Diri sehingga dimungkinkan adanya status verifikasi bagi DYS. Sistem ini tidak berlaku untuk penilaian Serdos tahun-tahun sebelumnya sehingga menjadi sangat tidak adil dan mendolimi.
3. Status tuduhan DYS melakukan plagiasi atas Deskripsi Diri hanya berlaku pada penilaian Serdos tahun 2011 dan tidak berlaku pada penilaian Serdos tahun-tahun sebelumnya.
4. DYS tidak dilibatkan dalam proses verifikasi dokumen Deskripsi Diri yang telah dituduh plagiasi padahal yang mengetahui secara persis atas dokumen tersebut adalah DYS itu sendiri.
5. DYS dengan status persentase kemiripan lebih rendah malah tidak lulus sedangkan DYS dengan status persentase kemiripan lebih tinggi malah lulus. Sebagai contoh DYS dengan persentase kemiripan 70% dinyatakan tidak lulus sedangkan DYS dengan persentase kemiripan 80% bahkan 90% dinyatakan lulus.
6. Fakta di lapang menunjukkan bahwa sistem penilaian Serdos tahun 2011 banyak salah sasaran di mana DYS yang berkualitas malah dinyatakan tidak lulus dan DYS tidak berkualitas dinyatakan lulus. Hal ini dibuktikan dengan adanya dosen yang datang ke kampus hanya saat mengajar saja dan tidak pernah membantu kemajuan institusi dinyatakan lulus sedangkan dosen yang pernah menjadi Sekretaris Jurusan di mana pada saat menjabat bekerja bersama tim jurusan mendapatkan nilai akreditasi jurusan menjadi A malah dinyatakan tidak lulus. Fakta sangat jelas bahwa ketidakadilan terjadi pada sistem penilaian Serdos tahun 2011.
7. Sistem penilaian yang hanya memperhatikan narasi kemiripan bahasa tanpa klarifikasi dan verifikasi terhadap data dukung lain yang sangat penting seperti CV, penilaian persepsional dan lain sebagainya merupakan sistem penilaian yang mengandung unsur ketidakadilan yang nyata dan gamblang.
Senin, 05 Desember 2011 19:21:52
Saya setuju dengan pendapat BU Ani, itu yang terjadi di institusi kami mungkin juga di institusi lain nya di seluruh Indonesia yang kita cintai ini, rupanya yang selama ini kita perjuangkan tidak ada harganya, eh malah yang baru, yang tidak tahu getirnya menghidupkan institusi, itu yang lulus. Dikti telah salah mengambil langkah atau memang ini diciptakan untuk keretakan dan diantara kita dosen-dosen di institusi kita sudah tampak menunjukan perbedaan seperti yang didakwakan walaupun tidak jelas kebenarannya. Saya sangat mendukung BU Ani untuk mencari keadilan.
SALMANI . Senin, 05 Desember 2011 20:57:26
Saya setuju dengan pendapat BU Ani, itu yang terjadi di institusi kami mungkin juga di institusi lain nya di seluruh Indonesia yang kita cintai ini, rupanya yang selama ini kita perjuangkan tidak ada harganya, eh malah yang baru, yang tidak tahu getirnya menghidupkan institusi, itu yang lulus. Dikti telah salah mengambil langkah atau memang ini diciptakan untuk keretakan dan diantara kita dosen-dosen di institusi kita sudah tampak menunjukan perbedaan seperti yang didakwakan walaupun tidak jelas kebenarannya. Saya sangat mendukung BU Ani untuk mencari keadilan.
SALMANI . Senin, 05 Desember 2011 20:57:26
Ni kalau begini nih akan banyak mahasiswa yang tidak lulus mata kuliah saya! Biar mahasiswanya yang menanyakan kepada pimpinan atau dikti sekalian, SILAHKAN DEMO.
SALMANI . Senin, 05 Desember 2011 21:01:22
Saya kurang setuju dengan pendapat di atas .... karena pada langkah keenam...pimpinan institusi mengesahkannya .... tidak tanggung-tanggung kajur dan pimpinan tertinggi, jadi kalau ada dosen yang menurut ibu kurang bermutu yah salah sendiri, mengapa ditandatangani pimpinan. Mengenai jasa sebagai sekertaris jurusan dan berkontribusi dalam mendapat nilai akreditasi A ... ini menimbulkan tanda tanya karena akreditasi tidak bergantung pada sekjur ... karena akreditasi hanya melihat data yang telah dilakukan semua pihak .. sekjur hanya mengumpulkannya ... beda kalau akreditasi dijadikan crash program ... yah begitu ...... marilah kita jujur .... sejujur apa yang telah kita sampaikan ke dikti untuk dinilai dan yang telah disetujui oleh pimpinan. Kalau ada yang salah .... salahkan mereka yang menyetujuinya. Jangan dikti.
PETRUS TULIT RESI . Selasa, 06 Desember 2011 08:48:21
1. sistem dan borang penilaian sama dengan tahun lalu, bedanya sekarang online. sosialisasi menjadi tanggung jawab PTU. Untuk PTS menjadi tanggungjawab Kopertis, sedangkan PTN tanggungjawab PTN masing-masing. Bahan sosialisasi ada di laman serdos.dikti.go.id dan dibaca 24 jam sehari. ada versi demo yang dapat digunakan untuk latihan. penilaian sekarang lebih valid dan reliabel karena dibantu dengan sistem pendeteksi kemiripan dan ditindaklanjuti dengan klarifikasi oleh PTU dan diverufikasi dengan sistem triangulasi (ada second dan third opinion) dari Asesor Guru Besar yang berbeda dengan sistem anonim. 2. dalam manajemen modern harus selalu ada perbaikan mutu untuk meningkatkan mutu hasil, demikian juga dalam manajemen serdos harus ada perbaikan kualitas. Serdos bukan kegiatan rutin, tetapi Serdos harus ada nilai (value) yang dicapai, yaitu budaya akademik yang dilandasi kejujuran, baik dari yang dinilai maupun yang nenilai. Kemiripan deteksi mesin 80-90%, sama frase tetapi berbeda makna, tetapi kemiripan 70% kesaman frase lebih sedikit tetapi isi maknanya sama.3. penilaian menggunakan multilevel system, dari 4 kriteria penilaian satu aspek saja, misalnya DD tidak lulus walaupun yang lain lulus pasti tidak lulus. 4. Kesepakatan / konvensi seluruh PTPS sejak tahun 2008, jika diketahui terjadi kasus kesamaan DD, maka DYS dinyatakan tidak lulus. 5. seluruh data kemiripan DD telah dikirim ke setiap PTU, proses klarifikasi diserahkan sepenuhnya kepada PTU, dan hasil klarifikasi PTU menjadi pertimbangan dalam verifikasi triangulasi. 6. DD bukan seperti jawaban soal ujian yang bisa dicontek, DD tidak dinilai betul atau salah, DD adalah refleksi/gambaran diri seorang dosen. setiap dosen pasti mempunyai gambaran/refleksi yang berbeda dan unik. tidak ada uraian normatif, yang ada adalah contoh konkrit apa yang dilakukan dosen dalam memenuhi 4 kompetensi dosen dan tridharma. jadi dengan dalih apapun sebenarnya tidak ada DD yang bisa dicontek, tapi....apa faktanya.
Muh Zainuddin . Selasa, 06 Desember 2011 15:26:57
5. seluruh data kemiripan DD telah dikirim ke setiap PTU, proses klarifikasi diserahkan sepenuhnya kepada PTU, dan hasil klarifikasi PTU menjadi pertimbangan dalam verifikasi triangulasi......DATA POINT 5 BENAR-BENAR KAMI LIHAT....JADI Bpk. Muh. Zainudin menyampaikan dengan benar....!.Sehingga statemen yang di utarakan oleh ibu diatas pada point 4...mungkin sangat keliru.besar.
NODI POLUAN SOMPIE . Selasa, 06 Desember 2011 18:27:23
Kepada Bapak Muh Zainuddin,

Sebagaimana yang telah saya sampaikan dalam narasi saya, ketidakadilan muncul dalam sistem penilaian serdos. Kalau bapak mengungkapkan bahwa mutu harus selalu ditingkatkan, saya setuju tapi dengan cara yang benar. Bagaimana yang dikatakan mutu dalam hal ini, lihatlah penjelasan yang bapak sampaikan, sistem pendeteksi kemiripan hanya berlaku mulai tahun 2011 dengan begitu detail seperti sama frase beda makna, terus ada kesamaan frase lebih sedikit tapi isi maknanya sama, begitu rumit dan ruwet. Benar yang saya ungkap bahwa "narasi bahasa yang dinilai" bukan konten dan kesesuaian dengan dengan cv. Berikutnya, PTU bukan pembuat deskripsi Diri, yang jadi pertanyaan, mengapa verifikasi dilakukan terhadap PTU dan malah melarang keterlibatan DYS dalam proses verifikasi? Kemudian, jika dikatakan penilaian sekarang lebih valid dan reliabel, apakah tidak dilihat begitu banyak DYS yang sangat berkualitas dinyatakan tidak lulus dan begitu banyak DYS tidak bermutu dinyatakan lulus? Kejujuran bagi saya harga mati, yang jelas tetap dalam penilaian serdos ini ada yang salah, win-win solutionnya adalah datangi kami, DYS yang dianggap bermasalah, verifikasi dan klarifikasi langsung ke kami agar kami tahu dengan jelas apa kesalahan kami dalam membuat DD sehingga dinyatakan plagiasi.
ANI BUDI ASTUTI . Selasa, 06 Desember 2011 19:56:22
Kepada Pak Nodi,
Ada ketidakseragaman action di masing-masing Perguruan Tinggi atas Informasi detail tentang status kemiripan apalagi aturan Dikti menyatakan dalam proses verifikasi tidak boleh melibatkan DYS. Akhirnya, PTU kami mematuhi aturan dikti yaitu dalam proses verifikasi tersebut sama sekali tidak melibatkan DYS dan DYS tidak diberikan informasi apapun tentang detail kemiripan DD yang terjadi pada masing-masing DYS. Jadi jika bapak katakan bahwa saya mengungkapkan narasi yang keliru tentang poin 4, itulah yang terjadi pada saya bahwa saya selaku pemilik dokumen DD dan tahu persis tentang DD tersebut sama sekali tidak dilibatkan dalam proses verifikasi dan saya tidak mengetahui informasi sedikitpun tentang kemiripan DD saya terjadi dengan rekan siapa dan pada poin mana. Ini fakta bukan retorika.
ANI BUDI ASTUTI . Selasa, 06 Desember 2011 20:05:38
Pak Petrus,
Saya memberikan contoh dalam narasi saya, itu adalah contoh fakta bahwa sistem penilaian serdos ini banyak salah sasaran hanya karena kemiripan narasi bahasa tanpa melihat cv dan dokumen lain. Kemudian menjadi sekjur, menurut pendapat bapak tidak mengkontribusi terhadap institusi, logika bapak selaku dosen perlu dipertanyakan. Saya hanya ingin mengungkap dalam narasi saya bahwa DYS yang jarang ke kampus dan tidak pernah mengkontribusi kemajuan institusi bisa lulus, kemudian sebagai sekjur yang kesehariannya berkutat dengan tim jurusan yang lain, dari pagi sampai malam bekerja untuk institusi pada akhirnya dinyatakan tidak lulus. Bagaimana sebuah sistem penilaian yang bermutu bisa menilai salah seperti ini? Perenungan yang sangat dalam perlu dilakukan karena sistem ini benar-benar salah dan tidak adil.
ANI BUDI ASTUTI . Selasa, 06 Desember 2011 20:18:25
Kepada Bapak Muh. Zainuddin,

Keterangan bapak malah membuat semua jadi gamblang bahwa sistem penilaian serdos tahun 2011 tidak adil jika dibandingkan sebelumnya, begitu rumit dan ruwet dalam mengelola "narasi bahasa" tanpa mencocokkannya dengan CV dan dokumen yang lain. Lihatlah, penjelasan bapak tentang kemungkinan kemiripan 80-90% yang bisa dinyatakan lulus, begitu detail narasi bahasa yang harus diteliti padahal banyak sekali poin dalam DD bersifat narasi umum seperti mengungkap tentang kejujuran, mengungkap tentang keterbukaan terhadap kritik dan masih banyak lagi narasi lain yang bersifat sangat umum dan sangat mungkin akan diungkap secara mirip oleh DYS karena kita semua tahu bahwa kombinasi bahasa Indonesia itu begitu terbatas. Tentang aturan verifikasi, PTU bukan pembuat DD, yang membuat DD adalah DYS. Jika ada masalah dalam DD harus ditanyakan langsung ke DYS bukan PTU. Dalam kasus ini, malah aturan yang dibuat Dikti, DYS tidak dilibatkan dalam proses verifikasi. Ini menjadi pertanyaan besar, seharusnya malah panitia serdos dikti terjun langsung ke PT-PT dan melakukan verifikasi dan klarifikasi langsung kepada DYS yang dinggap melakukan plagiasi. Jika hal itu dilakukan, pastilah akan mendapatkan hasil yang benar. Tentang mutu yang lebih ditingkatkan, jelas sangat tidak adil dong bagi DYS yang di serdos belakangan karena menjadi lebih sulit apalagi dengan aturan2 yang banyak merugikan seperti ini padahal hak yang diterimakan sama besarnya yaitu tambahan tunjangan 1 kali gaji pokok padahal kriteria lebih sulit. Apa ini adil? Atutan yang bermutu seharusnya bisa mendeteksi DYS yang memang berhak mendapat sertifikat, lalu apa kenyataan dari aturan ini, fakta di lapang membuktikan dosen yang tak layak malah lulus dan dosen yang layak malah tidak lulus. Ini fakta bukan retorika pak. Terimakasih
ANI BUDI ASTUTI . Selasa, 06 Desember 2011 20:39:40
Jangan sampai kita yang jelas-jelas DYS merasa lebih tahu dari pada Bapak/Ibu yang telah ditunjuk sebagai asesor. Kalau ada dua asesor telah memberikan klarifikasi yang gamblang dan kita tetap merasa bahwa kita paling benar, maka justru ini mempertegas bahwa memang kita pantas tidak lulus. Kalau penjelasan asesor pun tidak kita bisa terima, lalu siapa lagi yang bisa membuat kita puas dan siapa lagi yang bisa kita percaya? Tidak ada DD yang bisa mirip 50% atau lebih kecuali kerjasama. Mari kita jujur agar kita mampu berdiri di depan kelas dengan rasa percaya diri yang tinggi dan mahasiswa kita yakin bahwa kita orang bermanfaat bagi mereka. Salam Damai
RONSEN PURBA . Rabu, 07 Desember 2011 00:08:12
BAMBANG NUGROHO . L . bambangpert_ump[at]yahoo[dot]com
Yth panitia serdos 2011. Pada layanan user peserta saya muncul:
1. Mengisi Deskripsi Diri (DYS dari Kementrian Non Kemdikbud), maksudnya apa...?
Senin, 05 Desember 2011 19:19:23
Iya betul, saya juga menanyakan hal yang sama seperti yg ditanyakan sama Bpk. Bambang Nugroho kepada panitia Serdos. Terima kasih.
I NENGAH SIMPEN . Senin, 05 Desember 2011 19:41:37
Menurut saya kita harus mengisikan data DD kita ke evaluasi.dikti.go.id. Saya sudah melakukan pengisian tersebut dan yang melakukan itu adalah staf PT kita yang memiliki password untuk epsbed PStudi dimana kita aktif mengajar. Kalau saya lihat yang baru di situ adalah foto kita terbaru sudah terlampir. Apabila data tersebut sudah diisikan maka kita dapat melakukan pengisian tersebut, maka data (profil) kita akan bisa dicek. Data tersebut berisi Data Dosen (dilengkapi dengan foto terbaru), Riwayat Pendidikan, dan Riwayat Mengajar Kita. Itu kalau menurut saya. Sebab saya pun mendapatkan link Mengisi DeskripsiDiri dan di-klick tidak muncul apa-apa. Saya mencurigai pengisian itu harus dilakukan ke evaluasi.dikti.go.id. Sebagai percobaan silahkan Bapak ibu akses evaluasi.dikti.go.id untuk melihat apakah data Bapak/Ibu sudah ada di sana lengkap dengan foto terbaru. Jika ternyata sudah ada, berarti Mengisi Deskripsi Diri tersebut bukan itu maksudnya. Saya pun hanya menduga-duga, sebab saya baru foto saya diminta oleh staf kami yang menangani epsbed untuk di-upload ke sistem evaluasi tersebut. Mudah-mudahan itu yang dimaksud. Maaf kalau saya salah. Saya tidak ada maksud menyesatkan atau mengajari Bapak/Ibu. Dan staf tersebut juga sudah minta saya mempersiapkan / mengisi BKD (Beban Kerja Dosen). Semoga ini maksudnya. Besok akan tanyakan lagi staf kami yang menangani urusan tersebut.
RONSEN PURBA . Selasa, 06 Desember 2011 00:09:55
Bapak/Ibu, ini link yang bisa dicoba: http://evaluasi.dikti.go.id/epsbed/dosen. Kemudian Bapak/Ibu masuk nama dan tekan Tombol Telusur. Mudah-mudahan itu yang dimaksud
RONSEN PURBA . Selasa, 06 Desember 2011 00:17:06
Bapak / Ibu, saya tidak tahu apakah tombol tersebut hanya muncul pada layar BYS yang dinyatakan lulus. Dan kalau kita klick tombol tersebut, maka akan muncul data kita secara singkat dalam kotak.
RONSEN PURBA . Selasa, 06 Desember 2011 01:20:10
ya ini sy jg ada, tp ndk ada keterangan tambahan
NORMAN DUMA SITINJAK . Selasa, 06 Desember 2011 14:23:24
Iya saya juga ada, seperti Bapak Bambang Nugroho. mohon penjelasan Bpk/Ibu Panitia Serdos. Terima Kasih
MUHAMMAD ARSYAD SUYUTI . Selasa, 06 Desember 2011 16:08:50
Bapak/Ibu setelah cek ulang ternyata yang diminta Mengisi Deskripsi Diri adalah DYS yang berasal dari Non Kemendikbud. Jadi kalau itu yang diminta berarti bukan untuk DYS yang berasal dari Kemendikbud
RONSEN PURBA . Selasa, 06 Desember 2011 23:14:23
SANDRA HERLINA . P . sandra[at]uai[dot]ac[dot]id
Aswrb. Kepada Bapak dan Ibu teman-teman sejawat , saya mengucapakan selamat kepada yang sudah lulus serdos dan kepada yang belum lulus ., bahwa belum lulus serdos bukan akhir dari segalanya. pada akhirnya kita semua juga akan lulus juga. Mungkin waktunya yang berbeda . Mari kita semua bersemangat untuk lebih menjaga amanah dari pekerjaan kita. Mungkin itu lebih dari serdos ...nilainya. Salam.
Ahad, 04 Desember 2011 23:16:28
Iya bu Sandra benar. AMIN.
SUAIBATUL ASLAMIAH . Senin, 05 Desember 2011 08:59:07
Yang perlu juga kita pikirkan sudah 25 tahun menjadi dosen, belum juga lulus karena penulisan DD yang dianggap "bermasalah", keperluan finansial juga menuntut, seberapa cukup kalau kita hanya mendapatkan rupiah berkepala tiga jutaan?
I NENGAH SIMPEN . Senin, 05 Desember 2011 19:16:11
ANI BUDI ASTUTI . .
Kepada Yth. Bapak Sugiyanto/ pihak Dikti yang terkait dengan serdos.
Mohon informasi kongkrit tentang kemiripan DD yang saya buat. Informasi yang saya butuhkan, nama rekan saya yang mirip dan pada poin apa saja. Data itu saya butuhkan untuk klarifikasi yang akan saya lakukan karena berdasarkan DD rekan satu fakultas saya, tak ada satupun DD yang saya buat ada kemiripan dengan yang lain. Untuk itu, mohon bapak menjelaskan secara detail kepada saya. Ini alamat email saya, ani_budi@ub.ac.id. Terimakasih.
Sabtu, 03 Desember 2011 19:45:50
ANI BUDI ASTUTI...kalau kami ikuti..sudah lebih dari 8 kali sdr...memamaparkan pengeluhan dan protes....dan anda tidak menyadari....anda adalah orang yang EGOISME .....suatu hal yang mustahil...kalau anda anda tidak mengetahui....kemiripan DD anda dengan siapa....? karena ...anda yang belum lulus karena diverivikasi....pada serdos gelombang I.....terima aja Ani....banyak berbudi saja dan amal..( nasib kita sama Belum Lulus) ? nanti anda nggak bisa ngajar dengan baik karena sakit ....wasalam
WIDODO . Selasa, 29 Nopember 2011 23:35:25
SUMARMI . Ahad, 04 Desember 2011 13:12:37
Bu Ani, coba tanya di PTU Ibu, ibu mirip dengan siapa? Pada saat saat klarififikasi dulu, file DD mirip dikirim ke PTU masing2.
IBRAHIM . Ahad, 04 Desember 2011 17:28:26
Terimakasih pak ibrahim atas infonya, PTU saya tidak memiliki data tersebut. Oleh karenanya saya menanyakannya ke pihak Dikti.
ANI BUDI ASTUTI . Ahad, 04 Desember 2011 20:33:52
Coba ibu nanya secara resmi via lembaga ke DIKTI , pasti akan diproses
serta dikti tidak menerima proses perorangan tapi harus melalui lembaga PTU anda
AGUS HARIYANTO . Selasa, 06 Desember 2011 11:19:23
HENNY ANDRIANI . P . henny_andriani[at]yahoo[dot]com
Masalah Sertifikasi Dosen harus ada Itikad Baik (Goede Trouw) dari Institusi.... Jika ada kesalahan, Jangan lepas tangan dong!!!
Jumat, 02 Desember 2011 05:30:26
Apa yang ibu sampaikan benar. Institusi kita adalah tempat kita mengabdi selama puluhan tahun. Kita telah berjuang untuk memajukan dan membawa nama baik institusi kita. Sekarang, kita ini mendapatkan musibah besar di mana telah dinyatakan tidak lulus serdos dan dinyatakan pula mendapatkan gelar plagiasi/gelar dosen yang tidak jujur. Nama baik dan martabat kita sebagai dosen telah tercoreng moreng dengan tuduhan tanpa klarifikasi yang benar untuk dibuktikan bahwa perbuatan itu tidak kita lakukan. Inilah saatnya, institusi kita harus memperjuangkan nasib kami yang terdolimi sistem yang banyak salah sasaran dan sistem yang belum terbukti kehandalannya dan mendolimi banyak orang. Dikti telah menyatakan, tidak ada gunanya protes secara individu, walaupun itu hak kami untuk melakukan pelurusan dan protes keras atas sistem yang buruk itu. Rektor, selaku pimpinan tertinggi di institusi di mana memiliki link yang kuat ke Dikti, sudah sepantasnya dan harus memperjuangkan nasib anak-anaknya yang sedang terkapar dan terdolimi. Semoga hal inilah yang akan dilakukan agar dapat meluruskan aturan-aturan dikti dalam serdos 2011 yang menghasilkan banyak salah sasaran dan dapat segera meninjau kembali kami-kami para dosen angkatan 2011 yang dinyatakan tidak lulus status verifikasi sebagai kelinci-kelinci percobaannya. Terimakasih.
ANI BUDI ASTUTI . Sabtu, 03 Desember 2011 19:25:28
Muh Zainuddin . L . mzain1809[at]yahoo[dot]com
Aswb dan salam sejahtera untuk seluruh pengguna forum Suara Anda. Untuk bahan renungan, marilah kita simak kisah berikut ini. Kisah ini diambil dari sebuah episode ramayana di dunia pewayangan/pedalangan dalam lakon Sugriwo-Subali. Alkisah ada seorang Resi (jaman sekarang barangkali setara Guru Besar) bernama Resi Gutomo, mempunyai seorang isteri yang sangat cantik (kira-kira setara dengan perdana menteri Thailand) bernama Dewi Hapsari dan mempunyai du putra bernama Sugriwo dan Subali serta seorang putri bernama Anjani. Karena kencatikannya itu, banyak pria lain yang tergila-gila dengan Dewi Hapsari, dan akhirnya terjadilah kasus perselingkuhan antar Dewi Hapsari dengan seorang dewa. Sebagai imbalannya Dewi Hapsari diberi hadiah âcupu manik astoginoâ. Cupu ini mempunyai kesaktian dapat mendatangkan kenikmatan duniawi apa saja yang diminta/diinginkan oleh pemiliknya. Singkat cerita, karena naluri keibuannya, cupu manik astogino ini oleh sang ibu diberikan kepada puterinya si Anjani. Namun akhirnya pemberian itu diketahui oleh Sugriwo dan Subali dan mereka ingin memiliki juga. Maka terjadilah kegaduhan untuk berebut cupu manik astogino yang pada akhirnya kegaduhan itu diketahui oleh sang Resi Gutomo. Menindaklanjuti kegaduhan tersebut, maka dipanggilah isteri dan ketiga anaknya untuk dilakukan klarifikasi duduk persoalannya. Setelah semua menghadap ditanyailah satu persatu darimana asal usul cupu manik astogino tersebut dan akhirnya sang isteri ditanya. âIsteriku yang cantik, darimana dikau mendapatkan cupu manik astogino ini?â dewi Hapsari diam seribu bahasa, tidak menjawab, karena takut, malu, arogan dan gengsi. Ditanya tidak mau menjawab, maka marahlah Resi Gutomo : âditanya diam saja seperti patung!â, dan apa yang terjadi, ... dewi Hapsari berubah menjadi patung. Inilah korban pertama cupu manik astogino, inilah pelajaran pertama dari lakon ini, perselingkuhan dan ketidak jujuran membawa malapetaka dalam kehidupan seorang manusia. Tidak berakhir disini, dalam episode berikutnya Anjani, Sugriwo dan Subali berubah rupa menjadi kera/monyet karena terus berebut cupu manik astogino, padahal Resi Gutomo sudah memperingatkan dan melarang untuk tidak berebut cupu manik astogino. Dalam kisah pedalangan nasib Sugriwo dan Subali merupakan kisah tragedi kemanusiaan yang sangat menyedihkan. Semoga Serdos tidak menjadi â cupu manik astoginoâ. Marilah kita jaga martabat dan nilai luhur yang terkandung dalam Serdos, yaitu meningkatkan profesionalisme dan budaya akademik berlandaskan kejujuran. Bagi sejawat para dosen yang berhasil lulus tidak perlu berlebihan menyikapinya, karena justru kelulusan ini momentum untuk meningkatkan kualitas pengabdian kita untuk mengemban amanah mencerdasakan kehidupan bangsa. Bagi sejawat dosen yang belum lulus, sangat bisa dimengerti dan dipahami kekecewaan yang dialami, tetapi masih ada harapan, mari kita ambil hikmahnya. Keingintahuan sebab ketidak lulusan dapat disalurkan sesuai dengan prosedur yang sudah disepakati oleh seluruh PTPS dan Dikti.
Kamis, 01 Desember 2011 12:07:53
Terima kasih Prof atas ceritanya insyaallah akan banyak hikmahnya yang dipetik dan tanggapan Pak Rektorpun bilang jadikan pengalaman berharga dan perlu banyak kehati-hatian.
SUAIBATUL ASLAMIAH . Kamis, 01 Desember 2011 15:51:04
Asslamualaikum,
Beberapa hari lalu pimpinan PTU kami mengirimkan surat ke Ditpendik tentang klarifikasi hasil serdos. Kami sangat berharap Ditpendik dan PSD Nasional bisa menerima klarifikasi yang berisi fakta-fakta mengapa terjadi kemiripan DD. Perlu diketahui bahwa proses klarifikasi di tingkat PTU berbeda-beda. Di PTU saya, klarifikasi dilakukan melibatkan DYS. DYS di"interogasi" mengapa DD mirip. Fakta-fakta yang terungkap kemudian dijadikan bahan pertimbangan klarifikasi.
Namun ada PTU yang tidak melibatkan DYS, sehingga fakta mengapa DD mirip tidak bisa terungkap. Juga perlu disadari keterbatasan informasi saat klarifikasi. SE prosedur klarifikasi hanya YA dan TIDAK dan menimbulkan ke-ambigu-an. Misal pada klarifikasi saya ditulis TIDAK mirip dengan alasan ..... Kami tidak memilih YA mirip karena berdasarkan SE tersebut, YA akan langsung masuk kota tidak lulus. Namun ternyata alasan tidak dibaca oleh sistem, PTPS, asesor dan ahli bahasa.
Saya sepakat jika ada banyak hikmah dalam serdos 2011 ini. Namun tentu kami berharap ada perlakuan yang adil antara korban dan pelaku.
Wassalam.
SLAMET WIDODO . Kamis, 01 Desember 2011 16:55:30
Kejujuran adalah landasan penting dalam kehidupan. Harus dijaga sampai kapanpun. Sekarang ini, dalam kasus serdos, ingin menilai kejujuran tapi cara yang dilakukan salah besar. Seharusnya pihak Dikti, mengklarifikasi hasil kemiripan DD yang dituduh tidak jujur itu ke sasaran yang benar yaitu DYS bukan ke PTU yang mana PTU ternyata di berbagai PT termasuk di PT saya sama sekali tidak mengklarifikasi kepada DYS. Kemudian langkah berikutnya adalah melihat CV/biodata DYS sebagai rujukan penulisan DD. Jika kemiripan karena bahasa tentu tidak fair sama sekali karena kombinasi bahasa sangat sedikit dan banyak narasi-narasi umum yang harus diungkap, tentu kemiriupan bahasa sangat mungkin terjadi. Selama apa yang diungkap dalam DD sesuai dengan CV tentu dan seharusnya tidak ada masalah sama sekali apalagi hal-hal lain yang jauh lebih penting telah nyatakan lolos dengan baik. Dalam kasus cerita kejujuran yang bapak sampaikan, itu sudah jelas nyata bahwa itu kejujuran yang sebenarnya dan harus ditegakkan tapi pada kasus serdos ini, ketidakjujuran yang dituduhkan belum terbukti dan langsung dihukum secara semena-mena. Hal inilah yang harus jadi bahan renungan bersama.
ANI BUDI ASTUTI . Sabtu, 03 Desember 2011 19:05:11
Dalam bahasa yang sederhana, yang disertifikasi adalah DYS bukan PTU, sehingga bagi DYS yang katanya ada kemiripan DD dengan orang lain, proses verifikasi harus dilakukan oleh DYS tersebut bukan oleh PTU. Oleh karena itu informasi tentang kemiripan DD seharusnya disampaikan oleh Panitia Serdos ke DYS bukan ke PTU. Jika dibutuhkan, PTU cukup mengesahkan verifikkasi yang dilakukan oleh DYS, bukan sebaliknya PTU yang melakukan verifikasi. Status saya: Perlu Verifikasi kemudian ditingkatkan menjadi BELUM LULUS, sementara sampai dengan saat ini saya belum pernah tahu Kemiripan DD saya dengan Siapa dan pada Poin yang mana. Terima kasih, semoga hal ini dapat menjadi pertimbangan panitia Serdos.
P CIPTOADHI . Senin, 05 Desember 2011 17:49:09
Apa yang disampaikan oleh Bapak Ciptoadhi benar, itulah yang disebut kejujuran yang hakiki. Verifikasi atas dugaan kesalahan harus ditanyakan kepada DYS yang dituduh melakukan kesalahan bukan ditanyakan kepada orang lain. Tentu menjadi ambigu dan anomali yang pada akhirnya menghasilkan keputusan yang salah. Panitia Serdos Dikti tidak usah ragu-ragu menyikapi protes dan fakta yang terjadi di lapang bahwa sistem penilaian serdos yang diberlakukan tahun 2011 banyak kelemahan dan banyak salah sasaran. Oleh karena itu, saya minta peninjauan kembali atas status kami yang verifikasi yang kemudian dinyatakan tidak lulus ini karena gelar plagiasi ini begitu menyakiti hati dan jiwa saya selaku dosen. Terimakasih.
ANI BUDI ASTUTI . Senin, 05 Desember 2011 19:09:04
INDUNG SUDARSO . L . sudarso[at]gmail[dot]com
Yth Panitia Serdos, terkait dengan UU 14/2005 beserta peraturan turunannya yang membahas tentang kesejahteraan dan kualitas pendidik, jika saya boleh mengusulkan, hendaknya pelaksanaan serdos mendatang benar2 menjaring dosen yang kualitas kerjanya baik. Termasuk persyaratan minimal S2 terakreditasi dan bidang yang seharusnya linier, hendaknya menjadi pertimbangan penting, mengingat selama ini banyak fenomena dosen yang mengambil S2 tidak terakreditasi dan tidak sebidang/tidak linier, sehingga perlu dipertanyakan kompetensinya. Ini hanya sekedar usulan saja. Terimakasih.
Kamis, 01 Desember 2011 09:19:39
YTH. BAPAK/IBU PANITIA SERDOS.
KATANYA DOSEN HARUS PROFESIONAL DAN SESUAI DENGAN KOMPETENSI, TAPI KENYATAANNYA DI DALAM PENENTUAN DOSEN YANG LULUS SERDOS BANYAK YANG S2 NYA ASALAN DAN TIDAK LINIER LOLOS ,SEDANGKAN YG LINIER DAN DARI UNIVERSITAS TERAKREDITASI GAK LOLOS ITU KAN TIDAK FAIR NAMANYA, MAU DIKEMANAKAN DUNIA PENDIDIKAN INI APAKAH DD SUDAH DAPAT MENENTUKAN BAHWA SEORANG DOSEN SUDAH PROFESIONAL , MISALNYA JURUSAN TEKNIK MESIN DIAJAR OLEH DOSEN JURUSAN LINGKUNGAN ATAU LAINYA YG BIDANG ILMUNYA TIDAK RELEVAN APA MUNGKIN BISA DIKATAKAN MEMENUHI KOPETENSI, APAKAH HAL ITU TIDAK MENJADI PERTIMBANGAN PARA ASSESOR ATAU ASSESORNYA SENDIRI KURANG PROFESIONAL SEHINGGA TEMAN 2 YG BETUL -BETUL INGIN MENGIKUTI PROGRAM DIKTI BANYAK YG TIDAK LOLOS , KALAU BISA MOHON DITINJAU ULANG PENILAIAN NYA ,KITAKAN JUGA ADA CV. YANG JUGA SEBAGAI PERTIMBANGAN,JANGAN SAMPAI KITA YG TIDAK LULUS HANYA MENJADI KORBAN SISTEM, BILA PERLU DILAKUKAN VERIFIKASI KE PERGURUAN TINGGI DIMANA DYS MENGAJAR, TRIMAKASIH ATAS PERHATIANNYA
KETUT BANGSE . Kamis, 01 Desember 2011 10:35:24
TERIMA KASIH ATAS MASUKANNYA. SEBAGAIMANA KITA KETAHUI DIDALAM MENETAPKAN DYS SUDAH MELALUI KLARIFIKASI DAN VERIFIKASI OLEH PTU. KEWENANGAN MENETAPKAN DYS ADA DI PTU, HANYA SISTEM, REGULASI DAN PROSEDUR YANG DITENTUKAN OLEH DIKTI.
Muh Zainuddin . Kamis, 01 Desember 2011 12:18:38
Betul apa yang disampaikan oleh Bapak Ketut Bangse. Dikti harus terjun sendiri ke PT-PT untuk melakukan klarifikasi langsung kepada DYS kemudian lihat CV DYS untuk dikomparasi. Itu adalah penyelesaian yang akan memuaskan dan diharapkan oleh banyak pihak. Sebagaimana yang telah disampaikan dikti saat melakukan verifikasi, dikti malah membuat aturan tidak melibatkan DYS. Bagaimana bisa mendapatkan hasil yang sebenarnya atau bukti yang sebenarnya kalau DD yang dibuat adalah hasil plagiasi jika DYS tidak dilibatkan dalam proses verifikasi. PTU kami sama sekali tidak mengklarifikasi kepada kami selaku DYS tertuduh dan sama sekali tidak memberikan informasi yang menjadi hak saya selaku tertuduh untuk mengetahui secara detail mengapa kami dituduh. Informasi tentang detail kemiripan DD kami tidak dijelaskan secara lugas dan jelas kepada kami sehingga kami tidak memiliki kesempatan untuk meluruskan apa yang sebenarnya terjadi. Tentu menjadi benar bahwa dalam kasus kami ini, Dikti tidak melakukan klarifikasi kepada DYS dan langsung mengambil keputusan yang benar-benar mendolimi kami selaku tertuduh.
ANI BUDI ASTUTI . Sabtu, 03 Desember 2011 19:54:48
INDUNG SUDARSO . L . sudarso[at]gmail[dot]com
Yth Panitia Serdos, terkait dengan UU 14/2005 beserta peraturan turunannya yang membahas tentang kesejahteraan dan kualitas pendidik, jika saya boleh mengusulkan, hendaknya pelaksanaan serdos mendatang benar2 menjaring dosen yang kualitas kerjanya baik. Termasuk persyaratan minimal S2 terakreditasi dan bidang yang seharusnya linier, hendaknya menjadi pertimbangan penting, mengingat selama ini banyak fenomena dosen yang mengambil S2 tidak terakreditasi dan tidak sebidang/tidak linier, sehingga perlu dipertanyakan kompetensinya. Ini hanya sekedar usulan saja. Terimakasih.
Kamis, 01 Desember 2011 09:16:57
ENGELINE ANGLIADI . P . engelineangliadi[at]yahoo[dot]co[dot]id
Kepada YTH:
Panitia DIKTI
Mohon maaf sebelumnya. saya ingin menanyakan mengenai hal hal apa saja yang menyebabkan saya Sebagai peserta Serdos Gel 1 (saat itu hasilnya perlu Verifikasi). saat ini hasilnya BELUM LULUS. Saya mohon konfirmasi mengenai hal-hal yang menyebabkan belum lulus SERDOS.Bisa minta tolong di Email ke alamat saya. Supaya bisa koreksi dalam segala hal. Terima kasih. GBU
Rabu, 30 Nopember 2011 23:15:36
Semua permintaan hanya dapat dilayani apabila dilakukan secara melembaga
Djoko Kustono . Kamis, 01 Desember 2011 08:13:01
Bapak Djoko Kustono,
Mohon informasi kongkrit tentang tindak lanjut surat protes kami yang telah kami lakukan secara institusional melalui rektor kepada dikti.
ANI BUDI ASTUTI . Sabtu, 03 Desember 2011 19:58:22
KHOIRUR ROZIKIN . . khoirulpk[at]gmail[dot]com
Kalau memang pemerintah berniat membantu KESEJAHTERAAN DOSEN sebaiknya SERDOS DIGANTI TUNJANGAN DOSEN TANPA TES sedangkan untuk mengontrol Kinerja Dosen apakah layak untuk tetap mendapatkan tunjangan atau tidak, Dikti bisa menggunakan Laporan BKD (Beban Kerja Dosen) karena pada kenyataannya DOSEN BELUM LULUS SERDOS TETAP MENGAJAR.
Rabu, 30 Nopember 2011 19:31:50
Ya benar rupanya Pemerintah kita cq dikti sedang buta atau memang membutakan dalam segala hal mengenai pendidikan, nyatanya yang lulus serdos adalah orang-orang yang ngajarnya musiman ( kadang ngajar, kadang tidak masuk dalam tatap muka) lihat saja beban ngajar persemester memang dipaksakan tetapi tidak sanggup untuk melaksanakan tatap muka sehingga materi aja dikopi diserahkan kepada mahasiswanya ini kan lebih dari plagiat, mhs tdk diberi ide dgn kehidupan yang terkini, kadang email aja beliau-beliau tidak ngerti, itu yang diluluskan oleh dikti?
Mohon Pemerintah cq dikti lebih berhati-hati terhadap putera daerah, ini bisa mengakibatkan kesatuan NKRI kita akan terkoyak olehnya, sedangkan hasil dari sumber daya alam daerah tersedot ke Pemerintah pusat, dosen didaerah malah dipermainkan seperti ini, mungkin saja dosen tersebut akan memberikan doktrin kpd mhs nya utk memisahkan diri dari NKRI ini?
SALMANI . Kamis, 01 Desember 2011 03:50:43
Pada hakekatnya Undang-undang 14/2005 beserta peraturan turunannya mengamanhkan dua hal yaitu (1) kesejahteraan dan (2) kualitas. Terkait dgn kesejahteraan adalah berupa tunjangan sedangkan terkait dengan kualitas antara lain dilakukan dengan proses sertifikasi dan beban kerja dosen. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Sertifikasi diperlukan untuk menilai kelayakan sebagai dosen profesional dan beban kerja dosen dipakai untuk memelihara kinarja dosen agar sesuai dengan amanah undang-undang. Oleh karena itu status Belum Lulus mohon dijadikan ajang untuk memacu dan meningkatkan kualitas (Djoko Kustono)
Djoko Kustono . Kamis, 01 Desember 2011 08:19:57
saya setuju pak Prof Djoko tapi mungkin perlu dipertimbangkan keaktifannya bisa dilihat dari curicullum vitaenya pak maaf pak mungkin saya masih banyak kekurangan hanya merasa minta kearifan dan kebijaksanaanya dan hanya sekedar masukan.terima kasih.
SUAIBATUL ASLAMIAH . Kamis, 01 Desember 2011 08:51:14
Menyimak penjelasan bapak sptnya ideal sekali, tapi dalam kasus saya dan mungkin teman2 lain "yang senasib" bgmn bapak bisa menjelaskannya?? saya sdh tulis penjelasan saya dibawah tp sp skrg belum direspon, trm ksh.
NIKEN SULISTYOWATI . Kamis, 01 Desember 2011 09:31:15
Kalau memang sertifikasi dosen diperlukan untuk menilai kelayakan sebagai dosen yang profesional atau berkualitas pada kenyataannya ada dosen teladan atau dosen yang mendapat bea siswa ke jepang yang tentunya dosen berkualitas tetapi TIDAK LULUS SERDOS jadi bisa dikatakan SISTEM SERDOS tidak sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
KHOIRUR ROZIKIN . Kamis, 01 Desember 2011 09:43:05
Saya kira, semuanya kembali ke pribadi dan PTU masing-masing. Jika belum lulus gara-gara DD yang mirip dan memang tidak plagiat, maka PTU dapat melakukan verifikasi kepada DYS dan PTU mengirimkan hasil verifikasi ke Panitia Serdos.
Saya menemukan satu PTU melaporkan hasil verifikasi dalam bentuk BAP dan hasilnya DYS yang mencontek tidak lulus, sedangkan yang membuat DD sendiri lulus. Jadi PTU sudah langsung menyatakan siapa yang mencontek saat verifikasi.
Di lain pihak, ada juga dosen yang secara jujur menyatakan DDnya mencontoh dari dosen lain dan akhirnya menolak untuk mengikuti verifikasi PTU.
Soal dosen mengajar semau gue dan lulus sertifikasi, PTU yang seharus menyeleksi sehingga dosen yang berperilaku buruk tidak diikutkan dalam serdos. Jadi seharusnya, hanya dosen yang dinilai baik saja yang dikirim oleh PTU untuk serdos. Jadi, PTU yang menentukan layak atau tidak dosen mengikuti serdos, asesor yang menentukan dosen lulus atau tidak.
Di PT kami, tidak semua dosen yang masuk daftar dikti diikutkan. Beberapa dosen terpaksa tidak diikutkan tahun ini karena kinerjanya buruk (jarang hadir, tidak pernah melakukan penelitian, mendapat keluhan mahasiswa, dsb).
Mudah-mudahan ini menginspirasi kita semua.
TABAH PRIANGKOSO . Kamis, 01 Desember 2011 10:12:23
Iya saya setuju Pak diberikan wewenang ke PTU masing-masing tapi bagaimana univeritas yang masih minim tingkat kesejahteraan dosenya dan berharap daro sertifikasi dosen ini memberikan dan meningkatkan tunjangan kesejahteraan dosennya yang pada akhirnya menuju dosen yang berkualitas jadi bagaimana ingin berkualitas kesejahtraannya saja masih minim,kadang kita gengsian aja di sebut sebagai DOSEN tapi pada kenyataannya kita masih minim kesjahteraannya mungkin masih prihatin dan mungkin melalui SERDOS ini salah satu bentuk perhatian Pemerintah untuk meningkatkat kesejahteraan dan kualitasnya, dan sebagai RENUNGAN.
SUAIBATUL ASLAMIAH . Kamis, 01 Desember 2011 15:16:43
Bapak Djoko Kustono,
Memang mudah bagi orang lain yang tidak mengalami nasib seperti kami yang terdolimi dan tersakiti seperti ini. Bapak mungkin tidak merasakan betapa sakit dan terkaparnya kami yang telah dituduh plagiasi padahal tuduhan itu belum dibuktikan dan diklarifikasi kepada kami selaku tertuduh. Selama ini, saya selaku dosen mengajarkan kepada anak-anak kami mahasiswa untuk selalu jujur dalam segala tindakan walaupun mungkin kejujuran itu menyakiti kita. Terus dalam DD serdos yang saya buat sendiri, saya dituduh tidak jujur tanpa klarifikasi dan tanpa melihat kembali CV dan data yang lain yang lebih penting. Apa kata mahasiswa saya?? Tentu petuah bapak sangat baik bagi dosen yang ketidaklulusan serdos karena memang tidak berkualitas. Tapi, ketidaklulusan serdos karena status verifikasi, tentu petuah bapak menjadi ambigu karena bagaimana kita bisa memacu dan meningkatkan kualitas kita kembali jika apa yang telah kita lakukan berpuluh-puluh tahun tidak ada artinya bagi Dikti hanya karena sebagian kecil dari DD (24 poin dinyatakan mirip hanya 3 poin) tanpa klarifikasi, tanpa melihat cv, tanpa melihat nilai persepsional sejawat, mahasiswa, atasan, kemudian kami dihukum gantung seperti ini. Mohon renungkan. Terimakasih.
ANI BUDI ASTUTI . Sabtu, 03 Desember 2011 19:42:41
SRI RAHAJU SUTJIPTO . P . mrs[dot]ayusri[at]yahoo[dot]com
Saya salah satu akun peserta sertifikasi dosen gelombang II 2011 Politeknik Negeri Medan
Saya ingin menyampaikan pada saat yang telah ditentukan saya masih berada dirumah sakit karena menjalani operasi. Bagaimana kelanjutannya, masih ada terbukakah kesempatan saya untuk memberi berkas yang dibutuhkan.
Demikian saya sampaikan informasi ini dan Terimakasih saya ucapkan.
Rabu, 30 Nopember 2011 10:25:20
Pada hakekatnya serdos 2011 yg dilaksanakan secara on line dimaksudkan antara lain untuk mengatasi kendala jarak dan waktu. Artinya portofolio dpt di up load dimana saja dan kapan saja pada kurun waktu yg sdh ditentukan (kurun waktu ini relatif cukup panjang). Sehingga sebenarnya Anda bisa melakukan kapan saja. Nah terkait dengan terbuka kesempatan ini kalau untuk tahun 2011 tentu sudah tidak ada lagi mengingat ini sudah bulan desember rasanya harus tahun-tahun sesudah nya kesempatan itu terbuka. Oleh karena itu mhn selalu disimak tawaran masuk kuota (Djoko Kustono)
Djoko Kustono . Kamis, 01 Desember 2011 08:26:28
ANI BUDI ASTUTI . P . anibudi_mat[at]yahoo[dot]com
Kepada Yth. Bapak Sugiyanto,
Mohon informasi kongkrit tentang kemiripan DD yang saya buat. Informasi yang saya butuhkan, nama rekan saya yang mirip dan pada poin apa saja. Data itu saya butuhkan untuk klarifikasi yang akan saya lakukan karena berdasarkan DD rekan satu fakultas saya, tak ada satupun DD yang saya buat ada kemiripan dengan yang lain. Untuk itu, mohon bapak menjelaskan secara detail kepada saya. Terimakasih.
Rabu, 30 Nopember 2011 07:51:22
ANI BUDI ASTUTI . P . anibudi_mat[at]yahoo[dot]com
Kepada Yth. Bapak Sugiyanto,
Mohon informasi kongkrit tentang kemiripan DD yang saya buat. Informasi yang saya butuhkan, nama rekan saya yang mirip dan pada poin apa saja. Data itu saya butuhkan untuk klarifikasi yang akan saya lakukan karena berdasarkan DD rekan satu fakultas saya, tak ada satupun DD yang saya buat ada kemiripan dengan yang lain. Untuk itu, mohon bapak menjelaskan secara detail kepada saya. Terimakasih.
Rabu, 30 Nopember 2011 07:43:17
ANI BUDI ASTUTI . P . anibudi_mat[at]yahoo[dot]com
Kepada Yth. Bapak Sugiyanto,
Mohon informasi kongkrit tentang kemiripan DD yang saya buat. Informasi yang saya butuhkan, nama rekan saya yang mirip dan pada poin apa saja. Data itu saya butuhkan untuk klarifikasi yang akan saya lakukan karena berdasarkan DD rekan satu fakultas saya, tak ada satupun DD yang saya buat ada kemiripan dengan yang lain. Untuk itu, mohon bapak menjelaskan secara detail kepada saya. Terimakasih.
Selasa, 29 Nopember 2011 17:07:09
ANI BUDI ASTUTI...kalau kami ikuti..sudah lebih dari 8 kali sdr...memamaparkan pengeluhan dan protes....dan anda tidak menyadari....anda adalah orang yang EGOISME .....suatu hal yang mustahil...kalau anda anda tidak mengetahui....kemiripan DD anda dengan siapa....? karena ...anda yang belum lulus karena diverivikasi....pada serdos gelombang I.....terima aja Ani....banyak berbudi saja dan amal..( nasib kita sama Belum Lulus) ? nanti anda nggak bisa ngajar dengan baik karena sakit ....wasalam
WIDODO . Selasa, 29 Nopember 2011 23:35:25
ANI BUDI ASTUTI...kalau kami ikuti..sudah lebih dari 8 kali sdr...memamaparkan pengeluhan dan protes....dan anda tidak menyadari....anda adalah orang yang EGOISME .....suatu hal yang mustahil...kalau anda anda tidak mengetahui....kemiripan DD anda dengan siapa....? karena ...anda yang belum lulus karena diverivikasi....pada serdos gelombang I.....terima aja Ani....banyak berbudi saja dan amal..( nasib kita sama Belum Lulus) ? nanti anda nggak bisa ngajar dengan baik karena sakit ....wasalam
WIDODO . Selasa, 29 Nopember 2011 23:35:27
ANI BUDI ASTUTI...kalau kami ikuti..sudah lebih dari 8 kali sdr...memamaparkan pengeluhan dan protes....dan anda tidak menyadari....anda adalah orang yang EGOISME .....suatu hal yang mustahil...kalau anda anda tidak mengetahui....kemiripan DD anda dengan siapa....? karena ...anda yang belum lulus karena diverivikasi....pada serdos gelombang I.....terima aja Ani....banyak berbudi saja dan amal..( nasib kita sama Belum Lulus) ? nanti anda nggak bisa ngajar dengan baik karena sakit ....wasalam
WIDODO . Selasa, 29 Nopember 2011 23:35:32
ANI BUDI ASTUTI...kalau kami ikuti..sudah lebih dari 8 kali sdr...memamaparkan pengeluhan dan protes....dan anda tidak menyadari....anda adalah orang yang EGOISME .....suatu hal yang mustahil...kalau anda anda tidak mengetahui....kemiripan DD anda dengan siapa....? karena ...anda yang belum lulus karena diverivikasi....pada serdos gelombang I.....terima aja Ani....banyak berbudi saja dan amal..( nasib kita sama Belum Lulus) ? nanti anda nggak bisa ngajar dengan baik karena sakit ....wasalam
WIDODO . Selasa, 29 Nopember 2011 23:35:32
SABAM SIMBOLON . L . sabam[dot]simbolon[at]ymail[dot]com
mohon informasi,saya telah dinyatakan LULUS sertifikasi dosen 2011/1-sertifikatnya kapan terbit,dimana diambil dan untuk mengetahui informasi selanjutnya kemana ya pak,mohon bantuannya.Terimakasih.
Selasa, 29 Nopember 2011 12:06:25
Ya Pak, yang sudah lulus, selanjutnya mengumpul apa saja?, Dimana? Kemana?.......supaya ngga salah alamat......
I MADE BAYU WISNAWA . Selasa, 29 Nopember 2011 17:44:16
setuju pa.. mohon informasinya pa
MAMAN SUTISNA . Rabu, 30 Nopember 2011 11:49:12
setuju pa.. mohon informasinya pa
MAMAN SUTISNA . Rabu, 30 Nopember 2011 11:49:12
setuju pa.. mohon informasinya pa
MAMAN SUTISNA . Rabu, 30 Nopember 2011 11:49:12
setuju pa.. mohon informasinya pa
MAMAN SUTISNA . Rabu, 30 Nopember 2011 11:49:12
setuju pa.. mohon informasinya pa
MAMAN SUTISNA . Rabu, 30 Nopember 2011 11:49:12
DARWIS ROBINSON MANALU . L . darwismanalu[at]yahoo[dot]com
Yth : Panitia Serdos DIKTI 2011)
(Bapak Sugiyanto)

Salam Pendidikan!
Dengan diumumkannya hasil sertifikasi Dosen 2011 dan saya dinyatakan BELUM LULUS. Sepanjang pengetahuan saya tentang SERDOS ini, saya telah mengikuti aturan dan sistem yang dibuat oleh DIKTI. Jika keputusan DIKTI tidak dapat diubah lagi agar saya dapat membenahi diri menjadi Dosen Profesional (Menurut Versi Sistem Sertifikasi Dosen Tahun 2011) agar pengakuan dari DIKTI saya peroleh di tahun 2013. Kepada yang berwewenang Mohon Alasannya dikirimkan Ke Email saya darwismanalu@yahoo.com agar dapat saya pelajari. Saya sangat mengharapkan jawaban dari pihak panitia agar dikemudian hari dapat menghindari faktor yang membuat Belum Lulus. Semoga Sistem dan Metode SERDOS ini ke depan dapat memuaskan semua Pihak. Trimakasih. Salam, Pendidikan Indonesia Tetap Maju.
Selasa, 29 Nopember 2011 11:19:34
NETTY SUHARTI . P . nettysuharti[at]yahoo[dot]com
Kepada DYS yang dinyatakan belum lulus pada serdos 2011 . Mengingat banyak DYS yg dinyatakan belum lulus dan tidak adanya tanggapan/jawaban dari panitia dan tidak ada kesempatan untuk klarifikasi sebaiknya dibuat surat secara resmi kepada dirjen Dikti untuk meninjau keputusan yg tidak adil ini, karena sebagian besar DYS yg belum lulus adalah dosen yang telah bertugas >15 tahun , pendidikan S2/S3, gol IV, lektor kepala bahkan ada yg menjadi dosen teladan, hanya di nilai berdasarkan kerja mesin saja.
Senin, 28 Nopember 2011 13:09:22
setuju BU..., tolong koordinasikan bagaimana form surat kebertannya dan kapan kita kirim... Biar memecahkan rekor MURI ... dikti bisa menerima ribuan surat dalam sehari
I WAYAN SUDIARTA . Senin, 28 Nopember 2011 19:13:21
Sangat setuju Bu Netty, tetapi agar protes/keberatan kita ditindaklanjuti, mekanismenya institusional yaitu melalui Dekan dan Rektor. Seperti yang telah saya dkk lakukan, kami DYS masing-masing membuat surat pernyataan keberatan dengan beberapa komponen keberatan yang kita sampaikan, saya lampiri DD yang telah saya buat. Surat itu kami tujukan ke Dekan dan Dekan akan menindaklanjuti segera ke Rektor untuk dikirim ke Dikti. Mungkin bisa 2 arah, individu seperti pak Kamin tetapi tetap harus disertai yang institusional, itu lebih afdol. Moga berhasil.
ANI BUDI ASTUTI . Senin, 28 Nopember 2011 20:39:21
setuju juga bu!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
LIZA YULIANTI . Selasa, 29 Nopember 2011 19:37:50
Bu Netty kalo ada format suratnya, tolong kirim ke email saya:
noma1274@yahoo.com
Namanya perjuangan Bu!
Trims sebelumnya
NORMAN DUMA SITINJAK . Selasa, 29 Nopember 2011 20:48:00
KAMIN SUMARDI . L . kaminsumardi[at]yahoo[dot]co[dot]id
SURAT BANTAHAN TERHADAP TUDUHAN PLAGIAT PADA
DESKRIPSI DIRI SERTIFIKASI DOSEN 2011


Kepada Yth: Panitia Sertifikasi Dosen
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Di
Jakarta

Assalamu alaikum wr. wb.
Dengan Hormat,
Setelah diumumkan hasil akhir dari Sertifikasi Dosen 2011, saya dinyatakan BELUM LULUS dan harus melakukan verifikasi. Keputusan Panitia Serdos tersebut didasarkan atas adanya dugaan plagiat pada Deskripsi Diri yang saya buat. Namun dugaan tersebut telah ditingkatkan menjadi tuduhan dan akhirnya divonis pada tanggal 14 Nopember 2011.
Vonis tersebut merupakan FITNAH YANG KEJI dan PEMBUNUHAN KARAKTER terhadap diri saya. Oleh karena itu, melalui surat ini saya menggunakan hak untuk membela diri dan menyanggah apa yang dituduhkan, disangka-kan dan divoniskan terhadap saya. Hal ini saya lakukan karena selama proses verifikasi, tidak diberikan kesempatan untuk membela diri, seolah saya adalah PENJAHAT yang telah melakukan kesalahan berat dan tidak terampuni.
Melalui surat ini saya ingin menyatakan dengan tegas, bahwa:
1. Demi Alloh dan Rosul-Nya saya tidak melakukan PLAGIARISME seperti yang dituduhkan, disangka-kan dan divoniskan terhadap saya.
2. MENYANGGAH DENGAN KERAS, terhadap tuduhan plagiat pada deskripsi diri dalam sertifikas dosen 2011.
3. Deskripsi Diri yang saya tulis adalah BENAR ANYA, bukan manipulasi sesuai dengan pernyataan yang ditulis pada lembar pengesahan Sertifikasi Dosen yang saya tandatangani.
4. Deskripsi Diri yang saya tulis merupakan kegiatan saya lalukan selama saya menjadi tenaga pengajar di Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FPTK UPI.
5. Deskripsi Diri yang saya tulis dapat DIBUKTIKAN dengan dokumen yang syah, bukan karangan semata-mata.
6. Deskripsi Diri merupakan harga diri tertinggi bagi saya sehingga saya tulis apa adanya dan dengan penuh kehormatan.

Selain itu, dalam sertifikasi dosen 2011 terkandung unsur KETIDAK ADILAN yang nyata, khususnya di Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FPTK UPI. Fakta ketidakadilan antara lain:
1. Kinerja Dosen JPTM FPTK UPI pada bidang Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian tidak menjadi penilaian penting, karena ada dosen yang memiliki kinerja tridharma perguruan tingginya rendah JUSTRU lulus. Sedangkan dosen yang berkinerja baik/tinggi dalam tridharma perguruan tingginya TIDAK LULUS. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan bentuk dokumen yang autentik dan syah.
2. Kehadiran dosen di kampus baik mengajar ataupun tidak, dosen rajin hadir TIDAK LULUS, sedangkan dosen yang jarang hadir di kampus justru lulus. Dapat dibuktikan dengan dokumen absensi di bagian kepagawaian FPTK UPI.
3. Keterlibatan dosen dalam membantu kegiatan Institusi (Jurusan dan Fakultas), dosen yang tidak pernah terlibat dalam kegiatan Jurusan dan Fakultas, JUSTRU Lulus. Sedangkan dosen yang sering membantu dalam kegiatan di Jurusan dan Fakultas Tidak LULUS. Dapat dibuktikan dengan SK Dekan.

Untuk ketiga hal di atas saya pribadi berani/bersedia dibandingkan KINERJA saya dalam tiga bidang tersebut dengan sesama dosen di Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FPTK UPI. Saya sanggup untuk diinterogasi, dikonfrontasi dan membuktikan apa yang saya tulis ini adalah benar adanya. Bukan fitnah dan karangan semata-mata. Saya berharap Panita Sertifikasi Dosen Ditjen Dikti untuk datang ke kampus JPTM FPTK UPI dan membuktikan apa yang saya tulis.
Demikian surat bantahan dan sangahan ini sebagai bagian dari pembelaan diri dan hak saya sebagai warga negara dan abdi negara.

Bandung, 28 Nopeber 2011
Yang membuat pernyataan,




H. Kamin Sumardi
NIP. 19670926 199702 1001
NIP. 0026096702

Tembusan:
1. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi,
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud RI
2. Senat Akademik UPI
3. Ketua Sertifikasi Dosen UPI
Senin, 28 Nopember 2011 10:54:58
Terimakasih info dan contoh suratnya pak Kamin. Semoga semua jalan dan usaha yang kita lakukan untuk membersihkan nama baik dan kehormatan kita ini berhasil, amin. Salam Ani.
ANI BUDI ASTUTI . Senin, 28 Nopember 2011 18:49:04
masalah seperti ini terjadi secara nasional, kekecewaan bertebaran di mana-mana akibat penilaian yang tidak substansial. sepertinya tidak ada korelasi antara kinerja tridharma dengan predikat tersertifikasi. bingung dan tidak percaya terhadap hasil serdos 2011 ini...
I WAYAN SUDIARTA . Senin, 28 Nopember 2011 18:59:07
SURAT BANTAHAN YANG ANDA BUAT TSB...TIDAK PANTAS DIPUBLIKASIKAN DI TEMPAT INI" ! KARENA APA ?...ANDA BENAR-BENAR MENCARI DUKUNGAN DARI YANG LAIN YANG BELUM LULUS .....YANG TIDAK SEJALAN DENGAN PIKIRAN sdr......! .. ..APABILA TEMAN-TEMAN LAIN MENGIKUTI KONSEP TSB....ITU JUGA MERUPAKAN PLAGIAT.... !...ANDA UMUR 44 TAHUN......JANGAN SOK JAGOAN... ....MASIH ADA YG LEBIH TUA UMURNYA ..TIDAK PUNYA PEMIKIRAN BEGITU...SEBAIKNYA ANDA PUBLIKASIKAN BENTUK KEMIRIPAN DD ANDA...TERSEBUT....DI SUARA ANDA INI....DAN MINTA TEMAN-TEMAN DISELURUH INDONESIA MENILAI BARU DIAJUKAN BANTAHAN........KE PANITIA SERDOS 2011.!.. NAH...HAL TERSEBUT BARU LOGIS....? PANITIA SUDAH PUNYA BUKTI YG MANA ANDA BELUM LULUS....MAU NGAPAIN LAGI ? wassalam
WIDODO . Selasa, 29 Nopember 2011 14:15:54
SURAT BANTAHAN YANG ANDA BUAT TSB...TIDAK PANTAS DIPUBLIKASIKAN DI TEMPAT INI" ! KARENA APA ?...ANDA BENAR-BENAR MENCARI DUKUNGAN DARI YANG LAIN YANG BELUM LULUS .....YANG TIDAK SEJALAN DENGAN PIKIRAN sdr......! .. ..APABILA TEMAN-TEMAN LAIN MENGIKUTI KONSEP TSB....ITU JUGA MERUPAKAN PLAGIAT.... !...ANDA UMUR 44 TAHUN......JANGAN SOK JAGOAN... ....MASIH ADA YG LEBIH TUA UMURNYA ..TIDAK PUNYA PEMIKIRAN BEGITU...SEBAIKNYA ANDA PUBLIKASIKAN BENTUK KEMIRIPAN DD ANDA...TERSEBUT....DI SUARA ANDA INI....DAN MINTA TEMAN-TEMAN DISELURUH INDONESIA MENILAI BARU DIAJUKAN BANTAHAN........KE PANITIA SERDOS 2011.!.. NAH...HAL TERSEBUT BARU LOGIS....? PANITIA SUDAH PUNYA BUKTI YG MANA ANDA BELUM LULUS....MAU NGAPAIN LAGI ? wassalam
WIDODO . Selasa, 29 Nopember 2011 14:15:56
MASRUROH . P . rafizen_02[at]yahoo[dot]com
YTH. Bapak Sugiyanto. Terima kasih atas penjelasannya, mohon maaf yang bapak sampaikan pada contoh adanya kesamaan yang benar2 sama adalah sebagian kecil dari dosen yang tidak bertanggung jawab krn hanya copy paste, tapi percayalah pak tidak semua dosen melakukan hal itu, bagi saya Deskripsi Diri yang telah saya buat adalah merupakan hasil refleksi diri saya tentang prestasi, pengalaman, usaha inovasi & kreatif dalam menjalankan tri dharma perguruan tinggi dan benar-benar hasil karya sendiri dan saya bersedia untuk diklarifikasi dengan menunjukkan bukti-bukti yang sudah saya tulis pada poin-poin deskripsi diri. Dalam DD ada poin produktifitas ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini pasti dilakukan secara berkelompok sehingga sangat mungkin narasi yang dibuat akan ada kemiripan satu sama lain karena yang dialami dosen adalah sama. Dalam DD ada poin kedisiplinan, poin keteladanan, poin keterbukaan terhadap kritik, poin konsistensi, kemampuan komunikasi, poin kemampuan kerjasama, poin kendali diri, poin keteguhan terhadap prinsip, dan poin interaksi, di mana poin-poin tersebut bersifat sangat umum sehingga bisa jadi pernyataan yang dibuat antar dosen bisa ada kemiripan yang tidak saling tahu. Saya menafsirkan kemiripan itu tidak sama persis berbeda dengan kesamaan yang mungkin saja artinya sama persis. Jadi kemiripan dalam DD itu dianggap wajar asal tidak copy paste. Dan seharusnya perlu dipertimbangkan juga CV, nilai persepsional dari teman sejawat, atasan, mahasiswa dan diri sendiri. Dalam poin pengembangan ilmu tentu tiap dosen berbeda karena ada yang sudah melakukan s3 ada yang belum, ada yang aktif menulis publikasi ilmiah tingkat nasional/internasional dan seminar baik tingkat nasional/internasional. Oleh karena itu Pak saya sangat keberatan dengan hasil serdos kali ini dan saya siap diperiksa kembali DD beserta dokumen2 pendukung saya. Mohon masalah ini diberitahukan kepada Bapak Supriadi Rustad Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan, sehingga keluhan-keluhan kami bisa dijadikan bahan evaluasi untuk serdos mendatang. Untuk kesamaan prosentase DD yang 90 % itu memang teman saya satunya lulus dan satunya tidak lulus pak, saya berikan nama inisialnya saja kebetulan satu jurusan dengan saya, insialnya DY dan AAD. Saya hanya ingin tahu standar kelulusan yang ditetapkan itu seperti apa. Seperti tulisan2 saya di atas, seharusnya tidak hanya di lihat dr kemiripan itu saja karena dalam DD banyak sekali poin-poin pendukung lainnya spt produktivitas ilmiah dll. Seharusnya poin2 lainnya dilihat juga apa sama persis atau tidak, jika sekedar mirip asal tidak sama persis seharusnya dipertimbangkan poin2 pendukung lainnya. Demikian pak yang bisa saya sampaikan, saat ini saya sedang mengikuti kegiatan PAR ada teman saya pak Indra Suherman yang kebetulan sama-sama mendapatkan dosen berprestasi se universitas dan mengikuti PAR juga yang nasibnya sama dengan sama belum lulus. Tentu ini bukan hanya bagi saya saja tapi saya mewakili teman2 yang belum lulus yang merasa benar-benar tidak melakukan plagiasi dan hanya ada kemiripan yang tidak disengaja dan saling tidak tahu. Bukn insentif serdos yang kami pikirkan tapi harga diri karena dianggap plagiasi itu yang kami perjuangkan. Mohon dipertimbangkan kembali segala keluhan-keluhan kami. Terima kasih.
Senin, 28 Nopember 2011 08:55:24
Iya benar bu mohon dipertimbangkan dan dibijaki..semoga bpk Prof Supriadi Rustad mau mendengarkan keluhan kita ini Amin
SUAIBATUL ASLAMIAH . Senin, 28 Nopember 2011 09:17:39
Oke bu, itulah yang kita semua perjuangkan sampai detik ini dan sampai kapanpun jika Dikti tidak juga mengevaluasi dan mempertimbangkan nasib kita ini yang tidak lulus karena status verifikasi. Mohon dengan sangat kepada Yth. Prof. Supriadi Rustad, Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan bahwa status verifikasi dan dinyatakan tidak lulus ini benar-benar tidak adil dan banyak salah sasaran, bapak bisa buktikan sendiri dengan datang ke PT-PT dan mengklarifikasi langsung dengan DYS di mana hal itu tidak dilakukan. Mohon dengan sangat kebijakan khusus untuk status verifikasi yang terbukti tidak melakukan plagiasi harus ada pemutihan dan harus dinyatakan lulus tanpa syarat. Terimakasih.
ANI BUDI ASTUTI . Senin, 28 Nopember 2011 18:11:50
Betul pak sugiyanto,
yang bapak contohkan seperti itu memang benar-benar mirip, itu sudah pas hukumannya. Tapi bagi teman-teman lain termasuk saya, yang sama sekali tidak melakukannya bagaimana? kalaupun ada kemiripan, sangat mungkin karena DYS satu dengan yang lain bisa saja bekerja berkelompok atau pada poin-poin dengan narasi umum sebagaimana yang telah disampaikan Bu Masruroh dan apalagi kombinasi Bahasa Indonesia yang kita miliki juga sangat terbatas, apa salahnya, jika memang itu sesuai dengan CV yang kami miliki. Jika Bahasa menjadi komponen penilaian serdos 2011, itu tidak tertuang dalam juklak penilaian serdos. Sangat tidak adil dan timpang jika dibandingkan sistem penilaian sebelumnya dan mendolimi kami yang dijadikan kelinci percobaan sistem baru yang menghasilkan banyak salah sasaran.
ANI BUDI ASTUTI . Senin, 28 Nopember 2011 20:49:46
Ya ibu ANi benar , saya percaya bu DIKTI mungkin mendengarkan keluhan kita dan kita berdoa saja semoga pihak DIKTI mempunyai kebijakan yang ARIF buat kita semua AMIn.
SUAIBATUL ASLAMIAH . Selasa, 29 Nopember 2011 15:03:38
Amin amin amin ya robbal alamin.
ANI BUDI ASTUTI . Senin, 05 Desember 2011 19:11:34
KHOIRUR ROZIKIN . L . khoirulpk[at]gmail[dot]com
Pelaksanaan SERDOS sebaiknya ditinjau ulang dengan alasan :
1. Tri Dharma Dosen sudah dituangkan saat Dosen mengajukan JAFA
2. Penilaian Esai pada DESKRIPSI DIRI bersifat SUBYEKTIF tergantung SELERA ASESOR
3. Karena rasa SUNGKAN bisa jadi MAHASISWA memberikan NILAI TINGGI pada PERSEPSI DIRI
4. Karena rasa SETIA KAWAN bisa jadi TEMAN SEJAWAT memberikan NILAI TINGGI pada PERSEPSI DIRI
5. Karena rasa INGIN MENOLONG bisa jadi ATASAN memberikan NILAI TINGGI pada PERSEPSI DIRI
6. Poin 3, 4 dan 5 bisa berakibat FATAL pada KONSISTENSI antara PERSEPSI DIRI dan DESKRIPSI DIRI
Istilah SERTIFIKASI DOSEN sendiri sangat TIDAK TEPAT karena sErtifikasi berarti MEMBERIKAN HAK
kepada seseorang untuk MELAKSANAKAN PEKERJAAN SESUAI KEAHLIANNYA sedangkan pada Sertifikasi Dosen,
Dosen yang BELUM LULUS pada kenyataannya TETAP MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEBAGAI DOSEN.
Untuk periode berikutnya sebaiknya istilah SERTIFIKASI DOSEN diganti menjadi TUNJANGAN DOSEN dengan
mekanisme sebagai berikut :
1. Dikti menentukan Alokasi Anggaran untuk Tunjangan Dosen
2. Dikti menghitung Kuota Dosen yang akan diberi tunjangan
3. Dosen yang sudah masuk kuota tidak perlu melakukan test apapun
4. Pelaksanaan pemberian tunjangan tetap dipantau dengan Beban Kerja Dosen
Senin, 28 Nopember 2011 08:38:16
saya dukung 1000%, tapi nantinya banyak yang kehilangan proyek !!! KALAU BISA DIPERSULIT KENAPA TIDAK???
I WAYAN SUDIARTA . Senin, 28 Nopember 2011 19:07:09
RIGNOLDA DJAMALUDDIN . L . rignolda[at]gmail[dot]com
Yth.Forum Suara Anda
Saya beberapa waktu lalu meminta klarifikasi kepada pihak yang bertanggungjawab terhadap hasil serdos yang menyatakan saya belum lulus. Dengan tidak adanya klarifikasi yang saya terima, saya beranggapan bahwa: 1) forum ini memang bukan media untuk klarifikasi, 2) bahwa benar DD saya mirip dengan peserta lainnya yang saya tidak tahu siapa, 3) karena mirip maka saya dinyatakan tidak lulus. Untuk DD saya, logikanya sangat tidak mungkin sama dengan orang lain kecuali ada yang menconteknya secara sadar. Lewat forum yang terhormat ini saya hanya ingin menyatakan bahwa panitia telah keliru membuat putusan, dan menghakimi serta menghadiahi saya dengan sebuah predikat yang tidak pantas saya terima.Hal ini benar-benar telah menodai nilai dan prinsip keadilan serta kehormatan saya sebagai seorang dosen.Kesalahan yang sangat fatal telah dilakukan adalah bahwa sistem serdos yang berlaku pada kasus saya benar-benar tidak manusiawi dan tidak bermartabat sama sekali. Bagi saya berpredikat belum lulus bukanlah sebuah hal yang prinsip, tetapi berdiri di depan mahasiswa dengan predikat tukang contek (menurut kesimpulan panitia) adalah sangat memalukan dan melukai hati saya. Salam saya buat asesor yang telah menilai saya - bapak/ibu telah salah menilai saya, dan ingin sekali saya bertemu dengan bpk/ibu untuk membuktikan bahwa kalian memang telah berbuat kesalahan.
Ahad, 27 Nopember 2011 19:27:01
YOHANES YOSEPH RAHAWARIN . L . yohanesrahawarin[at]yahoo[dot]com
SAYA TIDAK TAU APA DAN DIMANA PENJELASAN DETAIL MENGENAI MENGAPA SAMPAI TIDAK LOLOS. SEMUA SERBA RAHASIA DAN TIDAK TRANSPARAN. SERDOS MEMANG SEMACAM ADA "MAFIA SERDOS" JUGA. PERLU BENTUK PANSUS JUGA MUNGKIN. TKS
Ahad, 27 Nopember 2011 15:48:45
NORMAN DUMA SITINJAK . L . noma1274[at]yahoo[dot]com
Yth Pak Sugiyanto. Semua dosen (trmsuk yg blm lulus serdos) tau bhw DD menjadi patokan, cv apalagi bukti fisik disepelekan, Ironis. Bgaimana mau profesional klo gaji hanya cukup utk 20 hari. Kiranya ada kebijakan utk yg blm lulus serdos.
Ahad, 27 Nopember 2011 12:39:28
HARUN AL RASYID . L . bintangenim75[at]yahoo[dot]com
Sahabat Dosen, ditengah kekecewaan sebagian dari kita berkaitan dengan hasil SERDOS, namun tetap berbangga dan berbahagialah dengan status kita sebagai Dosen. Karena keseharian kita menyebarkan ilmu kepada orang-orang (mahasiswa) yg walaupun kadang kala menjengkelkan, namun mereka akan menarik kita ke Syurga. Selamat tahun baru..!!!!!
Ahad, 27 Nopember 2011 12:28:20
Mari membangun dan menumbuhkan sikap seperti yang diungkapkan Pak Harun Al Rasyid di atas. Kalau sampai kita tidak bangga dengan profesi kita, apa jadinya mahasiswa kita yang dititipkan orang tua mereka kepada kita? Kalau kita tidak bahagia lagi menjalani profesi kita ini, apa jadinya yang mau kita ajarkan di depan kelas? Begitu banyak yang bisa kita buat, kita ubah dengan profesi kita ini. Jangan pernah berkecil hati meskipun saat ini sebagian dari kita belum mendapatkan apa yang disebut dengan "sertifikat dosen". Bukan sertifikat itu yang membuktikan bahwa kita dosen yang yang baik. Biarkanlah mahasiswa kita yang mengamini bahwa kita bermanfaat buat mereka atau sebaliknya. Teruslah menunjukkan bahwa kita orang-orang terpilih. Coba Bapak/Ibu hitung berapa persen dari penduduk Indonesia yang punya kesempatan mendapatkan sebutan dosen? Tetaplah berbangga dan bersyukur setidaknya kita bisa memberikan pencerahan kepada generasi muda harapan bangsa.
Salam Damai dan Salam Kenal, Ronsen Purba
RONSEN PURBA . Ahad, 27 Nopember 2011 12:45:24
Momentum tahun baru 1433 H ini, marilah kita gunakan untuk kembali meluruskan niat kita. Semoga pengabdian kita sbg Dosen bernilai ibadah, Amiin.....
HARUN AL RASYID . Ahad, 27 Nopember 2011 13:19:56
Pak Harun Al Rasyid dan Pak Ronsen Purba, benar adanya. Tapi jangan lupa pak, Dosen bukan malaikat yang tidak butuh apa-apa. Dosen juga manusia yang butuh makan, butuh pemeliharaan kesehatan, butuh biaya untuk pendidikan anak-anak. Serdos erat kaitannya dengan kesejahteraan; akan menjadi tidak lucu kalau dosen yang baru mengabdi 5-6 tahun lebih sejahtera daripada dosen yang sudah mengabdi belasan tahun bahkan lebih dari dua puluh tahun. Selamat Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 1433, semoga kita selalu diridhoi Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa.
P CIPTOADHI . Ahad, 27 Nopember 2011 17:37:28
selamat pagi pak ROSEN PURBA, saya sangat bangga dengan bapak yang telah menunjukan kepintaran bapak dan bapak dinyatakan sangat layak menjadi dosen, semoga benar adanya. Tapi pada ruang ini bapak seharusnya taulah perasaan teman-teman yang belum lulus. Untuk itu sebaiknya stop komentarnya dulu.
KETUT GUNAWAN . Senin, 28 Nopember 2011 02:51:33
SUMARMI . P . sumarmi_mp[at]yahoo[dot]com
Dikti pasti punya data berapa puluh ribu dosen yang belum tersertifikasi, berapa yang sedang belajar S2/ S3 di dalam negeri maupun luar negeri. Mungkin info semacam ini sekedar mengurangi rasa kecewa beberapa dosen yang proses sertifikasinya tertunda..... Target sertifikasi tahun depan berapa ya?
Ahad, 27 Nopember 2011 09:58:36
Betul sekali. Dikti pasti punya data kita semua. Belum dapat sertifikasi tidak berarti akan selamanya tidak dapat kesempatan. Indah pada waktunya. Mungkin kalau diberikan sekarang maknanya tidak sama jika diberikan tahun depan atau 2 tahun lagi. Kalau kita mempersoalkan rasa keadilan, saya kira di dunia ini kita akan sulit mendapatkannya. Keadilan yang kita anggap paling adil adalah keadilan yang tidak merugikan kita. Itu juga sifat lumrah dan manusiawi. Jadi, tetap semangat Bapak/Ibu dosen. Masa depan anak-anak mahasiswa kita terletak di tangan kita. Jangan sampai lupa tugas utama kita, meskipun sebagian kita masih diliputi rasa kecewa. Tidak ada yang lebih indah kalau kita berhasil menjalankan fungsi utama kita, terlepas kita sudah dapat serdos atau belum. Kita berharap ke depan proses serdos ini terus mengalami perbaikan secara terus menerus. Semangat Bapak/Ibu. Salam Damai, Ronsen Purba
RONSEN PURBA . Ahad, 27 Nopember 2011 12:33:25
SRI RAHAYU . P . sirahayu27[at]gmail[dot]com
Yth. Bapak Sugiyanto
Terima kasih telah berkomentar dan menjawab berbagai pertanyaan yang muncul dalam rubrik ini. Jika tidak keberatan, saya mengharap bantuan Bapak untuk mengirim hasil penilaian DD saya yang dinyatakan mirip pd 1 aspek tsb mll e-mail. Terima kasih sebelumnya.
Ahad, 27 Nopember 2011 09:47:14
P CIPTOADHI . . pcipto[at]gmail[dot]com
Pak Sugiyanto Yth,
Assalamuaâlaikum Wr. Wb.
Jawaban yang bapak berikan untuk pertanyaan saya pada Sabtu, 19 Nopember 2011 berbunyi: âmenurut catatan, saudara belum lulus bukan karena telah ikut serdos 2010, tetapi karena isian deskripsi dirinyaâ, TIDAK SESUAI dengan bunyi poin 6 HASIL SERTIFIKASI DOSEN saya yang berbunyi:â Hasil yudisium kedua yang menetapkan bahwa DYS belum lulus tahun 2010 akan tetapi diikutsertakan dalam penilaian serdos 2011, dan dinyatakan lulus pada yudisum pertama, maka berdasarkan Permendiknas No.47 Tahun 2009 Pasal 4 Ayat (2), keikutsertan DYS tersebut dinyatakan batal.â Saya kemudian bertanya lagi tapi belum dijawab. Sekarang saya bertanya lagi. Bapak tolong berikan penjelasan yang lebih rinci maksud dari kalimat âmenurut catatan, ..., tetapi karena isian deskripsi dirinyaâ. Ada apa dengan Deskripsi Diri saya pak? Saya mohon, Tolong pak jawabannya, terimakasih. Semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa Meridhoi Bapak. Amin.
Wassalam.
Ahad, 27 Nopember 2011 08:18:42
AMAN SENTOSA PANGGABEAN . L . amanspanggabean[at]yahoo[dot]com
Yth. Panitia dan asesor Serdos 2011

Wah, akhirnya ada juga panitia (Pak Sugiyanto) yang menanggapi tulisan di forum suara ini. Saya banyak membaca uraian dan tanggapan dari rekan-rekan dosen. Wajar saja kita protes karena memang merasa kita mengerjakan pengisian serdos ini masing-masing dan tidak bekerjasama (kalau bekerjasama tentu isian DD akan kita usahakan tidak mirip,, betul tidak⦠:) ). Yang ingin saya tanyakan pak Sugiyanto :
1. Seolah-olah pengisian serdos ini hanya bergantung kepada isian DD, benarkah ini pak? Kalau begitu apa gunanya isian CV dan penilaian atasan, rekan sejawat dan mahasiswa? (saya juga sudah membaca power point pada saat penentuan yudisium tanggal 14 Nopember 2011 http://www.kopertis12.or.id/2011/11/23/informasi-kelulusan-dan-hasil-rapat-yudisium-serdos-gel-i-dan-gel-ii-tahun-2011.html). Kalau ini benar, alangkah gawatnya, karena kita layak sebagai seorang pendidik yang tersertifikasi bukan hanya sekedar isian DD, tetapi bagaimana kinerja kita dan apa hasil-hasil tri dharma perguruan tinggi yang telah kita lakukan selama ini. Juga sebelumnya tidak ada peringatan atau sosialisasi tentang adanya software penilaian tentang isian DD ini. Apakah ini adil pak?
2. Kalau memang tujuannya mau mendidik dan meningkatkan mutu pendidikan, apakah gak sebaiknya para DYS yang diindikasikan mirip DD-nya, harus memperbaiki kembali isian DD tersebut. Saya rasa itu sudah merupakan suatu hukuman bagi para DYS supaya jangan menganggap sepele pada saat portofolio Serdos ini. Wajarkah DYS yang pada gelombang I dinyatakan perlu verifikasi, kemudian tanpa ada usaha konfirmasi dan membela diri yang maksimal langsung dinyatakan BELUM LULUS, dan harus menunggu hingga tahun 2013 untuk di sertifikasi kembali.
3. Apakah tidak ada usaha/tindakan lain (untuk para DYS yang belum lulus), yang lebih bersifat mendidik dari para pengambil keputusan (Direktur Diktendik), sehingga dapat ditinjau kembali hasil keputusan tersebut.

Marilah kita secara bersama-sama dapat memikirkan masalah ini dengan pikiran jernih dan tidak saling menyalahkan. Kiranya ada tanggapan dari Panitia Serdos ini dan semoga Tuhan selalu memberkati kita semua..... Salam
Sabtu, 26 Nopember 2011 21:15:15
Yth, Pak Panggabean. Menurut saya, CV dan DD harus "match". Jika CV kita bagus dan wah, tetapi kita tidak mampu menguraikannya dengan narasi dalam DD, maka pasti muncul kecurigaan dari asesor bahwa kita kita tidak konsisten dan akan muncul pertanyaan yang benar yang mana? Yang ada di CV atau dalam DD? Kemudian kalau di CV kita nampak terlalu superior sampai-sampai melebihi kemampuan manusia biasa, maka ini juga pasti menghadirkan tanda tanya bagi siapa pun yang membacanya. Contohnya, kalau kita bisa mengajar dalam satu semester sampai 30 SKS atau lebih, maka jelas ini di luar kemampuan dosen yang ideal. Jadi memang harus ada kesesuaian antara CV dan DD, karena keduanya adalah menunjukkan siapa kita kita. Jadi tidak benar saya kira bahwa serdos ini hanya mempertimbangkan DD. Kemudian apakah penilaian atasan, sejawat, mahasiswa sesuai atau tidak dengan penilaian yang kita buat sendiri? Kalau kita menilai diri kita denfan rata-rata 4,8 sementara rata-rata nilai dari mahasiswa misalnya 3.0 atau di bawah 3, apakah ini masih sesuai? Kalau sebelumnya peringatan tidak ada dan tidak ada sosialisasi juga saya kira tidak bisa dijadikan alasan. Bukankah kita sebagai dosen juga pernah memberikan kuis dadakan kepada mahasiswa dengan keyakinan bahwa yang kita ujikan dalam kuis tersebut adalah materi yang sudah kita berikan. Dikti sudah lama mengeluarkan panduan serdo2 2011. Apakah kita ada membacanya sebelum kita masuk daftar DYS? Jadi menurut saya hampir tidak ada gunanya kalau kita melemparkan "kegagalan atau ketidakberuntungan" kita kepada pihak lain. Ini bukan hari kiamat, masih ada waktu dan masih ada kesempatan kedua. Bagi kami yang lulus ini pun kurang lebih kondisinya sama saja. Banyak dari kami yang tidak menyangka bahwa kami lulus. Jadi yang pasti, janganlah serdos ini menjadi satu-satunya alasan yang kita gunakan untuk mau dan mampu melakukan tugas-tugas kita dengan baik. Sebab ada juga komentar dari teman-teman sebelumnya, bahwa karena dia tidak lolos serdos maka dia tidak mau lagi serius untuk melaksanakan tridharma PT. Saya kira hal ini kurang pas dan tidak boleh itu kita jadikan alasan untuk tidak memberikan ilmu pengetahuan kita ke mahasiswa dengan benar. Tugas kita jauh lebih mulia meskipun kita tidak atau belum lulus serdos. Janganlah kita mengecilkan atau menurunkan martabat kita hanya karena kita belum lulus untuk kesempatan 2011 ini. Salam Damai, Ronsen Purba
RONSEN PURBA . Ahad, 27 Nopember 2011 10:16:57
yth. bapak Purba, saya tahu bapak memberi ceramah pada kami karena bapak tidak mengalami yang kami rasakan. Kalau bapak pada posisi kami, saya yakin bapakpun juga melakukan hal yang sama. Biarlah kita belajar untuk saling menghormati satu dengan yang lain....
NIKEN SULISTYOWATI . Ahad, 27 Nopember 2011 17:53:54
Bapak Purba, sesuai dengan penjelasan bpk diatas sebenarnya saya sdh tau dan itupun sdh sy lakukan pada saat sy mengisi DD. Tapi waktu pengumuman tiba2 dinyatakan tdk lls, sy jd bingung apa lagi yang salah?? sementara dari panitia kurang transparan dalam hal ini, jd wajar kan kalau kami bertanya??,... jadi semua alami saja kalau panitia mau membagikan hasilnya pada kami, kmd kami klarifikasi jwb kami, kmd terjadi dialog dan kesepakatan, saya pikir ini tentunya lebih fair,.. karena spt kt ketahui sertifikasi tdk hanya menyangkut masalah uang saja tapi di dalamnya juga mengandung unsur "pengakuan" tentang kinerja kita,.. saya harap kita semua bisa memahami keadaan ini,.. tksh
NIKEN SULISTYOWATI . Ahad, 27 Nopember 2011 21:20:35
Ibu NIKEN SULISTYOWATI. Saya tidak punya niat atau bakat sebagai penceramah atau sedang menceramahi Ibu. Saya hanya mencoba memberikan logika akal sehat dan pendapat yang mungkin membuat teman-teman mengalami kegagalan. Saya tidak punya otoritas menilai siapa pun dalam forum ini. Saya hanya mencoba menghibur teman-teman yang kurang beruntung untuk kesempatan tahun ini. Maaf Ibu kalau ada tulisan saya yang kurang berkenan. Kita hanya berharap sistem penilaian serdos ini bisa lebih baik di masa mendatang. Salam Damai, Ronsen Purba
RONSEN PURBA . Senin, 28 Nopember 2011 00:39:28
ODING SYAFRUDIN . L . odingsyafrudin[at]yahoo[dot]com
Yth. Bapak Sugiyanto. Saya paham atas hasil akhir"dibatalkan keikutsertaannya". Namun yang menjadi pertanyaan lagi (maaf pak), jika tahun depan ( Tahun berapa pak ?)saya diikutsertakan untuk serdos apakah saya harus menyusun lagi portofolio? (karena saya kan dinyatakan lulus penilaian portofolio pada yudisium tgal 24 agustus 2011). Terima kasih pak. Wass.wrwb.
Sabtu, 26 Nopember 2011 21:02:04
NANY NOOR KURNIYATI . P . nany_n_k[at]yahoo[dot]co[dot]id
Yth. Bapak/Ibu Asesor. Saya belum lulus dalam sertifikasi dosen gelombang II tahun 2011. Mohon penjelasan hal-hal yang menyebabkan ketidakluilusan saya dalam sertifikasi dosen ini. Saya berharap, semoga tahun 2012 saya diizinkan untuk diikutsertakan lagi dalam sertifikasi dosen. Atas penjelasan dan dikabulkannya permohonan ini, saya menghaturkan terima kasih.
Jumat, 25 Nopember 2011 23:17:10
Dikti tidak bertanggung jawab dalam hal ini, yang disertifikasi adalah dosen ybs, tetapi yang mem verifikasi adalah panitia setempat itu aturan supaya kita terima aja walaupun dianggap maling padahal bukan maling dikti atau asesor yang maling.
SALMANI . Sabtu, 26 Nopember 2011 21:19:26
WARDHA JALIL . P . wardha[dot]jalil[at]yahoo[dot]co[dot]id
Yth bapak Sugiyanto....sy DYS gel I yang dinyatakan perlu verifikasi karena memiliki kesamaan DD>50% dan dinyatakan belum lulus pada pengumuman yg lalu....namun sy ingin menyampaikan bahwa 2 teman sy sesama DYS gel I pada PTS yang sama dinyatakan lulus masing-masing memiliki kesamaan DD>50% dan DD>70%...duh kenapa sy dinyatakan belum lulus ya pak...sy sdh menyampaikan ini ke Direktorat Ketenagaan (melalui suami yang kebetulan ada tugas k jkt) dan diminta utk membuat surat resmi yang ditanda tangani oleh Rektor....namun sampai skrg sy blm membuat surat tsb mengingat kemungkinan konflik yg akan timbul pada sesama rekan DYS....apakah ada mekanisme lain yg dapat sy tempuh pak?
Jumat, 25 Nopember 2011 21:49:59
Untuk melakukan banding dengan hasil keputusan PTPS-Dikti terkait kelulusan, maka hanya dapat dilakukan oleh PTU bukan secara individual dan dengan membawa bukti, dan data yang sahih dan kredibel.
Sugiyanto . Sabtu, 26 Nopember 2011 14:49:55
Terima kasih Pak Sugiyanto atas tanggapannya.....
WARDHA JALIL . Ahad, 27 Nopember 2011 00:16:58
banyak cara pak, laporkan ke irjen, atau sekalian ke mentri, PTUN, bawa ke media massa (TV one atau metro TV) tinggal dipiliiih...
I WAYAN SUDIARTA . Senin, 28 Nopember 2011 19:19:52
NIKEN SULISTYOWATI . P . nikensulistyowati[at]yahoo[dot]com
Pak Sugiant0, saya ikut gel 2, kita diberi waktu efektif hanya 2 hari untuk menyelesaikan semua administrasi serdos. Saya dinyatakan belum lls karena DD (bukan krn plagiasi), kalau belum lulus karena DD, itu kan sangat subyektif sekali. Utk DD yang sama antara satu asesor dg asesor lain bisa berbeda hasilnya. Dalam hal ini subyektifitas asesor sgt berperan. Padahal mnr saya utk menilai serdos, mestinya lbh mengutamakan obyektifitas. Gara2 subyektifitas asesor dalam menilai DD, bisa menggagalkan semua komponen lain yang lbh obyektif. Ini tidak adil, di sisi lain byk dosen yang belum mendapat sosialisasikan ttg bagaimana cara membuat DD yang benar,.. ini sangat tidak fair, seperti kita tdk dikasih tau kalau ada rambu2, tapi tiba2 kita ditilang,.. Bagaimana solusi thd permasalahan saya ini?? mohon dijawab. trm ksh.
Jumat, 25 Nopember 2011 21:18:52
Terimakasih Ibu Niken. Penilaian portofolio dilakukan oleh 2 (dua) asesor untuk masing-masing DYS. Artinya jikalaupun satu asesor menilai secara subjektif, maka masih ada asesor kedua. hasil akhir penilaian portofolio oleh asesor adalah rerata dari penilaian kedua asesor tersebut
Sugiyanto . Sabtu, 26 Nopember 2011 14:52:02
Terima kasih pak Sugiyanto atas jawabannya. Namun saya ingin menyampaikan beberapa hal âketidakadilanâ yang saya alami: 1) kalau mmg obyektif, bila dibandingkan dengan teman saya yang lulus (Suatu penilaian dikatakan obyektif bila kedua hsl penilaian tersebut dapat diperbandingkan), dengan melihat kinerja yang ada menurut teman2 di kampus, semestinya saya lulus. Waktu hasilnya dmk byk teman2 yang tidak menyangka (karena tentunya mereka lbh tahu kondisi riilnya dibanding yth kedua bpk assesor), 2) sbg peserta serdos gel 2 kami sangat dirugikan dengan sempitnya waktu yang diberikan dalam mengisi portfolio (bandingkan dg gel 1). Logikanya kami tentunya lebih tidak punya banyak waktu dalam mempersiapkan dan mengisi portfolio dibandingkan dg peserta gel 1. Hal ini menurut saya cukup fatal, karena âketidaklulusan serdosâ akan mempengaruhi âberbagai aspek pentingâ bagi kehidupan, kinerja dan semangat kami para dosen yang âberkinerja baikâ. Kalau kami tidak lulus karena mmg kinerja kami buruk, bagi kami nga masalah, tapi kalau kita sudah bekerja sebaik mungkin (bahkan sy sdh lls prog Dr) tapi sama sekali tidak dihargai, ini sangat menyakitkan, 3) kita dinyatakan tdk lulus karena DD, sementara kami tidak mendapat sosialisasi tentang cara membuat DD yang benar. Karena DD ternyata cukup vital dalam mempengaruhi kelulusan, mestinya peserta diberi penjelasan yang lengkap mengenai aturannya. Ibarat suatu pertandingan, semestinya peraturan dibacakan terlebih dahulu sebelum perlombaan dimulai. Tidak spt ini sampai sekarangpun saya tidak tahu kesalahan DD saya dimana dan kenapa salah?? Padahal saya sdh isi sesuai dg CV saya. Saat ini era keterbukaan, tak ada informasi yang tidak bisa kita lihat, yang penting ada kemauan baik dari semua pihak untuk mau menyampaikannya. Saya mohon penjelasan secara rinci dari setiap pertanyaan saya, terima kasih p Sugiyanto atas waktunya...
NIKEN SULISTYOWATI . Sabtu, 26 Nopember 2011 22:00:50
ODING SYAFRUDIN . L . odingsyafrudin[at]yahoo[dot]com
Saya sangat menyesal yang mendalam, karena yudisium pertama dinyatakan lulus, kemudian yudsium kedua, hasil akhir dinyatakan dibatalkan keikutsertaannya. yang mengikutsertakan saya pada kuota 2011 adalah dikti sendiri, mengapa dijkti juga yang membetalkan keikutsertaan saya? mohon penjelasan, jika tahu depan saya diikutsertakan lagi sertifikasi, apakah saya harus mengulang seperti semula dengan menyusun fotofolio lagi? karena saya sudah dinyatakan lulus dari penilaian fortopolio, artinya empat kompetensi saya sudah lulus. terimaka sih mohon penjelasan.
Jumat, 25 Nopember 2011 20:21:37
pada proses pengajuan D3 menjadi D4, PTU diminta untuk melakukan verifikasi. Sehingga sesuai dengan aturan yang ada, mestinya saat D3 menjadi D4, PTU sudah harus mencoret saudara. Setelah data ketidaklulusan serdos 2010 diintegrasikan ke sistem, dan ditemukan peserta serdos 2011 yang ternyata menyalahi aturan yang telah ditetapkan, maka tentu harus dilakukan perbaikan. Dan hasil perbaikan itu adalah dibatalkan keikutsertaannya dalam serdos 2011.
Sugiyanto . Sabtu, 26 Nopember 2011 14:57:27
SUAIBATUL ASLAMIAH . P . suaibatul99[at]yahoo[dot]co[dot]id
SAYA PERCAYA JANJI ALLAH SWT..BERSABARLAH BAGI ORANG YANG BERIMAN MAKA AKAN KUBERIKAN KABAR BAIK BUATMU..SAYA JUGA BELAJAR IKHLAS INSYAALLAH AKAN DIBERIKAN YANG TERBAIK AMIN KARENA SETIAP KESUSAHAN PASTI AKAN MENDAPATKAN KEBAHAGIAAN AMIN,tapi kita manusia kadang bisa lemah imannya ya hehe,,tidak ada manusia yang sempurna dan tidak luput dari khilaf dan dosa, hidup tidak ada yang abadi dan semuanya tidak dibawa mati kecuali 3 perkara (amal jariah,ilmu bermanfaat,dan doa anak yang saholeh)..duh jadi ceramah..sukses bapak/ibu semua.
Jumat, 25 Nopember 2011 18:55:41
Ibu, berikut ini adalah salah satu contoh isian DD yang lumayan mirip. Barangkali DD tidak dikerjakan bersama-sama. Tapi dari tulisan ini saya melihat ada yang cukup menarik. Ini hanya untuk bermuhasabah saja. Silahkan dilihat:
"Untuk mendiskripsikan contoh kendali diri dalam berbagai kondisi dan situasi terutama yang dapat menekan karakter saya sebenarnya akan lebih layak bila atasan dan atau teman sejawat yang menilai unsur tersebut. Pengendalian diri sepenuhnya saya sandarkan pada prinsip-prinsip agama yang saya anut. Saya beranggapan selama ini saya salah seorang yang cukup mampu mengendalikan diri dalam berbagai situasi dan kondisi, berupaya untuk bersikap sabar jika ada hal yang tidak sesuai dengan prinsip hidup dan harapan saya tentunya juga dengan berbagai kekurangan saya dan saya lebih mengutamakan logika dari pada perasaan. Saya juga berusaha untuk tidak mengatakan apa yang tidak bisa saya amalkan. Contoh terhadap unsur ini saya deskripsikan ketika saya bersama ketua, bendahara, dan staf lainnya mendapat amanah untuk mengelola Koperasi YYYYYY Universitas XXXXX. Hal itu dikarenakan sifat dan karakter atasan sangat berbeda dengan sifat dan karakter saya. Namun disatu sisi kepribadiannya sangat baik. Pada saat itu cukup banyak teman sejawat dan mahasiswa yang mempertanyakan ketahanan dan kapasitas saya dalam mengelola insitusi itu. Namun dengan tetap berbekal sabar, arif dalam memutuskan aturan dan kemampuan mengendalikan diri yang saya nilai memadai disertai dengan keinginan tulus mengelola Koperasi dimaksud sukses maka saya bersama personil lainnya dapat menjalankan kegiatan pengelolaan Koperasi dengan baik."
Tulisan bandinganya:
"Untuk mendiskripsikan contoh kendali diri dalam berbagai kondisi dan situasi terutama yang dapat menekan karakter saya sebenarnya akan lebih layak bila atasan dan atau teman sejawat yang menilai unsur tersebut. Pengendalian diri sepenuhnya saya sandarkan pada prinsip-prinsip agama yang saya anut. Saya beranggapan selama ini saya salah seorang yang cukup mampu mengendalikan diri dalam berbagai situasi dan kondisi, berupaya untuk bersikap sabar jika ada hal yang tidak sesuai dengan prinsip hidup dan harapan saya tentunya juga dengan berbagai kekurangan saya dan saya lebih mengutamakan logika dari pada perasaan. Saya juga berusaha untuk tidak mengatakan apa yang tidak bisa saya amalkan. Contoh terhadap unsur ini saya deskripsikan ketika saya bersama pimpinan, dan teman sekantor,serta staf lainnya mendapat amanah untuk mengelola Program Registrasi Online Universitas XXXX. Hal itu dikarenakan sifat dan karakter atasan sangat berbeda dengan sifat dan karakter saya. Namun disatu sisi kepribadiannya sangat baik. Pada saat itu cukup banyak teman sejawat dan mahasiswa dari program tersebut yang mempertanyakan ketahanan dan kapasitas saya dalam mengelola program Register Online .Namun dengan tetap berbekal sabar, arif dalam memutuskan aturan dan kemampuan mengendalikan diri yang saya nilai memadai disertai dengan keinginan tulus mengelola program dimaksud sukses maka saya bersama personil lainnya dapat menuntaskan program yang dinilai banyak pihak tanpa cela tersebut."
Sugiyanto . Jumat, 25 Nopember 2011 19:09:42
iya benar pak sugiyanto itu isian sama dengan teman saya bahkan ada yang sampai 92% , pak saya pernah memberikan DD untuk bantu dia buat bahan tambahan referensi karena dia tidak bisa cerita banyak dan saya sudah beritau tolong jangan sama, tapi setelah hasil dan ditunjukkan kemiripan baru saya tau benar banyak kemiripan bahkan isian punya dia lebih bagus dan banyak dari punya saya pak, disitu saya sangat kecewa sekali pak maaf pak saya tidak bermaksud menjelekan teman tapi bicara yang realita
SUAIBATUL ASLAMIAH . Jumat, 25 Nopember 2011 19:21:00
Nah jika demikian, sebenarnya jika ada pihak yang menyontoh, maka pihak yang menyontohlah yang mestinya tidak lulus. Proses itu seharunya sudah dilakukan saat kegiatan: Klarifikasi isian DD oleh PTU yang telah dijadwalkan beberapa waktu setelah pengumuman serdos gelombang 1. Jika tidak ada klarifikasi dari PTU, maka PTPS, ahli bahasa, dan juga asesor yang ditunjuk oleh Dikti akan melakukan verifikasi ulang terhadap isian DD dan menyimpulkan hasil kelulusannya.
Sugiyanto . Jumat, 25 Nopember 2011 19:30:19
iya pak dan ini hasilnya sudah final pak, mungkin tidak ada lagi peluang pak hasil klarifikasi pun jelas pak tidak ada pengakuan dari teman bahwa tidak menyontoh saya ingin di beri kebijakan pak mohon sarannya
SUAIBATUL ASLAMIAH . Jumat, 25 Nopember 2011 19:38:15
saya belajar ikhlas pak insyaallah diberikan yang terbaik dan kalo memang rejeki tidak akan kemana AMIN..terima kasih pak Sugiyanto atas penjelasannya membuat saya sedikit lega.
SUAIBATUL ASLAMIAH . Jumat, 25 Nopember 2011 19:51:35
Saya kira untuk urusan seperti ini adalah tidak tepat kalau kita berbagi jawaban. Apabila kertas ujian mahasiswa kita ternyata kita temukan 90% mirip, apa yang kita lakukan? Persoalan dengan copy&paste memang sudah menjadi trend di dalam kehidupan serba digital ini. Bahkan ucapan Natal atau Idul Fitri yang kita kirimkan ke teman kita pun justru yang kita terima dari orang lain. Kita malas berpikir dan kita lihat kata-kata SMS yang kita terima cantik, langsung kita kirimkan ke teman kita. Ini fenomena yang seharusnya tidak boleh terjadi pada saat menjelaskan siapa kita (DD). Setiap individu pasti unik. Pengalaman dan persepsi setiap individu pasti unik. Ini hanya sekeping koin sumbangan saya dan semoga dapat berguna bagi kita semua. Khususnya yang akan mengikuti SERDOS tahun depan. Saya tidak membawa api peperangan, saya hanya mencoba memberikan pendapat. Salam Damai. Ronsen Purba, STMIK Mikroskil Medan
RONSEN PURBA . Jumat, 25 Nopember 2011 19:59:34
Saya kira untuk urusan seperti ini adalah tidak tepat kalau kita berbagi jawaban. Apabila kertas ujian mahasiswa kita ternyata kita temukan 90% mirip, apa yang kita lakukan? Persoalan dengan copy&paste memang sudah menjadi trend di dalam kehidupan serba digital ini. Bahkan ucapan Natal atau Idul Fitri yang kita kirimkan ke teman kita pun justru yang kita terima dari orang lain. Kita malas berpikir dan kita lihat kata-kata SMS yang kita terima cantik, langsung kita kirimkan ke teman kita. Ini fenomena yang seharusnya tidak boleh terjadi pada saat menjelaskan siapa kita (DD). Setiap individu pasti unik. Pengalaman dan persepsi setiap individu pasti unik. Ini hanya sekeping koin sumbangan saya dan semoga dapat berguna bagi kita semua. Khususnya yang akan mengikuti SERDOS tahun depan. Saya tidak membawa api peperangan, saya hanya mencoba memberikan pendapat. Salam Damai. Ronsen Purba, STMIK Mikroskil Medan
RONSEN PURBA . Jumat, 25 Nopember 2011 19:59:34
Kalau kita sebagai dosen melihat / mengetahui mahasiswa A mencontoh pekerjaan mahasiswa B dan kita tahu mereka melakukan itu dengan sadar (si B tidak mencuri tetapi atas persetujuan si A). Siapa di antara A atau B yang kita beri sanksi? Ini hanya ilustrasi untuk menggambarkan apa yang dihadapi oleh asesor pada saat menilai portofolio atau DD kita. Boleh setia berteman, tetapi tidak untuk semua kondisi.
Salam Damai, Ronsen Purba, STMIK Mikroskil
RONSEN PURBA . Jumat, 25 Nopember 2011 20:04:13
Kalau kita sebagai dosen melihat / mengetahui mahasiswa A mencontoh pekerjaan mahasiswa B dan kita tahu mereka melakukan itu dengan sadar (si B tidak mencuri tetapi atas persetujuan si A). Siapa di antara A atau B yang kita beri sanksi? Ini hanya ilustrasi untuk menggambarkan apa yang dihadapi oleh asesor pada saat menilai portofolio atau DD kita. Boleh setia berteman, tetapi tidak untuk semua kondisi.
Salam Damai, Ronsen Purba, STMIK Mikroskil
RONSEN PURBA . Jumat, 25 Nopember 2011 20:04:13
Kalau kita sebagai dosen melihat / mengetahui mahasiswa A mencontoh pekerjaan /jawaban ujian mahasiswa B dan kita tahu mereka melakukan itu dengan sadar (si A tidak mencuri tetapi atas persetujuan si B). Siapa di antara A atau B yang kita beri sanksi? Ini hanya ilustrasi untuk menggambarkan apa yang dihadapi oleh asesor pada saat menilai portofolio atau DD kita. Boleh setia berteman, tetapi tidak untuk semua kondisi.
Salam Damai, Ronsen Purba, STMIK Mikroskil
RONSEN PURBA . Jumat, 25 Nopember 2011 20:05:57
Pak Purba saya tidak memberikan persetujuan untuk di contoh tapi dengan memberikan bahan DD saya agar dia bisa mempunyai pandangan dan saya sudah memberikan peringatan agar jangan sama atau dicontoh.kecuali saya melakukan kerjasama nah itu lain ceritanya. maka benar pak sugiyanto bilang perlu adanya klarifikasi.terima kasih saya paling anti pak punya saya dicontek orang lain.
SUAIBATUL ASLAMIAH . Ahad, 27 Nopember 2011 13:01:04
Ibu, asesor tidak bisa membedakan apakah Ibu memberikan bahan atau ada persetujuan dari Ibu kepada teman tersebut. Tetapi yang pasti kemiripan itu sudah terjadi. Saya kira pengalaman Ibu ini bisa berguna bagi teman-teman lain yang akan mengikuti serdos di masa mendatang. Asesor atau sistem yang digunakan untuk menelusuri kemiripan tersebut tidak mau tahu bagaimana itu terjadi. Sistem hanya mendeteksi dua DD mirip sekian persen. Satu hal Ibu, serdos bukanlah segala-galanya. Tetaplah memelihara semangat dalam menjalani hidup dan fungsi sehari-hari kita sebagai dosen. Mungkin belum waktunya, Tuhan tahu yang terbaik buat kita. Salam, Ronsen Purba
RONSEN PURBA . Senin, 28 Nopember 2011 00:28:56
Pak Ronsen Purba terima kasih atas saranya bapak baca komentar pak sugiyanto dan pesan saya diatas saya manusian beragama pak tanpa bapak kasitaupun saya sudah ikhlas bahwa rejeki di tangan ALLAH jadi semua kembali kepadanya,belum tentu semua nasehat bapak itu orang menginginkannya jadi terima kasih atas nasehatnya yang tidak perlu pak.
SUAIBATUL ASLAMIAH . Senin, 28 Nopember 2011 08:29:25
Sugiyanto . L .
Yth. Ibu Masruroh.
Melihat potongan tulisan ini: ".. trus utk prosentase kemiripan ternyata teman sy yng prosentase kemiripan 90% aa yang lulus & ada yang tidak, terus standar apa yang digunakan untuk menentukan kelulusan ini? ..", seolah-olah ada DYS yang lulus padahal isian DDnya sangat mirip (kemiripan lebih dari 90%). Jika ada data peserta yang dalam kondisi seperti itu, kiranya Ibu bisa memberikan datanya ke PSD untuk kemudian dikirimkan ke Dikti. Sepengetahuan kami, mereka yang mencontoh isian DD orang lain dengan kemiripan DD > 90% oleh PTPS dinyatakan BELUM LULUS. Kami tunggu infonya. Jika ada data, kami akan siap menjelaskan duduk persoalanya.
Jumat, 25 Nopember 2011 18:54:17
Alhamdulillah ada Pak Sugiyanto,mungkin dari DIKTI
kalo saya teman tidak mengaku atas kemiripan tapi saya merasa dirugikan saya lebih lama mengabdi drpada teman saya pak bisa dilihat dari Curriculum Vitaenya yang sangat minim dan memang jarang aktif dikampus, bagaimana dengan permasalahan ini pak kebetulan saya hanya berdua dari program studi yang sama.mohon saran dan kebijakannya.
SUAIBATUL ASLAMIAH . Jumat, 25 Nopember 2011 19:06:05
Mohon maaf Ibu, kami hanya sebagai pengelola data saja. Kami hanya ingin konfirmasi dengan tulisan Ibu yang menyatakan initinya isian DD sangat mirip kok ada yang lulus saja. Jika memang pernyataan Ibu dalam komentar terdahulu tersebut benar adanya, mohon kami diberikan datanya. JIka memang tidak ada data mohon konfirmasinya. Sedangkan persoalan lain yang Ibu sampaikan, seperti lama mengabdi, dan aktivitas di kampus, maka kiranya bukan kewenangan kami untuk bisa menjawab.
Sugiyanto . Jumat, 25 Nopember 2011 19:15:40
Salam buat Bapak/Ibu dosen. Apakah kita akan membiarkan 2 orang mahasiswa kita saling mencontek pada saat ujian berlangsung? Apakah kita akan bisa menerima kondisi si A mencontoh jawaban si B, hanya dengan argumentasi si A kurang pandai merangkai kata? Apa jadinya yang kita bisa banggakan kalau kita masih toleran terhadap ketidakjujuran seperti ini? Okelah, sosialisasi kurang. Tetapi kan ada panduan yang bisa kita gunakan untuk memastikan bahwa kita tahu apa yang harus kita isi dalam pengisian portofolio khususnya DD kita. Seharusnya kita sadar bahwa tidak 2 DD yang mirip sampai 90%. Setiap kita ini masing-masing punya pengalaman pribadi yang pasti unik. Tidak mungkin dimirip-miripkan dengan siapa pun. Salam Damai, Ronsen Purba
RONSEN PURBA . Ahad, 27 Nopember 2011 09:59:46
Sugiyanto . L . sgyt[at]unnes[dot]ac[dot]id
Rekan dosen di seluruh Indonesia. Beberapa waktu ini telah terjadi diskusi yang menarik soal apakah benar terjadi kemiripan isian DD antar DYS serdos 2011. Banyak yang berasumsi bahwa kemiripan yang terjadi hanyalah kebetulan saja. Untuk itu, sebagai salah satu panitia, ijinkan kami kopikan salah satu isian DD pada aspek -2 antara 2 DYS yang berbeda. Kemudian silahkan dilihat apakah ada kemiripan denga isian DD ini. Jika ada kemiripan, kira-kira apa yang terjadi dengan proses penyusunanya?. Ini isian DD peserta 1: "Saran yang saya ajukan ini mendapat respon yang baik dari ketua Departemen Sastra Indonesia. Berdasarkan usulan tersebut, terbentuklah team teaching dan teroptimalisasilah native speaker yang ada di Departemen Sastra Indonesia secara maksimal. Dengan demikian, reorientasi metodologi pengajaran dan penerjemahan bahasa Indonesia mendapat perhatian dan prioritas Departemen Sastra Indonesia dalam proses belajar mengajar. Dalam relevansi kendala di atas, saya memformulasikan sebuah metode pengajaran untuk lebih memudahkan proses percepatan pemahaman terhadap teks bahasa Indonesia dan penerjemahannya bagi mahasiswa. Metode yang saya maksud adalah 1. Mengadakan komunikasi aktif dalam bentuk tanya jawab. 2. Menyuruh mahasiswa untuk memilah kosa kata yang ada dalam teks bahan ajar. 3. Menyuruh mahasiswa untuk mencatat dan menghafalkan kosa kata. 4. Meyuruh mahasiswa membuat kalimat sendiri dalam bahasa Indonesia 5. Menugaskan mahasiswa untuk menerjemahkan wacana bahasa Indonesia. Dari reformulasi metodologi yang saya lakukan secara objektif ini telah memberikan dampak positif terhadap percepatan pemahaman dan keaktifan mahasiswa berinteraksi dengan bahasa Indonesia, terutama dalam hal membuat pola kalimat dan menerjemahkan."
Sedangkan yang berikut adalah isian DD peserta kedua pada aspek yang sama: "Saran yang saya ajukan ini mendapat respon yang baik dari ketua Departemen Sastra Indonesia. Berdasarkan usulan tersebut, terbentuklah team teaching dan teroptimalisasilah native speaker yang ada di Departemen Sastra Indonesia secara maksimal. Dengan demikian, reorientasi metodologi pengajaran dan penerjemahan bahasa Indonesia mendapat perhatian dan prioritas Departemen Sastra Indonesia dalam proses belajar mengajar. Dalam relevansi kendala di atas, saya memformulasikan sebuah metode pengajaran untuk lebih memudahkan proses percepatan pemahaman terhadap teks bahasa Jepang dan penerjemahannya bagi mahasiswa. Metode yang saya maksud adalah 1. Mengadakan komunikasi aktif dalam bentuk tanya jawab. 2. Menyuruh mahasiswa untuk memilah kosa kata yang ada dalam teks bahan ajar. 3. Menyuruh mahasiswa untuk mencatat dan menghafalkan kosa kata. 4. Meyuruh mahasiswa membuat kalimat sendiri dalam bahasa Indonesia 5. Menugaskan mahasiswa untuk menerjemahkan wacana bahasa Indonesia. Dari reformulasi metodologi yang saya lakukan secara objektif ini telah memberikan dampak positif terhadap percepatan pemahaman dan keaktifan mahasiswa berinteraksi dengan bahasa Indonesia, terutama dalam hal membuat pola kalimat dan menerjemahkan."
Jumat, 25 Nopember 2011 18:34:18
Yth, Bapak Sugiyanto. Saya sudah coba baca berulang-ulang contoh kasus di atas. Memang tingkat kemiripannya hampir 100%. Pertanyaan saya adalah 1. Apakah memang separah atau sebesar itu kemiripan yang Bapak temukan? 2. Kalau seperti ini kasusnya apakah ada penelusuran berikutnya tentang siapa mencontoh siapa? 3. Apakah keduanya dinyatakan gagal atau bagaimana. Terimakasih. Salam. Ronsen Purba, STMIK Mikroskil Medan
RONSEN PURBA . Jumat, 25 Nopember 2011 19:50:32
Yth, Bapak Sugiyanto. Saya sudah coba baca berulang-ulang contoh kasus di atas. Memang tingkat kemiripannya hampir 100%. Pertanyaan saya adalah 1. Apakah memang separah atau sebesar itu kemiripan yang Bapak temukan? 2. Kalau seperti ini kasusnya apakah ada penelusuran berikutnya tentang siapa mencontoh siapa? 3. Apakah keduanya dinyatakan gagal atau bagaimana. Terimakasih. Salam. Ronsen Purba, STMIK Mikroskil Medan
RONSEN PURBA . Jumat, 25 Nopember 2011 19:50:32
Pak Ronsen Purba, 1). Ya memang demikian pak kondisinya. Itu baru untuk satu aspek. Ini juga berlaku untuk aspek lainnya. 2). Maka muncul klarifikasi oleh PTU. PTU yang akan melakukan klarifikasi kepada DYS yang terlibat. PTU akan menentukan siapakah yang memiliki isian asli (dicontek) dan siapa yang meniru (menyontek). langkah ini sudah dilakukan setelah pengumuman serdos gelombang 1. 3). Apakah keduanya gagal? jika PTU mengatakan ada salah satu pihak yang bersalah, maka yang bersalah tentu gagal. Namun jika PTU mengatakan tidak ada yang mencontek, maka akan diperiksa oleh PTPS, ahli bahasa, dan asesor. Demikian langkah-langkahnya
Sugiyanto . Sabtu, 26 Nopember 2011 14:45:27
YTh, Bapak Sugiyanto. Menurut saya kalau terjadi kemiripan seperti di atas, maka yang menanggung akibat adalah keduanya. Saya yakin dalam kondisi sadar dan saling mengetahui, seharusnya DYS sadar bahwa proses ini adalah mirip UJIAN. Jadi tidak selayaknya peserta ujian berbagi jawaban. Sebab saya baca-baca sebagian komentar dari teman-teman bahwa yang memberi dengan sadar mengakui memang memberikan DD-nya kepada temannya. Ke depannya, menurut saya harus diterapkan aturan jika dua DD dinyatakan mirip, maka keduanya harus dinyatakan gagal. Kita harus tegas untuk kasus copy&paste ini. Jika kita tidak berani tegas untuk kasus ini, maka kita sebagai dosen sebetulnya tidak punya hak (dari sisi nurani) untuk membatalkan ujian mahasiswa yang terindikasi bekerjasama padahal ujian sifatnya adalah individu. Mau dibawa ke mana pendidikan kita ini kalau hal seperti ini kita biarkan dalam kondisi ketidakjujuran seperti ini. Terus terang, saya menganggap pengisian portofolio dan DD itu sifatnya individu. Sangat tidak masuk akal kalau ada dua dosen yang mempunyai deskripsi diri yang sama. Sebab bagaimanapun pengalaman masing-masing orang adalah unik dan tidak ada alasan bahwa keduanya ada dalam satu tim. Apapun alasannya, hal ini menggambarkan konidisi yang tidak boleh dibiarkan dan dianggap tidak ada masalah. Inilah yang menjadi sumber masalah pendidikana tinggi kita. Kalau dosennya tidak mandiri, masihkah kita bisa berharap bahwa mahasiswa kita bisa mandiri? Ini hanya pendapat saya, tidak ada maksud untuk menyerang siapa pun. Saya tidak membawa api peperangan tetapi saya hanya ingin membawa obor perdamaian. Salam untuk seluruh Dosen di negeri ini,Ronsen Purba
RONSEN PURBA . Ahad, 27 Nopember 2011 09:54:19
MASRUROH . .
Pak Darmuji saya bukan pasrah Pak,tapi gerah dengan kata2 pak widodo jadi saya berniatan baik untuk minta maaf agar tidak dilanjutkan lg perang kata2, saya juga belum lulus pak & rasanya sedih skl, sy tdk bs berbuat apa2, saat ini sy sedang mengikuti PAR di Japan, jadi teman2 kami spt bu Ani sedang berjuang minta keadilan pada Dekan & Rektor, mungkin bpk bisa baca tulisan protes saya, terima kasih
Jumat, 25 Nopember 2011 14:14:07
FESTUS EVLY RUBEN ISAK LIOW . L . liowevly[at]yahoo[dot]co[dot]id
Saya sangat kecewa karena tidak fair, mengingat data yang saya buat dilihat oleh teman-teman untuk melihat cara pembuatan DD, tapi nyatanya ketika ada kesamaan dalam DD, saya juga justru masuk dalam kategori BELUM LULUS, mohon berikutnya diperhatikan karena saya sudah komplain ke Pimpinan Saya dan sudah ditanggapi balik dalam PTU, tapi tidak dilulusin oleh ASESOR ...... mana keadilanyaaaaaaaaa........................
Jumat, 25 Nopember 2011 12:05:53
FESTUS EVLY RUBEN ISAK LIOW . L . liowevly[at]yahoo[dot]co[dot]id
Saya sangat kecewa karena tidak fair, mengingat data yang saya buat dilihat oleh teman-teman untuk melihat cara pembuatan DD, tapi nyatanya ketika ada kesamaan dalam DD, saya juga justru masuk dalam kategori BELUM LULUS, mohon berikutnya diperhatikan karena saya sudah komplain ke Pimpinan Saya dan sudah ditanggapi balik dalam PTU, tapi tidak dilulusin oleh ASESOR ...... mana keadilanyaaaaaaaaa........................
Jumat, 25 Nopember 2011 12:05:52
Yth, Pak Ruben. Seharusnya Bapak sadar bahwa ini mirip dengan ujian. Seharusnya orang melihat kerjaan Bapak pasti akan lebih baik dari Bapak, karena mereka mempunyai referensi yang lebih banyak. Mereka bisa menambahi apa yang Bapak buat, sehingga DD mereka lebih lengkap dan lebih baik. Yang pada akhirnya sistem software serdos ini justru melihat/menilai Bapak yang meniru pekerjaan mereka. Saya tidak menyalahkan Bapak, karena saya tidak punya hak menilai Bapak. Saya hanya memberikan pendapat. Salam Damai, Ronsen Purba
RONSEN PURBA . Ahad, 27 Nopember 2011 10:23:40
DARMUJI . L . darmuji9[at]yahoo[dot]com
saya tidak setuju,protes dll. menurt saya itu sebagian dari amal, menunjukkan jalan yang benar kepada orang lain, mengingatkan salah bagi orang yang salah itupun amal. kalau kita diam saja dan kita tidak berbuat sesuatu untuk kebaikan dan kemajuan bangsa ini lebih baik nggak usah jadi dosen, demonstrasi kalau yang bertujuan baik itupun beramal. jangan menilai sempit tentang beramal, yang penting niatnya.
Jumat, 25 Nopember 2011 09:17:17
MASRUROH . P .
Pak Widodo sudahlah tidak ada gunanya perang kata-kata,klopun memang status kita sama-sama belum lulus ya sdh kita terima dg lapang,smg ke depan aturan serdos bs lebih jelas, BU ANI orang yang sangat baik, beliau sangat bagus kerjanya & mantan Kajur MatematikA,jd semua dosen di Universitas kami sangat terkejut & sangat menyayangkan dg belum lulusnya bu Ani, Sudahlah Pak kita akhiri permusuhan ini klopun tulisan sy menyebabkan pak widodo sakit hati sbg manusia sy minta maaf. Jangan memaki-maki bu Ani, saya & teman2 di jurusan & Universitas sangat menghormati beliau krn keteladanan, kepemimpinan & ide2nya yg luar biasa untuk jurusan, fakultas & universitas. Mohon maaf ini yg terakhir kali sy menulis di suara anda, klo pak widodo msh kurang puas silahkan saja saya tdk akan berkomentar lagi. Terima kasih
Jumat, 25 Nopember 2011 08:37:25
IBU MASRUROH, MENURUT SAYA PASRAH ITU KURANG BAIK UNTUK KEMAJUAN BANGSA, CONTOHNYA ADA KORUPSI, MANIPULASI YANG TIDAK TERSENTUH HUKUM APA KITA DIAM SAJA, SEKARANG KALAU ADA PENIALIAN SERDOS YANG TIDAK VALID APA KITA DIAM SAJA. KITA HARUS BERTERIAK DEMI KEBENARAN KARENA ITU ADALAH SALAH SATU AMAL. YANG PENTING NIAT KITA BU.
DARMUJI . Jumat, 25 Nopember 2011 09:55:54
setuju.... hasil serdos thn ini masih banyak korban, dosen yang cukup berkualitas dalam melaksanakan tri dharma PT kalah bersaing oleh dosen yang jarang masuk... minim penelitian, minim pengabdian dan hanya datang saat memberikan pengajaran saja. sangaaat kontradiktif dengan tujuan serdos!! pertanda potrer suram dunia PT kah? semoga aza tidak !!!
I WAYAN SUDIARTA . Jumat, 25 Nopember 2011 12:19:49
Bu, jangan surut semangatnya. Banyak kawan berjuang membersihkan nama baik atas hasil serdos yang hanya berdasarkan sebagian kecil DD dan tanpa mempertimbangkan data dukung lain yang valid, tanpa klarifikasi DYS, tidak ada sosialisasi jelas tentang sistem pembacaan mesin dalam penilaian DD, taka ada sosialisasi tentang kemungkinan status verifikasi, banyak sekali kelemahan dan salah sasaran. Itulah yang akan kita sampaikan ke Dikti melalui mekanisme institusional. Sekali lagi jangan surut bu hanya karena komentar saudara widodo yang sedang depresi. Semangat bu, semua pasti berjuang. Salam, bu ani
ANI BUDI ASTUTI . Jumat, 25 Nopember 2011 18:16:53
BU ANI, di tempat kami, semua teman-teman yang belum lulus sudah mengajukan surat keberatan ke dkti, mudah-mudahan ada tanggapan positifnya.
P CIPTOADHI . Jumat, 25 Nopember 2011 19:06:39
RONSEN PURBA . L . ronsen[at]mikroskil[dot]ac[dot]id
Saya menemukan komentar dari seorang mahasiswa atau dosen yang menggunakan mahasiswanya (kita tidak tahu persis).
Ini kutipannya dan saya ambil langsung :
"bapak ini kenapa ya, dosen kok kayak gini, udah tua kayak anak kecil
gak lulus ya udah pak, itu artinya bapak tidak berkualitas
Mahasiswa 1 untuk 0027116107 . Selasa, 22 Nopember 2011 17:56:25"

"ini satu lagi, manusia gak bersyukur
support-support apa itu
dosen kayak ginilah yang menyebabkan mahasiswa jadi arogan dan akibatnya dimana-mana mahasiswa banyak tawuran"
Mahasiswa 1 untuk 0027116107 . Selasa, 22 Nopember 2011 18:02:44"
Kalau saya lihat dari akun yang sama dan sepertinya orang yang sama.
Pertanyaannya adalah : 1. Pantaskah seorang mahasiswa memberikan komentar seperti di atas? 2. Apakah kita sebagai dosen siap menerima komentar dari mahasiswa terhadap kita? 3. Bagaimana kita menyikapi hal ini?
Ini hanya sebagai renungan untuk kita. Saya tidak punya niat untuk melahirkan permusuhan atau perdebatan panjang. Mari kita renungkan, dan itu bisa jadi adalah tanggapan mahasiswa kita terhadap kita yang sehari-hari "berbakti" untuk membuat mahasiswa menjadi manusia yang lebih berguna, lebih sopan, lebih bermoral dll. Salam Damai. Ronsen Purba
Jumat, 25 Nopember 2011 08:20:49
Pak Purba, saya kemarin terus berusaha kasih komen untuk mahasiswa tapi tak masuk-masuk. Saya berpikir bahwa mahasiswa ini penyusup karena bisa masuk ke kolom ini selain admin Dikti, hanya DYS yang bisa masuk. Darimana mahasiswa punya password untuk ikut memberi komentar seperti itu. Sepertinya, ada kelompok tak jelas ingin mengimbangi komentar yang sebagian besar protes termasuk mahasiswa ini. Patut kita renungkan bersama, seorang mahasiswa bisa begitu tidak tahu terimakasih kepada dosen yang telah susah payah mendidiknya. Ini satu bukti lagi, sistem pendidikan yang sudah dirancang dengan baik saja bisa menghasilkan mahasiswa dengan atitude rendah seperti ini, apalagi sistem penilaian serdos yang begitu banyak kelemahan dan salah sasaran, seperti apa jadinya mahasiswa yang dihasilkan. Patut kita renungkan pak Purba.
ANI BUDI ASTUTI . Jumat, 25 Nopember 2011 18:26:25
Ibu Ani BA, kata-kata ini "Sepertinya, ada kelompok tak jelas ingin mengimbangi komentar yang sebagian besar protes termasuk mahasiswa ini.", mungkin sangat mengganggu. Perlu kami jelaskan, semua pihak yang memiliki akun untuk masuk ke serdos ini, baik itu DYS, asesor, panitia PTU, panitia di PTPS, penilai persepsional (mahasiswa, sejawat, atasan), pejabat yang diberi akses semua bisa masuk ke forum ini. Semua bisa menuliskan komentarnya dengan identitas yang selalu tetap mengikutinya. Ada baiknya kita semua introspeksi diri, PATUT KITA RENUNGKAN DAN KITA LAKUKAN!
Sugiyanto . Sabtu, 26 Nopember 2011 15:03:59
HARDIMAN . L . hardiman[at]ut[dot]ac[dot]id
yang menilai serdos saya, mohon di tinjau kembalikarena deskrepsi saya sudah cukup lengkap dandeskrepsi diri saya buatdasarkanpengalaman saya . Pengembangan Kuakitas Pembelajaran ,PengembanganKeilmuan,Peningkatan Kualitas Pengelolaan Institusi,PeningkatanKualitas Kegiatan Mahasiswa,Peningkatan Pengabdian kepada Masyarakat Etos Kerja,Integritas DiriKeterbukaanterhadap kritik Saran,pendapat orang lain,Kreativitas dan Inovasi
Kamis, 24 Nopember 2011 22:55:59
I KETUT ADHIMASTRA . L . adhimastra2301[at]yahoo[dot]com
Mohon maaf jika cerita ini tdk relevan dg rubrik "Suara Anda". Tapi rasanya perlu sy sampaikan agar semua tahu beberapa kondisi bisa terjadi dlm setiap pengumuman hasil SERDOS. Terutama bagi yg hasilnya BELUM LULUS. Karena terinspirasi oleh beberapa unek-unek yg dituliskan dirubrik ini. Dimana ada peserta yg BELUM LULUS setelah dia membaca ulang hasil SERDOS nya, padahal sebelumnya dia sempat membaca bahwa hasilnya LULUS. Saya jadi berpikir terbalik dan juga berprilaku sama dengan bapak itu. DImana hasil serdos sy diumumkan BELUM LULUS tertanggal 15 Nov 2011 (saat pertama kali membacanya), lantas iseng-iseng membaca rubrik "Suara Anda" sebagaimana tertulis diatas. Saya berharap moga-moga saja apa yg telah ditulis oleh panitia serdos berubah dari BELUM LULUS bisa menjadi LULUS. Namun sayang dalam 3 hari ini sudah beberapa kali dibaca ulang tetap saja pengumuman hasil serdosnya BELUM LULUS ......... sampai saat suara anda ini saya tulis saya juga masih punya harapan hasil serdos itu bisa berubah sebagaimana rekan yg bernasib kurang beruntung itu dinyatakan dari awalnya LULUS menjadi BELUM LULUS, cuman ini ceritanya agar dibalik ..... semoga mimpi itu tetap mimpi (karena keanehan bisa menjadi-jadi kalau mimpi ini jadi kenyataan)
Kamis, 24 Nopember 2011 21:56:57
Semoga pak Ketut, tapi sepertinya mustahil pak tanpa ada upaya kongkrit untuk bisa merubah status itu. Kayaknya ndak bisa dibalik pak.
ANI BUDI ASTUTI . Jumat, 25 Nopember 2011 18:30:18
Terimakasih bu Ani, ternyata masih ada yg juga membaca unek-unek ini. Sebenarnya tulisan di SA (suara anda) ini disikapi dan respon oleh pihak Pan Serdos, tapi yah nampaknya gak mungkin ya. Karena terlampau banyaknya keluhan-keluhan dan kekesalan2 yg menumpuk ..... apa yg saya upload di atas itu cuman suatu catatan pikiran yg terinspirasi oleh unek2 rekan lainnya, jangan terlampau dibuat serius bu Ani, disitu juga telah saya pertegas dengan "keanehan akan menjadi-jadi kalau mimpi ini jadi kenyataan". Sekli lagi trims bu Ani atas komennya ... Semoga kesabaran senantiasa membimbng kita semua kejalan yg benar
I KETUT ADHIMASTRA . Jumat, 25 Nopember 2011 20:25:59
ANI BUDI ASTUTI . P . anibudi_mat[at]yahoo[dot]com
Siapakah saudara widodo ini????????

Anda begitu tidak sopan menyebut teman sejawat yang anda tidak kenal sama sekali dengan sebutan nama saja. Dengan komentar yang saudara sampaikan, jelas sekali untuk predikat yang diberikan Dikti sudah sangat sesuai yaitu dosen yang tidak layak lulus karena anda telah menunjukkan kondisi depresi berat karena seorang dosen yang berkualitas dan berdedikasi tidak akan pernah menerima suatu sistem yang sudah jelas dan terang benderang merugikan semua orang dan saudara menerima tuduhan plagiat yang diberikan pada anda menjadi bukti nyata bahwa saudara seorang dosen yang mengalami depresi berat dan kali ini Dikti sudah tepat memberi gelar saudara tak pantas diberi sertifikat sebagai dosen. Teman sejawat semua mengucapkan selamat pada kegagalan saudara. Kalau saudara mengalami depresi, tidak perlu memberikan komentar untuk Bu MASRUROH yang saya kenal dengan baik karena prestasi dan dedikasinya selama ini. Saudara perlu berkunjung ke psikiater untuk cek kesehatan jiwa saudara agar keberadaan saudara tidak membahayakan orang di sekitar saudara
Kamis, 24 Nopember 2011 21:30:14
Sdr ANI BUDI ASTITU.....yang menjadi pertanyaan kami pada akhirnya,,,,,,loh sdr sudah dinyatakan BELUM LULUS malah sok jago keluarkan argumen-argumen untk membela teman ...dalam suara anda ini....mungkin ".jangan -jangan...karena sdr...sampai teman anda tersebut BELUM LULUS............terimalah ketidak beruntungan ini...untuk perbaikan diwaktu-waktu yang akan datang...jangan sok pahlawan ..anda dosen, tetapi Egoismenya tinggi juga...selamat juga atas ketidak beruntungan serdos 2011 ini alias belum lulus.
WIDODO . Jumat, 25 Nopember 2011 08:05:29
Saudara widodo,
rupanya saudara itu tidak menyimak ya, seorang dosen kok tulalit. Anda itu tidak tahu siapa bu Masruroh, tapi komentar anda seperti paling tahu siapa bu Masruroh, dengan cara kasar lagi. Kalau tidak bisa nyambung tak usah komentar pak. Siapa sebenarnya yang mau jadi pahlawan kesiangan?????Simak dulu baru komentar, kalau tulalit tak usah komentar. Kujelaskan pada anda saudara widodo, semua teman yang belum lulus dari status verifikasi tidak menerima keputusan bukan karena status belum lulus tapi sistem penilaian percobaan yang hanya berdasarkan sebagian kecil kemiripan DD menjadikan kita semua dapat gelar plagiat. Saudara tahu dengan plagiat? jangan-jangan tak ngerti. So, itulah yang diperjuangkan untuk membersihkan nama baik. Apa saudara widodo sudah mengerti? kalau belum juga, diammu emas.
ANI BUDI ASTUTI . Jumat, 25 Nopember 2011 18:08:58
ANI BUDI ASTUTI.... kiasan besar pasak dari pada tiang....dengan anda mencari suport dari teman-teman untuk protes...ke dikti..boleh dikatakan percuma...alias sia-sia....krn saya membaca suara anda ini kurang lebih ada 7 kali anda mencari dukungan...jadi boleh dikatakan juga anda orangnya AMBISIUSME..dan EGOISME.... tidak berani menerima kekalahan kalau dalam suatu turnamen......soal siapa nama teman-teman anda yang harus saya hormati,,,,, sorry saya saja tidak kenal mereka. jalankan saja tgs ngajar sebagaimana mestinya .wassalam.
WIDODO . Ahad, 27 Nopember 2011 15:54:54
MUHAMMAD DARWIS . L . wiesputra[at]yahoo[dot]com
Bapak/Ibu team penyusun dan penentu kebijakan serdos yth,... apakah bapak/ibu jua memperhatikan dampak psikologis yang ditimbulkan oleh serdos, terutama bagi dosen yang telah mendapat persetujuan dan ditetapkan oleh DIKTI untuk menduduki jabatan fungsional LEKTOR KEPALA dengan pangkat dan golongan tertentu ,kemudian dinyatakan tidak lulus(belum lulus) oleh DIKTI sendiri(team serdos) berdasarkan data yang sama, selanjutnya apakah hal ini berarti bahwa keputusan DIKTI tentang jabatan fungsional,pangkat dan golongannya tidak diakui atau dibatalkan
Kamis, 24 Nopember 2011 21:26:40
Pak Darwis, rupanya sistem penilaian serdos 2011 ini tidak mempertimbangkan dampak psikologis, lha wong menilai DD saja pakai mesin, kemudian dibaca oleh tim verifikasi yaitu PTU, PTU lain, ahli bahasa dan Dikti yang saya yakin, bagian yang dibaca pada poin yang dinyatakan mirip saja tanpa membaca secara keseluruhan dan tidak mereview data dukung yang penting seperti cv dan yang lain sehingga sistem penilaian ini tanpa nurani yang akibatnya jelas tak akan mempertimbangkan dampak psikologis dosen apalagi jelas sekali hasilnya salah sasaran. Mohon sekali lagi kepada Dikti, evaluasi kembali kami yang status verifikasi dan kemudian dinyatakan tidak lulus.
ANI BUDI ASTUTI . Jumat, 25 Nopember 2011 18:55:52
Mahasiswa 1 untuk 0021086204 . .
PERSYARATAN SERTIFIKASI DOSEN NOMOR 1. memiliki kualifikasi akademik sekurang-kurangnya S2/setara dari Program Studi Pasca Sarjana yang terakreditasi; ............TOLONG DI CEK LAGI KE DAERAH WAHAI BAPAK/IBU2 DI DIKTI......KARENA BANYAK DOSEN2 YG KULIAH S2 DG STATUS PT TERDAFTAR DAN HANYA MEMBELI IJAZAH TP LULUS SERTIFIKASI DOSEN....KASIAN DOSEN2 SAYA YANG KULIAH KE LUAR NEGERI TAPI TIDAK LULUS SERDOS...................... KALO PERLU BATALKAN SAJA KELULUSAN MEREKA YANG HANYA KULIAH S2 DI PT BELUM TERAKREDITASI...
Kamis, 24 Nopember 2011 20:46:40
Mahasiswa 1 untuk 0021086204 . .
PERSYARATAN SERTIFIKASI DOSEN NOMOR 1. memiliki kualifikasi akademik sekurang-kurangnya S2/setara dari Program Studi Pasca Sarjana yang terakreditasi; ............TOLONG DI CEK LAGI KE DAERAH WAHAI BAPAK/IBU2 DI DIKTI......KARENA BANYAK DOSEN2 YG KULIAH S2 DG STATUS PT TERDAFTAR DAN HANYA MEMBELI IJAZAH TP LULUS SERTIFIKASI DOSEN....KASIAN DOSEN2 SAYA YANG KULIAH KE LUAR NEGERI TAPI TIDAK LULUS SERDOS...................... KALO PERLU BATALKAN SAJA KELULUSAN MEREKA YANG HANYA KULIAH S2 DI PT BELUM TERAKREDITASI...
Kamis, 24 Nopember 2011 20:46:39
Mahasiswa 1 untuk 0021086204 . .
PERSYARATAN SERTIFIKASI DOSEN NOMOR 1. memiliki kualifikasi akademik sekurang-kurangnya S2/setara dari Program Studi Pasca Sarjana yang terakreditasi; ............TOLONG DI CEK LAGI KE DAERAH WAHAI BAPAK/IBU2 DI DIKTI......KARENA BANYAK DOSEN2 YG KULIAH S2 DG STATUS PT TERDAFTAR DAN HANYA MEMBELI IJAZAH TP LULUS SERTIFIKASI DOSEN....KASIAN DOSEN2 SAYA YANG KULIAH KE LUAR NEGERI TAPI TIDAK LULUS SERDOS...................... KALO PERLU BATALKAN SAJA KELULUSAN MEREKA YANG HANYA KULIAH S2 DI PT BELUM TERAKREDITASI...
Kamis, 24 Nopember 2011 20:46:39
SITI HADIJAH . P . siti[dot]hadiaj87[at]yahoo[dot]com
Yth. Bapak Ronsen Purba
Apakah Bapak Purba Asesor saya? Terimakasih atas penilaiannya. Semoga bapak puas dengan KetidakLulusan saya. Ternyata kelulusan SERDOS itu ditentukan oleh pandainya kita mengarang dan nasib baik. Saya memang tidak pandai mengarang, di DD selalu saya katakan, untuk jelasnya silahkan lihat di CV, dan nasibsaya memang tidak beruntung. Jadi wajar saya belum lulus. Di fakultas kami adanya perubahan Jurusan Budidaya menjadi Jurusan Agrotek, sehingga menggunakan 2 kurikulum., dan saya mengajar 4 kelas dengan mata kuliah yang sesuai keahlian saya. Tapi tak perlu saya jelaskan panjang lebar, pun tidak merubah status saya. silahkan Bapak datang saja ke fakultas kami untuk membuktikannya dengan menanyaka kepada jurusan dan Dekan.. SERDOS memang bukan segala-galanya, tapi predikat "menjiplak" sangat merugikan, dan menyakitkan saya sebagai Dosen senior. semoga Bapak senang dengan Ketidaklulusan saya, dan Bapak selalu Diberkati Allah swt. Amin.
Kamis, 24 Nopember 2011 18:57:14
Maaf Ibu Siti, saya bukan asesor. saya juga peserta dalam gelombang II tahun 2011 ini. Saya tidak tahu bagaimana sistem menilai DD kita, saya juga tidak tahu bagaimana ahli bahasa menilai kemiripan DD satu orang dengan yang lain. Saya hanya mencoba memberikan analisis cara kerja sistem dan kemungkinan-kemungkinan terjadi. Ibu, saya tidak menilai ibu ceroboh atau tidak jelas bidang keahliannya. Saya hanya mencoba memberikan alasan yang saya sendiri tidak tahu apakah itu yang terjadi atau tidak. Kita sama-sama pesakitan bu, cuma nasib saya lebih baik dari Ibu dimana saya lulus, Ibu belum. Saya tidak berani mengatakan Ibu tidak pantas lulus, tetapi saya mengatakan kemungkinan penyebab ibu tidak lulus atau belum lulus. Saya juga masih bingung di mana bedanya tidak lulus dengan belum lulus.
Saya berani mengatakan saya lulus setelah sejak tanggal 18 november yang lalu sampai hari ini dan saya melihat hasil akhir saya paling tidak 5 kali dalam satu hari. Saya memberanikan diri mengatakan bahwa saya lulus setelah melihat setiap hari (6 kali paling tidak dalam satu hari).
Maaf bu, saya tidak bermaksud membuat ibu tambah sedih. Saya hanya mencoba memberikan penjelasan sehingga hal ini tak perlu Ibu pikirkan sampai lupa makan, lupa anak dan suami, lupa fungsi utama kita sebagai dosen.
Terimakasih ibu, atas respons ibu.
RONSEN PURBA . Kamis, 24 Nopember 2011 19:41:08
I KETUT ADHIMASTRA . L . adhimastra2301[at]yahoo[dot]com
Dalam Bahasa Indonesia dikenal beberapa susunan kata yang memberikan kemiripan makna seperti misalnya: BELUM LULUS; TIDAK LULUS; AKAN LULUS; HENDAK LULUS; BERHARAP LULUS; SEMOGA LULUS; BERKESEMPATAN LULUS ..... masih bisa ditambah untuk memperpanjang susunan kata-katanya. Bagi yang memang ahlinya dalam Bahasa Indonesia tentunya sangat memahami betul susunan-susunan itu (dalam kondisi ini saya tidak dalam posisi ini). Hanya ada terselip pertanyaan yang sederhana disini, Mengapa dipergunakan susunan: BELUM LULUS? maaf ini sekedar meramaikan rubrik "Suara Anda" jelas ini pertanyaan konyol sekali. Selamat buat bapak/ibu dosen yang telah dinyatakan LULUS, semoga berkah ini senantiasa menyadarkan kita semua akan arti/makna sebuah kebesaran hati dari tugas yang tidak ringan ini
Kamis, 24 Nopember 2011 16:54:03
betul, terminologi yang dipakai adalah BELUM LULUS, artinya dosen tersebut bisa lulus untuk sertifikasi yang akan datang. Jika dia TIDAK LULUS, maka dosen tersebut tidak berkesempatan lagi untuk mengikuti sertifikasi dosen. Jadi sudah pas jika terminologi yang dipakai adalah BELUM LULUS, karena memang sekarang masih berstatus belum lulus. Barangkali pada serdos depan bisa berubah status menjadi LULUS
Sugiyanto . Jumat, 25 Nopember 2011 18:25:22
MASRUROH . P . rafizen_02[at]yahoo[dot]com
Terima kasih saran dan kritikan dr pak WIDODO, perlu saya jelaskan saya sekolah bukan beasiswa dari dana DIKTI pak, dan maaf sekali memang benar di Indonesia sangat banyak doktor2 yang jauh lebih berprestasi, tidak ada maksud saya untuk membanggakan diri krn tdk ada gunanya, karena DIATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT dan tiap manusia punya kelemahan. Saya tidak menjelek2kan dikti hanya minta transparansi dr sistem penilaian dr DIKTI?jangan salah ya..tolong ditulis identifikasi yang jelas jika menulis di suara anda spt teman2 lainnya, intinya kita ingin share pak bukan malah mengomentari sharing teman2 denga kata2 yang kasar. Terima kasih
Kamis, 24 Nopember 2011 11:45:05
Bener Bu Masruroh.
NORMAN DUMA SITINJAK . Kamis, 24 Nopember 2011 12:41:51
Iya ibu benar, Pak Widodo tidak merasakan gmana rasanya yang belum lulus, saya disamakan teman saya yang kurang aktif bisa dilihat dari CVnya yang sangat minim dan mungkin juga ga nyambung ,tapi Bukti dikti kan dari DD sajakan dan menyakitkan disebut Plagiat semoga Pak widodo paham dan dapat merasakannya..AMIN
SUAIBATUL ASLAMIAH . Kamis, 24 Nopember 2011 16:49:34
MASRUROH.....suara anda ini...mungkin sudah dirancang dan dipikirkan panitia efek yang terjadi...dalam pelaksanaan serdos 2011 ini, sehingga suara anda ini tidak pernah akan ditanggapi oleh panitia, jadi suara anda hanya akan share dengan peserta lainnya...jadi tak salahnya kami yang bernasib sama dengan sdr. mengomentari pernyataan sdr , bahkan kami dapat berkesimpulan sbb ;
1. MASRUROH bukan membanggakan diri tapi menyombongkan diri.
2. MASRUROH orangnya egoisme tinggi
3 Biar cepat keluar serdos ngurusin cepat guru besarnya dengan catatan banyak buat seminar ke luar negeri, eropa, amerika atau asia timur..jangan hanya didalam negeri..nanti kelamaan.
4. Kalau kami yang panitia, MASRUROH bukan hasil akhi Belum Lulus tapi kami akan tulis TIDAK LULUS.
wassalam.....
WIDODO . Kamis, 24 Nopember 2011 18:44:32
ARIFIN . L . arifin_unisan[at]yahoo[dot]com
Ass. sekedar masukan buat asessor dikti. saya dinyatakan perlu verifikasi ulang pada hasil pengumuman serdos gel. I, karena terindikasi adanya kemiripan dari 3 teman sejawat saya. setelah pada pengumuman Gel. II saya dinyatakan belum lulus, sedangkan ke dua teman saya dinyatakan lulus. Yang menjadi masukan saya sekalian koreksi bagi asessor adalah ketika hal tersebut terjadi adanya indikasi kemiripan sebaiknya untuk tim asessor turun langsung kelapangan untuk memverifikasi/pengecekan yang mana sebenarnya asli atau tidak dan jika perlu di cek bukti fisik, kami pahami bahwa sewaktu kami mengisi deskripsi diri kami bertiga terlebih awal melakukan diskusi, namun yang kami tuangkan pada DD itu benar pemikiran kami masing-masing, di jamin bukan plagiat.
Kemudian sebagai pertanyaan saya: apakah saya ini atau yang senasib dengan saya "belum lulus", masih diikutsertakan sebagai calon sertifikasi tahun 2012, dan jika Ya..., apakah proses sertifikasinya masih seperti tahun 2011 atau secara otomatis disertifikasi ? atau mekanismenya cara lain lagi....?
Mohon saran dan terima kasih.
Kamis, 24 Nopember 2011 11:06:30
SUAIBATUL ASLAMIAH . P . suaibatul99[at]yahoo[dot]co[dot]id
Ass.
saya setuju aja adanya program plagiat memacu kita lebih mandiri dan bertanggung jawab..namun perlu ditambahkannya software yang bisa mengetahui siapa-siapa saja yang melihat punya kita karena program ini sudah ada FACEBOOK,NETLOG dan KOPERTIS XI mengetahui berapa orang yang berkunjung ke akunya sehingga tidak ada yang merasa tedzalimi.
Kamis, 24 Nopember 2011 09:10:36
ZULIA HANUM . P . wanarvan[at]ymail[dot]com
Bapak serta Ibu Dikti, saya mau tanya hasil pengumuman yang pertama saya lulus, waktu pengumuman yang kedua saya dinyatakan belum lulus dimana letak kesalahan saya karena dinyatakan belum lulus sementara teman teman saya yang dinyatakan lulus tetap lulus saya mohon penjelasan bapak serta ibu Dikti. saya peserta no 0103037502 pada gelombang II tahun 2011 ini. atas penjelasan Bapak/Ibu sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.
Rabu, 23 Nopember 2011 18:11:13
SAMA-SAMA KAMI BELUM LULUS......BERARTI MASIH ADA KESEMPATAN PADA TAHUN-TAHUN BERIKUTNYA....SUDAH BETUL SERDOS INI DILAKUKAN KARNA TERUKUR DAN TERUJI KWALITAS KITA ......SAYA SEPENDAPAT DENGAN PROGRAM INI...KARENA TIDAK MEMANDANG ANDA ATAU SAYA LULUSAN DARI UNIVERSITAS TERNAMA ATAU TIDAK TERNAMA DIDALAM NEGERI ATAU LUAR NEGERI, ANDA S3 ATAU BARU S2......, BAGI TEMAN-TEMAN YANG SENASIB,, JANGAN SELALU MENYALAHKAN DIKTI.....YANG PERLU DI BERI MASUKAN KEPADA PARA PANITIA SERDOS .......KAMI HARAP TAHUN-TAHUN KEDEPAN PEMBENTUKAN PANITIA SERDOS LEBIH BAIK LAGI...WASALAM.
WIDODO . Kamis, 24 Nopember 2011 07:10:46
ZULIA HANUM . P . wanarvan[at]ymail[dot]com
Bapak serta Ibu Dikti, saya mau tanya hasil pengumuman yang pertama saya lulus, waktu pengumuman yang kedua saya dinyatakan belum lulus dimana letak kesalahan saya karena dinyatakan belum lulus sementara teman teman saya yang dinyatakan lulus tetap lulus saya mohon penjelasan bapak serta ibu Dikti. saya peserta no 0103037502 pada gelombang II tahun 2011 ini. atas penjelasan Bapak/Ibu sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.
Rabu, 23 Nopember 2011 18:11:12
SITI HADIJAH . P . siti[dot]hadiajh87[at]yahoo[dot]com
YTH. panitia Serdos DIKTI
Hanya mau curhat, saya dosaen yang telah mengajar 29 th,gal. IV/c, pernah menjadi dosen teladan dan menjabat beberapa jabatan di fakultas, aktif menulis, dan sering mendapat PKM dan penelitian dari DIKTI, aktif mengajar dengan empat mata kuliah dalam satu semester. Karena DD saya dipinjam kawan, sehingga saya diferifikasi karena ada kemiripan dengan kawan dan dinyatakan belum lulus padahal saya tidak pernah menjiplak, sementara dosen yang baru lima tahun mengajar bermasalah lagi karena mengajar hanya memberikan fotocopy dan jarang masuk LULUS. Di mana letak keadilan penilaian pengabdian seorang dosen? Saya merasa dirugikan sekali.
Rabu, 23 Nopember 2011 14:58:20
Yth, Ibu Siti. Andaikata saya ikut menentukan kriteria serdos ini, maka saya pasti masukkan lama pengabdian. Misalnya dosen yang telah mengabdi 20 tahun lebih otomatis LULUS. Dikti dan tim penyusun panduan tidak melihat itu sebagai salah satu poin penting dalam serdos ini. Apalagi Ibu sudah IV/c, apalagi sebetulnya yang disangsikan kapasitas ibu sebagai dosen. Tetapi kembali, bukan kita yang membuat aturan sehingga aturan lama mengabdi tidak masuk sebagai syarat utama atau salah satu syarat. Kemudian yang kedua Bu, Ibu mengajar 4 mata kuliah dalam satu minggu. Bagaimana Ibu menjelaskan hal ini dalam DD? Bagaimana Ibu membagi waktu untuk 4 mata kuliah berbeda tersebut? Di mana atau apa mata kuliah yang menjadi ciri khas ibu sebagai bidang ilmu yang Ibu tekuni? Ini mungkin yang saya curigai salah satu hal yang terdeteksi oleh sistem dan yang tidak bisa meyakinkan asesor bahwa Ibu "profesional". Ini hanya dugaan saya Bu, saya tidak tahu pasti. Kemudian masalah DD Ibu dipinjam teman. Yakinkah Ibu bahwa yang Ibu buat lebih baik dari yang berhasil dibuat oleh teman tersebut setelah mendapatkan masukan dari Ibu? Saya percaya bahwa teman Ibu bisa membuat lebih baik dari yang Ibu buat dengan belajar dari kesalahan yang ada dalam DD Ibu. Mengapa punya teman itu lebih baik? Karena dia punya dua sumber berbeda yakni dari Ibu dan dari dia sendiri. Sistem melihat yang lebih lengkap adalah lebih baik. Kalau ibu hanya mengahasilkan misalkan 100 kata untuk pertanyaan no 4, kemudian teman ibu berhasil mengembangkannya menjadi 150 atau 200 kata untuk pertanyaan yang sama. Siapa yang dicurigai sistem menjiplak siapa? Kembali ini hanya analisis saya. Karena menurut saya sistem hanya melihat berapa banyak kata yang sama dalam dua DD yang berbeda. Sayang sekali sistem saya kira hanya sebatas lexical analysis, tdiak sampai pada syntax apalagi semantic analysis. Jadi saya curiga sistem membandingkan 100 kata dengan yang 200 kata bukan sebaliknya. dari 100 kata yang Ibu tuliskan berapa banyak yang sama dengan yang ada dalam yang 200 kata. Ini hanya analisis yang coba saya perkirakan. Saya tidak tahu persis bagaimana cara kerja sistem yang digunakan dalam serdos ini. Yang berikutnya, kelulusan tidak semata ditentukan siapa yang lebih baik tetapi siapa yang lebih beruntung. Orang yang 5 tahun mengajar dan mengajar tidak benar (menurut kita), ternyata lulus. Alasannya di mana? Nasibnya lebih baik. Itu menurut saya. Di mana bedanya : Ibu dirugikan atau dia diuntungkan. Semoga bisa menghibur dan tetap semangat Bu, Hidup ini bukan hanya sekedar SERDOS. Kita hidup bukan untuk SERDOS, tetapi kita hidup sebagai pembawa perubahan dan pembaharuan dan memberikan bekal yang mumpuni kepada mahasiswa kita. Tidak ada pekerjaan yang lebih mulia dibandingkan dengan membuat orang "bodoh" menjadi "pandai". Masih ada kesempatan, dunia tidak kiamat dan ibu pasti masih bisa bahagia tanpa serdos. Terima kasih dan salam dari saya kepada kita semua. Ronsen Purba, STMIK Mikroskil Medan
RONSEN PURBA . Kamis, 24 Nopember 2011 16:21:39
ABDUL WAHAB . L . awahab[dot]tambusai[at]gmail[dot]com
Ass.wr.wb. Saya mau tanya info NIDN. Apakah ada ketentuan, kode 01 berarti dosen yayasan dan 00 kode untuk dosen PNS dpk? Sejawat dosen yg beri info.Karena saya dosen dpk tapi bernomor depan 01. Dimana ketentuan ini dapat saya baca? Terima kasih Bu/Pak. wassalam
Rabu, 23 Nopember 2011 12:59:26
JULIA NURENDAH . P . lia_niceone[at]yahoo[dot]com
HASIL COPAS DARI MILIST KOPERTIS-IV YANG DIKIRIM IBU FITRI :
Bagi DYS yang dinyatakan belum lulus dan yang dibatalkan keikutsertaannya, Jika ingin melakukan konfirmasi dan klarifikasi dapat membaca panduan pada Hasil Rapat Yudisium Serdos Gel I dan Gel II di:
http://www.kopertis12.or.id/2011/11/23/informasi-kelulusan-dan-hasil-rapat-yudisium-serdos-gel-i-dan-gel-ii-tahun-2011.html
Rabu, 23 Nopember 2011 11:23:51
Terima kasih infonya Ibu, menjadi semakin terang. memang benar ya, aspek penentu keputusan hanya DD. Terima kasih
SITI ASMANIYAH MARDIYANI . Rabu, 23 Nopember 2011 12:16:10
BISMAN PERANGIN ANGIN . L . bipesu[at]yahoo[dot]com
Dengan hati yang tulus dan sedalam-dalamnya saya mengucapkan Terima Kasih kepada Bapak-Bapak penentu kelulusan serdos. Saya merasa mengerjakan sendiri diskripsi diri saya dan sesuai dengan apa yang saya kerjakan selama ini, Demikian juga saya telah bersusah payah untuk mencapai strata S3 untuk pengembangan diri dengan harapan bisa merubah nasib, namun walaupun demikian dianggap belum layak mendapat sertifikasi (belum luslus). Sekali lagi dengan hati yang paling dalam saya aturkan banyak TERIMA KASIH, semoga Tuhan memberkati Bapak-Bapak semuanya.
Rabu, 23 Nopember 2011 10:23:02
UNTORO BUDI SURONO . L . untoro_b_s[at]yahoo[dot]co[dot]id
Kalau tidak lulus krn prestasinya kurang,sangat logis kalau butuh waktu 1 atau 2 tahun untuk memperbaiki. Kalau tidak lulus karena DD , apakah logis menunggu 1 atau 2 tahun lagi untuk mengajukan sertifikasi?
Rabu, 23 Nopember 2011 07:11:59
Bgm kalo yang BELUM LULUS diberi tunjangan 1/2 gaji pokoknya? Supaya digunakan untuk perbaikan etos kerja 1-2 tahun ke depan, setuju?
RUSDI . Rabu, 23 Nopember 2011 09:36:49
Bgm kalo yang BELUM LULUS diberi tunjangan 1/2 gaji pokoknya? Supaya digunakan untuk perbaikan etos kerja 1-2 tahun ke depan, setuju?
RUSDI . Rabu, 23 Nopember 2011 09:36:50
Yth, Pak Untoro. Sayang sekali tidak bisa mau kita karena kita adalah objek yang dinilai. Itu sudah dibuatkan aturannya seperti itu. Kita memang berharap aturan itu bisa dibuat seperti yang Bapak harapkan. Itu hanyalah sejenis filter untuk mengurangi beban kerja dan anggaran dikti serta bagaimana agar kita serius mempersiapkan pengisian portofolio kita sehingga mengurangi resiko gagal. Sebab kalau gagal, maka kita harus menunggu 2 tahun lagi. Sakit memang. Jadi kalau kita tidak ingin gagal, maka kita harus memberikan informasi dan dekripsi yang "masuk akal"
RONSEN PURBA . Kamis, 24 Nopember 2011 16:27:16
ANI BUDI ASTUTI . P . anibudi_mat[at]yahoo[dot]com
Sebagaimana yang telah disampaikan bu Masruroh, pak Indra dan teman-teman yang lain, begitu jelas sudah bahwa sistem yang dipakai utk menentukan lulus atau tidak lulus serdos tahun 2011 ini amat sangat merugikan dan mendolimi banyak dosen yang berprestasi, begitu banyak salah sasaran, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa sistem ini pertama kali diterapkan tanpa sosialisasi yang cukup apalagi kami yang dinilai tak pernah tahu bahwa DD kami akan dibaca mesin walaupun pada akhirnya di nilai kembali oleh 4 komponen penilai, tetap tidak fair karena yg dibaca pasti hanya yang bermasalah saja yaitu yang mirip dan tidak dibaca keseluruhan isi dan harusnya dicek data dukung penilaian lain yang telah lulus. Kita semua telah menjadi kelinci percobaan dengan ketidakadilan yang kita peroleh, tentu menjadi amat sangat tidak adil jika dibandingkan dengan serdos-serdos sebelumnya yaitu sistem manual yang hasilnya banyak yang lulus, berarti sangat tidak adil, yang angkatan 2011 diberlakukan sistem baru yang banyak mudorotnya sedangkan angkatan sebelumnya lebih diuntungkan karena sistem penilaian yang punya nurani dan hasilnya banyak yang lulus. Amat sangat tidak adil, sistem sebelumnya sudah memberi hasil banyak lulus dan tidak ada gelar plagiasi bagi yang tidak lulus. Tapi coba kita lihat, sistem baru 2011 sudah banyak menghasilkan tidak lulus dan salah sasaran dan dapat gelar plagiasi. Dikti yth, dimana letak keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sila ke-5 Pancasila, dapat saudara pertanggungjawabkan? Bekerjalah dengan nurani dan logika yang benar, sistem anda sudah mendolimi banyak orang, tolong tinjau kembali untuk angkatan 2011 sebagai kelinci percobaanmu ini dan dengarkan aspirasi kami dengan sungguh-sungguh.
Rabu, 23 Nopember 2011 06:00:12
Bu Ani, coba sj sms ke pengaduan SBY nomor 9949. Hari senin siang saya sdh sms dan delivered. Sy yakin semakin banyak yg sms semakin cepat direspon. Kalau cuma di suara anda kita tdk akan ditanggapin.
NORMAN DUMA SITINJAK . Rabu, 23 Nopember 2011 07:39:40
YA moga kita diberi keadilan untuk Gelombang I diluluskan semua karena tidak adanya sosialisasi dari awal adanya Alat/software Plagiat .kalo dari awal sudah diberitau ada kemungkinan lebih objektif melihat DD dan CV masing-masing DYS
SUAIBATUL ASLAMIAH . Rabu, 23 Nopember 2011 08:13:25
Oke pak, terimakasih infonya
ANI BUDI ASTUTI . Rabu, 23 Nopember 2011 19:53:24
ANI BUDI ASTUSTI...dikti sudah bekerja dengan penuh tanggung jawab...Keadilan ..antara lain Serdos ini bukan milik dosen-dosen di pulau jawa, tetapi seluruh dosen yg berada di pulau sumatra ,bali sulawesi , irian , dan lain sebagainya,,,,, tetapi harus diseleksi...mana yang terbaik dari yang baik-baik. dan yang masih kurang baik dinyatakan belum lulus....jadi ada kesempatan untuk tahun berikutnya....anda mau sms ke 9949.....apa yg harus di sampaikan....karena dikti punya bukti anda belum lulus atau belum beruntung kalau dalam Quiz.....
WIDODO . Kamis, 24 Nopember 2011 09:58:05
RAMLI THAHIR . L . ramli[dot]thahir[at]yahoo[dot]com
...........SERDOS 2011.... KNAPA YANG SUDAH MENGABDI LEBIH DARI 10 TAHUN JUSTRU KEBANYAKAN TIDAK LULUS...... TERNYATA PENGABDIAN PADA NEGARA HANYA DI UKUR DARI "DESKRIPSI DIRI" ..... GIMANA BANGSA KITA BISA MAJU DIBANDINGKAN NEGARA LAIN......... ( SUATU REALITA BANGSA KITA)
Selasa, 22 Nopember 2011 22:43:42
MUHAMMAD DARWIS . L . wiesputra[at]yahoo[dot]com
hahahahahahahhaha sabarlah ....orang sabar dikasihani oleh ALLAH SWT
Dari pada ditertawai lebih baik kita ketawa bersama
Dari pada diharap tidak kunjung datang lebih baik bekerja dan beramal
kalau memang rejeki tak akan lari kemana
semoga ALLAH SW mengingatkan kepada mereka yang zalim
Selasa, 22 Nopember 2011 21:39:03
MUHAMMAD DARWIS . L . wiesputra[at]yahoo[dot]com
hahahahahahahhaha sabarlah ....orang sabar dikasihani oleh ALLAH SWT
Dari pada ditertawai lebih baik kita ketawa bersama
Dari pada diharap tidak kunjung datang lebih baik bekerja dan beramal
kalau memang rejeki tak akan lari kemana
semoga ALLAH SW mengingatkan kepada mereka yang zalim
Selasa, 22 Nopember 2011 21:39:02
LIZA YULIANTI . P . yuliantiliza[at]ymail[dot]com
kepada panitia SERDOS saya hanya ingin menanyakan, apa maksudnya :
" Hasil yudisium kedua yang menetapkan bahwa DYS belum lulus tahun 2010 akan tetapi diikutsertakan dalam penilaian serdos 2011, dan dinyatakan lulus pada yudisum pertama, maka berdasarkan Permendiknas No.47 Tahun 2009 Pasal 4 Ayat (2), keikutsertan DYS tersebut dinyatakan batal."
sedangkan saya adalah peserta SERDOS 2011,
mohon penjelasannya dan jawabannya
Selasa, 22 Nopember 2011 21:07:33
KHAERUL SALEH . L . salehkhaer[at]yahoo[dot]com
bapak-bapak yang terhormat saya hanya mau tanya apa fungsi dari kolom ini karena semua pengaduan yang disampaikan tidak ada solusi dari DIKTI apa yang harus dilakukan kami semua ingin tau apa dan dimana kesalahan dan kelemahan kami kalau hanuya sebagai wadah yang kosong hemat saya kolom ini dihapus saja karena lebih banyak madharatnya dari pada manfaat sampai saat ini apa solusi dari pengaduan yang disampaikan mohon penjelsan terima kasih
Selasa, 22 Nopember 2011 19:20:04
MASRUROH . P . rafizen_02[at]yahoo[dot]com
Mohon maaf ada lagi yang ingin saya tuliskan, saat ini saya sedang mengikuti PAR di SIT Tokyo Japan, bagaimana jika harus membuat surat keberatan & bukti2?tentu bukti2 semua ada krn saat mengisi biodata tentu disesuaikan dengan data yang ada,semua berkas saya siap untuk diklarifikasi, saya baru kembali ke Indonesia tanggal 7 Janurai 2012 ini, bagaimana untuk kasus saya ini?mohon ada yang menanggapi..terima kasih
Selasa, 22 Nopember 2011 18:05:18
Salam kenal bu Masruroh. Nasib kita sama sih, saya juga terpilih sebagai juara I dosen berprestasi tingkat universitas riau tahun 2011. Namun nasib serdos masih belum lulus. Saya juga alumni Tokyo University of Marine Science and Technology, Shinagawa tahun 2009 yang skrg juga lagi mengikuti PAR di kampus yg sama. Mudah2an kita bisa ketemu dan berbincang2 lebih lama lagi. Wassalam Indra Suharman
INDRA SUHARMAN . Selasa, 22 Nopember 2011 19:03:23
Bu Masruroh, ini bu ani mat, saya mohon bantuan untuk bisa dapat file DD saman untuk saya cek kemiripannya dengan DD saya agar dapat kita jadikan bukti protes kita semua ke dikti karena memang kita tak pernah melakukan plagiat satu sama lain dan jika ternyata ada kemiripan, ita harus buat surat pernyataan bahwa kita tak pernah kerjasama dalam membuat DD dan kalaupun ada kemiripan krn faktor kebetulan. Mohon bantuannya, email saya di ani_budi@ub.ac.id.
ANI BUDI ASTUTI . Rabu, 23 Nopember 2011 05:21:16
Bu Masruroh, tolong baca tulisan saya di rubrik ini pada selasa, 22 opember 2011 jam 15:40:04. Itu yang akan kami lakukan bersama teman yang lain di UB. Bu masruroh juga pasti akan dukung penuh.
ANI BUDI ASTUTI . Rabu, 23 Nopember 2011 05:42:43
MASRUROH . P . rafizen_02[at]yahoo[dot]com
Sebagai peserta yang tidak lulus serdos sy ingin menuliskan unek2 saya & menanyakan arti SERTIFIKASI?Bukan maksud saya ingin menyombongkan diri tapi klo untuk kualitas InsyaAlloh saya memenuhi, thn 2011 ini sy meraih DOSEN TELADAN se universitas kebetulan sy dr UB, biarpun saya baru saja lulus s3 dr univ di Japan, pada deskripsi diri tentu sy tuliskan semua penghargaan, publikasi & seminar international, tapi apa daya ternyata nasib saya harus diverifikasi?pada deskripsi diri saya diduga ada kemiripan 70 % & ternyata dr hsl verifikasi final status saya Belum Lulus, yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana cara DIKTI memverifikasi hal ini?mohon maaf untuk penghargan, publikasi & seminar apakah setiap dosen sama?tentu tidak bukan krn kegiatan dosen dlm deskripsi diri tentu tidak sama, jadi arti SERTIFIKASI itu apa jika dosen teladan saja tidak lulus & kelulusan hanya dtentukan dr dugaan kemiripan, padahal tidak ada yg namanya mencontoh & memberikan deskripsi diri ke teman lain. Inilah yang ingin sy tanyakan, jika kegiatan pengabdian masyarakat & penelitain di fakultas yg kebetulan dilakukan bersama dianggap ada kesamaan tentu hal ini malah menjd pertanyaan?Sebagai dosen tentu semua tahu kegiatan pengmas diadakan secara TIM, namanya tim tentu bisa menuliskan hal yang sama krn kegiatan mmg dilakukan bersama, jadi itukah yang dianggap ada kemiripan? krn sy sendiri merasa deskripsi diri yang saya tulis tidak pernah mirip dg siapapun. trus utk prosentase kemiripan ternyata teman sy yng prosentase kemiripan 90% aa yang lulus & ada yang tidak, terus standar apa yang digunakan untuk menentukan kelulusan ini?Adakah semua keluhan ini dibaca olek DIKTI untuk bahan evaluasi arti SERTIFIKASI itu apa & standar penilaian sertifikasi itu apa?Jika dari biodata hrs mengisi publikasi, penghargaan dll...untuk apa?seharusnya yang diisi cukup deskripsi diri saja, dosen di Indonesia pekerjaannya tidak hanya meneliti tetapi borang banyak skl yg harus dikerjakan, jika penghargaan sbg dosen teladan tidak cukup bagi DIKTI untuk memberikan kelulusan lalu standar apa yang digunakan?mohon bener2 dibaca karena inilah yang terjdi pada saya, teman2 satu jurusan heran dengan ketidaklulusan saya ini. Smg bisa menjadi bahan evaluasi diri. Terima kasih. Masruroh-UB.
Selasa, 22 Nopember 2011 17:57:23
Sangat setuju dengan pernyataan saman bu, kita harus berjuang bersama untuk mengembalikan nama baik dan kehormatan ini. Ibu sudah begitu banyak prestasi dan seoarang Doktor, yang secara logika manapun yang akan dibuat patokan, tak pantas mendapatkan hasil serdos tidak lulus. Tolong Dikti, kalian harus mau meninjau kembali nasib-nasib kami ini karena keputusan saudara semakin jelas dan gamblang telah salah sasaran. Bu Masruroh, ada 10 dosen di Mipa UB yang verifikasi dinyatakan tidak lulus, kami semua akan berjuang ke dikti utk melakukan protes atas ketidakadilan ini. Saya tunggu kabar ibu selanjutnya.
ANI BUDI ASTUTI . Rabu, 23 Nopember 2011 05:29:02
MASRUROH..kalau mau mengomentari...jgn banyak persalahkan dikti..anda harus koreksi diri...panitia yg perlu dibenahi....anda STUDY apakah tidak melalui jalur DIKTI untuk meminta bantuan dana....dsb, .jangan membanggakan diri...sekolah di JAPAN...ada yg sekolah di Amerika dan Inggris dan lainnya...diam saja walau belum lulus.dan berkomentar seperti anda....! terimalah ketidak beruntungan tahun ini dalam serdos 2011..dan koreksi diri anda sendiri....dan harus siap..menunggu waktu berikuitnya untuk berkompetisi..
WIDODO . Kamis, 24 Nopember 2011 10:05:05
MASRUROH..kalau mau mengomentari...jgn banyak persalahkan dikti..anda harus koreksi diri...panitia yg perlu dibenahi....anda STUDY apakah tidak melalui jalur DIKTI untuk meminta bantuan dana....dsb, .jangan membanggakan diri...sekolah di JAPAN...ada yg sekolah di Amerika dan Inggris dan lainnya...diam saja walau belum lulus.dan berkomentar seperti anda....! terimalah ketidak beruntungan tahun ini dalam serdos 2011..dan koreksi diri anda sendiri....dan harus siap..menunggu waktu berikuitnya untuk berkompetisi..
WIDODO . Kamis, 24 Nopember 2011 10:05:08
MASRUROH..kalau mau mengomentari...jgn banyak persalahkan dikti..anda harus koreksi diri...panitia yg perlu dibenahi....anda STUDY apakah tidak melalui jalur DIKTI untuk meminta bantuan dana....dsb, .jangan membanggakan diri...sekolah di JAPAN...ada yg sekolah di Amerika dan Inggris dan lainnya...diam saja walau belum lulus.dan berkomentar seperti anda....! terimalah ketidak beruntungan tahun ini dalam serdos 2011..dan koreksi diri anda sendiri....dan harus siap..menunggu waktu berikuitnya untuk berkompetisi..
WIDODO . Kamis, 24 Nopember 2011 10:05:23
Wah yg mulai emosi Pak WIdodo nech, nyebut orang tidak ada Pak atau ibu duluan. Semua tau jika kolom suara anda cuma tempat buang unek2 krn tdk akan ditanggapi. Kalem Pak, biarkan setiap orang mengekspresikan dirinya masing-masing. Ini kan punya umum. Wong msh dalam batas2 etis kok.
NORMAN DUMA SITINJAK . Kamis, 24 Nopember 2011 12:41:11
Pak Norman, saudara widodo ini tidak sekedar emosi tapi mengalami depresi berat karena kenyataan yang dihadapi.
ANI BUDI ASTUTI . Kamis, 24 Nopember 2011 21:38:21
D TAMARA DIRASUTISNA . L . tamaradirasutisna[at]yahoo[dot]com
Pendidikan di Indonesia semakin menurun, penurunan kualitas mahasiswa bergantung dari kualitas dosen. Bagaimana dosen bisa berkualitas jika hidupnya kembang kempis dengan gaji pas-pasan. Dan saya sendiri sebagai dosen merasakan hal sepert ini. Ada seberkas harapan dengan adanya dana serdos, tapi harapan itu menjadi punah manakala saya dinyatakan tidak lulus. Ini demi bangsa dan generasiu penerus, suatu bangsa bisa berkembang jika dunia pendidikannya maju dan pendidikan maju jika pengajarnya bisa hidup tenang damai yaitu dengan mendapat kebutuhan hidup yang cukup dan wajar. Kepada Yang Mulya Paduka Dirjen Dikti beserta hamba2nya, jangan permainkan kami . Sudah cape2 kurang tidur untuk mengisi serdos serta dana fotocopy yang tidak sedikit, eh nyatanya tidak lulus dan dinyatakan gugur. Sekali lagi saya ingatkan :"Pendidikan di Indonesia harus maju, tapi jangan lupa kesejahteraan dosen diperhatikan!!!!
Selasa, 22 Nopember 2011 16:10:58
Setuju benar sekali pendapat IBu , bukankah ada tunjangan serdos adalah salah satu program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan kualitas tenaga pendidiknya tapi kelihatanya masih separoh hati bu untuk melaksanakan itu.
SUAIBATUL ASLAMIAH . Selasa, 22 Nopember 2011 17:17:46
bapak ini kenapa ya, dosen kok kayak gini, udah tua kayak anak kecil
gak lulus ya udah pak, itu artinya bapak tidak berkualitas
Mahasiswa 1 untuk 0027116107 . Selasa, 22 Nopember 2011 17:56:25
Tidak saja separoh hati tapi sepenuh hati, buktinya banyak salah sasaran, dosen yang kinerjanya baguuuussss, berprestasi, sungguh-sungguh, gelar pendidikan paling tinggi yaitu Doktor, tidak lulus. Dosen yang kinerjanya sangat rendah dan hanya memenuhi kriteria minimum syarat malah lulus. Inilah sistem penilaian yang tidak mempertimbangkan unsur keadilan dan logika, semua prestasi dan kinerja tinggi menjadi hilang dalam sekejap mata hanya karena sebagian kecil komponen DD yang diindikasi mirip pada akhirnya fatal semuanya. Dimanakah keadilan dunia akan diperoleh kalau sudah seperti ini?????
ANI BUDI ASTUTI . Selasa, 22 Nopember 2011 18:14:46
NIKEN SULISTYOWATI . .
Sebagai seorang pendidik saya sangat sedih dengan sistem serdos ini. Di satu sisi DIKTI menuntut para dosen untuk mau meningkatkan kualitas diri, salah satunya dengan mewajibkan dosen sekolah lagi (S3). Kita semua tau dan tentunya dosenpun setuju akan hal ini. Tapi,... telah terjadi paradoks,..di satu sisi "mensupport" di sisi lain tidak ada apresiasi,... Padahal menurut pengalaman saya, untuk menjadi seorang doktor tidak mudah, saking tidak mudahnya banyak orang yang menurut saya pandai, toh akhirnya tidak dapat menyelesaikannya dan terpaksa harus DO,. Puji syukur pada Tuhan saya dapat selesai dgn baik,... eee di serdos malah nga lulus,... Apakah mmg serdos lebih sulit dari sekolah program doktor??? Bingung saya??? Kenapa jadi spt ini sistem pendidikan kita,..??? Ternyata mmg benar,. keadilan hanya milik Tuhan,.. semoga kita semua diberi kekuatan dalam menghadapi ini semua,.. Tuhan tidak tidur teman,....
Selasa, 22 Nopember 2011 15:27:48
Betul sekali Bu, untuk menjadi doktor itu diperlukan tidak saja air mata, bahkan saya sampai demam berdarah karena memikirkan disertasi yang tak kunjung usai. Alhamdulillah disertai darah dan air mata itu, di usia 34 th saya berhasil menjadi doktor. Sabar ya Bu semoga di 2013 ibu lulus......
YESSI ELSANDRA . Selasa, 22 Nopember 2011 15:44:15
ini satu lagi, manusia gak bersyukur
support-support apa itu
dosen kayak ginilah yang menyebabkan mahasiswa jadi arogan dan akibatnya dimana-mana mahasiswa banyak tawuran
Mahasiswa 1 untuk 0027116107 . Selasa, 22 Nopember 2011 18:02:44
Betul...betul....betul....sekali, berarti kelulusan serdos lebih sulit daripada meraih gelar doktor karena walaupun dengan darah dan air mata, ternyata gelar itu bisa diperoleh tapi serdos kabur di terjang badai tornado. Sungguh aneh ya bu
ANI BUDI ASTUTI . Selasa, 22 Nopember 2011 18:21:08
ANI BUDI ASTUTI . . anibudi_mat[at]yahoo[dot]com
Teman-teman seperjuangan, mari keberatan dan protes kita ini kita sampaikan secara resmi melalui rektor PT masing-masing dengan cara membuat surat keberatan ke Dekan disertai bukti-bukti yang cukup seperti kemiripan DD dengan siapa dan pada poin mana saja (untuk tahu ini, PTPS PT bapak ibu yang punya) dan mengetahuinya menjadi hak kita, dan jika dari hasil klarifikasi kita sendiri ternyata memang ada kemiripan dan kita memang benar-benar tidak melakukan penyontekan, kita sertakan bukti surat pernyataan di atas materai bahwa kita tidak pernah melakukan penyontekan dengan siapapun dan kemiripan itu hanya faktor kebetulan kecuali memang 100% sama tentu bukan kebetulan. Nah surat keberatan itu kita tujukan ke dekan masing-masing utk dilanjutkan ke rektor dan dikti. Insya Alloh ini jalannya karena Dikti membuka kesempatan protes tetapi mekanismenya melalui rektor (saya mendapatkan info ini dari sumber yang falid). Kita harus tetap berjuang utk nama baik dan kehormatan kita sebagai dosen yang telah mengabdi puluhan tahun. terimakasih
Selasa, 22 Nopember 2011 15:11:04
coba sms ke 9949
nomor pengaduan ke Presiden SBY
NORMAN DUMA SITINJAK . Selasa, 22 Nopember 2011 15:17:00
Ok Setuju Bu,,mungkin perlu kita pengaduan ke Presiden SBY
SUAIBATUL ASLAMIAH . Selasa, 22 Nopember 2011 17:18:48
Terimakasih infonya, apa bapak dan ibu sudah mengadukan ke SBY?
ANI BUDI ASTUTI . Selasa, 22 Nopember 2011 17:58:27
SLAMET WIDODO . .
Sertifikasi dosen dilandasi oleh semangat meningktkan profesionalisme dosen. Penggunaan aplikasi deteksi plagiasi sangat bagus guna mengurangi kebiasaan plagiasi dalam penyusunan karya ilmiah. Saya dalam pembelajaran pun menggunakan aplikasi deteksi plagiasi b erbasis web PlagiarismDetect.Com berbasis web. Namun untuk mendidik mahasiswa, saya pun tidak melakukan tata cara menjebak. Saya umumkan dulu pada mahasiswa tentang Permendiknas 17/2010, saya sampaikan bahwa ada teknik sitasi, parafrase dalam penulisan ilmiah. Saya sampaikan pula bahwa nanti akan diuji dengan aplikasi komputer.
Bagaimana dengan Dikti? Satu kekurangan dalam serdos 2011 ini adalah tidak mensosialisasikan penggunaan aplikasi deteksi plagiasi. Kalau kita sering mendengar bahkan mengalami joke oknum polisi sembunyi di balik pohon dan tiba-tiba priiiiit.... Analoginya sama dengan yang telah dilakukan oleh Dikti dalam serdos 2011 ini.
Jika kita melihat KPK, disana ada divisi pencegahan. Keliling sosialisasi, pendampingan, pemberian fatwa. Harusnya Dikti dalam menjalankan Permendiknas 17/2010 juga melalui tahapan tersebut. Kenapa? Kita semua sadar pendidikan di Indonesia. Plagiasi harus diperangi tapi tidak dengan sekali tebas tanpa warning terlebih dahulu.
Seandainya di awal disampaikan tentang kebijakan plagiasi dan penggunaan aplikasi, saya yakin peserta serdos akan jungkir balik mengeluarkan segala kemampuan untuk menyusun deskripsi diri. Serdos 2011 tercapai, pembelajaran anti plagiasi tercapai. Harapannya perubahan sikap dan perilaku pasca serdos pun tercapai. Istilahnya serdos yang mabrur.
Ada satu lagi kelemahan serdos 2011. Dikti hanya melihat fakta kemiripan deskripsi diri. Dikti melupakan dan tidak mencari fakta mengapa deskripsi diri mirip. Permendiknas 17/2010 tidak memmberi ruang perlindungan hukum, ekonomi dan sosial bagi dosen korban plagiasi. Apakah Dikti akan membiarkan dosen-dosen peserta serdos saling tuntut. Jika deskripsi diri saya diplagiasi dan ada pengakuan pelaku, apakah Dikti tutup mata. Apakah Dikti menyarankan saya menuntut pelaku? Rasanya kurang pas. Mari merenung bersama.
Salam!
Selasa, 22 Nopember 2011 14:26:47
OK SETUJU Pak Slamet Lanjutkan.
SUAIBATUL ASLAMIAH . Selasa, 22 Nopember 2011 17:20:55
NIKEN SULISTYOWATI . .
Ini rumah kok seperti tak berpenghuni ya,..?? kemana nih tuan rumah??? atau kita yang kesasar ya???
Selasa, 22 Nopember 2011 12:51:28
wah.. salah alamat tuch... kemana...kemana....dimana...
BAMBANG RAHARDJO . Selasa, 22 Nopember 2011 13:04:11
Mungkin rumahnya berhantu bu sehingga tuan rumahnya takut dan meninggalkan arena...........
ANI BUDI ASTUTI . Selasa, 22 Nopember 2011 14:57:20
RIGNOLDA DJAMALUDDIN . L . rignolda[at]gmail[dot]com
Yth. Direktur Diktendi dan Panitia Serdos 2012
Saya berharap media komunikasi ini memang disediakan untuk kepentingan serdos. Langsung pada pokok permasalahan bahwa hasil verifikasi yang dilakukan oleh tim asesor bahwa saya terverifikasi BELUM LULUS. Indikasinya bahwa benar ada kemiripan deskripsi diri saya dengan satu atau mungkin lebih peserta yang lain.Saya sudah menandatangani surat penrnyataan originaliti dokumen yang saya buat, dengan sadar sebagai seorang dosen maupun sebagai seorang yang beragama.Saya kembali menegaskan bahwa informasi yang saya tuliskan adalah benar dan saya buat sendiri, saya tidak bertanggungjawab apabila kemudian ada pihak yang mengutipnya secara sadar atau tidak.Status sertifikasi adalah hak kukum saya yang disediakan oleh negara sebagai pegawai negeri sipil, pelayan abdi negara.Bagi saya kejujuran adalah hal prinsip, sementara ketidak adilan tidak bisa dibiarkan hidup.Saya memohon kepada panitia atau pihak yang bertangjawab atas keputusan yang sudah diambil untuk memberi klarifikasi atas keputusan yang sudah dibuat sesegera mungkin.Saya sangat siap secara moril maupun materil untuk membuktikan bahwa pernyataan yang sudah saya tandatangani dalam dokumen deskripsi diri maupun dokumen lainnya terkait serdos adalah benar termasuk siap menerima sanksi.Bila secara prosedural keputusan yang dibuat dipandang sudah final, maka sebagai pihak yang dikorbankan hak hukumnya saya kira masih ada mekanisme hukum yang bisa kita tempuh untuk menelusuri dan mencari kebenaran demi tegaknya keadilan. Salam hormat.
Selasa, 22 Nopember 2011 10:23:57
Betul pak Rignoldda, saya sekarang secara institusional melalui rektor sedang mempersiapkan surat keberatan disertai bukti-bukti dan surat pernyataan originalitas DD saya untuk ditindak lanjuti ke Dikti. Langkah awal itu yang harus kita lakukan, sepertinya Dikti hanya akan menerima protes dari pimpinan tertinggi PT yaitu Rektor. Semoga perjuangan kita untuk mengembalikan nama baik dan martabat kita sebagai dosen dapat dikembalikan Dikti selaku eksekutor.
ANI BUDI ASTUTI . Selasa, 22 Nopember 2011 14:34:17
QOMARUN . L . qomarun[at]ums[dot]ac[dot]id
Bhs Arab TERSTRUKTUR krn JENDER; bhs Inggris TERSTRUKTUR krn WAKTU; bhs Jawa TERSTRUKTUR krn KASTA. Bhs Indonesia TERSTRUKTUR krn? Ooo.. tdk ada! Pantesan pada MIRIP, krn tdk ada strukturnya. Saya berstatus LULUS tp akal sehat saya mengatakan ada yg salah ttg ALAT.
Selasa, 22 Nopember 2011 10:18:24
INDRA RANU KUSUMA . L . kusuma[at]its[dot]ac[dot]id
Kalo tidak salah, ada empat kriteria:
1. kepangkatan / jabatan fungsional/ jenjang kependidikan
2. evaluasi diri yang mempunyai nilai diatas nilai lulus (saya lupa)
3. konsisten pada presepsi diri
4. lupa

Mohon maaf saya lupa pada beberapa kriteria.
mohon dilengkapi bagi bapak/ibu yang tahu

Salam
Indra Ranu Kusuma
Selasa, 22 Nopember 2011 08:55:32
mohon maaf pak INDRA RANU KUSUMA, kalau misalnya banyak bapak yang belum tahu mengenai kriteria serdos, sebaiknya ngga usah banyak kasih komentar di suara anda. Lebih baik bapak baca lagi tu kriteria2 penilaian serdos dalam buku petunjuknya. Makasih. Salam dari Indra
INDRA SUHARMAN . Selasa, 22 Nopember 2011 09:36:22
Menurut Buku 2 Pedoman serdos 2011 sumber penilaian untuk menentukan kelulusan serdos 2011 adalah :
1 Instrumen Persepsional dari 4 kelompok penilai (Atasan, Teman
sejawat, Mahasiswa, dan DYS sendiri).
2 Instrumen Deskripsi Diri (Persona) atau DD.
3 Nilai Konsistensi.
4 Nilai Gabungan PAK dan Persepsional.

Setiap sumber peniliaian (No. 1 - 4,) ada cara perhitungannya di buku pedoman nomor 2..

Kesimpulan akhir seorang peserta sertifikasi dosen dinyatakan lulus hanya apabila keempat sumber penilaian disimpulkan LULUS.

Kesimpulan akhir seorang peserta sertifikasi dosen dinyatakan belum lulus apabila salah satu sumber penilaian ada disimpulkan belum lulus.

Semoga bermanfaat.
IBRAHIM . Selasa, 22 Nopember 2011 10:03:45
Iya Pak. Saran dari Surharman juga cemerlang. Salam kenal juga Pak Indra Suharman.
INDRA RANU KUSUMA . Selasa, 22 Nopember 2011 10:06:42
salam kenal kembali ya pak ranu kusuma. wassalam dari indra
INDRA SUHARMAN . Selasa, 22 Nopember 2011 10:17:14
ADNAN SOFYAN . L . adsofyann[at]gmail[dot]com
yang tahu kinerja dosen adalah pimpinan Universitasnya sendiri. sertifikasi perlu di kaji ulang.
Selasa, 22 Nopember 2011 08:49:05
Betul Pak. Itu termasuk pada presepsi diri salah satu pimpinan kita (kajur), 3 orang sejawat dan 5 orang mahasiswa.
Sukses selalu untuk Semua
INDRA RANU KUSUMA . Selasa, 22 Nopember 2011 09:02:25
Betul Pak. Itu termasuk pada presepsi diri salah satu pimpinan kita (kajur), 3 orang sejawat dan 5 orang mahasiswa.
Sukses selalu untuk Semua
INDRA RANU KUSUMA . Selasa, 22 Nopember 2011 09:02:25
INDRA RANU KUSUMA . L . kusuma[at]its[dot]ac[dot]id
Bismillahirahmaanirahim ( Dengan nama Tuhan Yang Maha Kasih)
Salam untuk semua.
Saya mengucapkan selamat bagi bapak/ibu dosen yang sudah lulus semoga kedepan dapat memantapkan dan meningkatkan mutu pendidikan di negeri ini. Dan bagi bapak/Ibu dosen yang belum lulus, semoga diberi ketabahan dan pada waktu akan datang dapat berhasil dalam serdos ini.

Sebagai informasi, serdos ini tidak hanya mengacu pada evaluasi diri dimana kita mengisi secara online. Akan tetapi , masih ada beberapa kriteria yaitu salah satunya adalah presepsi diri. Tiga orang teman sejawat dengan 5 orang mahasiswa HARUS KONSISTEN dengan presepsi kita. Kalau kita mengatakan kita jelek (kita banyak mengisi score 1 -2) dan teman sejawat plus mahasiswa menilai kita baik (score 4-5)maka itu tidak konsisten.

Jadi bapak Ibu , tidak semata - mata jika kita tidak lulus kita adalah dosen yang qualified. Mungkin kita yang kurang informasi.

Mohon kepada bapak / Ibu Asessor untuk menambahkan apa yang sudah saya sampaikan. Karena pada saat pembekalan , di Institut kami , semua ikut berjuang , kami sebagai DYS, Panitia Serdor dan Asessor.

Tidak lupa saya mengucapkan rasa terimakasih atas bimbingannya kepada guru besar , panitia sedos PTU (ITS), teman sejawat dan Mahasiswa. Semogo Allah membalas kebaikan bapak /ibu dengan balasan yang lebih baik .

Wasalammualaikum
Selasa, 22 Nopember 2011 08:33:06
ALEX DENNY KAMBEY . L .
Panitia serdos yang terhormatâ¦â¦â¦..mohon maaf kalau ini fakta yang terjadi selama proses SERDOS. â¦â¦ untuk serdos pertama⦠katanya berdasarkan DUK (daftar urutan kepangkatan) akhirnya yang terjadi adalah (daftar urutan kedekatan),â¦. Pada akhirnya yang lebih dahulu di serdos adalah orang-orang yang kinerjanya sangat memprihatinkanâ¦.. Hadir saja untung-untungan seminggu sekali⦠apalagi melaksanakan tugas Tri Dharma PT. krn mereka pandai BERSILAT KATA, mereka akhirnya LULUS. Sudah tersertifikasi pun mereka tidak menyadari tugas dan tanggung jawab mereka.
Mereka yang berusaha bekerja dengan tulus dan ikhlas, dengan memperjuangkan akreditasi PRODI yang telah kadaluarsa sejak 2003, akhirnya berhasil dengan nilai B pd thn 2010, hadir dari subuh sampai sering kemalaman di kampus, berkorban tenaga, waktu dan uang pribadi,â¦.., ternyata hanya diberikan penghargaan BELUM LULUS,â¦â¦.semua itu sebenarnya sudah di uraikan dalam DD tapi sayang itu tidak menjadi pokok penilaianâ¦.yang menjadi jaminan adalah BAHASA nya saja.
Kami tidak punya kekuatan dan kewenangan untuk menolak keputusan panitiaâ¦.. kami hanya pasrah saja â¦â¦mudah-mudahan kinerja insan bangsa ini dapat diperjuangkan dengan cara yang baik dan benar agar bangsa ini tidak semakin terpuruk karena KETIDAK ADILAN di semua arasâ¦.
SELAMAT BEKERJA â¦â¦.. TUHAN KIRANYA MEMBERKATI SEMUA PANITIA SERDOS â¦â¦DAN BANGSA KITA â¦AMIN....
Selasa, 22 Nopember 2011 07:41:43
KETUT GUNAWAN . L . ketutgunawan[at]yahoo[dot]com
Bagaimana kalau saya boleh usul ke dikti, karena sistim online ini sudah banyak mengorbankan orang-orang yang tdk berdosa, dan membuat para Asesor seakan-akan mendolimi DYS, sebaiknya sistim penilaian dengan software ditiadakan dan bagi DYS yang dinyatakan BELUM LULUS diberi kesempatan pada tahun 2012 ini utk diikut sertakan sertifikasi ulang. Saya rasa kebijakan ini bisa diambil untuk meredakan kemarahan dan kekesalan DYS yang BEUM LULUS dan akan menambah semangat kerja dan harapan hidup yang lebih baik. Demikian pula DYS yang BELUM LULUS tdk ada dendam dengan Asesor.
Selasa, 22 Nopember 2011 04:57:12
setuju pak...
PRIMA YANE PUTRI . Selasa, 22 Nopember 2011 07:21:59
Alangkah lebih baik lagi dilakukan pemutihan artinya dinyatakan lulus semua karena sangat tidak fairplay kalau kinerja puluhan tahun yang telah kita semua lakukan apalagi disertai prestasi yang hebat kemudian mendapat predikat tidak lulus SERDOS hanya karena 1 poin, 2 poin, 3 poin, 4 poin, dan 5 poin yang diindikasi mirip atau plagiat dari sekian banyak poin yang tidak mirip tanpa melihat data dukung yang lain yang telah lulus dan tanpa klarifikasi ke DYS apa sebenarnya yang terjadi dengan kemiripan itu, sungguh tragis, menyakitkan, mendolimi diri dosen dan keluarganya.
ANI BUDI ASTUTI . Selasa, 22 Nopember 2011 15:20:26
Saya setuju dengan bu Ani
P CIPTOADHI . Rabu, 23 Nopember 2011 09:46:23
ISMAIL HOESAINI MUCHTARANDA . L . ismailhoesain_m[at]yahoo[dot]co[dot]id
yth. Panitia serdos, bisakah saya tahu DD saya sama dengan siapa dan di item mana saja. Tks
Senin, 21 Nopember 2011 22:52:29
Harus bisa dan itu sudah saya tanyakan berkali-kali tidak ada jawaban. Kita yang dirugikan atas ketidakterbukaan ii dan mengetahui sebab ketidaklulusan menjadi hak kita yang terdolimi.
ANI BUDI ASTUTI . Selasa, 22 Nopember 2011 14:40:19
SUMARMI . P . sumarmi_mp[at]yahoo[dot]com
Biasanya setiap ada kegiatan akan ada evaluasi untuk perbaikan. Saya percaya penanggung jawab Serdos akan melakukan evaluasi, mendengarkan setiap keluhan, mempertimbangkan setiap usul. Seperti seorang Bapak yang baik, mungkin sementara diam pada saat anak2nya marah karena sangat kecewa, tetapi setelah reda mungkin akan segera ada tindakan. Semoga.....
Senin, 21 Nopember 2011 20:27:00
Merdeka, amin semoga harapan itu masih ada ya bu Sumarmi, kita tunggu dan kita tetap harus iktiar, jangan lupa.
ANI BUDI ASTUTI . Selasa, 22 Nopember 2011 14:41:45
ARIF JULIANTO SRI NUGROHO . L . arifjulianto72[at]yahoo[dot]com
Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan YME. terima kasih kepada seluruh civitas akademika Unwidha klaten atas bantuan bimbingan dan arahan. Terimakasih kepada panitia Serdos Dikti 2011, tim asessor semoga succes selalu.amin
Senin, 21 Nopember 2011 18:48:38
siiip
SUMARYANTO . Senin, 21 Nopember 2011 19:02:28
MUHAMMAD ARIS . L . arista0727[at]yahoo[dot]co[dot]id
Assalamualaikum wr wb

Dengan segala hormat, untuk panitia serdos.
Awal kata saya sangat kecewa dengan hasil pengumuman hari ini. Sama halnya dengan UAN, apakah keunggulan seorang dosen dinilai dari sertifikasi online saja? Tidak adakah cara lain agar kami dosen-dosen yang telah mengabdi puluhan tahun bisa mendapatkan sertifikasi kami selain dengan cara online ini? Jujur saja jika di lihat secara jelas, sistem sertifikasi ini seperti lotere, menunggu nomer yang keluar. Jika beruntung tanpa ada tindakan sama sekali maka bisa mendapatkan uang banyak. Namun di luar sana masih banyak orang-orang yang berkompeten untuk di luluskan malah tidak lulus hanya karena sistem yang kurang maksimal. sekali lagi sila kelima KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA tidak terealisasikan dengan baik.
Saya harap masih ada kesempatan untuk kami yang berkompeten yang mengabdi puluhan tahun sebagai dosen untuk mengikuti sertifikasi dosen tahun depan. Terima kasih.
Senin, 21 Nopember 2011 17:49:59
siiippppppppppp
SUMARYANTO . Senin, 21 Nopember 2011 19:05:15
Betul pak, barang kali didalam item penilaian tidak adanya pembobotan makanya penilaian kurang akurat.
DARMUJI . Jumat, 25 Nopember 2011 09:35:22
FIRDY YUANA . .
Sekedar intermezzo, di tempat kerja kami ada beberapa keajaiban dalam pengisian serdos secara online yaitu
1. Dosen masuk 1x seminggu (itupun setelah ditegur) : LULUS
2. Dosen masuk 5x seminggu : BELUM LULUS
3. Dosen Teladan dan berprestasi : BELUM LULUS
Senin, 21 Nopember 2011 17:12:31
sama dengan saya sy punya prestasi dosen teladan 1, lulus cumlaude dan satya lencana tapiBELUM LULUS sedang yang tidak punya semua itu dan tidak aktif LULUS
IRENG SIGIT ATMANTO . Senin, 21 Nopember 2011 18:56:51
Apakah Dikti akan tetap menutup mata dan telinga melihat kenyataan ini????????????
ANI BUDI ASTUTI . Selasa, 22 Nopember 2011 14:44:29
PINTOR TUA SIMATUPANG . L . simatukm[at]yahoo[dot]com
Panitia Serdos Dikti Yth:

Pengumuman hasil sertifikasi hanya mencantumkan hasil akhir, seperti belum lulus. Apakah ada keterangan berkenaan dengan komponen-komponen apa yang membuat gagal? Kalau ada dimana bisa diakses atau dapat ditanyakan. Sebagaimana biasanya suatu kegiatan sertifikasi, setahu saya jika seseorang yang disetifikasi (assesee) merasa hasil sertifikasi tidak sesuai, maka orang tersebut dapat mengajukan banding. Dalam program sertifikasi profesi selalu harus memiliki mekanisme banding. Adakah mekanisme banding dalam program sertifikasi dosen ini? Dalam program sertifikasi keahlian (dunia profesi), assesee juga dapat mengetahui dalam hal apa hasil sertifikasi tersebut tidak sesuai dengan standar yang ingin dicapai. Saya juga nggak tahu apakah ada standar yang ingin dicapai dalam sertifikasi dosen ini? Kalau ada maka seharusnya assesee juga tahu. Setahu saya dalam suatu kegiatan serifikasi, hasil akhirnya bukan lulus atau belum lulus. Memenuhi kualifikasi atau tidak. Dalam bahasa kompetensi, biasanya dinyatakan dengan kompeten atau belum kompeten. Suatu kegiatan sertifikasi biasanya tujuannya adalah memotret apakah assesse memenuhi persyaratan untuk kualifikasi tertentu. Kalau hal dosen, dalam pemahaman saya, sertifikasi dosen mestinya dimaksudkan untuk memotret apakah seorang dosen itu cocok atau sesuai dengan dosen yang terlebih dahulu tentunya sudah dibuat kriterianya. Dosen yang dicita-citakan adalah "dosen bla bla bla". Maka kegiatan sertifikasi adalah memotret seseorang itu cocok atau sesuai atau tidak dengan "dosen bla bla bla" tadi. Nah pertanyaannya adalah apakah dikti atau panitia serdos telah menyampaikan ke assessee tentang kriteria dosen yang ingin dipotret? Kalau ternyata ada dan saya yang nggak tahu, mohon pencerahan dari panitia atau dikti. Setahu saya didunia profesi memang ada sertifikat keahlian, seperti Arsitek misalnya, dan ada proses sertifikasi untuk memperoleh sertifikat sebagai Arsitek. Di Amerika Serikat untuk ahli teknik (engineering) ada sertifikat yang dikenal dengan PE (Professional Engineer), demikian juga di Indonesia ada ahli struktur, ahli geoteknik, ahli jalan dll. Kalau saya analogikan dengan dunia profesional ini, sertifikasi dosen ini ingin mencapai apa? ahli dosenkah? ahli mengajarkah? Mohon pencerahan, barangkali saya masih kurang pengetahuan. Di Jepang atau juga negara lain, setahu saya untuk menjadi pengajar di perguruan tinggi lebih menekankan kemampuan akademisnya, bukan kemampuan metode mengajarnya. Einstein diundang mengajar ke Amerika Serikat bukan karena dia ahli mengajar, tetapi dia adalah ahli fisika yang hebat. Tapi okelah Indonesia memang lain daripada yang lain, tetapi menurut saya harus jelas dulu kriteria yang ingin dicapai itu apa dulu. Mohon pencerahan Dikti, dosen yang dianggap certify itu, dosen yang bagaimanakah? Terima kasih atas informasi yang akan diberikan. Salam buat teman-teman dosen.
Senin, 21 Nopember 2011 17:06:50
Betul sekali bapak, saya setuju dan mendukung pertanyaan bapak, semoga pihak yang berwenang mau menjawab pertanyaan ini, agar lebih jelas ukurannya dan tdk tjd mis-persepsi ttg penilaian serdos ini,.. tksh
NIKEN SULISTYOWATI . Ahad, 27 Nopember 2011 22:23:54
MUHAMMAD ARIF RAHMAN . . m_arif[at]ub[dot]ac[dot]id
Selamt untuk DYS yang dinyatakan lulus. Saya sendiri statusnya belum lulus & menurut peraturan harus menunggu 2 tahun lagi (2013). Kenapa status saya "Belum LULUS"? ternyata eh ternyatam ada pada point ke 20 yang sama persis dengan rekan satu jurusan. Hal ini terjadi karena keprihatinan saya melihat kawan kok kesulitas dalam mengisi DD padahal waktu pengisian sudah hampir berakhir, berangkat dari pingin membantu kawan akhirnya saya ajari dia bagaimana untuk mengisinya sepanjang yang saya tahu. Karena hari sudah malam saya tinggal dia dengan cetakan DD saya yang telah saya kirim ke DIKTI. Hasilnya adalah point ke 20 saya di contek habis olehnya tanpa saya ketahui. Hasilnya saya diganjar oleh DIKTI dengan status "BELUM LULUS". Mungkin sdh apes saya ya. Tapi tidakkah DIKTI mau mengklarifikasi pada kejadian yang seperti ini kepada yag bersangkutan? Jika DIKTI anti plagiat saya dukung dengan sepenuh hati namun apakah yang mencontek dan dicontek harus dihukum sama? Apakah memang tdk ada mekanisme untuk pembelaan diri? Apakah karena satu point DD nya sama langsung diputuskan sebagai plagiat dan layak untuk diganjar "BELUM LULUS"? Mengapa point yang lain tidak dipertibangkan? ada banyak pertanyaan yang muncul & di forum suara anda belum ada klarifikasi yang memadai dari DIKTI. So Mungkin benar saya harus lebih bersabar dan berbesar hati dengan kenyataan ini. Terima kasih untuk DIKTI yang telah memberikan kesempatan untuk sertifikasi tahun 2011 dan menjadi media pembelajaran yang luar biasa bagi saya.
Senin, 21 Nopember 2011 16:59:23
Kita senasib pak. Saya sudah kirim email ke njenengan. Mungkin masuk folder spam. Saya harap kita bisa saling komunikasi.
Salam!
SLAMET WIDODO . Selasa, 22 Nopember 2011 07:57:19
Dalam kasus pak Arif ini, sangat jelas siapa yang menyontek dan yang dicontek. Jika pihak Dikti tidak bisa mendeteksi hal ini, bukan langsung memutuskan keduanya tidak lulus, bagi yang nyontek memang harus dihukum berat karena jelas melakukan plagiasi tapi bagi yang dicontek dengan maksud baik membantu, apa layak dihukum seberat ini. Dua orang ini ada di PT UB dan bisa diajak duduk bersama, pasti yang nyontek jelas mau membuat surat pernyataan di atas materai utk mengaku. Jelas langkahnya seharusnya seperti itu, dan hukuman akan tepat sasaran dan tidak mendolimi yang tidak bersalah.
ANI BUDI ASTUTI . Selasa, 22 Nopember 2011 14:55:27
MARTUNIS . L . raja_acehrayeuk[at]yahoo[dot]de
Salam Panitia Serdos Dikti 2011, untuk kemaslahatan bersama kami menilai bahwa sistem dan softwere pemeriksaan online ini tidak bisa digunakan lagi dan untuk periode tahun 2011 ini saja cukup banyak para peserta yang merasa telah dirugikan kredibelitasnya. Mohon untuk panitia meninjau ulang kinerja sistem yang dipakai panitia tahun ini. Kami berharap bagi yang belum lulus termasuk saya untuk tahuan ini dilakukan pemutihan dalam artian diluluskan semuanya. Terima kasih
wassalam
Senin, 21 Nopember 2011 15:08:54
Semua pasti setuju usul ini apalagi sistem ini adalah uji coba pertama kali dan ternyata sangat-sangat merugikan banyak orang bahkan menuduh plagiat yang tidak pernah kami lakukan. Tolong Dikti mendengarkan dan merealisasi pendapat ini agar tidak mendolimi banyak dosen dan keluarganya.
ANI BUDI ASTUTI . Senin, 21 Nopember 2011 15:35:27
setuju karena tidak adil kemiripan dinilai hanya dari DD nya saja dan tidak ada dalam Permendiknas adanya aturan tersebut di cap sebagai plagiat sudah menyakitkan apalgi belum lulus.apalagi ini program baru daan tidak ada sosialisasinya yang peserta selanjutnya pasti akan berhati-hati karena berdasarkan kejadian sebelumnya seharusnya adil dari awal diberitahu karena akhirnya pemeriksaan benar2-benar adil melihat DD dan CV tidak berdasarkan alat.
SUAIBATUL ASLAMIAH . Senin, 21 Nopember 2011 15:38:30
Ayoo kita dukung sarannya Pak Martinus..
SUAIBATUL ASLAMIAH . Senin, 21 Nopember 2011 15:59:38
Karena "sistem penilaian yang salah" mestinya kita jangan dikorbankan, karena ternyata sistem penilaian ini tidak bisa menjadi alat yang bisa dipertanggungjawabkan,.. sebuah sistem yang baik harus bisa dilihat obyektivitasnya, yang salah satunya hasil penilaian harus dapat diperbandingkan. klo melihat keluhan di suara anda, ternyata msh banyak dosen yang bila dilihat dari kinerjanya baik malah nga lulus, sdg yang "bermasalah" malah lulus,..Semestinya Dikti lebih bijak dalam menyikapi hal ini?? Anggap ini sbg pembelajaran, dan jgn sp terjadi dmk lagi di kmd hari, ke depan harus dibuat sebuah sistem yang dapat mengatasi segala permasalahan yang terjadi. Karena msh tahap percobaan sistem, usul p Martinus layak untuk dipertimbangkan oleh DIKTI. tksh
NIKEN SULISTYOWATI . Senin, 21 Nopember 2011 16:39:28
Kalau kesejahteraan guru saja banyak yang membela, kenapa kita tidak membela kesejahteraan teman kita sendiri, yang sesama dosen?? karena peserta serdos tahun ini kan mmg orang2 yang sdh "dipilih" sendiri oleh DIKTI, yang tentunya sdh melewati proses penyaringan,... so siapa lagi yang akan membela nasib kita, kalau tidak kita sendiri yang membela?? semoga DIKTI diberi pencerahan dalam hal ini.. Saya sdr merasakan tidak mudah menjadi seorang pendidik yang baik,..Kita dituntut untuk meningkatkan kualitas diri, menanamkan nilai2 baik bagi mhs kita, kita dituntut untuk dapat menjadi teladan, tapi di sisi lain tingkat kesejahteraan sgt minim,..Inilah dasar saya kenapa saya harus mendukung pendapat p Martinus,...smg Tuhan yang maha kasih memberi hikmat dan kebijaksanaan bagi DIKTI dalam menyikapi msl ini, amien...
NIKEN SULISTYOWATI . Senin, 21 Nopember 2011 17:08:49
Saya sangat setuju, Bagaimana kalau saya boleh usul ke dikti, karena sistim online ini sudah banyak mengorbankan orang-orang yang tdk berdosa, dan membuat para Asesor seakan-akan mendolimi DYS, sebaiknya sistim penilaian dengan software ditiadakan dan bagi DYS yang dinyatakan BELUM LULUS diberi kesempatan pada tahun 2012 ini utk diikut sertakan sertifikasi ulang. Saya rasa kebijakan ini bisa diambil untuk meredakan kemarahan dan kekesalan DYS yang BEUM LULUS dan akan menambah semangat kerja dan harapan hidup yang lebih baik.
KETUT GUNAWAN . Selasa, 22 Nopember 2011 04:51:59
Saya mendukukng Pak..
PRIMA YANE PUTRI . Selasa, 22 Nopember 2011 07:26:28
Setuju pak Martinus
P CIPTOADHI . Rabu, 23 Nopember 2011 09:47:27
Ide yang briliyan pak Martinus, ide ini didasarkan fakta yang jelas dan gamblang. Saya dukung sepenuh hati.
ANI BUDI ASTUTI . Kamis, 24 Nopember 2011 21:49:50
SILVESTER BENNY PRATASIK . L .
terima kasih karena saya sudah mengabdi selama 25 tahun dengan penuh tanggung jawab terhadap tugas-tugas baik pengajaran, penelitian dan pengabdian, ternyata hanya untuk BERSERTIFIKASI dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan yang secukupnya, harus dikalahkan oleh BAHASA yang dianggap tidak tepat oleh TIM PENILAI SERDOS, TERIMA KASIH TIM PENILAI ATAS PENILAIANNYA SEMOGA BERBAHAGIA ATASNYA
Senin, 21 Nopember 2011 14:48:29
ALEMINA . P . ale_kacaribu[at]yahoo[dot]com
yth,tim penilai serdos, saya termasuk dosen dengan status verifikasi dan diberikan kesempatan untuk menandatangani surat pernyataan bahwa hasil portofolia adalah karya sendiri,saya menandatangani karena memang karya sendiri tapi teman dosen yang diindikasikan kemiripan portofolio dgn saya tidak menandatangani,mengapa hasilnya saya belum lulus,dengan siapakah portofolio saya diverifikasi kemiripannya lagi karena tentunya tidak ada indikasi kemiripan lagi karena dosen tersebut sudah undur (tidak menandatangani surat pernyataan),mohon pertimbangan dan terima kasih atas kesempatan diberikan menuliskan keluahan
Senin, 21 Nopember 2011 14:47:02
ALEMINA . P . ale_kacaribu[at]yahoo[dot]com
yth,tim penilai serdos, saya termasuk dosen dengan status verifikasi dan diberikan kesempatan untuk menandatangani surat pernyataan bahwa hasil portofolia adalah karya sendiri,saya menandatangani karena memang karya sendiri tapi teman dosen yang diindikasikan kemiripan portofolio dgn saya tidak menandatangani,mengapa hasilnya saya belum lulus,dengan siapakah portofolio saya diverifikasi kemiripannya lagi karena tentunya tidak ada indikasi kemiripan lagi karena dosen tersebut sudah undur (tidak menandatangani surat pernyataan),mohon pertimbangan dan terima kasih atas kesempatan diberikan menuliskan keluahan
Senin, 21 Nopember 2011 14:47:02
ALEXANDER HARRIS WATUNG . L .
saya sangat prihatin dengan cara penilaian SERDOS, hanya dari sisi BAHASA yang mirip membuat DSY tidak lulus, tetapi dari segi KINERJA Utama seperti PENGAJARAN, PENELITIAN DAN PENGABDIAN, semua itu DIABAIKAN......, Hal ini membuat yang tidak lulus sangat kecewa dan karena telah melaksanakan tugas dengan TULUS dan IKHLAS dengan tingkat kesejahteraan yang sangat rendah.......,
Senin, 21 Nopember 2011 14:35:05
Betul pak, DOSEN itu singkatan dari Kerja se Dos gaji se Sen. Mau ditingkatkan dengan sertifikasi malah dituduh plagiasi, sudah tidak dapat tambahan kesejahteraan eh....malah dapat gelar baru yang menyakitkan seperti ini, ya kalau benar dilakukan kalau tidak, apa Dikti mau nanggung dosa seumur hidup atas tuduhan ini tanpa klarifikasi denga DYS.
ANI BUDI ASTUTI . Senin, 21 Nopember 2011 15:45:04
MARYONO . L . yon_fisip[at]yahoo[dot]co[dot]id
Setelah peserta DYS dinyatakan lulus, kapan Pak informasi untuk penerimaan sertifikatnya....?
Senin, 21 Nopember 2011 13:59:37
OTONG ROSADI . L . otong_rosadi[at]yahoo[dot]co[dot]uk
Diantara ketakterhinggaan rahmat dan karunia-Mu ya Rabb, apa yang kami terima hari ini, seluruhnya, syukur kami tiada henti. Sungguh saya ikhlas dengan hasil Belum Lulus ini. Bagi sahabat yang sama Belum Lulus juga, tetap sabar dalam pengabdian. Selamat bagi saudaraku para Pendidik yang lulus, semoga lebih berkah.
Terima kasih juga kepada Para Asesor dan Panitia Serdos 2011 ini. Berkah Tuhan menyertai Bapak/Ibu semua.
Senin, 21 Nopember 2011 13:47:49
Pak Otong, sabar dan ikhtiar bagikan dua sisi mata uang, tidak bisa mendahulukan yang satu dan menyampingkan yang lain. Kita harus bersabar menerima semua yang ditakdirkan tetapi juga harus berikhtiar menegakan Keadilan baik dengan tangan, dengan lidah dan dengan hati.
P CIPTOADHI . Rabu, 23 Nopember 2011 09:54:23
Pak Ciptoadhi sangat benar, kesabaran harus diiringi dengan upaya kongkrit.
ANI BUDI ASTUTI . Kamis, 24 Nopember 2011 21:51:53
Trims bu Ani
P CIPTOADHI . Jumat, 25 Nopember 2011 19:08:14
MUHAMMAD KHAIRIL . . muh_khairil02[at]yahoo[dot]com
Salam...

Saya banyak membaca berbagai saran dan kritik dari berbagai kalangan khususnya dosen. Saya juga melihat efek psikologis teman dan sahabat dosen yang hasil akhirnya "belum lulus". Ada beberapa persoalan yang perlu dibenahi dalam proses serdos ini yaitu Pertama, sebaiknya ditinjau ulang kebijakan tentang dosen yang belum lulus serdos dan harus menunggu tahun ke-2. Apakah tidak sebaiknya ketika dosen tdk lulus di tahun pertama, diikutkan ditahun ke-2 sehingga penantian para dosen tidak terlalu lama, bagaimanapun serdos ini terkait dengan kesejahteraan para dosen. Kedua, Perlu adanya fakta dan klarifikasi terkait ketidaklulusan dosen dalam serdos. Jangan hanya diberikan keterangan singkat namun "miskin" fakta. Sebagaia contoh, Dosen A dan B tidak lulus karena kemiripan dalam deskripsi diri. Kemiripan itu letaknya dimana saja ? Sehingga para dosen yang belum lulus, mengetahui secara jelas letak kesalahannya, jangan hanya pengumuman singkat, "TIDAK LULUS"...3. Sebaiknya verifikasi tidak hanya dilakukan sepihak oleh panitia SERDOS namun tidak ada salahnya memberikan peluang ke Dosen untuk mengklarifikasi ulang data atau informasi yang dinilai memiliki kemiripan dengan Dosen yang lain. Sangat disayangkan dosen yang kemudian hanya jadi "korban" dari teman-temannya yang secara kebetulan "mirip" hasil deskripsi dirinya dengan yang lain.

Sekian dan terima kasih.
Hormat Saya,

Muh. Khairil
Senin, 21 Nopember 2011 13:24:43
Salut idenya, semoga Dikti mau mendengar dan memahami serta merealisasinya.
ANI BUDI ASTUTI . Senin, 21 Nopember 2011 15:48:11
NOVIE AL MUHARIAH . P . novie_almuhariah[at]yahoo[dot]com
Ass...panitia serdos 2001, saya adalah peserta serdos yang dinyatakan perlu verifikasi, karena ada indikasi kemiripan dengan peserta lain yaitu rekan kerja saya yang sama-sama sedang mengikuti serdos, untuk itu kami berdua dinyatakan perlu verifikasi,, dan setelah pengumungan akhir pada gelombang 2 kemarin saya dinyatakan belum semetara teman saya tersebut dinyatakan lulus, saya menjadi bingung dengan keputusan akhir tersebut, pada hal kami mendapat surat yang menyatakan bahwa berdasarkan hasil verifikasi yang terindikasi ada kemiripan dua2nya dinyatakn tidak lu2s. apa yang terjadi dengan panitia serdos 2011,?????????
Senin, 21 Nopember 2011 13:10:24
Jika ini benar, berarti memang benar-benar tidak fair, seperti halnya yang mirip 80% lulus dan yang mirip 70% malah tidak lulus. Jikalau bapak-bapak penilai di Dikti diperlakukan seperti ini, apa terima???????????????????tolonglah bersikap adil. Sebaik-baik manusia adalah manusia yang hidupnya bermanfaat untuk orang lain, Lha ini gimana, mudorot semua yang terjadi. Sadarlah segera bahwa sistem yang anda terapkan telah menyakiti banyak orang.
ANI BUDI ASTUTI . Senin, 21 Nopember 2011 15:58:34
KHUSNATUL ZULVA WAFIROTIN . .
BAGI PARA ASESOR, PANITIA SERDOS, DAN SEMUA PIHAK YANG TERKAIT SERDOS......INGAT...INGAT..INGAT.....APAKAH ANDA SUDAH MENJALANKAN DENGAN BENAR AMANAT YNG TELAH ANDA TERIMA???? ANDA HANYA MENJALANKAN AMANAH DENGAN MENILAI SERDOS DARI SISI DISKRIPSI DIRI SAJA.....YANG JELAS-JELAS TIDAK MENCERMINKAN KREDIBILITAS DOSEN....LALU APA GUNANYA TEMAN SEJAWAT, MAHASISIWA, ATASAN, PENGABDIAN YANG SUDAH SANGAT LAMA???? BAHKAN MANTAN REKTOR SAJA "BELUM LULUS" YG PENGABDIANNYA TIDAK PERLU DIRAGUKAN. HANYA GARA-GARA DISDKRIPSI DIRI DIANGGAP ADA KEMIRIPAN DGN PESERTA YG LAIN SAMPAI GAGA. KALO PENGEN GAK MIRIP KOREKSI AJA DENGAN BAHASA JEPANG ATAU DENGAN BAHASA MAHLUK PLANET LAIN. DIJAMIN SIPPPP. INGAT AMANAH TELAH ANDA ABAIKAN.....DOSA TELAH ANDA TANAM. TINGGAL ANDA TERIMA BALASANYYA SAJA. SEMOGA ANDA SEGERA DIINGAKAN, DAN ANDA INSYAF........INGAT...INGAT...INGAT BALASAN ALLAH MENUNGGU ANDA!!!!!!!
Senin, 21 Nopember 2011 12:56:51
Ingat pak doa orang2 yang teraniaya,,,,
NOVIE AL MUHARIAH . Senin, 21 Nopember 2011 13:14:48
Doa begitu banyak orarng teraniaya akan dikabulkan Tuhan segera dan cash
ANI BUDI ASTUTI . Senin, 21 Nopember 2011 16:01:02
TENANG DAN TAWAKAL ALLAH SWT AKAN MENGANGKAT DERAJAT ORANG YG DIRENDAHKAN DAN MENGABULKAN DOA ORANG YG TERANIAYA
IRENG SIGIT ATMANTO . Senin, 21 Nopember 2011 19:07:25
NUSA MUKTIADJI . L . nusa_m[at]yahoo[dot]co[dot]id
Alhamdulillah... Terima kasih buat teman-teman yang telah banyak memberikan arahan kepada saya.
Senin, 21 Nopember 2011 12:51:42
ASIS RIAT WINANTO . .
YTH PANITIA SERDOS 2011
Alhamdulillah, saya termasuk salah satu dosen yang dinyatakan "belum lulus". Sekedar untuk diketahui, buat para asesor, panitia, dan yg terkait serdos ini, amanah yang telah anda terima apakah sudah dijalankan semua???? Apa hanya karena ada kemiripan bahasa di diskripsi diri mengalahkan kejujuran, mengabaikan isian yg lain yang harus diisi??? Serdos hanya mengutamakan DESKRIPSI DIRI DOSEN, mengabaikan isian yang lain termasuk penilaian atasan, teman sejawat mahasiswa. Ingat amanah yang tidak dijalankan semestinya, pasti akan mem[eroleh balasan......
Senin, 21 Nopember 2011 12:45:16
ALEX DENNY KAMBEY . L . hydroid_italia[at]yahoo[dot]co[dot]id
Universitas Sam Ratulangi salah satu PTU SERDOS, yang hasil untuk SERDOS 2011 sebagian besar belum lulus, dan kami merasa menjadi korban penggunaan alat bantu yang di jadikan alat mengukur hasil penulisan Deskripsi Diri, padahal alat tersebut belum dapat di percaya tingkat keakutannya.
salah satu faktor yang membuat sering terjadi kesamaan dalam cara penulisan karena diarahkan demikian oleh Assesor di PTU sendiri, karena semua tulisan tentang deskripsi diri harus melalui pemerikasaan Asesor tersebut.
kami sangat mengharapkan hasil yang dilakukan oleh alat bantu yang belum dapat jaminan tingkat kepercayaannya dapat di pertimbangkan kembali.
Senin, 21 Nopember 2011 11:25:14
Bapak alex denny kambey yang terhormat, sesuai dengan mekanisme yang telah dijelaskan kepada PTU/PTPS, bahwa penggunaan program pendeteksi kemiripan dipakai hanya sebagai petunjuk untuk PTPS memutuskan. Dari sana deskripsi diri akan diklarifikasi oleh PTU, diverifikasi oleh PTPS, dibaca dan analisis oleh pakar bahasa, dan pihak Dikti. PTPS bersama dikti menyimpulkan hasil verifikasi dari ketiga pihak.
Sugiyanto . Senin, 21 Nopember 2011 12:36:50
Wah, pak Sugiyanto sudah on air kembali. Betul pak, sepertinya yang dibaca hanya pada bagian yang mirip saja khan? padahal DD itu satu kesatuan hasil kerja kita selama bertahun-tahun. Apa semua tim kaji ulang itu mencoba mereview tulisan kok mirip, mungkin karena kerja yang dilakukan mirip seperti penelitian kelompok, pengabdian kelompok dd, lha kalau begitu khan ndak salah tho pak, kecuali miripnya 100% saya setuju, itu plagiasi. Jika DD dibaca semua uraiannya, pasti akan ketahuan bahwa kemiripan itu benar-benar nyontek atau kebetulan mirip. Tapi kalau dibaca hanya pada poin yang dinyatakan mesin mirip yo hasil akhirnya pasti mirip. Kemudian tim penilai menyatakan dari mirip ke tidak mirip caranya gimana, kalau ada kenyataan yang mirip 80% dinyatakan lulus dan yang mirip 70% dinyatakan tidak lulus. Jelas ini tak masul di akal kita pak sugiyanto. Apapun alasan yang disampaikan Dikti, fakta di lapang banyak keganjilan dan keanehan yang terjadi di mana semua itu merugikan banyak orang.
ANI BUDI ASTUTI . Senin, 21 Nopember 2011 16:11:27
Kita semua akan jelas setuju dan mendukung usul pak Alex. Segeralah Dikti mempertimbangkan kembali hasil mesin yang kemudian di verifikasi manusia secara parsial dan tidak utuh yang pada hasil akhirnya merugikan banyak dosen dan keluarganya.
ANI BUDI ASTUTI . Senin, 21 Nopember 2011 16:48:49
MARDIANA . P .
saya adalah salah satu peserta yang "LULUS" serdos gel 1, tetapi saya tidak bahagia dan senang dengan cara penilaian yang seperti ini, bahkan saya merasa "PRIHATIN & SEDIH" melihat reka-rekan saya yang saya tau persis kredibilitasnya DIZALIMI" oleh sistem menurut saya "SALAH & TIDAK BENAR", untuk para panitia serdos 2011, "ANDA MEMEGANG AMANAH YANG AKAN ANDA PERTANGGUNGJAWABKAN DI AKHERAT KELAK, SEMOGA "SUMPAH DAN KUTUKAN" PESERTA YANG BELUM LULUS TIDAK DITERIMA KELUARGA ANDA, AMIN"
Senin, 21 Nopember 2011 11:13:42
Amiin, semoga semua diberikan kebaikan. Sebagai peserta yang dicontek dan dizalimi tentu doanya juga akan sama. Namun demikian, doa kita sebagai panitia semoga anda dan keluarga tetap dalam lindungan-Nya dan mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
Sugiyanto . Senin, 21 Nopember 2011 12:39:24
P Sugiyanto, sebagai perwakilan dikti, mestinya jawab pertanyaan yang substansial. Jawab pertanyaan yang mmg membutuhkan jawaban,...jangan dibalik,... yang benar2 butuh jwb malah tdk direspon,,,??
NIKEN SULISTYOWATI . Senin, 21 Nopember 2011 13:04:39
Pak Sugiyanto YTH, Bapak mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah, saya yakin bapak mumpuni untuk hal itu. Tolonglah pak, saya yang Awam ini diberitahu di mana tempatnya yang benar dan tempatnya yang salah itu pak? Terimakasih pak. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi bapak. Amin.
P CIPTOADHI . Selasa, 22 Nopember 2011 22:13:59
BONAR HUTAPEA . L . bonarhtp[at]yahoo[dot]com
saudara/i ku seluruh rekan dosen yg amat saya hormati,
lulus ataupun belum lulus serdos saat ini, kita semua adalah pendidik. tak ada sedikitpun yang kurang hny krn blm mendapatkan sertifikat itu karenanya mari tetap bekerja profesional dan mengabdi. percayalah tak ada yang sia-sia. bagi yang belum lulus sangat mungkin akan jauh lebih tangguh karena dituntut untuk lebih sabar dan itu adalah kualitas diri yang sangat penting dan tak mudah memilikinya. peserta didik tidak menilai anda semata-mata dari sdh mendapatkan sertifikat atau belum melainkan dampak nyata sebagai dosen yang berkualitas dan profesional. selamat melanjutkan perjuangan dan pengabdian. salam hangat dan salam kenal
Senin, 21 Nopember 2011 10:38:49
Sy setuju dgn curah hati Bpk, mari perhatikan ; siapa ortu psrta didik kita. Bnyak ortu yg kerjakeras utk biaya kuliah , nah.. anak setelah wisuda bgmn ? Semangat Pendidik dlm bertugas tetap tinggi !!! Smoga Allah SWT selalu memberikan Karunia Nya .
RUWAH JOTO . Senin, 21 Nopember 2011 11:43:18
Sy setuju dgn curah hati Bpk, mari perhatikan ; siapa ortu psrta didik kita. Bnyak ortu yg kerjakeras utk biaya kuliah , nah.. anak setelah wisuda bgmn ? Semangat Pendidik dlm bertugas tetap tinggi !!! Smoga Allah SWT selalu memberikan Karunia Nya .
RUWAH JOTO . Senin, 21 Nopember 2011 11:43:19
I KETUT ADHIMASTRA . L . adhimastra2301[at]yahoo[dot]com
Sekalipun saya telah dinyatakan BELUM LULUS, bahkan ditulis dengan tinta merah dengan huruf cetak miring (font italyc). Namun dengan hati yang terdalam saya tetap menyatakan rasa syukur, karena ini merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi diri saya sendiri dalam menghadapi emosi diri (self emotion), juga merupakan hasil evaluasi diri sendiri dalam menatap wajah yang telah dinyatakan secara tegas: BELUM LULUS. Namun juga sejujurnya, ternyata masih ada terselip rasa tak beruntung yang menggetarkan kegelisahan diri, jelas ini pertanda sebuah kegagalan dalam menyikapi suatu hasil yang telah diberikan oleh pihak luar kepada diri sendiri. Senyatanya, ini adalah kekurangan saya, hanya itu. Semoga saja pikiran yang baik datang dari segala penjuru.
Selamat bagi sahabat-sahabat dosen yang telah dinyatakan LULUS, semoga berkah yang diterima menjadi pemacu dalam bekerja dalam meningkatkan kualitas dosen
Senin, 21 Nopember 2011 09:17:36
walaupun nama anda bukan dari brahmana, tetapi pikiran dan hati anda seorang brahmana. Saya setuju sekali. Mungkin Tuhan punya maksud lain atas ketidaklulusan kita.
ISMAIL HOESAINI MUCHTARANDA . Senin, 21 Nopember 2011 23:13:35
TEGUH WAHYONO . L . teguhsalatiga[at]yahoo[dot]com
Terima kasih Tuhan Yesus, Terima kasih Dikti, Kopertis VI, Terima kasih UKSW, terutama team PR 1 dan Pusat Penjaminan Mutu Akademik UKSW (Mas Eko, Mbak Yola, dan teman-teman lain) atas dukungan dan bantuan pada kami-kami sehingga serdos kali ini kami bisa lulus.. Tuhan memberkati kita semua.. amin
Senin, 21 Nopember 2011 08:53:31
ZAIFUL BAHRI . L . zaiful_br[at]yahoo[dot]co[dot]id
Kriteria penilaian serdos tidak memasukkan kemiripan bahasa antar peserta dosen. Kalau itu yang mnyebabkan terjadinya ketidaklulusan peserta sedos, alangkah disayangkan. Karena dalam kriteria penilaian tidak ada masalah bahasa yang menjadi acuan. terima kasih dikti.
Senin, 21 Nopember 2011 08:42:02
ANWAR BALFAS . L . anwarbalfas[at]yahoo[dot]co[dot]id
Mohon informasi alasan ketidaklulusan kami. Apakah ada ruang untuk mengoreksinya. Terima kasih.
Senin, 21 Nopember 2011 08:30:06
DIONYSIUS ANDANG ARIFWIBAWA . . andangbiotek[at]yahoo[dot]com
Puji Tuhan Yang Maha Murah, Syukur Alhamdullilah. Akhirnya Lulus juga setelah mengabdi 18 tahun. Terima kasih sebesar-besarnya kepada semua yang terlibat dalam Tim Serdos Dikti, para reviewer ,Koordinator Kopertis VI dan staf, dan teman2 yang selalu mendoakan saya. Tuhan memberkati dan melindungi keluarga Bapak dan Ibu sekalian. Amin.
Senin, 21 Nopember 2011 08:14:10
NETTY SUHARTI . P . nettysuharti[at]yahoo[dot]com
Yth panitia serdos Dikti. Membaca keluhan DYS yang belum lulus, saya mengusulkan evaluasi kembali sistem penilaian serdos on line, krn banyaknya peserta yang terzalimi dg keputusan ahli bahasa ini, yg akan berdampak kepada kinerja dan melahirkan konflik sesama dosen. Silahkan panitia serdos mengirim anggotanya ke PT, atau melihat bukti fisik kegiaan dosen yg diusulkan gel 1 &2. Mereka adalah pengajar , peneliti yg baik , dan sebagian dg masa tugas >20 th. Memang tidak semua dosen berbakat merangkai kata2 dlm membuat DD, tp tentu bukan DD saja yg dijadikan patokan lulus/tidak lulusnya seorang DYS. Kalau alasannya keterbatasan anggaran untuk membayar tunjangan dosen yg sudah disertifikasi, sebaiknya buat kuota s aja, dosen2 selama ini ikhlas saja dg gaji yg sudah ada. jangan perlakukan dosen/pendidik seperti ini.
Senin, 21 Nopember 2011 07:45:28
NUR ILMAN . L . nurilman[at]yahoo[dot]com
Terima kasih saya sampaikan dengan hati yang tulus kepada para asessor dan panitia serdos lainnya ataskerja kerasnya wassalam
Senin, 21 Nopember 2011 07:32:29
DARMUJI . L . darmuji9[at]yahoo[dot]com
Serdos bukanlah beli lotre atau undian berhadiah namun sebuah amanah.
Senin, 21 Nopember 2011 06:40:34
setuju pak, asesor terlalu sekali, karena DD bukan karya ilmiah, disana tdk ada unsur rugi dan dirugi
KETUT GUNAWAN . Senin, 21 Nopember 2011 07:27:55
Setuju atau tidak setuju sepertinya ini lebih kepada keberuntungan. Yang paling penting kalauun tidak lulus tidak serta merta membuat kita menjadi tidak pantas berdiri di depan kelas dan kalau pun lulus bukan berarti kita lebih baik dari teman-teman yang lulus. Semua harus disyukuri agar kita tidak terbebani dengan "kentang kebencian". Ini kisahnya kentang kebencian. Jika anda sudah pernah membaca, anggap ini sebagai yang mengingatkan kembali dan jika anda belum pernah membaca kisahnya ini mungkin dapat dijadikan sebagai obat duka dan luka. Seorang guru menugaskan murid-muridnya untuk menuliskan nama-nama orang yang dia benci pada buah kentang. Dengan catatan ukuran kentang disesuaikan dengan ukuran rasa benci. Semakin besar rasa benci terhadap seseorang, maka semakin besar kentang untuk menuliskan nama orang tersebut. Kentang-kentang tersebut dimasukkan ke dalam kantong plastik dan harus dibawa ke mana pun anak-anak itu bergerak. Pada awalnya semua anak senang karena mereka merasa bahwa tugas tersebut merupakah ide bagus untuk kesempatan melampiaskan kebenciannya kepada orang-orang yang telah menyakiti dan membuat hidupnya tersiksa seperti sekarang ini. Tiap hari kentang-kentang tersebut dibawa terus termasuk juga harus di bawa ke tempat tidur, kamar mandi. Pokoknya kentang-kentang itu tidak boleh lepas dari tubuh anak-anak itu. Waktu berjalan dan kentang mulai membusuk dan mengeluarkan bau tak sedap. Murid-murid mulai merasa tak nyaman apalagi saat makan dan tidur harus menerima kenyataan bau busuk yang tidak akan hilang, kecuali mereka membuang kentang-kentang tersebut. Semua protes pada guru untuk apa kami membawa kenta busuk ini? Guru menjawab: jika kamu ingin hidup tak terbebani, maka lepaskanlah rasa benci kamu kepada siapapun dan jangan sekali-kali menuliskan nama orang yang kamu benci itu dengan buah kentang. Membawa dan memelihara "kentang kebencia" sama sekali tidak ada guna dan justru menyiksa bathin kita. Lepaskan beban kebencian agar kita bsia lari lebih kencang dan lebih positif melihat dan menjalani hidup ini. Kita tidak tahu apa yang bakal terjadi besok. Kita tidak pernah tahu apa rencana Tuhan dibalik semua ini. Kita tidak tahu apa rencana pemerintah ke depan tentang serdos ini. Jangan-jangan dengan melihat manfaatnya yang jauh dari harapan, suatu saat serdos ini dihapus. Siapa yang bisa menjamin bahwa serdos ini akan cair uangnya? Siapa yang bisa tahu bulang berapa tunjangan diterima oleh teman-teman yang telah dinyatakan lulus? Jangan-jangan ini menjadi lahan baru bagi pihak-pihak yang mau mempermainkan "uang serdos" ini. Kita bahkan tidak pernah tahu kapan waktu dipanggil. Jadi, marilah kita semua berharap sistem serdos ini dari waktu ke waktu diperbaiki. Memaki dan menuliskan komentar yang kasar, kira-kira yang menjadi sasarannya siapa? Paling yang menjadi sasaran komentar kita ini adalah kita sendiri yang rajin masuk ke dalam forum "Suara Anda" ini. Jangan pernah berharap Dirjen Dikti atau pak Menteri dan Wamen masuk ke dalam forum ini. Jadi yang pasti yang merasa jadi sasaran amarah kita ini adalah kita juga.
Salam damai, maju Indonesia mari kembali menjalankan tugas utama kita; mencerdaskan kehidupan bangsa.
RONSEN PURBA . Senin, 21 Nopember 2011 08:58:48
Pak Ketut Gunawan, terima kasih atas pencerahannya....salam kenal dari Indra yg lagi ngePAR di Tokyo...
INDRA SUHARMAN . Senin, 21 Nopember 2011 09:29:32
Pak RONSEN PURBA, terima kasih atas pencerahannya....salam dari Indra
INDRA SUHARMAN . Senin, 21 Nopember 2011 09:53:46
Ini bukan masalah benci membenci, karena memang tidak seharusnya berbuat demikian. Ini masalah bangsa yang harus kita benahi kalau mmg masih mengandung kelemahan. Sebagai seorang intelektual, sdh menjadi tanggungjwb kita untuk ikut memperbaiki sistem yang salah. Jangan kita pura2 tidak tau dengan mengatasnamakan kesabaran, dsb. Saya pikir kita semua sdh cukup dewasa dalam hal ini. Kita tau mana yang benar mana yang salah, kita tau mana penilaian obyektif dan mana yang subyektif, so,.. mari kita sama2 benahi sistem ini agar dikemudian hari tidak terjadi kesalahan dalam menilai,...atau paling tidak bisa meminimize tingkat kesalahan,...Akan menjadi salah kalau kita tau salah, tapi kita diam,....
NIKEN SULISTYOWATI . Senin, 21 Nopember 2011 11:22:12
Setuju bu Niken, kalau kita diinjak kesakitan apa kita diam saja? hanya mengatas namakan kesabaran dan nasib padahal kita tahu ada yang salah.
ANI BUDI ASTUTI . Senin, 21 Nopember 2011 16:23:51
Pak Ronsen Purba, Cinta dan Benci bagikan dua sisi mata uang, tidak bisa saling dilepaspisahkan. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besok maka kita diwajibkan untuk berikhtiar dan ikhtiar itu dilakukan dengan tangan, dengan lidah dan dengan hati.
P CIPTOADHI . Selasa, 22 Nopember 2011 22:26:25
DARMUJI . . darmuji9[at]yahoo[dot]com
Teknik penilaian tidak valid, kalau mau menilai datang ke perguruan tinggi peserta jangan dari tempat yang gelap, ingat penilaian anda salah maka dosa anda akan bertambah,
Senin, 21 Nopember 2011 06:08:51
KETUT GUNAWAN . L . ketutgunawan[at]yahoo[dot]com
Bagi yang belum lulus, berarti harus mengulang tahun 2013, kemudian buat DD lagi yang baru dong. dengan demikian yang namanya DD itukan setiap saat berubah. Kesimpulannya setiap orang dosen tidak setabil adanya alias pimplan
Senin, 21 Nopember 2011 05:19:34
BERNARDINE RIA LESTARI . P . rialst[at]usd[dot]ac[dot]id
Puji Tuhan setelah menanti akhirnya diumumkan juga : LULUS...terima kasih Dikti, terima kasih USD...terima kasih semuanya.......mari berjuang demi pendidikan Indonesia.
Senin, 21 Nopember 2011 04:21:54
EKO PRIYO PURNOMO . L . eko[at]umy[dot]ac[dot]id
Buat yang lulus: Selamat dan semoga mampu menjaga amanah dan krdibilitas anda..Beban semakin berat.
Buat Yang belum lulus: Selain sabar kalau komentar tolong liat file dibawahnya mungin sudah dijawab. Komentarlah dengan bahasa yg baik krn kita adalah orang2 terdidik.Sedih kalo saya lihat komentar yg kurang tepat atau malah kasar. Ingat Kendali emasi adalah salah satu kunci sukses.
Buat DIKTI: mari kita buat sistem yg lebih transparan dan serta lakukanlah up date dari pertanyaan yg muncul.Berat memang tapi inilah tugas.

Salam dan Jayalah Indonesia.
EPP dari United Kingdom.
Senin, 21 Nopember 2011 03:34:46
Kendali emosi adalah salah satu yang dinilai dalam serdos ini.
Mari kita sama-sama mengendalikan emosi masing-masing. Menyimpan kebencian kepada orang yang tidak kenal dan menumpahkan amarah kita di sini kira-kira manfaatnya apa? Menyimpan dan membawa-bawa rasa benci kepada seseorang ke mana pun kita pergi dan apa pun yang kita kerjakan berikutnya akan menyiksa bathin kita. Sistem dibuat untuk mempermudah pekerjaan manusia. Tidak ada sistem yang sempurna dan tidak ada manusia sempurna. Akan serba salah bagi siapa pun yang merasa terzalimi. Semua pihak selalu kita tuding sebagai penyebab kegagalan kita, tanpa pernah kita sekalipun bertanya "di mana saya saya?". Kita mau hasilnya cepat-cepat keluar, banyak komentar yang miring sebelum pengumuman ini keluar yang mengatakan panitia serdos dan asesor kerja lambat dan tidak profesional. Begitu keluar pengumuman muncul komentar asesor tidak teliti dan buru-buru kejar tayang dsb. Semua salah, pernah kah kita bertanya pada diri sendiri "Benar saya di mana dan apa?". Kalau mau jujur, maka yang lulus pun tidak mungkin jujur. Sebab kalau dia jujur sudah pasti tidak lulus. Ada dosen yang mengajar 50 SKS seminggu, apakah dia akan tuliskan seperti itu? Sudah pasti gagal apabila dia jujur mengatakan bahwa beban mengajar dia satu minggu 50 SKS. Ada dosen yang mengajar di beberapa kampus dan masuk ke dalam kelompok AsDoLing (Assosiasi Dosen Keliling). Apakah dia mau menuliskan semua tempat dia mengajar? Sudah pasti dia harus "berbohong"
RONSEN PURBA . Senin, 21 Nopember 2011 08:34:52
WIDODO . L . User TurunaUT
Teman-teman diseluruh indonesia...Suara anda ini dibuat untuk menampung unek-unek atau umpatan ,cacian ataupun makian....silakan menyalurkan sepuasnya..karena ..tidak ada yang akan menjawab.....kalau dalam permaianan olah raga...sudah pasti ..tidak ada yang menang terus...kita harus menerima kekalahan.., sehingga pada serdos tahun berikutnya berikutnya marilah kita berjuang kembali , kita berkompetisi kita mengoreksi kekurangan kita,agar r lulus.
Senin, 21 Nopember 2011 00:58:58
NUR INDARIYANTI . P . indariyanti_nur[at]yahoo[dot]co[dot]id
Bagi rekan-rekan yang belum lulus dan sudah lulus..... apapun hasilnya itulah yang terbaik bagi kita. Alloh Maha Mengetahui yang terbaik bagi kita saat ini. Insya alloh ada hkmahnya. amin
Senin, 21 Nopember 2011 00:05:37
BAHRI . .
alhamdulillah saya lu2s, baru saya liat pgmman stlah plg dari daerah antar mahasiswa penelitian sejarah lokal. thanks u semua yg telah memberikan dukungan, terutama kepada istriq Andi Dewi Riang Tati dan anakaku Muh.Aidil Fikri Jafar dan Alviah Nur Aqifah Ramadhani, kepada Dekan FIS UNM, Ketua Jurusan Pendidikan Sejarah FIS UNM, kolega di jurusan dan adik2 mahasiswa.
Ahad, 20 Nopember 2011 21:39:42
JUNAIDI . L . junaidi[at]faculty[dot]raharja[dot]ac[dot]id
Tadi Pagi Saya Lihat Hasil Saya Adalah LULUS, Dan Malam Ini Saya Lihat Kembali Hasilnya Tetap LULUS. ALHAMDULILLAH... YA ALLAH... KAU MAHA MENDENGAR DAN MAHA MENGETAHUI....... Terima Kasih Dikti, Terima Kasih Para Penilai, Dan Sukses Atas Program Serdosnya. AMIN.
Ahad, 20 Nopember 2011 21:37:43
ZULKARNAIN FATONI . L .
Pak Haryono, salam kenal, saya Zulkarnain Fatoni adalah dosen FT Universitas Tridinanti Palembang, saya kalau dalam gambling saya kebetulan menang pada tahap 1 tetapi apa yang bpk alami sama dgn teman2 saya, memang dgn apa yg telah kita perbuat selama ini rasanya tidak mungkin tdk lulus tapi kenyataannya berkata lain itulah indonesia tidak melihat apa yang telah kita perbuat dan yakinlah Allah tidak tidur semoga kita berbesar diri menerima ini semua.
Ahad, 20 Nopember 2011 20:19:07