PORTAL SERTIFIKASI PENDIDIK UNTUK DOSEN TAHUN 2016
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi

HomeLogin

Suara Anda

Halaman: 1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738394041424344454647484950515253545556575859
. .
Selasa, - ::
. .
. .
Yth Dikti
Semoga yg blm lulus diperbolehkan mngikuti serdos 2011 gelombang 2. Amin.
====================================================================================================================LULUS GELOMBANG 2 TAHUN 2011 laaaaaahhh ==> NGIMPI...WANIPIRO..-------gelemmu piro? Ojo larang2 coyyy...===>JELAS TAHUN 2013 GEK ISO MELU MENEH....TANGI...NGIMPI.... RA MOCO PERATURANE PO...------ Wis tangi nanging tak turu maneh wis ngenteni iso melu serdos maneh. Tangi turu...turu maneh...melu2 mbah surip wae wis. Hidup serdos!! Tak enteni tekomu!!
Ahad, 18 September 2011 14:39:48
ANDI . L . andi123[at]yahoo[dot]com
KENAPA TERJADI ADA KEMIRIPAN A.L.:
BANYAK DYS MENGACU PADA DRAF CV DAN DD YG TELAH DIBUAT OLEH DOSEN YG TELAH LULUS TAHUN SEBELUMNYA, SEHINGGA SAAT MEREKA MEMBUAT TERDAPAT KEMIRIPAN STRUKTUR DAN KATA-KATA, WALAUPUN DYS TESRSEBUT MEMBUAT SENDIRI2 DI RUMAH DGN KATA LAIN TIDAK MENCOPI ATAU MENYALIN... MOHON PANITIA SERDOS 2011 MENJADIKAN REFERENSI.... TERIMA KASIH.
Ahad, 18 September 2011 12:39:34
WIDODO . L . serdos[at]dikti2011
PADA KENYATAAN ...PANITIA SERDOS 2011....TIDAK MAMPU MENCARI JALAN KELUAR BAGI TEMAN-TEMAN YANG PERLU DIVERIFIKASI... KARENA APA ???? WAKTU PEMERIKSAAN HASIL SERDOS ...MUNGKIN MENGGUNAKAN PROGRAM KOMPUTER.... SETELAH TIMBUL PERMASALAHAN...., DILEMPAR BOLA KE PERGURUAN TINGGI UNTUK DIPERIKSA SECARA KONFENSIONAL......... YAH SUDAH PASTI PIMPINAN PERGURUTINGGI KEWALAHAN KALAU MEMERIKSA SECARA KONFENSIONAL UNSUR KEMIRIPAN TERSEBUT.....? DAN DISINI KETAHUAN PROGRAM TERSEBUT .....PANITIA SERDOS 2011 MENENTUKAN BATAS LIMIT KELULUSAN YANG PILIH KASIH (TIDAK FAIR) KARENA UNSUR KEMIRIPAN ...DIBAWAH 30 % LOLOS,,,, TETAPI UNSUR KEMIRIPAN DIATAS 30 % PERLU VERIFIKASI....KESIMPULAN YANG DIPEROLEH.... OKNUM PANITIA DIKTI YANG MEMUTUSKAN MENGGUNAKAN PROGRAM PEMERIKSAAN SERDOS 2011 INI ADALAH ORANG TIDAK SEHAT................. ALIAS ORANG GILA. ..PADA AKHIRNYA YANG DIHARAPKAN PIMPINAN PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA YANG BERNASIB SAMA ...TERHADAP TEMAN-TEMAN YANG PERLU DIVERIVIKASI ATAU BELUM LULUS..HARUS PERJUANGKAN HIDUP MATI TERHADAP ORANG GILA TERSEBUT.....
Ahad, 18 September 2011 10:21:52
heri widianto . L . jiembout[at]gmail[dot]com
Bagaimana kebijakan dikti terkait DYS yang menjadi korban penjiplakan DD oleh DYS yang lain. Berita acara dan dokumen pemeriksaan ulang oleh PTU lengkap. Pelaku penjiplakan sudah mengakui dan meminta maaf, ybs juga menerima statusnya diputuskan TIDAK LULUS.
Ahad, 18 September 2011 09:40:42
. .
Selasa, - ::
PHILIPUS H SIREGAR . L . philippussiregar51[at]gmail[dot]com
saya staf pengajar jurusan kimia fmipa-usu mengerjakan tugas sertifikasi diMedan komputer murahan dan printer canon yang sudahdigabung dengan alatscanner jadi satu dan modem smart (HP rusak masih bisa internet dan masihkredit karena minim duit dosen dimana perlu komputerdan internet melihat tugasmahasiswa dan bahan ajar ada kemiripan sehingga mahasiswa jangan asal menjiplak tak tahu dasarnya dan mahasiswa kita anggap hebat karena tugasnya hebat dengan internet dengan laptopnya mohon dosensekarang ini diperhebat dengan serdosnya jangan mengerjakan serdos dirental akhirnya masuk angin d sudah ada peserta yang saya tahu meninggal mengerjakan serdos dirental inipun saya kerjakan dirumah menjaga hal yang tak diinginkan nyatanya bisa sama terima kasih
Ahad, 18 September 2011 09:24:22
herry . .
APAKAH MUNGKIN DOSEN YANG BELUM LULUS KARENA VERIFIKASI, ADA KEMIRIPAN DD DENGAN YANG SUDAH DINYATAKAN LULUS? JIKA INI TERJADI, MAKA SEPERTINYA ADA KESALAHAN PROSEDUR. MESTINYA KEDUANYA SAMA-SAMA VERIFIKASI. MOHON DICERMATI.
Ahad, 18 September 2011 08:58:44
aminatuz zubaida . P . aminatuzzubaida[at]gmail[dot]com
Mohon info kebijakan dikti terkait DYS yang DD-nya dijiplak/dicontek/disalin oleh DYS yang lain? DYS yang menjiplak telah mengakui perbuatannya di depan sidang panitia serdos PTU dan pimpinan. Apakah DIKTI mempunyai kebijakan terkait hal ini? Kami sangat berharap DIKTI bisa berbuat adil dalam menyelesaikan kasus per kasus seperti ini.
Ahad, 18 September 2011 08:51:50
agung sanjaya . L .
Di PTU kami, DYS dengan status verifikasi dikumpulkan panitia dan diminta memberi penjelasan mengenai proses pembuatan DD. Proses klarifikasi ini juga melihat data kemiripan, jadi si A mirip dengan B, maka keduanya dipertemukan dan diminta keterangan.
Saya termasuk yang berstatus verifikasi dan mirip dengan DYS X. Fakta memang DD saya dipinjam dan dijiplak oleh DYS X. DYS X sudah mengakui hal tersebut di hadapan panitia dan bahkan pimpinan. Akhirnya pimpinan membuat klarifikasi sebagai berikut :
Untuk DYS X, pimpinan menyatakan setuju ada kemiripan.
Untuk saya, pimpinan menyatakan tidak setuju dan memberikan alasan bahwa DD saya dijiplak oleh DYS X.
Semoga klarifikasi ini bisa diterima oleh PTPS dan Dikti.
Ada pengalaman dari bapak/ibu?
Ahad, 18 September 2011 06:18:32
Di PTU Unhalu kami tidak dipanggil sehingga kita tidak tau mana yang menyontek dan dicontek. Kami minta klarifikasi jawabanya diserahkan ke Dikti karena rektor juga bingung. Saya tidak mengenal Dosen yang mirip dengan saya.
ANSOR PUTRA . Rabu, 26 Oktober 2011 12:50:00
Agung Sanjaya . L . agung[dot]sanjay[at]gmail[dot]com
Di PTU kami, DYS dengan status verifikasi dikumpulkan panitia dan diminta memberi penjelasan mengenai proses pembuatan DD. Proses klarifikasi ini juga melihat data kemiripan, jadi si A mirip dengan B, maka keduanya dipertemukan dan diminta keterangan.
Saya termasuk yang berstatus verifikasi dan mirip dengan DYS X. Fakta memang DD saya dipinjam dan dijiplak oleh DYS X. DYS X sudah mengakui hal tersebut di hadapan panitia dan bahkan pimpinan. Akhirnya pimpinan membuat klarifikasi sebagai berikut :
Untuk DYS X, pimpinan menyatakan setuju ada kemiripan.
Untuk saya, pimpinan menyatakan tidak setuju dan memberikan alasan bahwa DD saya dijiplak oleh DYS X.
Semoga klarifikasi ini bisa diterima oleh PTPS dan Dikti.
Ada pengalaman dari bapak/ibu?
Ahad, 18 September 2011 06:18:10
agung sanjaya . L . agung[dot]sanjay[at]gmail[dot]com
Bagaimana kebijakan DIKTI jika ada kasus DYS yang dijiplak DD-nya oleh DYS yang lain. Keterangan mengenai penjiplakan ini dituangkan dalam klarifikasi oleh pimpinan PTU. Klarifikasi ini berdasarkan investigasi dan pengakuan DYS yang melakukan penjiplakan. Harapan saya DIKTI bijak melihak kasus plagiasi ini. Siapa korban, siapa pelaku harus diberlakukan secara adil.
Ahad, 18 September 2011 06:17:35
sugiarto . L . sugi[at]yahoo[dot]com
Info:
Bagi DYS yang belum lulus, dapat diusulkan kembali pada tahun 2013.
Bagi DYS yang berstatus perlu verifikasi, harus melakukan klarifikasi sesuai petunjuk teknis DIKTI.

Jika PTU TIDAK MENYETUJUI adanya KEMIRIPAN SUBSTANSI dalam isi portofolio Deskripsi Diri DYS, maka:
Bila klarifikasinya tersebut DISETUJUI oleh PTPS dan DIKTI, maka terhadap DYS tersebut akan dilakukan PROSES PENILAIAN LEBIH LANJUT.
Bila klarifikasinya tersebut TIDAK DISETUJUI oleh PTPS dan DIKTI, maka selain dinyatakan BELUM LULUS, DYS tersebut akan MENERIMA MASA PEMBINAAN TAMBAHAN.

So, bagi yang akan melakukan class action, mogok ngajar, menjelekkan rekan sejawat/DYS yang telah lulus, menjelekkan sistem, menjelekkan asessor, maka tingkah Anda tersebut malah makin MENUNJUKKAN MENTAL & PRIBADI ANDA YANG SEBENARNYA.

Dosen yang mengaku PROFESIONAL dan IKHLAS untuk ikut mencerdaskan anak bangsa, HARUSNYA TIDAK BERSIKAP SEPERTI ITU. Salam.
Ahad, 18 September 2011 05:43:44
sugiarto . L . sugi[at]yahoo[dot]com
Info:
Bagi DYS yang belum lulus, dapat diusulkan kembali pada tahun 2013.
Bagi DYS yang berstatus perlu verifikasi, harus melakukan klarifikasi sesuai petunjuk teknis DIKTI.

Jika PTU TIDAK MENYETUJUI adanya KEMIRIPAN SUBSTANSI dalam isi portofolio Deskripsi Diri DYS, maka:
Bila klarifikasinya tersebut DISETUJUI oleh PTPS dan DIKTI, maka terhadap DYS tersebut akan dilakukan PROSES PENILAIAN LEBIH LANJUT.
Bila klarifikasinya tersebut TIDAK DISETUJUI oleh PTPS dan DIKTI, maka selain dinyatakan BELUM LULUS, DYS tersebut akan MENERIMA MASA PEMBINAAN TAMBAHAN.

So, bagi yang akan melakukan class action, mogok ngajar, menjelekkan rekan sejawat/DYS yang telah lulus, menjelekkan sistem, menjelekkan asessor, maka tingkah Anda tersebut malah makin MENUNJUKKAN MENTAL & PRIBADI ANDA YANG SEBENARNYA.

Dosen yang mengaku PROFESIONAL dan IKHLAS untuk ikut mencerdaskan anak bangsa, HARUSNYA TIDAK BERSIKAP SEPERTI ITU. Salam.
Ahad, 18 September 2011 05:41:48
Sugiarto . L . sugi[at]yahoo[dot]com
Info:
Bagi DYS yang belum lulus, dapat diusulkan kembali pada tahun 2013.
Bagi DYS yang berstatus perlu verifikasi, harus melakukan klarifikasi sesuai petunjuk teknis DIKTI.

Jika PTU tidak menyetujui adanya KEMIRIPAN SUBSTANSI dalam isi portofolio Deskripsi Diri DYS, maka:
Bila klarifikasinya tersebut disetujui oleh PTPS dan DIKTI, maka terhadap DYS tersebut akan dilakukan PROSES PENILAIAN LEBIH LANJUT.
Bila klarifikasinya tersebut tidak disetujui oleh PTPS dan DIKTI, maka selain dinyatakan BELUM LULUS, DYS tersebut akan MENERIMA MASA PEMBINAAN TAMBAHAN.

So, bagi yang akan melakukan class action, mogok ngajar, menjelekkan rekan sejawat/DYS yang telah lulus, menjelekkan sistem, menjelekkan asessor, maka tingkah Anda tersebut malah makin MENUNJUKKAN MENTAL & PRIBADI ANDA YANG SEBENARNYA.

Dosen yang mengaku PROFESIONAL dan IKHLAS untuk ikut mencerdaskan anak bangsa, HARUSNYA TIDAK BERSIKAP SEPERTI ITU. Salam.
Ahad, 18 September 2011 05:38:17
. .
Selasa, - ::
irwan . L .
??????????????????????????????????, akuntabel???????????,objektif????????? transparan??????????. sistem serdos?????????????. kualitas???????????. merajuk??????????. CAPEK AHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Sabtu, 17 September 2011 23:19:18
DESAK MADE SUKARNASIH . P . sukarnasih[dot]undiknas[dot]ac[dot]id
Kepada Yth. Tim Penilai Klarifikasi terhadap Serdos Gelombang I tahun 2011 yang diverifikasi.
Saya, Desak Made Sukarnasih sebagai peserta Serdos gelombang I tahun 2011 dengan nomor peserta 0018056008. Setelah saya memeriksa pengumuman kelulusan serdos tahun 2011 dimana status saya dinyatakan: PERLU VERIFIKASI, dan setelah saya periksa ternyata memang benar ada sedikit kemiripan dengan peserta serdos gelombang I tahun 2011 yang lainnya.
Pada saat membuat deskripsi diri, saya tidak pernah bertemu, tidak pernah mencontek dan tidak mencontoh apalagi menyalin sebagian atau keseluruhan isian deskripsi diri DYS lain, acuan yang saya gunakan sebagai pedoman dalam pembuatan deskripsi diri tersebut mengacu pada pola deskripsi diri beberapa dosen yang sudah lulus serdos angkatan-angkatan sebelumnya. Disamping itu saya juga mengacu pada konsep penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Visi dan Misi Universitas Pendidikan Nasional Denpasar. Tanpa saya sadari DYS yang lainya mungkin juga menggunakan acuan yang sama.
Demikian saya sampaikan dengan sejujur-jujurnya semoga mendapat pertimbangan dan dapat diluluskan. Atas bantuan dan perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Sabtu, 17 September 2011 22:43:40
. .
Yth Dikti
Semoga yg blm lulus diperbolehkan mngikuti serdos 2011 gelombang 2. Amin.
====================================================================================================================LULUS GELOMBANG 2 TAHUN 2011 laaaaaahhh ==> NGIMPI...WANIPIRO..-------gelemmu piro? Ojo larang2 coyyy...===>JELAS TAHUN 2013 GEK ISO MELU MENEH....TANGI...NGIMPI.... RA MOCO PERATURANE PO...
Sabtu, 17 September 2011 20:05:59
. .
. .
Yth Dikti
Semoga yg blm lulus diperbolehkan mngikuti serdos 2011 gelombang 2. Amin.
====================================================================================================================LULUS GELOMBANG 2 TAHUN 2011 laaaaaahhh ==> NGIMPI...WANIPIRO..-------gelemmu piro? Ojo larang2 coyyy...
Sabtu, 17 September 2011 19:49:35
NI PUTU SAWITRI NANDARI . P . sawitri_nandari[at]yahoo[dot]com
Kepada Yth. Tim Penilai Klarifikasi terhadap Serdos Gel.1 yang diverifikasi.
Dengan ini A/n: Ni Putu Sawitri Nandari. No.Serdos 0022126904 saya sampaikan bahwa setelah saya cek kemiripan yang saya punyai dengan DYS memang benar ada kemiripan sedikit, tetapi saya dan teman-teman tidak pernah melakukan kerja sama, karena semua mengerjakan dirumah masing-masing, kalaupun ada kemiripan itu karena kami semua mengacu kepada konsep dasar yang ditetapkan di dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi dan visi misi Undiknas Denpasar bukan berdasarkan kerjasama antara DYS yang lain.
Untuk itu kami mohon kepada Tim Penilai Serdos agar mempertimbangkan kelulusan kami. Mengingat jawaban klarifikasi yang di berikan oleh PTU/PTS kami berkerja semuanya diberikan jawaban ya dan ya. Maka kami menyampaikan hal ini ke Tim Penilai Serdos di tingkat Dikti.
Demikian disampaikan atas bantuannya kami ucapkan terima kasih.
Sabtu, 17 September 2011 18:26:21
. .
MOHON YANG BELUM LULUS DD DIIKUTSERTAKAN LAGI PADA GELOMBANG KE 2. BERI KAMI KESEMPATAN UNTUK MEMPERBAIKI DD KAMI.. MOHON PAK MENTERI KEMENDIKNAS PERHATIKAN NASIB KAMI
===> NGIMPI WANIPIRO
Sabtu, 17 September 2011 17:29:21
. .
Yth Dikti
Semoga yg blm lulus diperbolehkan mngikuti serdos 2011 gelombang 2. Amin.
====================================================================================================================LULUS GELOMBANG 2 TAHUN 2011 laaaaaahhh ==> NGIMPI...WANIPIRO..
Sabtu, 17 September 2011 17:27:59
. .
MOHON YANG BELUM LULUS DD DIIKUTSERTAKAN LAGI PADA GELOMBANG KE 2. BERI KAMI KESEMPATAN UNTUK MEMPERBAIKI DD KAMI.. MOHON PAK MENTERI KEMENDIKNAS PERHATIKAN NASIB KAMI
Sabtu, 17 September 2011 17:00:36
. .
Selasa, - ::
jendul . .
WAH PAK JENDULMU NGRESPON SAYA YA...... MAKASIH PAK......SELAMAT YA PAK KARENA DAH LULUS....
Sabtu, 17 September 2011 16:37:26
. .
Yth Dikti
Semoga yg blm lulus diperbolehkan mngikuti serdos 2011 gelombang 2. Amin.
====================================================================================================================LULUS GELOMBANG 2 TAHUN 2011 laaaaaahhh====================================================================================================================================================================NGIMPI...WANIPIRO..
Sabtu, 17 September 2011 16:04:53
Agung Sanjaya . L . agung[dot]sanjay[at]gmail[dot]com
Di PTU kami, DYS dengan status verifikasi dikumpulkan panitia dan diminta memberi penjelasan mengenai proses pembuatan DD. Proses klarifikasi ini juga melihat data kemiripan, jadi si A mirip dengan B, maka keduanya dipertemukan dan diminta keterangan.
Saya termasuk yang berstatus verifikasi dan mirip dengan DYS X. Fakta memang DD saya dipinjam dan dijiplak oleh DYS X. DYS X sudah mengakui hal tersebut di hadapan panitia dan bahkan pimpinan. Akhirnya pimpinan membuat klarifikasi sebagai berikut :
Untuk DYS X, pimpinan menyatakan setuju ada kemiripan.
Untuk saya, pimpinan menyatakan tidak setuju dan memberikan alasan bahwa DD saya dijiplak oleh DYS X.
Semoga klarifikasi ini bisa diterima oleh PTPS dan Dikti.
Ada pengalaman dari bapak/ibu?
Sabtu, 17 September 2011 14:56:24
Agung Sanjaya . L . agung[dot]sanjay[at]gmail[dot]com
Di PTU kami, DYS dengan status verifikasi dikumpulkan panitia dan diminta memberi penjelasan mengenai proses pembuatan DD. Proses klarifikasi ini juga melihat data kemiripan, jadi si A mirip dengan B, maka keduanya dipertemukan dan diminta keterangan.
Saya termasuk yang berstatus verifikasi dan mirip dengan DYS X. Fakta memang DD saya dipinjam dan dijiplak oleh DYS X. DYS X sudah mengakui hal tersebut di hadapan panitia dan bahkan pimpinan. Akhirnya pimpinan membuat klarifikasi sebagai berikut :
Untuk DYS X, pimpinan menyatakan setuju ada kemiripan.
Untuk saya, pimpinan menyatakan tidak setuju dan memberikan alasan bahwa DD saya dijiplak oleh DYS X.
Semoga klarifikasi ini bisa diterima oleh PTPS dan Dikti.
Ada pengalaman dari bapak/ibu?
Sabtu, 17 September 2011 14:56:10
Jendulmu . .
Kalo gak lulus ya sudah...belum rezekimu...jangan cari alasan lagi...apalagi mau class actionlah...mogok ngajarlah...demolah...gak ada gunanya...stlh verifikasi banyak DYS yg tadinya gak ngaku sekarang ngaku...sudahlah...introspeksi itu lebih baik untuk meningkatkan kualitas dirimu di masa yad.
Sabtu, 17 September 2011 14:19:44
JENDUL . .
BERDASRKAN PERATURAN PEMERINTAH TENTANG DOSEN NOMER 37 TAHUN 2009 PASAL 6 BAHWA Sertifikasi pendidik untuk dosen harus dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel. MANA BUKTINYA WONG KITA NGGAK LULUS NDAK ADA PENJELASAN APA2.........?
Sabtu, 17 September 2011 13:53:18
Iwa Sudradjat . L . iwa_sudradjat[at]yahoo[dot]com
Yth. Tim serdos DIKTI, Berdasar surat dirtendik No. 2564/E4.3/2011 bahwa data D-3 serdos gelombang II akan di up-load tanggal 8 September 2011, tetapi sampai saat ini data tersebut belum ada di akun PTU kami. Untuk itu kami mohon informasinya. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Sabtu, 17 September 2011 12:51:00
NN . P . nnserdos[at]yahoo[dot]com
SANGAT SETUJU, KARENA PENILAIAN SERDOS HARUS DILIHAT SECARA MENYELURUH YANG DITITIKBERATKAN PADA PENILAIAN CV DAN BUKAN DARI DD SAJA.
Sabtu, 17 September 2011 11:08:49
AGUS . L . agus123[at]yahoo[dot]co[dot]id
MOHON PENCERAHAN PANITIA SERDOS, BAHWA KAMI YG SDH LAMA MENGABDI PADA BANGSA DAN NEGARA MELALUI PEMBERIAN DIRI UNTUK MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA, TELAH DI KABURKAN DGN PENILAIAN DESKRIPSI DIRI YG ADA KEMIRIPAN DAN ATAU LAINNYA. BUKAN MELIHAT DARI CURIKULUM VITAE DAN APA YG TELAH DIBUAT OLEH DOSEN YBS UNTUK MEMBANGUN DAN MEMPERSIAPKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MELALUI KULIAH SEPERTI S2 DGN BIAYA SENDIRI SERTA YG LAINNYA. SEMOGA PINTU HATI KITA DAPAT DICERAHKAN....
Sabtu, 17 September 2011 08:46:10
Agung Sanjaya . L . agung[dot]sanjay[at]gmail[dot]com
Di PTU kami, DYS dengan status verifikasi dikumpulkan panitia dan diminta memberi penjelasan mengenai proses pembuatan DD. Proses klarifikasi ini juga melihat data kemiripan, jadi si A mirip dengan B, maka keduanya dipertemukan dan diminta keterangan.
Saya termasuk yang berstatus verifikasi dan mirip dengan DYS X. Fakta memang DD saya dipinjam dan dijiplak oleh DYS X. DYS X sudah mengakui hal tersebut di hadapan panitia dan bahkan pimpinan. Akhirnya pimpinan membuat klarifikasi sebagai berikut :
Untuk DYS X, pimpinan menyatakan setuju ada kemiripan.
Untuk saya, pimpinan menyatakan tidak setuju dan memberikan alasan bahwa DD saya dijiplak oleh DYS X.
Semoga klarifikasi ini bisa diterima oleh PTPS dan Dikti.
Ada pengalaman dari bapak/ibu?
Sabtu, 17 September 2011 08:29:14
biasa yang yang meniru akan lebih rapi dan lengkap karena dia melihat kekurangan temannya
SUAIBATUL ASLAMIAH . Sabtu, 17 September 2011 09:00:25
... untuk itu hati2 membantu dalam hal DD kawan karena salah satu resikonya seperti itu...maka belajarlah dari pengalaman ini...
SYAMSUDDIN MALLALA . Rabu, 21 September 2011 18:18:08
imam widhiono . L . imamwidhiono[at]yahoo[dot]com
Dalam serdos mestinya kinerja dosen dalam menjalankan profesinya serta CV menjadi ACUAN UTAMA lolos tidaknya DYS, bukan berdasar kemiripan isian diskripsi diri saja.
Sabtu, 17 September 2011 02:03:29
setuju akan kelihatan keaktifannya dan kinerjanya..
SUAIBATUL ASLAMIAH . Sabtu, 17 September 2011 08:46:18
L ODE MUH UMAR REKY RAHMAD . L . umarr3[at]yahoo[dot]com
Seharusnya Penilaian Pada seberapa besar Tugas yang telah diemban dosen, bukan pada mirip atau tidaknya DD.
Sabtu, 17 September 2011 01:49:16
L ODE MUH UMAR REKY RAHMAD . L . umarr3[at]yahoo[dot]com
Bagi Anda Yang Belum Lulus terus berjuang, semoga bisa diikutkan gelombang 2
Sabtu, 17 September 2011 01:47:43
. .
Selasa, - ::
.. . .
. .
Yth Dikti
Semoga yg blm lulus diperbolehkan mngikuti serdos 2011 gelombang 2. Amin.
====================================================================================================================LULUS GELOMBANG 2 TAHUN 2011 laaaaaahhh
Sabtu, 17 September 2011 00:44:20
Avatar . L . avatarian[at]gmail[dot]com
Pak GBR sudah lulus?
Jumat, 16 September 2011 19:42:33
MB . L . jagongan[at]yahoo[dot]co[dot]id
Untung saya sudah lulus :)
Jumat, 16 September 2011 19:40:30
. .
Selasa, - ::
MAULIDDIN IQBAL . L . cepeter_1973[at]yahoo[dot]com
Assalam Wr Wb Bapak Panitia serdor Yth pak. saya kan sudah lulus namun setelah saya lihat kok kurang satu NIP saya atas Nama Mauliddin Iqbal dari UPT Politeknik Negeri Lhokseumawe pada hal yang benar 19730429 200801 1 007 kok dibuat belum ada angka 7 diakhir pak mohon tanggapannya thank very much. wassalam no hp 085277854673.
Jumat, 16 September 2011 16:42:09
MUHAMMAD RIDWAN SAID AHMAD . . baso[dot]donal[at]yahoo[dot]com
mau tanya nih,kapan sih TMT berlakunya tunjangan serdos 2011 yg udah lulus?
Jumat, 16 September 2011 15:15:35
. .
Yth Dikti
Semoga yg blm lulus diperbolehkan mngikuti serdos 2011 gelombang 2. Amin.
====================================================================================================================LULUS GELOMBANG 2 TAHUN 2013
Jumat, 16 September 2011 14:54:55
SHERLY HESTI ERAWATI . P . sherly[at]stie-mce[dot]ac[dot]id
ass wr wb
Alhamdulillah, saya salah satu DYS yang PERLU VERIFIKASI. Saya juga ingin menyampaikan pemikiran saya terlepas itu menjadi benar ataupun salah, karena memang ini sebuah persepsi. Kemiripan kata atau kalimat yang telah dinyatakan oleh acesor mungkin perlu dicermati kembali substansinya. Berangkat dari ketidak tahuan saya sebagai perserta, timbul pertanyaan apakah identifikasi kemiripan tsb dilakukan melalui mesin ditektor seperti yang digunakan "Mr Google" dan ada standart % yang ditetapkan. Kalaupun itu benar, mungkin perlu dikaji ulang tentang substansi dari diskripsi diri tsb. Terimakasih bila pemikiran ini bisa menjadi masukan pada Tim penguji, khususnya pada perserta yang telah dinyatakan PERLU VERIFIKASI.
Jumat, 16 September 2011 13:50:22
Yan . L . -
Mohon Dikti dan panitia Serdos pusat, sungguh sungguh memperhatikan hasil verifikasi, kemiripan tidak terhindarkan karena memang ada unsur pencontekan atau penyalinan, tapi perlu dipahami bahwa sebagian besar dosen yang dicontek atau disalin memberikan deskripsi dirinya kepada rekan dosen yang lain tidak dengan sengaja atau terpaksa karena berada dalam tekanan sebagai teman atau atasan, tapi ini disalah gunakan oleh rekan kerja yang lain tersebut... sungguh memilukan jika dosen yang sesungguhnya dicontek atau disalin hasil kerjanya juga harus menanggung beban ini... Mohon Dikti dapat menerapkan kebijakan yang adil...., jangan sampai dosen yang menjadi korban ...semakin frustasi menghadapi kenyataan ini.
Jumat, 16 September 2011 12:48:57
Abdul Rajab . L . rajab[at]yahoo[dot]com
MOHON INFONYA...KAPAN SERDOS TAHAP 2???
Jumat, 16 September 2011 12:42:37
S. M. Taribuka . L . smtaribuka[at]na[dot]its[dot]ac[dot]id
Dari hasil pengumuman hasil serdos 2011, saya termasuk verifikasi. Nanti ini dapat dilihat dengan saksama, sebab saya merupakan dosen senior yang sdh 20 thn mengajar. Diskripsi diri saya buat sesuai kondisi yang lakoni dan saya pinjam untuk dicontohi oleh teman yunior, tapi anehnya teman saya lolos sedangkan saya perlu di verifikasi.
Jumat, 16 September 2011 12:16:48
. .
Selasa, - ::
TAUFIQ ISMAIL YUSUF . L . taufiqismailyusuf[at]yahoo[dot]com
Alhamdulillah saya lulus sertifikasi. Saya sangat bersyukur dengan sistem yang dibuat sekarang. Walaupun sangat sibuk saya dapat membuat portofolio darimana saja dan kapan saja, yang penting data yang diperlukan lengkap. dan tidak mengada-ngada, dekskripsi saya buat apa adanya sesuai dengan yang telah saya kerjakan.
Jumat, 16 September 2011 10:08:28
***** . P .
Yth Dikti
Semoga yg blm lulus diperbolehkan mngikuti serdos 2011 gelombang 2. Amin.
Jumat, 16 September 2011 09:02:32
dicky seprianto . L . dq_abiel[at]yahoo[dot]co[dot]id
saya sebagai seorang dosen yang merupakan bekas murid dan sekarang menjadi rekan sejawat bagi dosen saya, sangat prihatin dengan sistem penilaian "serdos on line". dimana kita mempercayakan kepada sistem komputer yang dibuat oleh manusia untuk kebaikan umat manusia malah berbalik menjadi mensengsarakan umat. Hal ini terbukti dengan hasil pengumuman serdos. dimana dosen-dosen yang sudah saya kenal dan akui kredibilatasnya mendapat keputusan "perlu verifikasi", sedangkan dosen yang selalu menghalalkan segala cara dan menilai segala sesuatu dengan "uang" lulus dengan sempurna. Apa jadinya dunia pendidikan Indonesia jika hal ini diteruskan, semoga ALLAH SWT memberi petunjuk dan hidaya-Nya untuk negara yang saya cintai ini. Untuk tim Serdos Dikti, anda mempunyai tanggung jawab besar dengan keputusan yang anda buat, yang akan anda pertanggungjawabkan diakhirat kelak. "JANGAN PERCAYAKAN KEPADA BENDA MATI, UNTUK MEMBUAT KEPUTUSAN YANG MENYANGKUT HARGA DIRI SEORANG PENDIDIK YANG MENGABDIKAN DIRI DEMI MENDAPATKAN AMAL JARIYAH". TRIMS
Jumat, 16 September 2011 08:40:01
Mackvey . L . mackvey_ye[at]yahoo[dot]co[dot]id
Bagi yang harus di verifikasi oleh rektor/ketua/direktur marilah kita terima dengan besar hati apapun hasilnya, mari kita tarik hikmah dari semua ini, yang kebetulan punya jabatan struktural dekan/kajur/kaprodi tidak dipungkiri mungkin anda sebagai tempat bertanya bagi DYS lain di Fakultas/Jurusan/Program studi anda, dan kita tidak pernah berprasangka buruk, yang kita inginkan adalah semua DYS di Fakultas/Jurusan/Program Studi yang ikut sertifikasi bisa Lolos Semua. Deskripsi Diri yang telah di tulis dengan sukarela diperlihatkan kepada DYS lain yang tak lain adalah teman sejawat dan bila kita harus di verifikasi karena ada indikasi tingkat kemiripan antar DYS ya harus kita terima. Saya yakin dalam penentuan keputusan Lulus atau Belum Lulus akan dilihat pada biodata atau pada aspek 6 DYS. terimakasih karena kami diberikan kesempatan untuk diklarifikasi/verifikasi dan kami berharap bisa LOLOS dalam Serdos Tahap 1 ini. Amin
Kamis, 15 September 2011 19:24:33
amin lulus semua yang diverifikasi...amin
. Jumat, 16 September 2011 09:51:56
SUAIBATUL ASLAMIAH . P . suaibatul99[at]yahoo[dot]coi[dot]id
seMOGA KAMI YANG PERLU DIVERIFIKASI DI LULUSKAN SEMUA AMIN.DAN PIHAK DIKTI BISA MENILAI DENGAN MELIHAT PERBANDINGAN DARI CV YANG TELAH DIISI UNTUK MELIHAT KEAKTIFAN SESEORANG. AMIN
Kamis, 15 September 2011 18:48:35
SUAIBATUL ASLAMIAH . P . suaibatul99[at]yahoo[dot]coi[dot]id
seMOGA KAMI YANG PERLU DIVERIFIKASI DI LULUSKAN SEMUA AMIN.DAN PIHAK DIKTI BISA MENILAI DENGAN MELIHAT PERBANDINGAN DARI CV YANG TELAH DIISI UNTUK MELIHAT KEAKTIFAN SESEORANG. AMIN
Kamis, 15 September 2011 18:48:23
RAYUNG WULAN . .
Kpd.Yth Panitia serdos & TIM Validasi
Saya merasa sangat kecewa dengan status PERLU VERIFIKASI, seharusnya jika seandainya ada kemiripan isian deskripsi diri yang mirip semuanya dinyatakan PERLU VERIFIKASI JUGA bukan status LULUS ,.... DARI MANA TIM VALIDASI MENGETAHUI YG MENCONTEK DENGAN YG DI CONTEK ..... SEMOGA INI JADI BAHAN PERTIMBANGAN PANITIA SERDOS
Wassalam,
Kamis, 15 September 2011 16:46:29
SUPRI HADI . L . suprihadi1960[at]gmail[dot]com
Yth Bapak/ibu, saya Supri Hadi (0015036007), ikut serdos tahun 2011 dari Universitas Negeri Papua, ingin memperbaiki NIP, dimana dalam keterangan pengumuman serdos tertulis NIP lama 131953797 mau diganti dengan NIP baru yaitu 196003151991031001, mohon batuan bagaimana caranya
Kamis, 15 September 2011 15:51:20
perbaikannya di data EPSBED. ceritanya sama dengan aku, tapi punyaku sudah.salam
KAMILIUS KONSTANSE OKI . Kamis, 15 September 2011 19:47:19
. .
Selasa, - ::
ANDI . P . andi123[at]yahoo[dot]com
TERNYATA ADA SATU KATA YG SAMA ATAU LEBIH DALAM SUATU KALIMAT SUDAH DIANGGAP ADA KESAMAAN, BUKAN MELIHAT KONTENNYA SECARA MENYELURUH. BGMN INI BISA TERJADI... KITA TANYA SAJA PADA RUMPUT YG BERGOYANG.
Kamis, 15 September 2011 13:13:48
tanya saja ama goyangannya JULIA PEREZ
SUMARYANTO . Sabtu, 17 September 2011 16:18:18
KARTIKA HENDRA TITISARI . P . kartikatitisari[at]yahoo[dot]com
Salam hangat KEMENDIKNAS. Salut dengan sistem yang mulai diterapkan. Maju terus dengan peningkatan kinerja berbasis IT. Kami di PTS akan terpacu untuk lebih memberikan yang terbaik bagi Pendidikan di Indonesia.
Kamis, 15 September 2011 11:38:36
Drs. Alimuddin Saban Miru, M.Pd . L . alimuddin_smiru[at]yahoo[dot]co[dot]id
Sofware yg dipakai dikti tlh meresahkan dosen sertifikasi krn itu mohon hasil penilaian melalui sofware tsb dianulir kembali atau dibatalkan saja krn tdk melihat substansinx secara komprehenship... hehehehe
Kamis, 15 September 2011 10:19:13
wah..., jangan dong. hehehe juga..
HUMAIRO SAIDAH . Jumat, 16 September 2011 07:23:04
MOCHAMMAD RIFAI . L . rifaimochamad[at]yahoo[dot]com
Ass.Wr Wb Saya peserta SERDOS 2011,NIDN 0714074902, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh panitia / pengelola kegiatan SERDOS 2011, atas kerja kerasnya sehingga saya dapat melaksanakannya program ini dan saya dinyatakan lulus sekali lagi TERIMA KASIH SEMOGA ALLAH SWT MENCATAT AMAL BAPAK/IBU/SAUDARA sekalian AMIEN
Kamis, 15 September 2011 09:34:25
***** . P .
Yth Dikti,
berdasarkan informasi dosen senior sy yg sdh mngikuti serdos 2008,bagi yg belum lulus dberikan kesempatan untuk melakukan prbaikan selama 3bln. Lalu apakah kebijakan trsebut dteruskan pada thn 2011 bagi yg belum lulus? Semoga benar kbijakan trsebut dteruskan oleh dikti. Salam.
Kamis, 15 September 2011 09:13:35
User Turunan ptu_001017firman . L . pusbangdik[dot]ur[at]yahoo[dot]com
Selamat yaa bagi bapak/ibu dosen yang telah lulus sertifikasi tahun ini, berarti anda telah diakui sebagai dosen profesional secara administrasi oleh dikti dan tentu saja dituntut mampu profesional dalam tugas dan jabatan yang anda lakoni. Bagi bapak/ibu yang BELUM LULUS atau S
Kamis, 15 September 2011 08:14:02
. .
banyak orang emosi...gara gara belum lulus....ini BUKTI urusan perut tidak berhubungan dengan tingkat pendidikan....GILA... semua bermuara dengan DUIT....DUIT...DUIT...
Kamis, 15 September 2011 07:44:05
Abdul Rajab . L . rajab[at]yahoo[dot]com
Mohon infonya, kapan ada serdos tahap 2???
Kamis, 15 September 2011 06:07:55
irwan . L . irwan[dot]Menan[at]yahoo[dot]com
Mohon dengan sangat..! hentikanlah memuat tulisan yang berisi KATA-KATA JOROK. tolong dihargai layanan suara anda ini. Kritik yang tajam demi untuk kemajuan kualitas pendidikan indonesia harus disampaikan, akan tetapi janganlah ada kata-kata jorok. layanan ini disediakan untuk orang terdidik dan ber akhlak. maaf bukan maksud menggurui, akan tetapi sekedar mengigatkan. wassalam
Rabu, 14 September 2011 23:03:20
Irwan . L . irwan[dot]menan[at]yahoo[dot]com
Mohon dengan sangat..! hentikanlah memuat tulisan yang berisi KATA-KATA JOROK. tolong dihargai layanan suara anda ini. Kritik yang tajam demi untuk kemajuan kualitas pendidikan indonesia harus disampaikan, akan tetapi janganlah ada kata-kata jorok. layanan ini disediakan untuk orang terdidik dan ber akhlak. maaf maksud menggurui, akan tetapi sekedar mengigatkan. wassalam
Rabu, 14 September 2011 22:59:54
DOUWES DEKER MALIK . L . douwesdm21[at]gmail[dot]com
Saya tadi coba2 buka hasil serdos 2011 via internet, dan saya baru yakin bahwa saya benar lulus. Info bahwa saya lulus sudah saya dengar dari teman2, tetapi kegembiraan yang tidak was2 nanti tadi itu setelah lihat sendiri. Setelah itu saya buka SUARA ANDA dan baca beberapa tulisan teman2. Isi pesannya ternyata beragam kesannya, melan kolis. Ada yang gembira dan banyak yang kecewa sambil melontar ungkapan hatinya. Kesan saya sewaktu mengikuti serdos ini perlu juga saya ungkap sekedar berbagi sesama teman yang belum beruntung. Ketika saya diberitahu harus ikut serdos, pertama yang saya lakukan adalh membaca panduan yang 3 buku itu. Saya baca dengan seksama sambil membuat catatan bagian2 yang penting. Setelah itu, saya kumpul seluruh dokumen/berkas (3 darma PT) yang saya miliki sejak saya diangkat jadi dosen. Berkas2 tersebut saya susun dalam bentuk tabel & diurut sesuai tahun & nomor surat. Langkah berikut yang saya lakukan adalah menulis/menyusun kurikulum vitae berdasarkan tabel tadi. Setelah tabelnya lengkap, barulah saya menulis Deskripsi Diri (DD). DD ini yang umumnya dirasakan sulit oleh teman2, tetapi pengalaman saya justru menulis DD menjadi mudah kalau tabel itu lengkap. Juga dalam menulis kv, saya hanya menulis apa2 yang telah saya lakukan, bukan menulis apa2 yang seharusnya saya lakukan. Itulah pengalaman yang amat berkesan bagi saya. Moga2 bermanfaat. Manado, 14 Sept. 2011. Hormat & salam hangat dari saya.
Rabu, 14 September 2011 20:17:12
User Turunan Husni Friady . L . husni_friady[at]unsyiah[dot]ac[dot]id
Kami dari tim serdos Unsyiah ingin menanyakan, apakah data yang digunakan untuk pencetakan sertifikat DYS yang Lulus diambil dari laman evaluasi.dikti.go.id atau laman serdos.dikti.go.id. Hal ini kami tanyakan mengingat laman evaluasi.dikti.go.id datanya banyak yang tidak terupdate. Karena itu kami mengusulkan untuk keperluan sertifikat DYS yang Lulus datanya diambil dari laman dikti.go.id, karena semua data DYS di laman tersebut relatif baru, termasuk pasphotonya. Terimakasih.
Rabu, 14 September 2011 18:12:53
sangat setuju, . semoga bisa menjadi bahan pertimbangan
SULARNO . Jumat, 16 September 2011 11:23:58
henderi . L . henderi[at]faculty[dot]raharja[dot]ac[dot]id
Yth. Pengelola Web Serdos 2011

Selamat siang,

Apresiasi yang tinggi dan rasa bangga saya sampaikan kepada DIKTI yang mempelopori sistem Serdos on line 2011.

Pada bagian lain, saya sangat perihatin dan mengelus dada membaca beberapa komentar/tulisan dari beberapa orang yang ada di forum suara anda ini. Karenanya, saya menyarankan kepada pengelola sistem serdos on line ini untuk bisa mencari solusi agar komentar-komentar yang tidak pada tempatnya dapat difilter. Misalnya: pengunjung yang ingin memberikan komentar harus register dan sign in terlebih dahulu, (dan sistem melakukan validasi apakah nama yang bersangkutan memang tercatat sebagai dosen-mahasiswa, atau pihak lain yang diperkenankan menuliskan komentar). Dengan demikian, komentar atau saran/masukan yang dienttry pada forum suara anda di sistem serdos ini sedapat mungkin tetap dapat terkontrol pada batas-batas tertentu, proporsional, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan (misalnya: identintas pemberi komentar tertulis, diketahui, dan tercatat dengan baik oleh sistem). Demikian saran saya, dan mohon maaf jika ada yang kurang berkenan dengan suara saya di forum ini. Terimakasih
Rabu, 14 September 2011 16:04:08
Zuldesni . P . desni_piliang[at]yahoo[dot]com
Saya mau melihat hasil sertifikasi, tetapi saya lupa password, bagaimana caranya?
Rabu, 14 September 2011 15:22:26
ZULDESNI . P . zuldesni[dot]sosioandalas[at]gmail[dot]com
Saya mau cek hasil sertifikasi saya, tetapi saya lupa password nya, bagaimana caranya agar saya bisa mendapatkan kembali password nya?
Terima kasih
Rabu, 14 September 2011 15:21:30
Fransiskus Randa . L . tatoranda[at]yahoo[dot]com
mautanya dimana daapt dilihat hasil pengunguhan data dYS 3? untukmengetahui apakah nama saya masuk atau tidak mengingat sudah dilakukan tgl 8 September yang lalu untuk gelombang 2 sesaui surat bpk Supriadi tgl 7 september 2011 tentang jadwal serdos gel 2
Rabu, 14 September 2011 14:50:17
... . . [dot][dot][dot][dot]
agar tidak terjadi polemik yang berkepanjangan sebaiknya segala persoalan yang tersisa dari proses serdos ini diselesaikan secara arif, bijak dan cepat................
Rabu, 14 September 2011 13:19:10
***** . P .
Semoga dikti berbaik hati segera memberi kesempatan bagi kami yg blm lulus serdos untuk bs diikutsertakan lg. Janganlah menganggap bhw kekurangan kami dlm membuat deskripsi diri adalah kesalahan yg fatal.
Rabu, 14 September 2011 11:39:24
azwar saihani . L . azwar[dot]saihani63[at]yahoo[dot]com
saya nich bingung ...gimana caranya memperbaiki biodata..sedangkan biodatanya belum bisa dibuka.....tolong...
Rabu, 14 September 2011 11:12:44
. .
tolong layanan suara anda ini ditutup saja. gerah nih ada yang menulis kata2 jorok. mohon panitia serdos menutup.
Rabu, 14 September 2011 10:33:29
. .
tolong layanan suara anda ini ditutup saja. gerah nih ada yang menulis kata2 jorok. mohon panitia serdos menutup.
Rabu, 14 September 2011 10:33:29
. .
tolong layanan suara anda ini ditutup saja. gerah nih ada yang menulis kata2 jorok. mohon panitia serdos menutup.
Rabu, 14 September 2011 10:33:28
. .
tolong layanan suara anda ini ditutup saja. gerah nih ada yang menulis kata2 jorok. mohon panitia serdos menutup.
Rabu, 14 September 2011 10:33:28
ibrahim . L .
Jangan sampai kita menyimpulkan bahwa semua yang menulis di suara anda ini adalah dosen. Saya sempat mengecek nama-nama tertentu yang menulis kurang sopan, ternyata tidak terdaftar sebagai dosen di dikti. Tks.
Rabu, 14 September 2011 10:22:50
. .
heee
Rabu, 14 September 2011 09:59:21
budi prayitno . L . joo_leo[at]yahoo[dot]com
wah ada oknum pendidik yang perlu dididik lagi seumur hidupnya.....yang membuat pernyataan dan hujatan .......ingat walaupun belum lulus bukan berarti gagal dan tidak berkualitas untuk DYS ...hanya perlu waktu dan perbaikan proses penyusunan diskripsi diri yang benar dan konkrit.......ayo semangat jangan memalukan profesi pendidik ........merdeka...!!!!
Rabu, 14 September 2011 08:43:11
kevin david mitcnik . L . hacker0485[at]rocketmail[dot]com
kontol
Rabu, 14 September 2011 02:41:01
. .
KAMI USUL.. LEMBAGA SURVEY DATANG KE KAMPUS2 SELURUH INDONESIA UNTUK MEMBUKTIKAN BAHWA SISTEM SERDOS TERINTEGRASI TIDAK TEPAT SASARAN, PENILAIANNYA TIDAK AKURAT. JANGAN HANYA ALASAN PENGHEMATAN BIAYA, EFISIEN TAPI KUALITAS DIABAIKAN. INI MASALAH KEMAJUAN PENDIDIKAN BANGSA.
Selasa, 13 September 2011 23:57:28
. .
jangan ada caci mencaci lagi, jangan ada yang sok suci, sok pintar. mohon saran2 di suara anda ini panitia serdos, dikti menindak lanjuti saran dan masukan. jangan biarkan dunia pendidikan kita jadi carut marut. yang rugi nantinya mahasiswa.....kasihan.......
Selasa, 13 September 2011 23:45:54
HADI PURWANTO . L . hhhpurwanto[at]gmail[dot]com
yang belum lulus serdos agar tetap tawaqal
Selasa, 13 September 2011 21:43:24
. .
Selasa, - ::
. .
Kalau bapak/ibu memang dosen yg sudah memiliki jja berarti secara realitis sudah pernah menjalankan Tridharma sehingga tidak akan menjadi masalah dalam mengisi CV dan menceritakan Tridharma yang telah dikerjakan pada tahun sebelumnya dalam DD dari sistem serdos ini secara gamblang, tinggal kejujuran untuk membuat DD. Jika tidak jujur/tidak sesuai CV ya susah sendiri....
Selasa, 13 September 2011 17:39:10
. .
Kalau bapak/ibu memang dosen yg sudah memiliki jja berarti secara realitis sudah pernah menjalankan Tridharma sehingga tidak akan menjadi masalah dalam mengisi CV dan menceritakan Tridharma yang telah dikerjakan pada tahun sebelumnya dalam DD dari sistem serdos ini secara gamblang, tinggal kejujuran untuk membuat DD. Jika tidak jujur/tidak sesuai CV ya susah sendiri....
Selasa, 13 September 2011 17:39:10
... . .
Setuju mas
Selasa, 13 September 2011 16:52:50
. .
KALAU MAU FAIR HASIL SELEKSI SERDOS HARUS TES KEMAMPUAN SECARA LANGSUNG OLEH TIM PENGUJI INDEPENDENT. CARA SELEKSI HANYA DEGAN LAPORAN TERTULIS PASTI TIDAK AKAN TEPAT SASARAN. YANG TERJADI JUSTRU HUJAT MENGHUJAT. 100 % SAYA MENJAMIN HAL SEPERTI INI AKAN BERDAMPAK KEPADA KINERJA YANG TIDAK LULUS NANTINYA. TAPI KALAU SELESINYA TRANSPARAN, PASTI SEMUA PIHAK AKAN LEGOWO MENERIMANYA. INI KENYATAAN. CONTOHNYA DI KAMPUS SAYA MENGAJAR. BENYAK YANG BELUM LULUS DAN FERIVIKASI ADALAH YANG RAJIN2 DAN BERPRESTASI. SEDANGKAN YANG LULUS? ENTAHLAH, CUMA ALLAH SWT YANG TAU. TULISAN INI HANYA MEMBERI SARAN, TIDAK BERMAKSUD MENUDING, ATAU MENJELEKKAN PIHAK MANAPUN. SAYA HANYA MENCERITAKAN REALITA. KALAU MASALAH TIDAK LULUS NGAK MASALAH BAGI SAYA. SAYA MASIH PUNYA USAHA LAIN YANG HASILNYA JAUH LEBIH TINGGI DARI TUNJANGAN SERDOS YANG DIRIBUT-RIBUTKAN INI ( MAAF, BUKAN MAKSUD MENYOMBONG ). PERLU KAWAN2 KETAHUI REZKI YANG NGATUR ALLAH SWT. JANGAN HANYA KARENA TUNJANGAN SERDOS INI ANDA2 SEMUA JADI SOMBONG, PARANOID. HALAL ATAU TIDAK HALAL SESUATU YANG KITA DAPATKAN ALLAH SWT YANG TAU. WASSALAM
Selasa, 13 September 2011 16:33:08
KALIMAT ANDA ADA BAGUSNYA,....TETAPI PERLU ANDA PIKIRKAN .... ..........KARENA TIDAK BERANI MENAMPILKAN IDENTITAS ANDA. ..., JADI ANDA TERMASUK ORANG ATAU DOSEN YANG MUNAFIK....................................
WIDODO . Rabu, 14 September 2011 23:08:18
. .
Sombong sekali komentar di bawah ini.
Selasa, 13 September 2011 16:07:44
Nugroho Sentanu . L . dls[at]yahoo[dot]com
Sisiem serdos dari dikti sudah yang terbaik, terima kasih seluruh jajaran dikti, pemerintah Republik Indonesia. meskipun saya belum mengikuti serdos, banyak rekan yang mengikuti dan lulus, ada juga yang belum lulus dan verifikasi. semuanya biasa-biasa saja.
Jadi tolong bagi yang belum lulus, introspeksi !!!! jangan salahkan sistem,dikti atau orang lain. kita sama abdi negara, abdi pemerintah dan abdi rakyat, makan gaji dan fasilitas dari pemerintah dan rakyat, namun ada saja yang jelek-jelekkan gara-gara tidak lulus. aneh.....???? kalau tidak puas jadi dosen, keluar saja bikin usaha sendiri. jangan menghina negara-lembaga negara sendiri. titik.
Selasa, 13 September 2011 12:42:00
yang udah lulus, syukuri saja, nggak perlu banyak comment yang macam-macam.
TRI ARTONO . Selasa, 13 September 2011 14:06:40
SUWARDI . L . maswad_06[at]yahoo[dot]com
Untuk STATUS PERLU VERIFIKASI ada INFORMASI : "Petunjuk teknis klarifikasi dan pemeriksaan ulang portofolio akan dikeluarkan oleh Dikti selambat-lambatnya tanggal 8 September 2011" .. Sampai dengan saat ini saya belum mendapatkan JUKNIS klarifikasi dan pemeriksaan ulang portofolio oleh DIKTI tersebut.. Tulung Informasinya.. Terima kasih
Selasa, 13 September 2011 10:51:51
Jaksen . L . jaksen[at]yahoo[dot]co[dot]id
penilaian serdos dengan metode seperti ini sangat tidak objektif, keakuratan data sebenarnya bisa dilihat dari EPSBED banyak diantara teman saya yang lulus sertifikasi ternyata bukan dosen yang profesional sekedar mencantumkan nama tuk status, sebaliknya dosen yang benar-benar profesional banyak yang tidak lulus, ayo kawan kita lakukan class action terhadap DIKTI, inilah cerminan bobroknya bangsa ini
Selasa, 13 September 2011 10:48:48
TRI HAPSARI UTAMI . P . ririn_thu[at]yahoo[dot]co[dot]id
teman saya yang dinyatakan tidak lulus serdos adalah teman yang profesional di mata teman sejawat. bagaimana yaaa? apakah ada perlu perbaikan sistem? semoga ke depannya.....bisa lebih obyektif. agar tidak ada lagi yang apes. terima kasih.
Selasa, 13 September 2011 10:31:38
.... . . [dot][dot][dot][dot]
saya menyarankan beberapa langkah verifikasi :
1. pengakuan 2. masa validasi 3. bukti rekaman kerja dimasing-masing komputer. jika sudah ada pengakuan maka tidak diperlukan lagi langkah 2 dan 3. Saya menghimbau bagi pelaku, baiknya mengaku secara jujur, karena pengakuan berbuat ketidakjujuran adalah salah satu upaya untuk memperbaiki diri... membangun moralitas.....
Selasa, 13 September 2011 10:25:04
.... . L . [dot][dot][dot]
setuju sekali, saya adalah korban dari perbuatan seorang rekan kerja saya, ybs dengan alasan sebagai bahan perbandingan, dan tentu saja inspirasi dalam menyusun DD dengan setengah memaksa meminjam DD saya serta berjani tidak akan menyalin DD milik saya, tapi kenyataan ybs menyalin salah satu aspek yang DD saya, akhirnya saya terkena dampak dari perbuatan ybs. Verifikasi harus dilakukan untuk membuktikan siapa pelaku dan siapa korban...., jangan sampai yang telah bekerja keras serta jujur dijadikan korban... inilah bangsa kita......
Selasa, 13 September 2011 10:22:05
... . L . [dot][dot][dot]
setuju sekali, saya adalah korban dari perbuatan seorang rekan kerja saya, ybs dengan alasan sebagai bahan perbandingan, dan tentu saja inspirasi dalam menyusun DD dengan setengah memaksa meminjam DD saya serta berjani tidak akan menyalin DD milik saya, tapi kenyataan ybs menyalin salah aspek yang DD saya, akhirnya saya terkena dampak dari perbuatan ybs. Verifikasi harus dilakukan untuk membuktikan siapa pelaku dan siapa korban...., jangan sampai yang telah bekerja keras serta jujur dijadikan korban... inilah bangsa kita......
Selasa, 13 September 2011 10:19:01
RASMUIN . L . drasmuin[at]yahoo[dot]com
Kata "kemiripan" itu, bisa berarti minimal seuntai kalimat yang sama. Bapak/Ibu Dosen, rekan-rakan seprofesi, saya ingin bertanya. Apa mungkin, kalimat atau paragraf yang kita tulis bisa sama dengan orang lain, kalau kita mendeskrisikan diri kita masing-masing. Saya kira, sangat kecil kemungkinannya untuk sama. Kemiripan itu hanya terjadi kalau kita saling kerjasama dalam membuat deskripsi diri. Oleh karena itu, ungkapan "kemiripan" itu digunakan oleh Panitia Serdos untuk menghaluskan ungkapan "NYONTEK". Fakta yang terjadi, memang banyak teman-teman "yang katanya DOSEN" tapi dalam membuat deskripsi diri melirik punya teman yang lain. Nggak profesional doong kita jika cara kerja kita seperti itu. Kita ingin dikatakan sebagai DOSEN PROFESIONAL, tapi dalam membuat deskripsi diri kita minta bantuan orang lain.... mau di bawa kemana dunia pendidikan tinggi kita ini pak/bu. Saya sarankan, BERDOALAH, semoga hasil verifikasi membuat bapak/ibu yang PERLU DIVERIFIKASI, menjadi LULUS.
Selasa, 13 September 2011 09:20:18
Betul Pak, kata "kemiripan" itu seharusnya PLAGIAT, bukan sekedar MENCONTEK. Tapi untuk "menghaluskan" istilah, digunakanlah kata "kemiripan". Saya setuju, bahwa untuk menjelaskan diri sendiri sudah pasti berbeda substansinya, karena pengalaman masing-masing pasti sangat berbeda. Demikian pula dalam hal penyampaian gagasan, setiap orang punya gaya bahasa yang berbeda. Jadi, kalau terjadi kemiripan sudah barang tentu kemiripan yang disengaja alias MENCONTEK alias PLAGIAT. Kalau dosennya MENCONTEK, bagaimana dengan mahasiswanya? Mau dibilang profesional tapi mencontek.... apa kata dunia.... Ingat lho sekarang ini Dikti sedang PERANG melawan plagiarisme. Mari kita dukung ....
ZULKARNAIN . Ahad, 18 September 2011 13:28:27
Universitas Sriwijaya . L . drdsaputra[at]unsri[dot]ac[dot]id
Hallo panita pusat, kok data gelombang dua belum dapat diakses
Selasa, 13 September 2011 09:14:06
dari untirta banten juga belum bisa pak, di tanggapan tulisan saya yang ada dibawah tulisan bapak kliatanya lampung juga belum, terima kasih
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa . Selasa, 13 September 2011 13:34:28
. .
PANITIA SERDOS,DIKTI. KEMENDIKNAS TIDAK BISA MENUTUP MATA APA YANG TERJADI DI SELURUH KAMPUS DI INDONESIA. FENOMENA INI JANGAN DIANGGAP REMEH. TURUNLAH KELAPANGAN.
Selasa, 13 September 2011 09:02:33
. .
Selasa, - ::
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa . L . donnidamar[at]yahoo[dot]co[dot]id
mohon penjelasan bahwa sampai sekarang daftar D3 untuk Universitas Sultan Ageng Tirtayasa belum muncul yang terbaru sedangkan menurut jadwal untuk pengusulan paling lambat tanggal 15 september 2011
PSD UNTIRTA
Senin, 12 September 2011 20:30:24
sama euyy
Universitas Lampung . Senin, 12 September 2011 21:47:15
wah masa depan dosen kami pak, jangan sampai PSD univ disalahkan gara2 fenomena ini, karna klo terjadi apa2 komplain mereka ke PSD univ bukan ke ditendik
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa . Selasa, 13 September 2011 09:20:33
. .
Ramalan 7 Satria Ronggowarsito
Dipaparkan ada tujuh satrio piningit yang akan muncul sebagai tokoh yang dikemudian hari akan memerintah atau memimpin wilayah seluas wilayah âbekasâ kerajaan Majapahit , yaitu : Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Piningit Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu.Berkenaan dengan itu, banyak kalangan yang kemudian mencoba menafsirkan ke-tujuh Satrio Piningit itu adalah sebagai berikut :

1. SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO. Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro), yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soekarno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. Berkuasa tahun 1945-1967.

2. SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR. Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti (Wibowo), namun akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan / kesalahan (Kesandung Kesampar). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin Rezim Orde Baru yang ditakuti. Berkuasa tahun 1967-1998.

3. SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR. Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie, Presiden Ketiga Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1998-1999.

4. SATRIO LELONO TAPA NGRAME. Tokoh pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (Lelono) akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang cukup / Rohaniawan (Tapa Ngrame). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1999-2000.

5. SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH. Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia. Berkuasa tahun 2000-2004.

6. SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO. Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong / dari menteri menjadi presiden) dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan mampu mensinergikan dengan kekuatan Sang Satria Piningit atau setidaknya dengan seorang spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulai terkuak. Mengandalkan para birokrat dan teknokrat saja tak akan mampu menyelenggarakan pemerintahan dengan baik. Ancaman bencana alam, disintegrasi bangsa dan anarkhisme seiring prahara yang terus terjadi akan memandulkan kebijakan yang diambil.

7. SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU. Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu). Dengan selalu bersandar hanya kepada Allah SWT, Insya Allah, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang
Senin, 12 September 2011 20:22:47
. .
Ramalan 7 Satria Ronggowarsito
Dipaparkan ada tujuh satrio piningit yang akan muncul sebagai tokoh yang dikemudian hari akan memerintah atau memimpin wilayah seluas wilayah âbekasâ kerajaan Majapahit , yaitu : Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Piningit Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu.Berkenaan dengan itu, banyak kalangan yang kemudian mencoba menafsirkan ke-tujuh Satrio Piningit itu adalah sebagai berikut :

1. SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO. Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro), yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soekarno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. Berkuasa tahun 1945-1967.

2. SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR. Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti (Wibowo), namun akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan / kesalahan (Kesandung Kesampar). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin Rezim Orde Baru yang ditakuti. Berkuasa tahun 1967-1998.

3. SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR. Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie, Presiden Ketiga Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1998-1999.

4. SATRIO LELONO TAPA NGRAME. Tokoh pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (Lelono) akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang cukup / Rohaniawan (Tapa Ngrame). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1999-2000.

5. SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH. Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia. Berkuasa tahun 2000-2004.

6. SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO. Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong / dari menteri menjadi presiden) dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan mampu mensinergikan dengan kekuatan Sang Satria Piningit atau setidaknya dengan seorang spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulai terkuak. Mengandalkan para birokrat dan teknokrat saja tak akan mampu menyelenggarakan pemerintahan dengan baik. Ancaman bencana alam, disintegrasi bangsa dan anarkhisme seiring prahara yang terus terjadi akan memandulkan kebijakan yang diambil.

7. SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU. Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu). Dengan selalu bersandar hanya kepada Allah SWT, Insya Allah, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang
Senin, 12 September 2011 20:22:38
. .
Ramalan 7 Satria Ronggowarsito
Dipaparkan ada tujuh satrio piningit yang akan muncul sebagai tokoh yang dikemudian hari akan memerintah atau memimpin wilayah seluas wilayah âbekasâ kerajaan Majapahit , yaitu : Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Piningit Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu.Berkenaan dengan itu, banyak kalangan yang kemudian mencoba menafsirkan ke-tujuh Satrio Piningit itu adalah sebagai berikut :

1. SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO. Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro), yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soekarno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. Berkuasa tahun 1945-1967.

2. SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR. Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti (Wibowo), namun akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan / kesalahan (Kesandung Kesampar). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin Rezim Orde Baru yang ditakuti. Berkuasa tahun 1967-1998.

3. SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR. Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie, Presiden Ketiga Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1998-1999.

4. SATRIO LELONO TAPA NGRAME. Tokoh pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (Lelono) akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang cukup / Rohaniawan (Tapa Ngrame). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1999-2000.

5. SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH. Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia. Berkuasa tahun 2000-2004.

6. SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO. Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong / dari menteri menjadi presiden) dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan mampu mensinergikan dengan kekuatan Sang Satria Piningit atau setidaknya dengan seorang spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulai terkuak. Mengandalkan para birokrat dan teknokrat saja tak akan mampu menyelenggarakan pemerintahan dengan baik. Ancaman bencana alam, disintegrasi bangsa dan anarkhisme seiring prahara yang terus terjadi akan memandulkan kebijakan yang diambil.

7. SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU. Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu). Dengan selalu bersandar hanya kepada Allah SWT, Insya Allah, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang
Senin, 12 September 2011 20:22:27
SATRIO PININGIT . .
Ramalan 7 Satria Ronggowarsito
Dipaparkan ada tujuh satrio piningit yang akan muncul sebagai tokoh yang dikemudian hari akan memerintah atau memimpin wilayah seluas wilayah âbekasâ kerajaan Majapahit , yaitu : Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Piningit Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu.Berkenaan dengan itu, banyak kalangan yang kemudian mencoba menafsirkan ke-tujuh Satrio Piningit itu adalah sebagai berikut :

1. SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO. Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro), yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soekarno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. Berkuasa tahun 1945-1967.

2. SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR. Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti (Wibowo), namun akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan / kesalahan (Kesandung Kesampar). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin Rezim Orde Baru yang ditakuti. Berkuasa tahun 1967-1998.

3. SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR. Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie, Presiden Ketiga Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1998-1999.

4. SATRIO LELONO TAPA NGRAME. Tokoh pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (Lelono) akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang cukup / Rohaniawan (Tapa Ngrame). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1999-2000.

5. SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH. Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia. Berkuasa tahun 2000-2004.

6. SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO. Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong / dari menteri menjadi presiden) dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan mampu mensinergikan dengan kekuatan Sang Satria Piningit atau setidaknya dengan seorang spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulai terkuak. Mengandalkan para birokrat dan teknokrat saja tak akan mampu menyelenggarakan pemerintahan dengan baik. Ancaman bencana alam, disintegrasi bangsa dan anarkhisme seiring prahara yang terus terjadi akan memandulkan kebijakan yang diambil.

7. SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU. Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu). Dengan selalu bersandar hanya kepada Allah SWT, Insya Allah, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang
Senin, 12 September 2011 20:21:23
. .
Selasa, - ::
. .
SALAM HANGAT DIKNAS.... KERJA CEPAT DAN AKURAT....
Senin, 12 September 2011 13:49:19
TEGUH TJATUR PRAMONO . L . tjatur_teguh[at]yahoo[dot]com
Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta) sudah mulai efektif melaksanakan perkuliahan Semester Gasal 2011 - 2012.

Bagaimana kampus yang lain.....?
Senin, 12 September 2011 13:49:16
. .
BAGI TEMAN-TEMAN YANG BELUM LULUS.... MOHON BERSABAR..... SELAMAT BERUSAHA DAN TETAP TAWAKAL.... JANGAN MELAKUKAN TINDAKAN YANG ANEH-ANEH.... SALAM...
SISTEM YANG SEDANG BERJALAN SUDAH CUKUP BAIK... CEPAT DAN AKURAT... KEDEPAN MOHON DAPAT DISEMPURNAKAN LAGI...
Senin, 12 September 2011 13:47:03
SYAMSUL GHUFRON . L . syamsulghufron[at]yahoo[dot]com
Sebelum pengumuman hasil sertifikasi, saya belum sempat mengopi data portofolio saya, padahal kebanyakan data portofolio itu langsung saya tuliskan secara online. Bisakah saya mengopi file portofolio saya agar saya memiliki data lengkap? Bagaimana caranya?
Senin, 12 September 2011 12:06:28
RR NINA ERNAWATI . P . any_erna48[at]yahoo[dot]com
kalau saya mau mohon ditampilkan Diskripsi Diri untuk saya print ulang apakah bisa ? Mohon dengan sangat hormat pada beliau panitya DYS, atas kebijaksanaannya saya ucapkan terimakaslh
Senin, 12 September 2011 10:57:17
. .
tes respon
Senin, 12 September 2011 10:31:18
. .
PENILAIAN KONSISTENSI CV dan DD SAYA RASA PERLU DIPERDEBATKAN. BAYANGKAN. PENGALAMAN MENGAJAR, PIAGAM PENGHARGAAN, KARYA ILMIAH, PENELITIAN, DLL. TIDAK ARTINYA SAMA SEKALI DIAKIBATKAN SEBUAH DD. SOLUSI SATU2NYA DALAM MENETUKAN KE LULUSAN ADALAH DENGAN TES KEMAMPUAN LANGSUNG. KALAU HANYA LAPORAN SECARA TERTULIS PASTI AKAN BANYAK MENINBULKAN KEKELIRUAN. YANG JADI PERTANYAAN SAYA, APAKAH SURA ANDA INI ADA DIBACA OLEH PANITIA SERDOS INI. KARENA JUSTRU SAYA LIHAT BANYAK KOMENTAR2 DARI MAKHLUK2 PARANOID..HE.HE.HE
Senin, 12 September 2011 09:55:17
. .
PENILAIAN KONSISTENSI CV dan DD SAYA RASA PERLU DIPERDEBATKAN. BAYANGKAN. PENGALAMAN MENGAJAR, PIAGAM PENGHARGAAN, KARYA ILMIAH, PENELITIAN, DLL. TIDAK ARTINYA SAMA SEKALI DIAKIBATKAN SEBUAH DD. SOLUSI SATU2NYA DALAM MENETUKAN KE LULUSAN ADALAH DENGAN TES KEMAMPUAN LANGSUNG. KALAU HANYA LAPORAN SECARA TERTULIS PASTI AKAN BANYAK MENINBULKAN KEKELIRUAN. YANG JADI PERTANYAAN SAYA, APAKAH SURA ANDA INI ADA DIBACA OLEH PANITIA SERDOS INI. KARENA JUSTRU SAYA LIHAT BANYAK KOMENTAR2 DARI MAKHLUK2 PARANOID..HE.HE.HE
Senin, 12 September 2011 09:55:16
. .
BELUM LULUS? SISTEM SERDOS TIDAK AKURAT, TRANSPARAN?. MARI KITA MOGOK SAJA NGAJAR. NGAK USAH DI FORUM SUARA ANDA INI, KITA SESAMA DOSEN SALING CERCA. TAPI SELEKSI SEPERTI INI HARUS KITA UNGKAP KE TIDAK TRANSPARANNYA. MASAK PEMBERIAN SERTIFIKAT SEORANG DOSEN CUKUP DENGAN LAPORAN TERTULIS SAJA. SELAMAT BERMALAS-MALAS BAGI YANG BELUM LULUS, HA.HA.HE.HE.HI.HI. SERDOS INI SUDAK KAYAK LELUCON SAJA NIH.......
Senin, 12 September 2011 09:35:20
Sastro wardoyo . L . amat[at]yahoo[dot]com
HASIL KERJA TIM SERDOS 2011 ADALAH CERMIN DUNIA PENDIDIKAN TINGGI INDONESIA


Bila dibaca ada apa dibalik cara kerja tim penilai sertifikasi dosen tahun 2011, saya berkesan, baru tingkat seperti inilah tingkat argumentasi kita dalam memahami sesuatu masalah. Sebagai contoh:

1. Contoh Pertama

Hasil: ada indikasi kemiripan isian deskripsi diri antar dokumen peserta serdos


Contoh Kedua
INFORMASI:
Sehubungan dengan hasil penilaian portofolio sertifikasi dosen dengan status PERLU VERIFIKASI, berikut ini beberapa informasi penting yang wajib diketahui oleh PTU dan PTPS.
1. Verifikasi portofolio dilakukan melalui dua langkah, yaitu: klarifikasi oleh perguruan tinggi pengusul (PTU) dan atau pemeriksaan ulang oleh PTPS dan Dikti
2. Proses klarifikasi hanya boleh dilakukan oleh PTU bukan oleh peserta secara individual
3. Proses klarifikasi di sistem serdos dilakukan secara online malalui menu yang akan disediakan di akun masing-masing PTU
4. Petunjuk teknis klarifikasi dan pemeriksaan ulang portofolio akan dikeluarkan oleh Dikti selambat-lambatnya tanggal 8 September 2011.
Demikian untuk menjadikan maklum.
Direktur Diktendik

Analisis Contoh Pertama.

Dikatakan ada indikasi kemiripan isian deskripsi diri antar dokumen peserta serdos, tetapi tidak dijelaskan kemiripan dengan dokumen perserta serdos yang mana? Dan dibagian mana kemiripan tersebut terjadi. Inikan aneh, menuding tetapi tidak dijelaskan dengan siapa dan dibagian mana kemiripan yang terjadi. Kita disuruh menerima saja hasil akhirnya.

Analisis Contoh Kedua

â2. Proses klarifikasi hanya boleh dilakukan oleh PTU bukan oleh peserta secara individualâ Ini juga aneh, Direktur Diktendik tidak mau bertanggungjawab atas hasil kerja tim serdosnya. Kenapa harus PTU yang klarifikasi, kalau sudah tudingan dikatakan ada indikasi kemiripan isian deskripsi diri antar dokumen peserta serdos, ya tentu peserta sertifikasi yang klarifikasi kepada panitia serdos. Kecuali tadi dinyatakan tidak lulus, harus diulang lagi melalui PTU.

Sebagai lembaga tinggi, yang tingkat argumentasinya, rasionalitas tinggi tidak begini seharusnya jawabannya. Seharusnya dijelaskan mirip dengan siapa dan dibagian mana kemiripan tersebut. Kemudian klarifikasi itu langsung kepada panitia serdos bukan lagi melalui PTU, melalui email atau akun masing-masing PTU
Tampaknya baru setingkat inilah tingkat berargumentasi, berrasionalitas dunia pendidikan tinggi Indonesia dalam berargumentasi, masih tingkat dewa-dewa. Hasil keputusannya tidak dapat diganggu gugat. Kita menganjurkan mahasiswa agar cermat beragumentasi, tetapi kenyataan dilapangan tingkat kelembagaan, justru sebaliknya, memble.

Wah payah, dunia pendidikan tinggi Indonesia maju.
Senin, 12 September 2011 09:32:21
. .
NGAK USAH AMBIL PUSING. BAGI YANG NGAK LULUS, NGAK USAH MASUK NGAJAR. YANG SUDAH PUNYA SERTIFIKAT SAJA YANG MENGAJAR. BAGI SAYA YANG TIDAK LULUS, HANYA SATU KATA... EMANG GUE PIKIRIN. CAPEKKKK...RAJIN, BERDEDIKASI SEKALIPUN TIDAK MENJAMIN. BAGI REKAN2 SENASIB SAMA SAYA RAJIN2 SAJA CARI JOB DI LUAR. SEMUA ADA HIKMAHNYA.
Senin, 12 September 2011 09:23:02
JASMANSYAH . L . jasmansyah[at]gmail[dot]com
Yth Admin online/Panitia Serdos
Mohon suara anda pada web ini difilter dulu sebelum muncul pada halaman ini, dan tolong berikan jawaban supaya rekan-rekan dosen tidak kecewa membaca suara anda.

Jasmansyah
Jurusan Kimia Unjani
Senin, 12 September 2011 06:57:13
. .
Selasa, - ::
muria susno . L . katro22[at]gmail[dot]com
Ada dosen SENIoR yang menghujat dosen YUNIOR yang bekas mahasiswanya gara-gara si YUNIOR lulus serdos sementara yng SENIOR GAGAL

Ada dosen UZUR yang tinggal beberapa tahun lagi pensiun (almarhum ?) yang memohon-mohon supaya diberi kelulusan dengan pertimbangan UMUR

Ada dosen yang merasa paling jadi "dosen teladan" karena produk tridharma yang banyak sekali tapi kemudian menghujat sejawatnya yang minim produk tridarma tapi lulus serdos

Ada yang mengaku dosen yang harusnya tahu aturan dan tidak buta huruf (bisa baca buku aturan/panduan) tapi kemudian malah mengajak yang lain untuk melabrak aturan tersebut

Ada yang mengaku dosen (ga tahu udah lulus serdos atau belum) yang kemudian secara terang-terangan ng-obyek dengan cara nyari penghasilan sampingan dari iklan via website

banyak sekali yang mengaku dosen tapi kemudian bersikap munafik dengan cara BERTERIAK/MARAh2/MENGHUJAT di suara anda tapi tidak mau menulis identitas nya (nama/email asli) -- takut ketahuan kali

ah ... inilah Indonesia ... inilah dosen-dosen ku ... jangan salahkan kami kalau kami pun setelah lulus kuliah akan jadi koruptor sejati di negeri ini
....
Senin, 12 September 2011 01:18:55
muria susno . L . katro22[at]gmail[dot]com
Ada dosen SENIoR yang menghujat dosen YUNIOR yang bekas mahasiswanya gara-gara si YUNIOR lulus serdos sementara yng SENIOR GAGAL

Ada dosen UZUR yang tinggal beberapa tahun lagi pensiun (almarhum ?) yang memohon-mohon supaya diberi kelulusan dengan pertimbangan UMUR

Ada dosen yang merasa paling jadi "dosen teladan" karena produk tridharma yang banyak sekali tapi kemudian menghujat sejawatnya yang minim produk tridarma tapi lulus serdos

Ada yang mengaku dosen yang harusnya tahu aturan dan tidak buta huruf (bisa baca buku aturan/panduan) tapi kemudian malah mengajak yang lain untuk melabrak aturan tersebut

Ada yang mengaku dosen (ga tahu udah lulus serdos atau belum) yang kemudian secara terang-terangan ng-obyek dengan cara nyari penghasilan sampingan dari iklan via website

banyak sekali yang mengaku dosen tapi kemudian bersikap munafik dengan cara BERTERIAK/MARAh2/MENGHUJAT di suara anda tapi tidak mau menulis identitas nya (nama/email asli) -- takut ketahuan kali

ah ... inilah Indonesia ... inilah dosen-dosen ku ... jangan salahkan kami kalau kami pun setelah lulus kuliah akan jadi koruptor sejati di negeri ini
....
Senin, 12 September 2011 01:18:55
muria susno . L . katro22[at]gmail[dot]com
Ada dosen SENIoR yang menghujat dosen YUNIOR yang bekas mahasiswanya gara-gara si YUNIOR lulus serdos sementara yng SENIOR GAGAL

Ada dosen UZUR yang tinggal beberapa tahun lagi pensiun (almarhum ?) yang memohon-mohon supaya diberi kelulusan dengan pertimbangan UMUR

Ada dosen yang merasa paling jadi "dosen teladan" karena produk tridharma yang banyak sekali tapi kemudian menghujat sejawatnya yang minim produk tridarma tapi lulus serdos

Ada yang mengaku dosen yang harusnya tahu aturan dan tidak buta huruf (bisa baca buku aturan/panduan) tapi kemudian malah mengajak yang lain untuk melabrak aturan tersebut

Ada yang mengaku dosen (ga tahu udah lulus serdos atau belum) yang kemudian secara terang-terangan ng-obyek dengan cara nyari penghasilan sampingan dari iklan via website

banyak sekali yang mengaku dosen tapi kemudian bersikap munafik dengan cara BERTERIAK/MARAh2/MENGHUJAT di suara anda tapi tidak mau menulis identitas nya (nama/email asli) -- takut ketahuan kali

ah ... inilah Indonesia ... inilah dosen-dosen ku ... jangan salahkan kami kalau kami pun setelah lulus kuliah akan jadi koruptor sejati di negeri ini
....
Senin, 12 September 2011 01:18:55
muria susno . L . katro22[at]gmail[dot]com
Ada dosen SENIoR yang menghujat dosen YUNIOR yang bekas mahasiswanya gara-gara si YUNIOR lulus serdos sementara yng SENIOR GAGAL

Ada dosen UZUR yang tinggal beberapa tahun lagi pensiun (almarhum ?) yang memohon-mohon supaya diberi kelulusan dengan pertimbangan UMUR

Ada dosen yang merasa paling jadi "dosen teladan" karena produk tridharma yang banyak sekali tapi kemudian menghujat sejawatnya yang minim produk tridarma tapi lulus serdos

Ada yang mengaku dosen yang harusnya tahu aturan dan tidak buta huruf (bisa baca buku aturan/panduan) tapi kemudian malah mengajak yang lain untuk melabrak aturan tersebut

Ada yang mengaku dosen (ga tahu udah lulus serdos atau belum) yang kemudian secara terang-terangan ng-obyek dengan cara nyari penghasilan sampingan dari iklan via website

banyak sekali yang mengaku dosen tapi kemudian bersikap munafik dengan cara BERTERIAK/MARAh2/MENGHUJAT di suara anda tapi tidak mau menulis identitas nya (nama/email asli) -- takut ketahuan kali

ah ... inilah Indonesia ... inilah dosen-dosen ku ... jangan salahkan kami kalau kami pun setelah lulus kuliah akan jadi koruptor sejati di negeri ini
....
Senin, 12 September 2011 01:18:55
. .
Coba psikolog manfaatkan forum ini, kaji secara ilmiah, fakta yang tertera dalam forum ini, mungkin bisa dijadikan data yang bernilai tinggi bagi para peneliti di bidang ini! Maaf ya ini ditujukan hanya kepada psikolog independent saja!
Ahad, 11 September 2011 23:33:56
Irawan . L . irawan99[at]gmail[dot]com
Sy setuju sekali. Walaupun sy trmasuk yg lulus,tp sy mlihat bnyk sekali hal yg membuat sy trheran2. Senior sy yg sgt produktif dlm kryanya dan sll hadir dlm stiap prkuliahan,justru dnyatakan belum lulus. Sdgkn rekan seangkatan sy yg malasnya minta ampun dan sll sibuk dgn proyek2 dluar kampus,justru dnyatakan lulus. Sangat memprihatinkn memang,apalg mngingat senior sy itu sbntr lg pensiun. Bs dbayangkn betapa syoknya beliau. Oleh krn itu,tdk ada salahnya kbijakan bg yg blm lulus br blh diikutsrtkn kmbali 2thn ke dpn. Mngkin bs diikutsertakan pd gel.2 thn ini. Atau plg tdk tahun dpnlah. Diperkuliahan jk ada mhsw tdk lulus,bknkah ada yg namanya her/remidi/short semester? Yah mungkin sj dikti bs meniru cara tsb. Semoga dikti jg memperhatikn nasib para DYS yg belum lulus.
Ahad, 11 September 2011 22:46:59
Ahmad Waliamursyida . L . bustaminobama[at]gmail[dot]com
SABAR DAN IKHLAS ADALAH KATA KUNCI JADI DOSEN. TAHUN YANG LALU SY JUGA IKUT SERDOS TAPI GAK LOLOS BUKAN LULUS.., KOLEGA YG YUNIOR DAN MANTAN MAHASISWA SY LOLOS, SEMUA KRETERIA SY PENUHI, MALAH YG GAK MEMENUHI KRETIRIA LULUS. JD INGATLAH DUNIA INI PANGGUNG SANDIWARA. BAGI SAHABAT SY DYS YG BELUM LULUS SABAR DAN IKHLAS... ALLAH ADALAH SEBAIK-BAIK PERHITUNGANNYA. SALAM TETAP BEKERJA DEMI BANGSA DAN NEGARA TERCINTA. INGAT PARA PAHLAWAN YANG DULU BERJUANG TAK PERNAH BERPIKIR DAPAT APA DARI BANGSA DAN NEGARA INI. MAKA SAYA SETIAP SHOLAT SELALU MENGENANG DAN MENGIRIM DOA UNTUK MEREKA PARA PAHLAWAN YANG KUBURNYA SAJA MUNGKIN TAK JELAS RIMBANYA.
Ahad, 11 September 2011 21:48:24
HAIMAH . P . haimahtaufiq[at]gmail[dot]com
Kayaknya begitu pak,biarlah tuhan maha tahu...ditempat sayapun begitu saya termsk yang dihebohkan teman2krn saya belum lulus menurut mereka saya layak lulus krn mereka tahu bgmn saya bekerja....tapi mungkin saya tdk pandai mengarang...hehe ... yang jelas asesornya tdk tahu/tdk melihat kita bekerja....tiada kata lain selain sabaaar dan ihklas
Ahad, 11 September 2011 20:07:33
PURWADI . L . purwadi[at]gmail[dot]com
Hasil serdos, bisa terbalik ya.. yang kurang kreatif, ga rajin, yg malas, MALAH LULUS, semua kalah dengan MESIN. Apalagi yg verifikasi oleh mesin dianggap PLAGIAT. sangat menyakitkan bagi serorang Dosen yang sudah mengabdi 20 tahun lebih. Apalagi yang punya jabatan, krn tupoksinya sama kalau ada kemiripan ya bukan salah dosen...salahkan mesin..ha..ha. Dedikasi Pengorbanaan, integritas, diputuskan oleh mesin serdos....
Ahad, 11 September 2011 18:59:07
. .
Selasa, - ::
dilarang SPAM atau iklan website disini
WAHIDIN ABBAS . Ahad, 11 September 2011 17:38:49
gundul . L . gunawan[at]fmipa[dot]unmul[dot]ac[dot]id
sabar........sabar.........sabar.......... kita harus sabar.... yang masih PERLU VERIFIKASI insya ALLAH lulus kok, yang belum SERDOS insya ALLAH tahun depan juga LULUS... sabar.... untuk pak peramal kang joyoboyo juga harus sabar... masak peramal kok marahan terus?? itu bukan peramal namanya hehehehe... saya juga harus sabar..... sabar... sabar...
Ahad, 11 September 2011 08:52:47
. .
Dalam bahasa Sindiran dikatakan JARKONI artinya bisa ngajari tapi tidak bisa melakoni,
Ahad, 11 September 2011 08:43:45
. .
BILA MAHASISWA GAGAL UJIAN AKHIR (MENDAPAT NILAI E)...HARUS MENGULANG PADA TAHUN BERIKUTNYA....ITU ATURANNYA...INI DOSEN...UDAH TAHU ATURAN KALO TIDAK LULUS...EH MALAH MAU BIKIN ATURAN SENDIRI....ANEH BIN AJAIB....
Ahad, 11 September 2011 08:14:11
SEBASTIAN VETTEL . .
HAI...DOSEN DOSEN INDONESIA...DARIPADA EMOSI NDAK JELAS, MENYALAHKAN ORANG LAIN...NONTON F1...DAN DUKUNG AKU....DAN BELAJARLAH DARI SAYA...UNTUK MENDAPATKAN SESUATU MEMBUTUHKAN PERJUANGAN DAN AKHIRNYA AKU JUARA DUNIA F1 2010.... JANGAN MARAH MARAH....CEPET TUA...
Ahad, 11 September 2011 08:09:08
. .
Sistem serdos dan buku pedoman sudah jelas serta baik dan sudah dijalankan mulai tahun 2008 walaupun sistem online baru diterapkan tahun 2011, kenapa khok masih disalahkan.......????? Memang aneh manusia sekarang, enaknya maunya sendiri dan untuk kepentingan sendiri. Persoalannya ingin segera mendapatkan Tunjangan. INSTROPEKSI DIRILAH DAN MERENUNGLAH SERTA YANG LEBIH PENTING BANYAK BERDOA..........
Ahad, 11 September 2011 07:19:28
. .
Sistem serdos dan buku pedoman sudah jelas serta baik dan sudah dijalankan mulai tahun 2008 walaupun sistem online baru diterapkan tahun 2011, kenapa khok masih disalahkan.......????? Memang aneh manusia sekarang, enaknya maunya sendiri dan untuk kepentingan sendiri. Persoalannya ingin segera mendapatkan Tunjangan. INSTROPEKSI DIRILAH DAN MERENUNGLAH SERTA YANG LEBIH PENTING BANYAK BERDOA..........
Ahad, 11 September 2011 07:19:28
YAKOBUS KADITTI BANGUN . . jkbangun[at]yahoo[dot]co[dot]id
Ya, yang udah lulus,beryukurlah kepada Tuhan dan yang masih perlu proses lagi, usahakan lagi. Kan kalu dossen periksa hasil ujian mahasiswa, yang tak layak lulus, ya, jangan diluluskan aja, walau mahasiswanya sebetulnya tidak bodoh, kan?
Ahad, 11 September 2011 04:12:19
bertha . P . bertha[dot]manoppo[at]yahoo[dot]com
SERDOS = THENGUK-THENGUK NEMU KETHUK.
Ahad, 11 September 2011 03:45:12
bertha . P . bertha[dot]manoppo[at]yahoo[dot]com
Serdos ini mengajari dosen agar memahami kata-kata thengukthenguk nemu kethuk. Mau pinter, mau bodoh, mau rajin, mau malas, pada saatnya akan menerima bagian. Saya lebih setuju menaikkan tunjangan fungsional dari pada serdos yang tidak jelas filosofinya. Semoga bermanfaat.
Ahad, 11 September 2011 03:43:24
***** . P .
Yth Dikti,
Untuk menghindari polemik yg brkelanjutan,mungkin dikti perlu mngambil jalan tengahnya untuk memberi kesempatan bg yg perlu verifikasi dan yg blm lulus untuk bs diikutsertakan kembali pd Serdos 2011 gel.2. Thx.
Ahad, 11 September 2011 00:06:02
. .
KALO RAMALAN MBAH JOYOBOYO BENER ......YG VERFIKASI LULUS 90% ....WAH BERARTI PERLU DIPERTANYAKAN HATI NURANI PEMBUAT KEBIJAKAN SERDOS ....APA SIH BEDANYA CONTEK MENCONTEK DENGAN SUAP MENYUAP.....? KALO SAMA ..... BERARTI SAMA DONG PASAL YG DIBERLAKUKAN ....... BERANI NGGAK BOS!
Sabtu, 10 September 2011 23:08:57
ZULKARNAIN . L . dr[dot]zulkarnain[at]yahoo[dot]com
Kalau Pemerintah memang berniat menaikkan kesejahteraan Dosen, menurut saya yang paling cocok adalah menaikkan Tunjangan Fungsional, karena Jabatan Fungsional lebih mencerminkan kinerja seorang dosen. Yang rajin ngajar, penelitian, nulis artikel tentunya akan lebih cepat naik Jabatan Fungsionalnya. Yang merem dan tidur-tiduran pasti akan ketinggalan kereta. Lagi pula tunjangan fungsional dosen terakhir naik yaitu jamannya Presiden Gusdur. Kayaknya cuma Gusdur yang mikirinkesejahteraan dosen. Presiden yang lain sibuk mikiran partainya......

Ada teman saya yang hampir seperempat abad jadi dosen, masih S1 dan Asisten Ahli. Ada mahasiswa saya yang rajin sekaran jadi kolega, sudah S3 dan hampir Profesor. ADA TEMAN SAYA YANG RAJIN NGAJAR, SUDAH S2 DAN S3, RAJIN PENELITIAN ..... EH ... NGGAK LULUS SERDOS. TAPI ADA JUGA TEMAN SAYA YANG DATANG KE KAMPUS CUMA BUAT NGAJAR DOANG (ITUPUN NGAJARNYA KEROYOKAN) .... MALAH LULUS SERDOS. Jadi di mana letak Profesionalisme-nya, sehingga layak diberi tunjangan profesi????? Mohon Pemerintah pikirkan ini ......
Sabtu, 10 September 2011 19:49:46
Sudah paak, jangan ngamuk-ngamuk ... ntar hilang lagi puasa ramadhan kemaren, malah tambah rugi nggak jadi masuk syorga. Pilih mana masuk syorga atau lulus serdos ?? ..
EDY ERVIANTO . Sabtu, 10 September 2011 21:09:53
setuju karena yg ngajar kroyokkan dan nggak pernah penelitian kan otaknya masih bagus karena jarang mikir jadi awet
IRENG SIGIT ATMANTO . Ahad, 11 September 2011 18:31:56
JOYOBOYO . .
PENERAWANGAN SAYA...YANG BELUM LULUS AKAN LULUS PADA 2013...YANG PERLU VERIFIKASI AKAN LULUS 2011 90% TIDAK LULUS 10%...JANGAN SALING MENGHUJAT, LEBIH BAIK INSTROPEKSI DIRI...INGAT RAMALAN JOYOBOYO...
Sabtu, 10 September 2011 19:46:29
. .
Selasa, - ::
STEFANUS SANTOSA . L . stefanus[dot]st[at]gmail[dot]com
Yth. Direktur Diktendik

Mengingat sistem yang diterapkan ini sistem baru, maka apakah tidak ada kemungkinan kesempatan perbaikan bagi mereka yg tidak lulus? Misalnya seperti saya yg salah dlm mengisi aspek PERSEPSIONAL, nilai persepsi mahasiswa, sejawat, dan atasan 3.53, tetapi nilai persepsi diri 3,11 sehingga rerata 3,41 < 3,5 , menjadi tidak lulus. Saya usul agar bagi mereka yg tidak lulus diberi kesempatan untuk memperbaiki PERSEPSI DIRI maupun DESKRIPSI DIRI. Hal ini merupakan kesempatan utk memperbaiki diri, tidak perlu menunggu angkatan tahun depan dengan data dan situasi yg berbeda yg memungkinkan terjadinya kesalahan yg terulang kembali. Terimakasih.
Sabtu, 10 September 2011 15:23:21
. .
mas joyoboyo ramalin nasib kita yg verifikasi, lulus gak ya di bulan apit nanti?
Sabtu, 10 September 2011 14:39:00
JOYOBOYO . .
TOMBO STRESS
(OBAT SRESS)

� Tombo stress, iku pitu perkarane... �
( obat stress, itu tujuh perkaranya )
� Kaping pisan, ngombe bensin sak jerigene... �
( pertama, minum bensi se-jerigennya )
� Kaping pindo, nyruput baygon sak kalenge... �
( kedua, minum baygon sekalengnya )
� Kaping telu, njegur sumur sak jeruhne... �
( ketiga, nyebur sumur sedalam2nya )
� Kaping papat, nguntal pacul sak gagange... �
( keempat, nelan cangkul sepegangannya )
� Kaping limo, nggantung awak sak modare... �
( ke lima, gantung diri sematinya )
� Kaping enem, nguntal watu sak gedene... �
( keenam, nelan batu sebesar2nya )
� Kaping pitu, nguntal duren, sak kulite... �
( ke tujuh, nelan durian sekulitnya )
� Salah sawijine, sopo biso ngelakoni... �
( salah satu, siapa yang bisa melakukan )
� Insya Allah bakal mati sak lawase... �
( Insya Allah, akan mati selama2nya )
Sabtu, 10 September 2011 14:11:30
JOYOBOYO . .
TOMBO STRESS
(OBAT SRESS)

� Tombo stress, iku pitu perkarane... �
( obat stress, itu tujuh perkaranya )
� Kaping pisan, ngombe bensin sak jerigene... �
( pertama, minum bensi se-jerigennya )
� Kaping pindo, nyruput baygon sak kalenge... �
( kedua, minum baygon sekalengnya )
� Kaping telu, njegur sumur sak jeruhne... �
( ketiga, nyebur sumur sedalam2nya )
� Kaping papat, nguntal pacul sak gagange... �
( keempat, nelan cangkul sepegangannya )
� Kaping limo, nggantung awak sak modare... �
( ke lima, gantung diri sematinya )
� Kaping enem, nguntal watu sak gedene... �
( keenam, nelan batu sebesar2nya )
� Kaping pitu, nguntal duren, sak kulite... �
( ke tujuh, nelan durian sekulitnya )
� Salah sawijine, sopo biso ngelakoni... �
( salah satu, siapa yang bisa melakukan )
� Insya Allah bakal mati sak lawase... �
( Insya Allah, akan mati selama2nya )
Sabtu, 10 September 2011 14:11:12
VALENTINO ROSSI . .
HAI...PARA DOSEN INDONESIA....NONTON MOTO GP AJA BIAR NDAK STRESS...DARIPADA MARAH MARAH NDAK JELAS....NANTI CEPET TUA LHO...INGAT DUKUNG AKU YA....
Sabtu, 10 September 2011 14:06:47
Betul sekali pak ... Tapi saya ogah dukung bapak, beraaat .. bisa pegal saya. Nanti kasih tau hasilnya ya ?!
EDY ERVIANTO . Sabtu, 10 September 2011 21:14:47
JOYOBOYO . .
Ramalan JAYABAYA

1. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran --- Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.
2. Tanah Jawa kalungan wesi --- Pulau Jawa berkalung besi.
3. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang --- Perahu berjalan di angkasa.
4. Kali ilang kedhunge --- Sungai kehilangan mata air.
5. Pasar ilang kumandhang --- Pasar kehilangan suara.
6. Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak --- Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat.
7. Bumi saya suwe saya mengkeret --- Bumi semakin lama semakin mengerut.
8. Sekilan bumi dipajeki --- Sejengkal tanah dikenai pajak.
9. Jaran doyan mangan sambel --- Kuda suka makan sambal.
10. Wong wadon nganggo pakeyan lanang --- Orang perempuan berpakaian lelaki.
11. Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman--- Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik
12. Akeh janji ora ditetepi --- Banyak janji tidak ditepati.
13. keh wong wani nglanggar sumpahe dhewe--- Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.
14. Manungsa padha seneng nyalah--- Orang-orang saling lempar kesalahan.
15. Ora ngendahake hukum Hyang Widhi--- Tak peduli akan hukum Hyang Widhi.
16. Barang jahat diangkat-angkat--- Yang jahat dijunjung-junjung.
17. Barang suci dibenci--- Yang suci (justru) dibenci.
18. Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit--- Banyak orang hanya mementingkan uang.
19. Lali kamanungsan--- Lupa jati kemanusiaan.
20. Lali kabecikan--- Lupa hikmah kebaikan.
21. Lali sanak lali kadang--- Lupa sanak lupa saudara.
22. Akeh bapa lali anak--- Banyak ayah lupa anak.
23. Akeh anak wani nglawan ibu--- Banyak anak berani melawan ibu.
24. Nantang bapa--- Menantang ayah.
25. Sedulur padha cidra--- Saudara dan saudara saling khianat.
26. Kulawarga padha curiga--- Keluarga saling curiga.
27. Kanca dadi mungsuh --- Kawan menjadi lawan.
28. Akeh manungsa lali asale --- Banyak orang lupa asal-usul.
29. Ukuman Ratu ora adil --- Hukuman Raja tidak adil
30. Akeh pangkat sing jahat lan ganjil--- Banyak pejabat jahat dan ganjil
31. Akeh kelakuan sing ganjil --- Banyak ulah-tabiat ganjil
32. Wong apik-apik padha kapencil --- Orang yang baik justru tersisih.
33. Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin --- Banyak orang kerja halal justru merasa malu.
34. Luwih utama ngapusi --- Lebih mengutamakan menipu.
35. Wegah nyambut gawe --- Malas untuk bekerja.
36. Kepingin urip mewah --- Inginnya hidup mewah.
37. Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka --- Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.
38. Wong bener thenger-thenger --- Orang (yang) benar termangu-mangu.
39. Wong salah bungah --- Orang (yang) salah gembira ria.
40. Wong apik ditampik-tampik--- Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong).
41. Wong jahat munggah pangkat--- Orang (yang) jahat naik pangkat.
42. Wong agung kasinggung--- Orang (yang) mulia dilecehkan
43. Wong ala kapuja--- Orang (yang) jahat dipuji-puji.
44. Wong wadon ilang kawirangane--- perempuan hilang malu.
45. Wong lanang ilang kaprawirane--- Laki-laki hilang perwira/kejantanan
46. Akeh wong lanang ora duwe bojo--- Banyak laki-laki tak mau beristri.
47. Akeh wong wadon ora setya marang bojone--- Banyak perempuan ingkar pada suami.
48. Akeh ibu padha ngedol anake--- Banyak ibu menjual anak.
49. Akeh wong wadon ngedol awake--- Banyak perempuan menjual diri.
50. Akeh wong ijol bebojo--- Banyak orang tukar istri/suami.
51. Wong wadon nunggang jaran--- Perempuan menunggang kuda.
52. Wong lanang linggih plangki--- Laki-laki naik tandu.
53. Randha seuang loro--- Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).
54. Prawan seaga lima--- Lima perawan lima picis.
55. Dhudha pincang laku sembilan uang--- Duda pincang laku sembilan uang.
56. Akeh wong ngedol ngelmu--- Banyak orang berdagang ilmu.
57. Akeh wong ngaku-aku--- Banyak orang mengaku diri.
58. Njabane putih njerone dhadhu--- Di luar putih di dalam jingga.
59. Ngakune suci, nanging sucine palsu--- Mengaku suci, tapi palsu belaka.
60. Akeh bujuk akeh lojo--- Banyak tipu banyak muslihat.
61. Akeh udan salah mangsa--- Banyak hujan salah musim.
62. Akeh prawan tuwa--- Banyak perawan tua.
63. Akeh randha nglairake anak--- Banyak janda melahirkan bayi.
64. Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne--- Banyak anak lahir mencari bapaknya.
65. Agama akeh sing nantang--- Agama banyak ditentang.
66. Prikamanungsan saya ilang--- Perikemanusiaan semakin hilang.
67. Omah suci dibenci--- Rumah suci dijauhi.
68. Omah ala saya dipuja--- Rumah maksiat makin dipuja.
69. Wong wadon lacur ing ngendi-endi--- Perempuan lacur dimana-mana.
70. Akeh laknat--- Banyak kutukan
71. Akeh pengkianat--- Banyak pengkhianat.
72. Anak mangan bapak---Anak makan bapak.
73. Sedulur mangan sedulur---Saudara makan saudara.
74. Kanca dadi mungsuh---Kawan menjadi lawan.
75. Guru disatru---Guru dimusuhi.
76. Tangga padha curiga---Tetangga saling curiga.
77. Kana-kene saya angkara murka --- Angkara murka semakin menjadi-jadi.
78. Sing weruh kebubuhan---Barangsiapa tahu terkena beban.
79. Sing ora weruh ketutuh---Sedang yang tak tahu disalahkan.
80. Besuk yen ana peperangan---Kelak jika terjadi perang.
81. Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor---Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.
82. Akeh wong becik saya sengsara--- Banyak orang baik makin sengsara.
83. Wong jahat saya seneng--- Sedang yang jahat makin bahagia.
84. Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul--- Ketika itu burung gagak dibilang bangau.
85. Wong salah dianggep bener---Orang salah dipandang benar.
86. Pengkhianat nikmat---Pengkhianat nikmat.
87. Durjana saya sempurna--- Durjana semakin sempurna.
88. Wong jahat munggah pangkat--- Orang jahat naik pangkat.
89. Wong lugu kebelenggu--- Orang yang lugu dibelenggu.
90. Wong mulya dikunjara--- Orang yang mulia dipenjara.
91. Sing curang garang--- Yang curang berkuasa.
92. Sing jujur kojur--- Yang jujur sengsara.
93. Pedagang akeh sing keplarang--- Pedagang banyak yang tenggelam.
94. Wong main akeh sing ndadi---Penjudi banyak merajalela.
95. Akeh barang haram---Banyak barang haram.
96. Akeh anak haram---Banyak anak haram.
97. Wong wadon nglamar wong lanang---Perempuan melamar laki-laki.
98. Wong lanang ngasorake drajate dhewe---Laki-laki memperhina derajat sendiri.
99. Akeh barang-barang mlebu luang---Banyak barang terbuang-buang.
100. Akeh wong kaliren lan wuda---Banyak orang lapar dan telanjang.
101. Wong tuku ngglenik sing dodol---Pembeli membujuk penjual.
102. Sing dodol akal okol---Si penjual bermain siasat.
103. Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi.
104. Sing kebat kliwat---Yang tangkas lepas.
105. Sing telah sambat---Yang terlanjur menggerutu.
106. Sing gedhe kesasar---Yang besar tersasar.
107. Sing cilik kepleset---Yang kecil terpeleset.
108. Sing anggak ketunggak---Yang congkak terbentur.
109. Sing wedi mati---Yang takut mati.
110. Sing nekat mbrekat---Yang nekat mendapat berkat.
111. Sing jerih ketindhih---Yang hati kecil tertindih
112. Sing ngawur makmur---Yang ngawur makmur
113. Sing ngati-ati ngrintih---Yang berhati-hati merintih.
114. Sing ngedan keduman---Yang main gila menerima bagian.
115. Sing waras nggagas---Yang sehat pikiran berpikir.
116. Wong tani ditaleni---Orang (yang) bertani diikat.
117. Wong dora ura-ura---Orang (yang) bohong berdendang.
118. Ratu ora netepi janji, musna panguwasane---Raja ingkar janji, hilang wibawanya.
119. Bupati dadi rakyat---Pegawai tinggi menjadi rakyat.
120. Wong cilik dadi priyayi---Rakyat kecil jadi priyayi.
121. Sing mendele dadi gedhe---Yang curang jadi besar.
122. Sing jujur kojur---Yang jujur celaka.
123. Akeh omah ing ndhuwur jaran---Banyak rumah di punggung kuda.
124. Wong mangan wong---Orang makan sesamanya.
125. Anak lali bapak---Anak lupa bapa.
126. Wong tuwa lali tuwane---Orang tua lupa ketuaan mereka.
127. Pedagang adol barang saya laris---Jualan pedagang semakin laris.
128. Bandhane saya ludhes---Namun harta mereka makin habis.
129. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---Banyak orang mati lapar di samping makanan.
130. Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.
131. Sing edan bisa dandan---Yang gila bisa bersolek.
132. Sing bengkong bisa nggalang gedhong---Si bengkok membangun mahligai.
133. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.
134. Ana peperangan ing njero---Terjadi perang di dalam.
135. Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.
136. Durjana saya ngambra-ambra---Kejahatan makin merajalela.
137. Penjahat saya tambah---Penjahat makin banyak.
138. Wong apik saya sengsara---Yang baik makin sengsara.
139. Akeh wong mati jalaran saka peperangan---Banyak orang mati karena perang.
140. Kebingungan lan kobongan---Karena bingung dan kebakaran.
141. Wong bener saya thenger-thenger---Si benar makin tertegun.
142. Wong salah saya bungah-bungah---Si salah makin sorak sorai.
143. Akeh bandha musna ora karuan lungane---Banyak harta hilang entah ke mana
144. Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe---Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.
145. Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram---Banyak barang haram, banyak anak haram.
146. Bejane sing lali, bejane sing eling---Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.
147. Nanging sauntung-untunge sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa.
148. Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada.
149. Angkara murka saya ndadi---Angkara murka semakin menjadi.
150. Kana-kene saya bingung---Di sana-sini makin bingung.
151. Pedagang akeh alangane---Pedagang banyak rintangan.
152. Akeh buruh nantang juragan---Banyak buruh melawan majikan.
153. Juragan dadi umpan---Majikan menjadi umpan.
154. Sing suwarane seru oleh pengaruh---Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.
155. Wong pinter diingar-ingar---Si pandai direcoki.
156. Wong ala diuja---Si jahat dimanjakan.
157. Wong ngerti mangan ati---Orang yang mengerti makan hati.
158. Bandha dadi memala---Hartabenda menjadi penyakit
159. Pangkat dadi pemikat---Pangkat menjadi pemukau.
160. Sing sawenang-wenang rumangsa menang --- Yang sewenang-wenang merasa menang
161. Sing ngalah rumangsa kabeh salah---Yang mengalah merasa serba salah.
162. Ana Bupati saka wong sing asor imane---Ada raja berasal orang beriman rendah.
163. Patihe kepala judhi---Maha menterinya benggol judi.
164. Wong sing atine suci dibenci---Yang berhati suci dibenci.
165. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.
166. Pemerasan saya ndadra---Pemerasan merajalela.
167. Maling lungguh wetenge mblenduk --- Pencuri duduk berperut gendut.
168. Pitik angrem saduwure pikulan---Ayam mengeram di atas pikulan.
169. Maling wani nantang sing duwe omah---Pencuri menantang si empunya rumah.
170. Begal pada ndhugal---Penyamun semakin kurang ajar.
171. Rampok padha keplok-keplok---Perampok semua bersorak-sorai.
172. Wong momong mitenah sing diemong---Si pengasuh memfitnah yang diasuh
173. Wong jaga nyolong sing dijaga---Si penjaga mencuri yang dijaga.
174. Wong njamin njaluk dijamin---Si penjamin minta dijamin.
175. Akeh wong mendem donga---Banyak orang mabuk doa.
176. Kana-kene rebutan unggul---Di mana-mana berebut menang.
177. Angkara murka ngombro-ombro---Angkara murka menjadi-jadi.
178. Agama ditantang---Agama ditantang.
179. Akeh wong angkara murka---Banyak orang angkara murka.
180. Nggedhekake duraka---Membesar-besarkan durhaka.
181. Ukum agama dilanggar---Hukum agama dilanggar.
182. Prikamanungsan di-iles-iles---Perikemanusiaan diinjak-injak.
183. Kasusilan ditinggal---Tata susila diabaikan.
184. Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi---Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.
185. Wong cilik akeh sing kepencil---Rakyat kecil banyak tersingkir.
186. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---Karena menjadi kurban si jahat si laknat.
187. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.
188. Lan duwe prajurit---Dan punya prajurit.
189. Negarane ambane saprawolon---Lebar negeri seperdelapan dunia.
190. Tukang mangan suap saya ndadra---Pemakan suap semakin merajalela.
191. Wong jahat ditampa---Orang jahat diterima.
192. Wong suci dibenci---Orang suci dibenci.
193. Timah dianggep perak---Timah dianggap perak.
194. Emas diarani tembaga---Emas dibilang tembaga
195. Dandang dikandakake kuntul---Gagak disebut bangau.
196. Wong dosa sentosa---Orang berdosa sentosa.
197. Wong cilik disalahake---Rakyat jelata dipersalahkan.
198. Wong nganggur kesungkur---Si penganggur tersungkur.
199. Wong sregep krungkep---Si tekun terjerembab.
200. Wong nyengit kesengit---Orang busuk hati dibenci.
201. Buruh mangluh---Buruh menangis.
202. Wong sugih krasa wedi---Orang kaya ketakutan.
203. Wong wedi dadi priyayi---Orang takut jadi priyayi.
204. Senenge wong jahat---Berbahagialah si jahat.
205. Susahe wong cilik---Bersusahlah rakyat kecil.
206. Akeh wong dakwa dinakwa---Banyak orang saling tuduh.
207. Tindake manungsa saya kuciwa---Ulah manusia semakin tercela.
208. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.
209. Wong Jawa kari separo---Orang Jawa tinggal setengah.
210. Landa-Cina kari sejodho --- Belanda-Cina tinggal sepasang.
211. Akeh wong ijir, akeh wong cethil---Banyak orang kikir, banyak orang bakhil.
212. Sing eman ora keduman---Si hemat tidak mendapat bagian.
213. Sing keduman ora eman---Yang mendapat bagian tidak berhemat.
214. Akeh wong mbambung---Banyak orang berulah dungu.
215. Akeh wong limbung---Banyak orang limbung.
216. Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka---Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman.
Sabtu, 10 September 2011 14:04:07
JOYOBOYO . .
Ramalan JAYABAYA

1. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran --- Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.
2. Tanah Jawa kalungan wesi --- Pulau Jawa berkalung besi.
3. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang --- Perahu berjalan di angkasa.
4. Kali ilang kedhunge --- Sungai kehilangan mata air.
5. Pasar ilang kumandhang --- Pasar kehilangan suara.
6. Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak --- Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat.
7. Bumi saya suwe saya mengkeret --- Bumi semakin lama semakin mengerut.
8. Sekilan bumi dipajeki --- Sejengkal tanah dikenai pajak.
9. Jaran doyan mangan sambel --- Kuda suka makan sambal.
10. Wong wadon nganggo pakeyan lanang --- Orang perempuan berpakaian lelaki.
11. Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman--- Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik
12. Akeh janji ora ditetepi --- Banyak janji tidak ditepati.
13. keh wong wani nglanggar sumpahe dhewe--- Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.
14. Manungsa padha seneng nyalah--- Orang-orang saling lempar kesalahan.
15. Ora ngendahake hukum Hyang Widhi--- Tak peduli akan hukum Hyang Widhi.
16. Barang jahat diangkat-angkat--- Yang jahat dijunjung-junjung.
17. Barang suci dibenci--- Yang suci (justru) dibenci.
18. Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit--- Banyak orang hanya mementingkan uang.
19. Lali kamanungsan--- Lupa jati kemanusiaan.
20. Lali kabecikan--- Lupa hikmah kebaikan.
21. Lali sanak lali kadang--- Lupa sanak lupa saudara.
22. Akeh bapa lali anak--- Banyak ayah lupa anak.
23. Akeh anak wani nglawan ibu--- Banyak anak berani melawan ibu.
24. Nantang bapa--- Menantang ayah.
25. Sedulur padha cidra--- Saudara dan saudara saling khianat.
26. Kulawarga padha curiga--- Keluarga saling curiga.
27. Kanca dadi mungsuh --- Kawan menjadi lawan.
28. Akeh manungsa lali asale --- Banyak orang lupa asal-usul.
29. Ukuman Ratu ora adil --- Hukuman Raja tidak adil
30. Akeh pangkat sing jahat lan ganjil--- Banyak pejabat jahat dan ganjil
31. Akeh kelakuan sing ganjil --- Banyak ulah-tabiat ganjil
32. Wong apik-apik padha kapencil --- Orang yang baik justru tersisih.
33. Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin --- Banyak orang kerja halal justru merasa malu.
34. Luwih utama ngapusi --- Lebih mengutamakan menipu.
35. Wegah nyambut gawe --- Malas untuk bekerja.
36. Kepingin urip mewah --- Inginnya hidup mewah.
37. Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka --- Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.
38. Wong bener thenger-thenger --- Orang (yang) benar termangu-mangu.
39. Wong salah bungah --- Orang (yang) salah gembira ria.
40. Wong apik ditampik-tampik--- Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong).
41. Wong jahat munggah pangkat--- Orang (yang) jahat naik pangkat.
42. Wong agung kasinggung--- Orang (yang) mulia dilecehkan
43. Wong ala kapuja--- Orang (yang) jahat dipuji-puji.
44. Wong wadon ilang kawirangane--- perempuan hilang malu.
45. Wong lanang ilang kaprawirane--- Laki-laki hilang perwira/kejantanan
46. Akeh wong lanang ora duwe bojo--- Banyak laki-laki tak mau beristri.
47. Akeh wong wadon ora setya marang bojone--- Banyak perempuan ingkar pada suami.
48. Akeh ibu padha ngedol anake--- Banyak ibu menjual anak.
49. Akeh wong wadon ngedol awake--- Banyak perempuan menjual diri.
50. Akeh wong ijol bebojo--- Banyak orang tukar istri/suami.
51. Wong wadon nunggang jaran--- Perempuan menunggang kuda.
52. Wong lanang linggih plangki--- Laki-laki naik tandu.
53. Randha seuang loro--- Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).
54. Prawan seaga lima--- Lima perawan lima picis.
55. Dhudha pincang laku sembilan uang--- Duda pincang laku sembilan uang.
56. Akeh wong ngedol ngelmu--- Banyak orang berdagang ilmu.
57. Akeh wong ngaku-aku--- Banyak orang mengaku diri.
58. Njabane putih njerone dhadhu--- Di luar putih di dalam jingga.
59. Ngakune suci, nanging sucine palsu--- Mengaku suci, tapi palsu belaka.
60. Akeh bujuk akeh lojo--- Banyak tipu banyak muslihat.
61. Akeh udan salah mangsa--- Banyak hujan salah musim.
62. Akeh prawan tuwa--- Banyak perawan tua.
63. Akeh randha nglairake anak--- Banyak janda melahirkan bayi.
64. Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne--- Banyak anak lahir mencari bapaknya.
65. Agama akeh sing nantang--- Agama banyak ditentang.
66. Prikamanungsan saya ilang--- Perikemanusiaan semakin hilang.
67. Omah suci dibenci--- Rumah suci dijauhi.
68. Omah ala saya dipuja--- Rumah maksiat makin dipuja.
69. Wong wadon lacur ing ngendi-endi--- Perempuan lacur dimana-mana.
70. Akeh laknat--- Banyak kutukan
71. Akeh pengkianat--- Banyak pengkhianat.
72. Anak mangan bapak---Anak makan bapak.
73. Sedulur mangan sedulur---Saudara makan saudara.
74. Kanca dadi mungsuh---Kawan menjadi lawan.
75. Guru disatru---Guru dimusuhi.
76. Tangga padha curiga---Tetangga saling curiga.
77. Kana-kene saya angkara murka --- Angkara murka semakin menjadi-jadi.
78. Sing weruh kebubuhan---Barangsiapa tahu terkena beban.
79. Sing ora weruh ketutuh---Sedang yang tak tahu disalahkan.
80. Besuk yen ana peperangan---Kelak jika terjadi perang.
81. Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor---Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.
82. Akeh wong becik saya sengsara--- Banyak orang baik makin sengsara.
83. Wong jahat saya seneng--- Sedang yang jahat makin bahagia.
84. Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul--- Ketika itu burung gagak dibilang bangau.
85. Wong salah dianggep bener---Orang salah dipandang benar.
86. Pengkhianat nikmat---Pengkhianat nikmat.
87. Durjana saya sempurna--- Durjana semakin sempurna.
88. Wong jahat munggah pangkat--- Orang jahat naik pangkat.
89. Wong lugu kebelenggu--- Orang yang lugu dibelenggu.
90. Wong mulya dikunjara--- Orang yang mulia dipenjara.
91. Sing curang garang--- Yang curang berkuasa.
92. Sing jujur kojur--- Yang jujur sengsara.
93. Pedagang akeh sing keplarang--- Pedagang banyak yang tenggelam.
94. Wong main akeh sing ndadi---Penjudi banyak merajalela.
95. Akeh barang haram---Banyak barang haram.
96. Akeh anak haram---Banyak anak haram.
97. Wong wadon nglamar wong lanang---Perempuan melamar laki-laki.
98. Wong lanang ngasorake drajate dhewe---Laki-laki memperhina derajat sendiri.
99. Akeh barang-barang mlebu luang---Banyak barang terbuang-buang.
100. Akeh wong kaliren lan wuda---Banyak orang lapar dan telanjang.
101. Wong tuku ngglenik sing dodol---Pembeli membujuk penjual.
102. Sing dodol akal okol---Si penjual bermain siasat.
103. Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi.
104. Sing kebat kliwat---Yang tangkas lepas.
105. Sing telah sambat---Yang terlanjur menggerutu.
106. Sing gedhe kesasar---Yang besar tersasar.
107. Sing cilik kepleset---Yang kecil terpeleset.
108. Sing anggak ketunggak---Yang congkak terbentur.
109. Sing wedi mati---Yang takut mati.
110. Sing nekat mbrekat---Yang nekat mendapat berkat.
111. Sing jerih ketindhih---Yang hati kecil tertindih
112. Sing ngawur makmur---Yang ngawur makmur
113. Sing ngati-ati ngrintih---Yang berhati-hati merintih.
114. Sing ngedan keduman---Yang main gila menerima bagian.
115. Sing waras nggagas---Yang sehat pikiran berpikir.
116. Wong tani ditaleni---Orang (yang) bertani diikat.
117. Wong dora ura-ura---Orang (yang) bohong berdendang.
118. Ratu ora netepi janji, musna panguwasane---Raja ingkar janji, hilang wibawanya.
119. Bupati dadi rakyat---Pegawai tinggi menjadi rakyat.
120. Wong cilik dadi priyayi---Rakyat kecil jadi priyayi.
121. Sing mendele dadi gedhe---Yang curang jadi besar.
122. Sing jujur kojur---Yang jujur celaka.
123. Akeh omah ing ndhuwur jaran---Banyak rumah di punggung kuda.
124. Wong mangan wong---Orang makan sesamanya.
125. Anak lali bapak---Anak lupa bapa.
126. Wong tuwa lali tuwane---Orang tua lupa ketuaan mereka.
127. Pedagang adol barang saya laris---Jualan pedagang semakin laris.
128. Bandhane saya ludhes---Namun harta mereka makin habis.
129. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---Banyak orang mati lapar di samping makanan.
130. Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.
131. Sing edan bisa dandan---Yang gila bisa bersolek.
132. Sing bengkong bisa nggalang gedhong---Si bengkok membangun mahligai.
133. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.
134. Ana peperangan ing njero---Terjadi perang di dalam.
135. Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.
136. Durjana saya ngambra-ambra---Kejahatan makin merajalela.
137. Penjahat saya tambah---Penjahat makin banyak.
138. Wong apik saya sengsara---Yang baik makin sengsara.
139. Akeh wong mati jalaran saka peperangan---Banyak orang mati karena perang.
140. Kebingungan lan kobongan---Karena bingung dan kebakaran.
141. Wong bener saya thenger-thenger---Si benar makin tertegun.
142. Wong salah saya bungah-bungah---Si salah makin sorak sorai.
143. Akeh bandha musna ora karuan lungane---Banyak harta hilang entah ke mana
144. Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe---Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.
145. Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram---Banyak barang haram, banyak anak haram.
146. Bejane sing lali, bejane sing eling---Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.
147. Nanging sauntung-untunge sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa.
148. Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada.
149. Angkara murka saya ndadi---Angkara murka semakin menjadi.
150. Kana-kene saya bingung---Di sana-sini makin bingung.
151. Pedagang akeh alangane---Pedagang banyak rintangan.
152. Akeh buruh nantang juragan---Banyak buruh melawan majikan.
153. Juragan dadi umpan---Majikan menjadi umpan.
154. Sing suwarane seru oleh pengaruh---Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.
155. Wong pinter diingar-ingar---Si pandai direcoki.
156. Wong ala diuja---Si jahat dimanjakan.
157. Wong ngerti mangan ati---Orang yang mengerti makan hati.
158. Bandha dadi memala---Hartabenda menjadi penyakit
159. Pangkat dadi pemikat---Pangkat menjadi pemukau.
160. Sing sawenang-wenang rumangsa menang --- Yang sewenang-wenang merasa menang
161. Sing ngalah rumangsa kabeh salah---Yang mengalah merasa serba salah.
162. Ana Bupati saka wong sing asor imane---Ada raja berasal orang beriman rendah.
163. Patihe kepala judhi---Maha menterinya benggol judi.
164. Wong sing atine suci dibenci---Yang berhati suci dibenci.
165. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.
166. Pemerasan saya ndadra---Pemerasan merajalela.
167. Maling lungguh wetenge mblenduk --- Pencuri duduk berperut gendut.
168. Pitik angrem saduwure pikulan---Ayam mengeram di atas pikulan.
169. Maling wani nantang sing duwe omah---Pencuri menantang si empunya rumah.
170. Begal pada ndhugal---Penyamun semakin kurang ajar.
171. Rampok padha keplok-keplok---Perampok semua bersorak-sorai.
172. Wong momong mitenah sing diemong---Si pengasuh memfitnah yang diasuh
173. Wong jaga nyolong sing dijaga---Si penjaga mencuri yang dijaga.
174. Wong njamin njaluk dijamin---Si penjamin minta dijamin.
175. Akeh wong mendem donga---Banyak orang mabuk doa.
176. Kana-kene rebutan unggul---Di mana-mana berebut menang.
177. Angkara murka ngombro-ombro---Angkara murka menjadi-jadi.
178. Agama ditantang---Agama ditantang.
179. Akeh wong angkara murka---Banyak orang angkara murka.
180. Nggedhekake duraka---Membesar-besarkan durhaka.
181. Ukum agama dilanggar---Hukum agama dilanggar.
182. Prikamanungsan di-iles-iles---Perikemanusiaan diinjak-injak.
183. Kasusilan ditinggal---Tata susila diabaikan.
184. Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi---Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.
185. Wong cilik akeh sing kepencil---Rakyat kecil banyak tersingkir.
186. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---Karena menjadi kurban si jahat si laknat.
187. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.
188. Lan duwe prajurit---Dan punya prajurit.
189. Negarane ambane saprawolon---Lebar negeri seperdelapan dunia.
190. Tukang mangan suap saya ndadra---Pemakan suap semakin merajalela.
191. Wong jahat ditampa---Orang jahat diterima.
192. Wong suci dibenci---Orang suci dibenci.
193. Timah dianggep perak---Timah dianggap perak.
194. Emas diarani tembaga---Emas dibilang tembaga
195. Dandang dikandakake kuntul---Gagak disebut bangau.
196. Wong dosa sentosa---Orang berdosa sentosa.
197. Wong cilik disalahake---Rakyat jelata dipersalahkan.
198. Wong nganggur kesungkur---Si penganggur tersungkur.
199. Wong sregep krungkep---Si tekun terjerembab.
200. Wong nyengit kesengit---Orang busuk hati dibenci.
201. Buruh mangluh---Buruh menangis.
202. Wong sugih krasa wedi---Orang kaya ketakutan.
203. Wong wedi dadi priyayi---Orang takut jadi priyayi.
204. Senenge wong jahat---Berbahagialah si jahat.
205. Susahe wong cilik---Bersusahlah rakyat kecil.
206. Akeh wong dakwa dinakwa---Banyak orang saling tuduh.
207. Tindake manungsa saya kuciwa---Ulah manusia semakin tercela.
208. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.
209. Wong Jawa kari separo---Orang Jawa tinggal setengah.
210. Landa-Cina kari sejodho --- Belanda-Cina tinggal sepasang.
211. Akeh wong ijir, akeh wong cethil---Banyak orang kikir, banyak orang bakhil.
212. Sing eman ora keduman---Si hemat tidak mendapat bagian.
213. Sing keduman ora eman---Yang mendapat bagian tidak berhemat.
214. Akeh wong mbambung---Banyak orang berulah dungu.
215. Akeh wong limbung---Banyak orang limbung.
216. Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka---Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman.
Sabtu, 10 September 2011 14:03:41
JOYOBOYO . .
Ramalan JAYABAYA

1. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran --- Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.
2. Tanah Jawa kalungan wesi --- Pulau Jawa berkalung besi.
3. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang --- Perahu berjalan di angkasa.
4. Kali ilang kedhunge --- Sungai kehilangan mata air.
5. Pasar ilang kumandhang --- Pasar kehilangan suara.
6. Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak --- Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat.
7. Bumi saya suwe saya mengkeret --- Bumi semakin lama semakin mengerut.
8. Sekilan bumi dipajeki --- Sejengkal tanah dikenai pajak.
9. Jaran doyan mangan sambel --- Kuda suka makan sambal.
10. Wong wadon nganggo pakeyan lanang --- Orang perempuan berpakaian lelaki.
11. Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman--- Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik
12. Akeh janji ora ditetepi --- Banyak janji tidak ditepati.
13. keh wong wani nglanggar sumpahe dhewe--- Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.
14. Manungsa padha seneng nyalah--- Orang-orang saling lempar kesalahan.
15. Ora ngendahake hukum Hyang Widhi--- Tak peduli akan hukum Hyang Widhi.
16. Barang jahat diangkat-angkat--- Yang jahat dijunjung-junjung.
17. Barang suci dibenci--- Yang suci (justru) dibenci.
18. Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit--- Banyak orang hanya mementingkan uang.
19. Lali kamanungsan--- Lupa jati kemanusiaan.
20. Lali kabecikan--- Lupa hikmah kebaikan.
21. Lali sanak lali kadang--- Lupa sanak lupa saudara.
22. Akeh bapa lali anak--- Banyak ayah lupa anak.
23. Akeh anak wani nglawan ibu--- Banyak anak berani melawan ibu.
24. Nantang bapa--- Menantang ayah.
25. Sedulur padha cidra--- Saudara dan saudara saling khianat.
26. Kulawarga padha curiga--- Keluarga saling curiga.
27. Kanca dadi mungsuh --- Kawan menjadi lawan.
28. Akeh manungsa lali asale --- Banyak orang lupa asal-usul.
29. Ukuman Ratu ora adil --- Hukuman Raja tidak adil
30. Akeh pangkat sing jahat lan ganjil--- Banyak pejabat jahat dan ganjil
31. Akeh kelakuan sing ganjil --- Banyak ulah-tabiat ganjil
32. Wong apik-apik padha kapencil --- Orang yang baik justru tersisih.
33. Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin --- Banyak orang kerja halal justru merasa malu.
34. Luwih utama ngapusi --- Lebih mengutamakan menipu.
35. Wegah nyambut gawe --- Malas untuk bekerja.
36. Kepingin urip mewah --- Inginnya hidup mewah.
37. Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka --- Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.
38. Wong bener thenger-thenger --- Orang (yang) benar termangu-mangu.
39. Wong salah bungah --- Orang (yang) salah gembira ria.
40. Wong apik ditampik-tampik--- Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong).
41. Wong jahat munggah pangkat--- Orang (yang) jahat naik pangkat.
42. Wong agung kasinggung--- Orang (yang) mulia dilecehkan
43. Wong ala kapuja--- Orang (yang) jahat dipuji-puji.
44. Wong wadon ilang kawirangane--- perempuan hilang malu.
45. Wong lanang ilang kaprawirane--- Laki-laki hilang perwira/kejantanan
46. Akeh wong lanang ora duwe bojo--- Banyak laki-laki tak mau beristri.
47. Akeh wong wadon ora setya marang bojone--- Banyak perempuan ingkar pada suami.
48. Akeh ibu padha ngedol anake--- Banyak ibu menjual anak.
49. Akeh wong wadon ngedol awake--- Banyak perempuan menjual diri.
50. Akeh wong ijol bebojo--- Banyak orang tukar istri/suami.
51. Wong wadon nunggang jaran--- Perempuan menunggang kuda.
52. Wong lanang linggih plangki--- Laki-laki naik tandu.
53. Randha seuang loro--- Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).
54. Prawan seaga lima--- Lima perawan lima picis.
55. Dhudha pincang laku sembilan uang--- Duda pincang laku sembilan uang.
56. Akeh wong ngedol ngelmu--- Banyak orang berdagang ilmu.
57. Akeh wong ngaku-aku--- Banyak orang mengaku diri.
58. Njabane putih njerone dhadhu--- Di luar putih di dalam jingga.
59. Ngakune suci, nanging sucine palsu--- Mengaku suci, tapi palsu belaka.
60. Akeh bujuk akeh lojo--- Banyak tipu banyak muslihat.
61. Akeh udan salah mangsa--- Banyak hujan salah musim.
62. Akeh prawan tuwa--- Banyak perawan tua.
63. Akeh randha nglairake anak--- Banyak janda melahirkan bayi.
64. Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne--- Banyak anak lahir mencari bapaknya.
65. Agama akeh sing nantang--- Agama banyak ditentang.
66. Prikamanungsan saya ilang--- Perikemanusiaan semakin hilang.
67. Omah suci dibenci--- Rumah suci dijauhi.
68. Omah ala saya dipuja--- Rumah maksiat makin dipuja.
69. Wong wadon lacur ing ngendi-endi--- Perempuan lacur dimana-mana.
70. Akeh laknat--- Banyak kutukan
71. Akeh pengkianat--- Banyak pengkhianat.
72. Anak mangan bapak---Anak makan bapak.
73. Sedulur mangan sedulur---Saudara makan saudara.
74. Kanca dadi mungsuh---Kawan menjadi lawan.
75. Guru disatru---Guru dimusuhi.
76. Tangga padha curiga---Tetangga saling curiga.
77. Kana-kene saya angkara murka --- Angkara murka semakin menjadi-jadi.
78. Sing weruh kebubuhan---Barangsiapa tahu terkena beban.
79. Sing ora weruh ketutuh---Sedang yang tak tahu disalahkan.
80. Besuk yen ana peperangan---Kelak jika terjadi perang.
81. Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor---Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.
82. Akeh wong becik saya sengsara--- Banyak orang baik makin sengsara.
83. Wong jahat saya seneng--- Sedang yang jahat makin bahagia.
84. Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul--- Ketika itu burung gagak dibilang bangau.
85. Wong salah dianggep bener---Orang salah dipandang benar.
86. Pengkhianat nikmat---Pengkhianat nikmat.
87. Durjana saya sempurna--- Durjana semakin sempurna.
88. Wong jahat munggah pangkat--- Orang jahat naik pangkat.
89. Wong lugu kebelenggu--- Orang yang lugu dibelenggu.
90. Wong mulya dikunjara--- Orang yang mulia dipenjara.
91. Sing curang garang--- Yang curang berkuasa.
92. Sing jujur kojur--- Yang jujur sengsara.
93. Pedagang akeh sing keplarang--- Pedagang banyak yang tenggelam.
94. Wong main akeh sing ndadi---Penjudi banyak merajalela.
95. Akeh barang haram---Banyak barang haram.
96. Akeh anak haram---Banyak anak haram.
97. Wong wadon nglamar wong lanang---Perempuan melamar laki-laki.
98. Wong lanang ngasorake drajate dhewe---Laki-laki memperhina derajat sendiri.
99. Akeh barang-barang mlebu luang---Banyak barang terbuang-buang.
100. Akeh wong kaliren lan wuda---Banyak orang lapar dan telanjang.
101. Wong tuku ngglenik sing dodol---Pembeli membujuk penjual.
102. Sing dodol akal okol---Si penjual bermain siasat.
103. Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi.
104. Sing kebat kliwat---Yang tangkas lepas.
105. Sing telah sambat---Yang terlanjur menggerutu.
106. Sing gedhe kesasar---Yang besar tersasar.
107. Sing cilik kepleset---Yang kecil terpeleset.
108. Sing anggak ketunggak---Yang congkak terbentur.
109. Sing wedi mati---Yang takut mati.
110. Sing nekat mbrekat---Yang nekat mendapat berkat.
111. Sing jerih ketindhih---Yang hati kecil tertindih
112. Sing ngawur makmur---Yang ngawur makmur
113. Sing ngati-ati ngrintih---Yang berhati-hati merintih.
114. Sing ngedan keduman---Yang main gila menerima bagian.
115. Sing waras nggagas---Yang sehat pikiran berpikir.
116. Wong tani ditaleni---Orang (yang) bertani diikat.
117. Wong dora ura-ura---Orang (yang) bohong berdendang.
118. Ratu ora netepi janji, musna panguwasane---Raja ingkar janji, hilang wibawanya.
119. Bupati dadi rakyat---Pegawai tinggi menjadi rakyat.
120. Wong cilik dadi priyayi---Rakyat kecil jadi priyayi.
121. Sing mendele dadi gedhe---Yang curang jadi besar.
122. Sing jujur kojur---Yang jujur celaka.
123. Akeh omah ing ndhuwur jaran---Banyak rumah di punggung kuda.
124. Wong mangan wong---Orang makan sesamanya.
125. Anak lali bapak---Anak lupa bapa.
126. Wong tuwa lali tuwane---Orang tua lupa ketuaan mereka.
127. Pedagang adol barang saya laris---Jualan pedagang semakin laris.
128. Bandhane saya ludhes---Namun harta mereka makin habis.
129. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---Banyak orang mati lapar di samping makanan.
130. Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.
131. Sing edan bisa dandan---Yang gila bisa bersolek.
132. Sing bengkong bisa nggalang gedhong---Si bengkok membangun mahligai.
133. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.
134. Ana peperangan ing njero---Terjadi perang di dalam.
135. Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.
136. Durjana saya ngambra-ambra---Kejahatan makin merajalela.
137. Penjahat saya tambah---Penjahat makin banyak.
138. Wong apik saya sengsara---Yang baik makin sengsara.
139. Akeh wong mati jalaran saka peperangan---Banyak orang mati karena perang.
140. Kebingungan lan kobongan---Karena bingung dan kebakaran.
141. Wong bener saya thenger-thenger---Si benar makin tertegun.
142. Wong salah saya bungah-bungah---Si salah makin sorak sorai.
143. Akeh bandha musna ora karuan lungane---Banyak harta hilang entah ke mana
144. Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe---Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.
145. Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram---Banyak barang haram, banyak anak haram.
146. Bejane sing lali, bejane sing eling---Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.
147. Nanging sauntung-untunge sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa.
148. Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada.
149. Angkara murka saya ndadi---Angkara murka semakin menjadi.
150. Kana-kene saya bingung---Di sana-sini makin bingung.
151. Pedagang akeh alangane---Pedagang banyak rintangan.
152. Akeh buruh nantang juragan---Banyak buruh melawan majikan.
153. Juragan dadi umpan---Majikan menjadi umpan.
154. Sing suwarane seru oleh pengaruh---Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.
155. Wong pinter diingar-ingar---Si pandai direcoki.
156. Wong ala diuja---Si jahat dimanjakan.
157. Wong ngerti mangan ati---Orang yang mengerti makan hati.
158. Bandha dadi memala---Hartabenda menjadi penyakit
159. Pangkat dadi pemikat---Pangkat menjadi pemukau.
160. Sing sawenang-wenang rumangsa menang --- Yang sewenang-wenang merasa menang
161. Sing ngalah rumangsa kabeh salah---Yang mengalah merasa serba salah.
162. Ana Bupati saka wong sing asor imane---Ada raja berasal orang beriman rendah.
163. Patihe kepala judhi---Maha menterinya benggol judi.
164. Wong sing atine suci dibenci---Yang berhati suci dibenci.
165. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.
166. Pemerasan saya ndadra---Pemerasan merajalela.
167. Maling lungguh wetenge mblenduk --- Pencuri duduk berperut gendut.
168. Pitik angrem saduwure pikulan---Ayam mengeram di atas pikulan.
169. Maling wani nantang sing duwe omah---Pencuri menantang si empunya rumah.
170. Begal pada ndhugal---Penyamun semakin kurang ajar.
171. Rampok padha keplok-keplok---Perampok semua bersorak-sorai.
172. Wong momong mitenah sing diemong---Si pengasuh memfitnah yang diasuh
173. Wong jaga nyolong sing dijaga---Si penjaga mencuri yang dijaga.
174. Wong njamin njaluk dijamin---Si penjamin minta dijamin.
175. Akeh wong mendem donga---Banyak orang mabuk doa.
176. Kana-kene rebutan unggul---Di mana-mana berebut menang.
177. Angkara murka ngombro-ombro---Angkara murka menjadi-jadi.
178. Agama ditantang---Agama ditantang.
179. Akeh wong angkara murka---Banyak orang angkara murka.
180. Nggedhekake duraka---Membesar-besarkan durhaka.
181. Ukum agama dilanggar---Hukum agama dilanggar.
182. Prikamanungsan di-iles-iles---Perikemanusiaan diinjak-injak.
183. Kasusilan ditinggal---Tata susila diabaikan.
184. Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi---Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.
185. Wong cilik akeh sing kepencil---Rakyat kecil banyak tersingkir.
186. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---Karena menjadi kurban si jahat si laknat.
187. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.
188. Lan duwe prajurit---Dan punya prajurit.
189. Negarane ambane saprawolon---Lebar negeri seperdelapan dunia.
190. Tukang mangan suap saya ndadra---Pemakan suap semakin merajalela.
191. Wong jahat ditampa---Orang jahat diterima.
192. Wong suci dibenci---Orang suci dibenci.
193. Timah dianggep perak---Timah dianggap perak.
194. Emas diarani tembaga---Emas dibilang tembaga
195. Dandang dikandakake kuntul---Gagak disebut bangau.
196. Wong dosa sentosa---Orang berdosa sentosa.
197. Wong cilik disalahake---Rakyat jelata dipersalahkan.
198. Wong nganggur kesungkur---Si penganggur tersungkur.
199. Wong sregep krungkep---Si tekun terjerembab.
200. Wong nyengit kesengit---Orang busuk hati dibenci.
201. Buruh mangluh---Buruh menangis.
202. Wong sugih krasa wedi---Orang kaya ketakutan.
203. Wong wedi dadi priyayi---Orang takut jadi priyayi.
204. Senenge wong jahat---Berbahagialah si jahat.
205. Susahe wong cilik---Bersusahlah rakyat kecil.
206. Akeh wong dakwa dinakwa---Banyak orang saling tuduh.
207. Tindake manungsa saya kuciwa---Ulah manusia semakin tercela.
208. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.
209. Wong Jawa kari separo---Orang Jawa tinggal setengah.
210. Landa-Cina kari sejodho --- Belanda-Cina tinggal sepasang.
211. Akeh wong ijir, akeh wong cethil---Banyak orang kikir, banyak orang bakhil.
212. Sing eman ora keduman---Si hemat tidak mendapat bagian.
213. Sing keduman ora eman---Yang mendapat bagian tidak berhemat.
214. Akeh wong mbambung---Banyak orang berulah dungu.
215. Akeh wong limbung---Banyak orang limbung.
216. Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka---Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman.
Sabtu, 10 September 2011 14:03:19
JOYOBOYO . .
Ramalan JAYABAYA

1. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran --- Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.
2. Tanah Jawa kalungan wesi --- Pulau Jawa berkalung besi.
3. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang --- Perahu berjalan di angkasa.
4. Kali ilang kedhunge --- Sungai kehilangan mata air.
5. Pasar ilang kumandhang --- Pasar kehilangan suara.
6. Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak --- Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat.
7. Bumi saya suwe saya mengkeret --- Bumi semakin lama semakin mengerut.
8. Sekilan bumi dipajeki --- Sejengkal tanah dikenai pajak.
9. Jaran doyan mangan sambel --- Kuda suka makan sambal.
10. Wong wadon nganggo pakeyan lanang --- Orang perempuan berpakaian lelaki.
11. Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman--- Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik
12. Akeh janji ora ditetepi --- Banyak janji tidak ditepati.
13. keh wong wani nglanggar sumpahe dhewe--- Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.
14. Manungsa padha seneng nyalah--- Orang-orang saling lempar kesalahan.
15. Ora ngendahake hukum Hyang Widhi--- Tak peduli akan hukum Hyang Widhi.
16. Barang jahat diangkat-angkat--- Yang jahat dijunjung-junjung.
17. Barang suci dibenci--- Yang suci (justru) dibenci.
18. Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit--- Banyak orang hanya mementingkan uang.
19. Lali kamanungsan--- Lupa jati kemanusiaan.
20. Lali kabecikan--- Lupa hikmah kebaikan.
21. Lali sanak lali kadang--- Lupa sanak lupa saudara.
22. Akeh bapa lali anak--- Banyak ayah lupa anak.
23. Akeh anak wani nglawan ibu--- Banyak anak berani melawan ibu.
24. Nantang bapa--- Menantang ayah.
25. Sedulur padha cidra--- Saudara dan saudara saling khianat.
26. Kulawarga padha curiga--- Keluarga saling curiga.
27. Kanca dadi mungsuh --- Kawan menjadi lawan.
28. Akeh manungsa lali asale --- Banyak orang lupa asal-usul.
29. Ukuman Ratu ora adil --- Hukuman Raja tidak adil
30. Akeh pangkat sing jahat lan ganjil--- Banyak pejabat jahat dan ganjil
31. Akeh kelakuan sing ganjil --- Banyak ulah-tabiat ganjil
32. Wong apik-apik padha kapencil --- Orang yang baik justru tersisih.
33. Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin --- Banyak orang kerja halal justru merasa malu.
34. Luwih utama ngapusi --- Lebih mengutamakan menipu.
35. Wegah nyambut gawe --- Malas untuk bekerja.
36. Kepingin urip mewah --- Inginnya hidup mewah.
37. Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka --- Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.
38. Wong bener thenger-thenger --- Orang (yang) benar termangu-mangu.
39. Wong salah bungah --- Orang (yang) salah gembira ria.
40. Wong apik ditampik-tampik--- Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong).
41. Wong jahat munggah pangkat--- Orang (yang) jahat naik pangkat.
42. Wong agung kasinggung--- Orang (yang) mulia dilecehkan
43. Wong ala kapuja--- Orang (yang) jahat dipuji-puji.
44. Wong wadon ilang kawirangane--- perempuan hilang malu.
45. Wong lanang ilang kaprawirane--- Laki-laki hilang perwira/kejantanan
46. Akeh wong lanang ora duwe bojo--- Banyak laki-laki tak mau beristri.
47. Akeh wong wadon ora setya marang bojone--- Banyak perempuan ingkar pada suami.
48. Akeh ibu padha ngedol anake--- Banyak ibu menjual anak.
49. Akeh wong wadon ngedol awake--- Banyak perempuan menjual diri.
50. Akeh wong ijol bebojo--- Banyak orang tukar istri/suami.
51. Wong wadon nunggang jaran--- Perempuan menunggang kuda.
52. Wong lanang linggih plangki--- Laki-laki naik tandu.
53. Randha seuang loro--- Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).
54. Prawan seaga lima--- Lima perawan lima picis.
55. Dhudha pincang laku sembilan uang--- Duda pincang laku sembilan uang.
56. Akeh wong ngedol ngelmu--- Banyak orang berdagang ilmu.
57. Akeh wong ngaku-aku--- Banyak orang mengaku diri.
58. Njabane putih njerone dhadhu--- Di luar putih di dalam jingga.
59. Ngakune suci, nanging sucine palsu--- Mengaku suci, tapi palsu belaka.
60. Akeh bujuk akeh lojo--- Banyak tipu banyak muslihat.
61. Akeh udan salah mangsa--- Banyak hujan salah musim.
62. Akeh prawan tuwa--- Banyak perawan tua.
63. Akeh randha nglairake anak--- Banyak janda melahirkan bayi.
64. Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne--- Banyak anak lahir mencari bapaknya.
65. Agama akeh sing nantang--- Agama banyak ditentang.
66. Prikamanungsan saya ilang--- Perikemanusiaan semakin hilang.
67. Omah suci dibenci--- Rumah suci dijauhi.
68. Omah ala saya dipuja--- Rumah maksiat makin dipuja.
69. Wong wadon lacur ing ngendi-endi--- Perempuan lacur dimana-mana.
70. Akeh laknat--- Banyak kutukan
71. Akeh pengkianat--- Banyak pengkhianat.
72. Anak mangan bapak---Anak makan bapak.
73. Sedulur mangan sedulur---Saudara makan saudara.
74. Kanca dadi mungsuh---Kawan menjadi lawan.
75. Guru disatru---Guru dimusuhi.
76. Tangga padha curiga---Tetangga saling curiga.
77. Kana-kene saya angkara murka --- Angkara murka semakin menjadi-jadi.
78. Sing weruh kebubuhan---Barangsiapa tahu terkena beban.
79. Sing ora weruh ketutuh---Sedang yang tak tahu disalahkan.
80. Besuk yen ana peperangan---Kelak jika terjadi perang.
81. Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor---Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.
82. Akeh wong becik saya sengsara--- Banyak orang baik makin sengsara.
83. Wong jahat saya seneng--- Sedang yang jahat makin bahagia.
84. Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul--- Ketika itu burung gagak dibilang bangau.
85. Wong salah dianggep bener---Orang salah dipandang benar.
86. Pengkhianat nikmat---Pengkhianat nikmat.
87. Durjana saya sempurna--- Durjana semakin sempurna.
88. Wong jahat munggah pangkat--- Orang jahat naik pangkat.
89. Wong lugu kebelenggu--- Orang yang lugu dibelenggu.
90. Wong mulya dikunjara--- Orang yang mulia dipenjara.
91. Sing curang garang--- Yang curang berkuasa.
92. Sing jujur kojur--- Yang jujur sengsara.
93. Pedagang akeh sing keplarang--- Pedagang banyak yang tenggelam.
94. Wong main akeh sing ndadi---Penjudi banyak merajalela.
95. Akeh barang haram---Banyak barang haram.
96. Akeh anak haram---Banyak anak haram.
97. Wong wadon nglamar wong lanang---Perempuan melamar laki-laki.
98. Wong lanang ngasorake drajate dhewe---Laki-laki memperhina derajat sendiri.
99. Akeh barang-barang mlebu luang---Banyak barang terbuang-buang.
100. Akeh wong kaliren lan wuda---Banyak orang lapar dan telanjang.
101. Wong tuku ngglenik sing dodol---Pembeli membujuk penjual.
102. Sing dodol akal okol---Si penjual bermain siasat.
103. Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi.
104. Sing kebat kliwat---Yang tangkas lepas.
105. Sing telah sambat---Yang terlanjur menggerutu.
106. Sing gedhe kesasar---Yang besar tersasar.
107. Sing cilik kepleset---Yang kecil terpeleset.
108. Sing anggak ketunggak---Yang congkak terbentur.
109. Sing wedi mati---Yang takut mati.
110. Sing nekat mbrekat---Yang nekat mendapat berkat.
111. Sing jerih ketindhih---Yang hati kecil tertindih
112. Sing ngawur makmur---Yang ngawur makmur
113. Sing ngati-ati ngrintih---Yang berhati-hati merintih.
114. Sing ngedan keduman---Yang main gila menerima bagian.
115. Sing waras nggagas---Yang sehat pikiran berpikir.
116. Wong tani ditaleni---Orang (yang) bertani diikat.
117. Wong dora ura-ura---Orang (yang) bohong berdendang.
118. Ratu ora netepi janji, musna panguwasane---Raja ingkar janji, hilang wibawanya.
119. Bupati dadi rakyat---Pegawai tinggi menjadi rakyat.
120. Wong cilik dadi priyayi---Rakyat kecil jadi priyayi.
121. Sing mendele dadi gedhe---Yang curang jadi besar.
122. Sing jujur kojur---Yang jujur celaka.
123. Akeh omah ing ndhuwur jaran---Banyak rumah di punggung kuda.
124. Wong mangan wong---Orang makan sesamanya.
125. Anak lali bapak---Anak lupa bapa.
126. Wong tuwa lali tuwane---Orang tua lupa ketuaan mereka.
127. Pedagang adol barang saya laris---Jualan pedagang semakin laris.
128. Bandhane saya ludhes---Namun harta mereka makin habis.
129. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---Banyak orang mati lapar di samping makanan.
130. Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.
131. Sing edan bisa dandan---Yang gila bisa bersolek.
132. Sing bengkong bisa nggalang gedhong---Si bengkok membangun mahligai.
133. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.
134. Ana peperangan ing njero---Terjadi perang di dalam.
135. Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.
136. Durjana saya ngambra-ambra---Kejahatan makin merajalela.
137. Penjahat saya tambah---Penjahat makin banyak.
138. Wong apik saya sengsara---Yang baik makin sengsara.
139. Akeh wong mati jalaran saka peperangan---Banyak orang mati karena perang.
140. Kebingungan lan kobongan---Karena bingung dan kebakaran.
141. Wong bener saya thenger-thenger---Si benar makin tertegun.
142. Wong salah saya bungah-bungah---Si salah makin sorak sorai.
143. Akeh bandha musna ora karuan lungane---Banyak harta hilang entah ke mana
144. Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe---Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.
145. Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram---Banyak barang haram, banyak anak haram.
146. Bejane sing lali, bejane sing eling---Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.
147. Nanging sauntung-untunge sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa.
148. Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada.
149. Angkara murka saya ndadi---Angkara murka semakin menjadi.
150. Kana-kene saya bingung---Di sana-sini makin bingung.
151. Pedagang akeh alangane---Pedagang banyak rintangan.
152. Akeh buruh nantang juragan---Banyak buruh melawan majikan.
153. Juragan dadi umpan---Majikan menjadi umpan.
154. Sing suwarane seru oleh pengaruh---Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.
155. Wong pinter diingar-ingar---Si pandai direcoki.
156. Wong ala diuja---Si jahat dimanjakan.
157. Wong ngerti mangan ati---Orang yang mengerti makan hati.
158. Bandha dadi memala---Hartabenda menjadi penyakit
159. Pangkat dadi pemikat---Pangkat menjadi pemukau.
160. Sing sawenang-wenang rumangsa menang --- Yang sewenang-wenang merasa menang
161. Sing ngalah rumangsa kabeh salah---Yang mengalah merasa serba salah.
162. Ana Bupati saka wong sing asor imane---Ada raja berasal orang beriman rendah.
163. Patihe kepala judhi---Maha menterinya benggol judi.
164. Wong sing atine suci dibenci---Yang berhati suci dibenci.
165. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.
166. Pemerasan saya ndadra---Pemerasan merajalela.
167. Maling lungguh wetenge mblenduk --- Pencuri duduk berperut gendut.
168. Pitik angrem saduwure pikulan---Ayam mengeram di atas pikulan.
169. Maling wani nantang sing duwe omah---Pencuri menantang si empunya rumah.
170. Begal pada ndhugal---Penyamun semakin kurang ajar.
171. Rampok padha keplok-keplok---Perampok semua bersorak-sorai.
172. Wong momong mitenah sing diemong---Si pengasuh memfitnah yang diasuh
173. Wong jaga nyolong sing dijaga---Si penjaga mencuri yang dijaga.
174. Wong njamin njaluk dijamin---Si penjamin minta dijamin.
175. Akeh wong mendem donga---Banyak orang mabuk doa.
176. Kana-kene rebutan unggul---Di mana-mana berebut menang.
177. Angkara murka ngombro-ombro---Angkara murka menjadi-jadi.
178. Agama ditantang---Agama ditantang.
179. Akeh wong angkara murka---Banyak orang angkara murka.
180. Nggedhekake duraka---Membesar-besarkan durhaka.
181. Ukum agama dilanggar---Hukum agama dilanggar.
182. Prikamanungsan di-iles-iles---Perikemanusiaan diinjak-injak.
183. Kasusilan ditinggal---Tata susila diabaikan.
184. Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi---Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.
185. Wong cilik akeh sing kepencil---Rakyat kecil banyak tersingkir.
186. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---Karena menjadi kurban si jahat si laknat.
187. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.
188. Lan duwe prajurit---Dan punya prajurit.
189. Negarane ambane saprawolon---Lebar negeri seperdelapan dunia.
190. Tukang mangan suap saya ndadra---Pemakan suap semakin merajalela.
191. Wong jahat ditampa---Orang jahat diterima.
192. Wong suci dibenci---Orang suci dibenci.
193. Timah dianggep perak---Timah dianggap perak.
194. Emas diarani tembaga---Emas dibilang tembaga
195. Dandang dikandakake kuntul---Gagak disebut bangau.
196. Wong dosa sentosa---Orang berdosa sentosa.
197. Wong cilik disalahake---Rakyat jelata dipersalahkan.
198. Wong nganggur kesungkur---Si penganggur tersungkur.
199. Wong sregep krungkep---Si tekun terjerembab.
200. Wong nyengit kesengit---Orang busuk hati dibenci.
201. Buruh mangluh---Buruh menangis.
202. Wong sugih krasa wedi---Orang kaya ketakutan.
203. Wong wedi dadi priyayi---Orang takut jadi priyayi.
204. Senenge wong jahat---Berbahagialah si jahat.
205. Susahe wong cilik---Bersusahlah rakyat kecil.
206. Akeh wong dakwa dinakwa---Banyak orang saling tuduh.
207. Tindake manungsa saya kuciwa---Ulah manusia semakin tercela.
208. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.
209. Wong Jawa kari separo---Orang Jawa tinggal setengah.
210. Landa-Cina kari sejodho --- Belanda-Cina tinggal sepasang.
211. Akeh wong ijir, akeh wong cethil---Banyak orang kikir, banyak orang bakhil.
212. Sing eman ora keduman---Si hemat tidak mendapat bagian.
213. Sing keduman ora eman---Yang mendapat bagian tidak berhemat.
214. Akeh wong mbambung---Banyak orang berulah dungu.
215. Akeh wong limbung---Banyak orang limbung.
216. Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka---Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman.
Sabtu, 10 September 2011 14:03:00
JOYOBOYO . .
Ramalan JAYABAYA

1. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran --- Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.
2. Tanah Jawa kalungan wesi --- Pulau Jawa berkalung besi.
3. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang --- Perahu berjalan di angkasa.
4. Kali ilang kedhunge --- Sungai kehilangan mata air.
5. Pasar ilang kumandhang --- Pasar kehilangan suara.
6. Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak --- Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat.
7. Bumi saya suwe saya mengkeret --- Bumi semakin lama semakin mengerut.
8. Sekilan bumi dipajeki --- Sejengkal tanah dikenai pajak.
9. Jaran doyan mangan sambel --- Kuda suka makan sambal.
10. Wong wadon nganggo pakeyan lanang --- Orang perempuan berpakaian lelaki.
11. Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman--- Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik
12. Akeh janji ora ditetepi --- Banyak janji tidak ditepati.
13. keh wong wani nglanggar sumpahe dhewe--- Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.
14. Manungsa padha seneng nyalah--- Orang-orang saling lempar kesalahan.
15. Ora ngendahake hukum Hyang Widhi--- Tak peduli akan hukum Hyang Widhi.
16. Barang jahat diangkat-angkat--- Yang jahat dijunjung-junjung.
17. Barang suci dibenci--- Yang suci (justru) dibenci.
18. Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit--- Banyak orang hanya mementingkan uang.
19. Lali kamanungsan--- Lupa jati kemanusiaan.
20. Lali kabecikan--- Lupa hikmah kebaikan.
21. Lali sanak lali kadang--- Lupa sanak lupa saudara.
22. Akeh bapa lali anak--- Banyak ayah lupa anak.
23. Akeh anak wani nglawan ibu--- Banyak anak berani melawan ibu.
24. Nantang bapa--- Menantang ayah.
25. Sedulur padha cidra--- Saudara dan saudara saling khianat.
26. Kulawarga padha curiga--- Keluarga saling curiga.
27. Kanca dadi mungsuh --- Kawan menjadi lawan.
28. Akeh manungsa lali asale --- Banyak orang lupa asal-usul.
29. Ukuman Ratu ora adil --- Hukuman Raja tidak adil
30. Akeh pangkat sing jahat lan ganjil--- Banyak pejabat jahat dan ganjil
31. Akeh kelakuan sing ganjil --- Banyak ulah-tabiat ganjil
32. Wong apik-apik padha kapencil --- Orang yang baik justru tersisih.
33. Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin --- Banyak orang kerja halal justru merasa malu.
34. Luwih utama ngapusi --- Lebih mengutamakan menipu.
35. Wegah nyambut gawe --- Malas untuk bekerja.
36. Kepingin urip mewah --- Inginnya hidup mewah.
37. Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka --- Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.
38. Wong bener thenger-thenger --- Orang (yang) benar termangu-mangu.
39. Wong salah bungah --- Orang (yang) salah gembira ria.
40. Wong apik ditampik-tampik--- Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong).
41. Wong jahat munggah pangkat--- Orang (yang) jahat naik pangkat.
42. Wong agung kasinggung--- Orang (yang) mulia dilecehkan
43. Wong ala kapuja--- Orang (yang) jahat dipuji-puji.
44. Wong wadon ilang kawirangane--- perempuan hilang malu.
45. Wong lanang ilang kaprawirane--- Laki-laki hilang perwira/kejantanan
46. Akeh wong lanang ora duwe bojo--- Banyak laki-laki tak mau beristri.
47. Akeh wong wadon ora setya marang bojone--- Banyak perempuan ingkar pada suami.
48. Akeh ibu padha ngedol anake--- Banyak ibu menjual anak.
49. Akeh wong wadon ngedol awake--- Banyak perempuan menjual diri.
50. Akeh wong ijol bebojo--- Banyak orang tukar istri/suami.
51. Wong wadon nunggang jaran--- Perempuan menunggang kuda.
52. Wong lanang linggih plangki--- Laki-laki naik tandu.
53. Randha seuang loro--- Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).
54. Prawan seaga lima--- Lima perawan lima picis.
55. Dhudha pincang laku sembilan uang--- Duda pincang laku sembilan uang.
56. Akeh wong ngedol ngelmu--- Banyak orang berdagang ilmu.
57. Akeh wong ngaku-aku--- Banyak orang mengaku diri.
58. Njabane putih njerone dhadhu--- Di luar putih di dalam jingga.
59. Ngakune suci, nanging sucine palsu--- Mengaku suci, tapi palsu belaka.
60. Akeh bujuk akeh lojo--- Banyak tipu banyak muslihat.
61. Akeh udan salah mangsa--- Banyak hujan salah musim.
62. Akeh prawan tuwa--- Banyak perawan tua.
63. Akeh randha nglairake anak--- Banyak janda melahirkan bayi.
64. Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne--- Banyak anak lahir mencari bapaknya.
65. Agama akeh sing nantang--- Agama banyak ditentang.
66. Prikamanungsan saya ilang--- Perikemanusiaan semakin hilang.
67. Omah suci dibenci--- Rumah suci dijauhi.
68. Omah ala saya dipuja--- Rumah maksiat makin dipuja.
69. Wong wadon lacur ing ngendi-endi--- Perempuan lacur dimana-mana.
70. Akeh laknat--- Banyak kutukan
71. Akeh pengkianat--- Banyak pengkhianat.
72. Anak mangan bapak---Anak makan bapak.
73. Sedulur mangan sedulur---Saudara makan saudara.
74. Kanca dadi mungsuh---Kawan menjadi lawan.
75. Guru disatru---Guru dimusuhi.
76. Tangga padha curiga---Tetangga saling curiga.
77. Kana-kene saya angkara murka --- Angkara murka semakin menjadi-jadi.
78. Sing weruh kebubuhan---Barangsiapa tahu terkena beban.
79. Sing ora weruh ketutuh---Sedang yang tak tahu disalahkan.
80. Besuk yen ana peperangan---Kelak jika terjadi perang.
81. Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor---Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.
82. Akeh wong becik saya sengsara--- Banyak orang baik makin sengsara.
83. Wong jahat saya seneng--- Sedang yang jahat makin bahagia.
84. Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul--- Ketika itu burung gagak dibilang bangau.
85. Wong salah dianggep bener---Orang salah dipandang benar.
86. Pengkhianat nikmat---Pengkhianat nikmat.
87. Durjana saya sempurna--- Durjana semakin sempurna.
88. Wong jahat munggah pangkat--- Orang jahat naik pangkat.
89. Wong lugu kebelenggu--- Orang yang lugu dibelenggu.
90. Wong mulya dikunjara--- Orang yang mulia dipenjara.
91. Sing curang garang--- Yang curang berkuasa.
92. Sing jujur kojur--- Yang jujur sengsara.
93. Pedagang akeh sing keplarang--- Pedagang banyak yang tenggelam.
94. Wong main akeh sing ndadi---Penjudi banyak merajalela.
95. Akeh barang haram---Banyak barang haram.
96. Akeh anak haram---Banyak anak haram.
97. Wong wadon nglamar wong lanang---Perempuan melamar laki-laki.
98. Wong lanang ngasorake drajate dhewe---Laki-laki memperhina derajat sendiri.
99. Akeh barang-barang mlebu luang---Banyak barang terbuang-buang.
100. Akeh wong kaliren lan wuda---Banyak orang lapar dan telanjang.
101. Wong tuku ngglenik sing dodol---Pembeli membujuk penjual.
102. Sing dodol akal okol---Si penjual bermain siasat.
103. Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi.
104. Sing kebat kliwat---Yang tangkas lepas.
105. Sing telah sambat---Yang terlanjur menggerutu.
106. Sing gedhe kesasar---Yang besar tersasar.
107. Sing cilik kepleset---Yang kecil terpeleset.
108. Sing anggak ketunggak---Yang congkak terbentur.
109. Sing wedi mati---Yang takut mati.
110. Sing nekat mbrekat---Yang nekat mendapat berkat.
111. Sing jerih ketindhih---Yang hati kecil tertindih
112. Sing ngawur makmur---Yang ngawur makmur
113. Sing ngati-ati ngrintih---Yang berhati-hati merintih.
114. Sing ngedan keduman---Yang main gila menerima bagian.
115. Sing waras nggagas---Yang sehat pikiran berpikir.
116. Wong tani ditaleni---Orang (yang) bertani diikat.
117. Wong dora ura-ura---Orang (yang) bohong berdendang.
118. Ratu ora netepi janji, musna panguwasane---Raja ingkar janji, hilang wibawanya.
119. Bupati dadi rakyat---Pegawai tinggi menjadi rakyat.
120. Wong cilik dadi priyayi---Rakyat kecil jadi priyayi.
121. Sing mendele dadi gedhe---Yang curang jadi besar.
122. Sing jujur kojur---Yang jujur celaka.
123. Akeh omah ing ndhuwur jaran---Banyak rumah di punggung kuda.
124. Wong mangan wong---Orang makan sesamanya.
125. Anak lali bapak---Anak lupa bapa.
126. Wong tuwa lali tuwane---Orang tua lupa ketuaan mereka.
127. Pedagang adol barang saya laris---Jualan pedagang semakin laris.
128. Bandhane saya ludhes---Namun harta mereka makin habis.
129. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---Banyak orang mati lapar di samping makanan.
130. Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.
131. Sing edan bisa dandan---Yang gila bisa bersolek.
132. Sing bengkong bisa nggalang gedhong---Si bengkok membangun mahligai.
133. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.
134. Ana peperangan ing njero---Terjadi perang di dalam.
135. Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.
136. Durjana saya ngambra-ambra---Kejahatan makin merajalela.
137. Penjahat saya tambah---Penjahat makin banyak.
138. Wong apik saya sengsara---Yang baik makin sengsara.
139. Akeh wong mati jalaran saka peperangan---Banyak orang mati karena perang.
140. Kebingungan lan kobongan---Karena bingung dan kebakaran.
141. Wong bener saya thenger-thenger---Si benar makin tertegun.
142. Wong salah saya bungah-bungah---Si salah makin sorak sorai.
143. Akeh bandha musna ora karuan lungane---Banyak harta hilang entah ke mana
144. Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe---Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.
145. Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram---Banyak barang haram, banyak anak haram.
146. Bejane sing lali, bejane sing eling---Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.
147. Nanging sauntung-untunge sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa.
148. Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada.
149. Angkara murka saya ndadi---Angkara murka semakin menjadi.
150. Kana-kene saya bingung---Di sana-sini makin bingung.
151. Pedagang akeh alangane---Pedagang banyak rintangan.
152. Akeh buruh nantang juragan---Banyak buruh melawan majikan.
153. Juragan dadi umpan---Majikan menjadi umpan.
154. Sing suwarane seru oleh pengaruh---Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.
155. Wong pinter diingar-ingar---Si pandai direcoki.
156. Wong ala diuja---Si jahat dimanjakan.
157. Wong ngerti mangan ati---Orang yang mengerti makan hati.
158. Bandha dadi memala---Hartabenda menjadi penyakit
159. Pangkat dadi pemikat---Pangkat menjadi pemukau.
160. Sing sawenang-wenang rumangsa menang --- Yang sewenang-wenang merasa menang
161. Sing ngalah rumangsa kabeh salah---Yang mengalah merasa serba salah.
162. Ana Bupati saka wong sing asor imane---Ada raja berasal orang beriman rendah.
163. Patihe kepala judhi---Maha menterinya benggol judi.
164. Wong sing atine suci dibenci---Yang berhati suci dibenci.
165. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.
166. Pemerasan saya ndadra---Pemerasan merajalela.
167. Maling lungguh wetenge mblenduk --- Pencuri duduk berperut gendut.
168. Pitik angrem saduwure pikulan---Ayam mengeram di atas pikulan.
169. Maling wani nantang sing duwe omah---Pencuri menantang si empunya rumah.
170. Begal pada ndhugal---Penyamun semakin kurang ajar.
171. Rampok padha keplok-keplok---Perampok semua bersorak-sorai.
172. Wong momong mitenah sing diemong---Si pengasuh memfitnah yang diasuh
173. Wong jaga nyolong sing dijaga---Si penjaga mencuri yang dijaga.
174. Wong njamin njaluk dijamin---Si penjamin minta dijamin.
175. Akeh wong mendem donga---Banyak orang mabuk doa.
176. Kana-kene rebutan unggul---Di mana-mana berebut menang.
177. Angkara murka ngombro-ombro---Angkara murka menjadi-jadi.
178. Agama ditantang---Agama ditantang.
179. Akeh wong angkara murka---Banyak orang angkara murka.
180. Nggedhekake duraka---Membesar-besarkan durhaka.
181. Ukum agama dilanggar---Hukum agama dilanggar.
182. Prikamanungsan di-iles-iles---Perikemanusiaan diinjak-injak.
183. Kasusilan ditinggal---Tata susila diabaikan.
184. Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi---Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.
185. Wong cilik akeh sing kepencil---Rakyat kecil banyak tersingkir.
186. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---Karena menjadi kurban si jahat si laknat.
187. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.
188. Lan duwe prajurit---Dan punya prajurit.
189. Negarane ambane saprawolon---Lebar negeri seperdelapan dunia.
190. Tukang mangan suap saya ndadra---Pemakan suap semakin merajalela.
191. Wong jahat ditampa---Orang jahat diterima.
192. Wong suci dibenci---Orang suci dibenci.
193. Timah dianggep perak---Timah dianggap perak.
194. Emas diarani tembaga---Emas dibilang tembaga
195. Dandang dikandakake kuntul---Gagak disebut bangau.
196. Wong dosa sentosa---Orang berdosa sentosa.
197. Wong cilik disalahake---Rakyat jelata dipersalahkan.
198. Wong nganggur kesungkur---Si penganggur tersungkur.
199. Wong sregep krungkep---Si tekun terjerembab.
200. Wong nyengit kesengit---Orang busuk hati dibenci.
201. Buruh mangluh---Buruh menangis.
202. Wong sugih krasa wedi---Orang kaya ketakutan.
203. Wong wedi dadi priyayi---Orang takut jadi priyayi.
204. Senenge wong jahat---Berbahagialah si jahat.
205. Susahe wong cilik---Bersusahlah rakyat kecil.
206. Akeh wong dakwa dinakwa---Banyak orang saling tuduh.
207. Tindake manungsa saya kuciwa---Ulah manusia semakin tercela.
208. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.
209. Wong Jawa kari separo---Orang Jawa tinggal setengah.
210. Landa-Cina kari sejodho --- Belanda-Cina tinggal sepasang.
211. Akeh wong ijir, akeh wong cethil---Banyak orang kikir, banyak orang bakhil.
212. Sing eman ora keduman---Si hemat tidak mendapat bagian.
213. Sing keduman ora eman---Yang mendapat bagian tidak berhemat.
214. Akeh wong mbambung---Banyak orang berulah dungu.
215. Akeh wong limbung---Banyak orang limbung.
216. Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka---Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman.
Sabtu, 10 September 2011 14:02:39
. .
Selasa, - ::
ROBY SAMBUNG . L . roby[dot]sambung[at]yahoo[dot]com
Bagaimana kita mendapatkan file cv yang di isi pada saat sertifikasi?
Sabtu, 10 September 2011 13:49:01
Tidak bisa pak, salah satu cara yg bisa diupayakan adalah dengan meng-copy tulisannya secara langsung dan di paste-kan ke laman word ..
EDY ERVIANTO . Sabtu, 10 September 2011 21:26:39
. .
Selasa, - ::
. .
Kalau bertanya untuk siapakah serdos ini? jawabnya gampang yaitu untuk diri sendiri. karena kalau lulus berikutnya dapat tunjangan serdos.
Sabtu, 10 September 2011 13:14:54
. .
SEANDAINYA SERTIFIKASI DOSEN TIDAK ADA TUNJANGANNYA SAYA BERKEYAKINAN TIDAK AKAN DRESPON TEMAN-TEMAN MEMPERHATIKAN. KARENA SERTIFIKASI ADA TUNJANGANNYA DAN CAIRNYA SELALU LANCAR, BANYAK YANG KEMRUNGSUNG UNTUK SEGERA LULUS DAN INGIN SEGERA MENIKMATI. INSTROPEKSI DIRILAH KEMARIN DALAM MEMBUAT DISKRIPSI DIRI, APAKAH BENAR-BENAR TIDAK MENCONTOH ATAU MENGAMBIL SATU KALIMAT ATAU BEBERAPA KATA DISKRISPSI DIRI MILIK ORANG LAIN ? KARENA TEMAN-TEMAN SAYA SENDIRI YANG BERSTATUS VERIFIKASI TERNYATA MENGATAKAN KALAU YANG BERSANGKUTAN MENCONTOH ATAU MENGAMBIL BEBERAPA KALIMAT. MOHON BAPAK/IBU BERSABAR, SAATNYA AKAN TIBA UNTUK LULUS BAGI YANG BELUM LULUS ATAU VERIFIKASI
Sabtu, 10 September 2011 13:10:41
MIRA SUSIANI . P . MIRA59[at]YAHOO[dot]COM
kalau membaca suara pak DR Stevanus S yang belum lulus, saya yang juga belum lulus jadi bertanya-tanya, untuk siapakah serdos ini? apa artinya gelar pangkat dan pengabdian yang sekian lama? pasti ada yang salah, tolong panitia serdos mencermati ini.
Sabtu, 10 September 2011 12:42:58
MIRA SUSIANI . P . MIRA59[at]YAHOO[dot]COM
kalau membaca suara pak DR Stevanus S yang belum lulus, saya yang juga belum lulus jadi bertanya-tanya, untuk siapakah serdos ini? apa artinya gelar pangkat dan pengabdian yang sekian lama? pasti ada yang salah, tolong panitia serdos mencermati ini.
Sabtu, 10 September 2011 12:42:57
deni rumba tirayoh . L . deni61[at]yahoo[dot]com
KEPADA PANITIA SERDOS DIKTI, TOLONG PESAN PIMPINAN PERHATIKAN YANG TUA-TUA YANG SUDAH MENGABDI LAAMA, TINGGAL 6 TAHUN PENSIUN SAJA KOK TIDAK LULUS... PADAHAL WAKTUNYA HABIS UNTUK SEKOLAH S3, ...NASIB..., NASIB...
Sabtu, 10 September 2011 12:28:16
. .
BAPAK2 IBU2 DOSEN...... SERDOS ITU REZEKI.... YANG NGGAK AKAN LARI BILA SUDAH REZEKI KITA.....KALO BAPAK N IBU ITU MEMANG REZEKINYA BANYAK YA NGGAK MUNGKINLAH MAU JADI DOSEN TAPI JADI KONGLOMERAT.... MAKANYA NGGAK USAH JADI BEBAN PIKIRAN ...NANTI JUGA ADA PENGADILAN YANG SEADIL-ADILNYA.... WONG ASSESOR ITU JUGA MANUSIA JE.....YG PENTING SEKARANG NGAJAR DAN BUAT PENGABDIAN DAN PENELITIAN OKE......
Sabtu, 10 September 2011 11:42:08
Netty Suharti . P . nettysuharti[at]yahoo[dot]com
kepada panitia serdos pusat. Mohon segera tindaklanjut proses serdos yg perlu verifikasi, karena ada kecenderugan minimbulkan fitnah dan suzon berkepanjangan, sehingga dosen yang tadinya bekerja dg ikhlas, penuh semangat, tidak riya , tidak pamrih menjadi buyar konsentrasinya dan terusik keikhlasannya. terima kasih atas perhatiannya.
Sabtu, 10 September 2011 11:33:12
... . P . [dot][dot][dot]
perlu dukaji kembali tentang software penilaian serdos... kayaknya software tersebut hanya menilai dari segi kemiripan aja... klo gak percaya isian DD yang ngawur pasti lulus... karena asal aja...
Sabtu, 10 September 2011 10:46:56
... . L . [dot][dot][dot]
pembuat software penilai softwarenya gak becus....
Sabtu, 10 September 2011 10:42:56
MAULIDDIN IQBAL . L . cepeter_1973[at]yahoo[dot]com
alhamdulillah Smuanya lulus kecuali belum lulus itu hampir hampir mirip dengan isisan yang kemaren saya aja saya karang menurut pemikiran yang saya cocok dengan kegiatan kita sehari-hari
Sabtu, 10 September 2011 10:40:14
Ir. Ibrahim, M.Si. . L . ibrahim_hma[at]yahoo[dot]com
Yth. Panitia Serdos DIKTI 2011, Jakarta

Saya adalah DYS yang lulus pada gelombang I serdos 2011. Dalam database dikti (evaluasi.or.id) tercantum nama dan gelar saya adalah Ir. Ibrahim, M.Sc. Yang benar adalah Ir. Ibrahim, M.Si., NIDN: 0008066307; Kode perguruan adalah 001-016; Universitas Mataram. Semoga informasi berguna untuk pencetakan sertifikat pendidik DYS 2011
Terima kasih
Sabtu, 10 September 2011 10:33:46
Ir. ibrahim, M.Si. . L . ibrahim_hma[at]yahoo[dot]com
Yth. Panitia Serdos DIKTI 2011, Jakarta

Saya adalah DYS yang lulus pada gelombang I serdos 2001. Dalam database dikti (evaluasi.or.id) tercantum nama dan gelar saya adalah Ir. Ibrahim, M.Sc. Yang benar adalah Ir. Ibrahim, M.Si., NIDN: 0008066307; Kode perguruan adalah 001-016; Universitas Mataram. Semoga informasi berguna untuk pencetakan sertifikat pendidik DYS 2011
Terima kasih.
Sabtu, 10 September 2011 10:31:01
. .
Assalamualaikum Wr.Wb.
Maaf berikut hanya sesuatu yang ada dalam benak saya dan ditulis disini, apakah ini benar atau tidak, saya tidak tahu.
"Apakah yang lulus benar-benar senag dan bahagia? Saya pikir belum tentu. Ungkapan kegembiraan tidak berarti senang dan bahagia. Kesenangan dan kebahagian yang sebenar-benarnya, menurut saya, adalah suasana bathin ketika menghadap dengan tulus kepada Allah SWT bukan ke yang lain."
Sabtu, 10 September 2011 10:23:15
Herry . L .
Kepada Panitia Serdos Pusat, mohon untuk segera menginformasikan proses berikutnya, agar tidak terjadi fitnah yang berkepanjangan. Beri penjelasan yang sebenarnya kepada saudara kita yang dinyatakan verifikasi, agar semua saling memahami.
Sabtu, 10 September 2011 09:40:53
Sabar aja pak..yg diverifikasi melalui kopertisnya masing-masing untuk PTS demikian info kita banyak berdoa dan sabar akan menunjukkan tauladan kita sebagai seorang dosen.
SUAIBATUL ASLAMIAH . Sabtu, 10 September 2011 09:45:04
Umar Al khatab . L . bilc_data[at]yahoo[dot]com
Bagi Bapak/Ibu yang merasa dirugikan oleh sistem SERDOS, gabung di facebook cari serdos. Kumpul barteng gimana prosedur hukum yang mesti dilakukan, Semoga Bapak/Ibu Dosen Hukum ada yang terpanggil nuraninya untuk mengadvokasi kawan-kawan yang merasa di rugikan. Trimakasih
Sabtu, 10 September 2011 09:06:07
MUHAMMAD NUR HASAN . L . ca_keep[at]yahoo[dot]com
Mohon petunjuk untuk membuka kembali file yang sudah di Up-Loud saat pengisian data peserta sertifikasi.
Sabtu, 10 September 2011 08:43:19
. .
setuju sekali. saran dan kritikan yang ditujukan adalah kepada SISTEM SELEKSI SERDOS. bukan mau memfitnah kawan2 yang sudah lulus. seharusnya kawan2 yang sudah lulus bersimpati dan empati terhadap rekan2 anda yang belum lulus atau masih verfikasi. KITA INI BERSAUDARA DAN SE PROFESI. KAWAN2 HANYA MONTAK KEADILAN KEPADA PEMBUAT KEBIJAKAN. kalau kawan2 yang lulus yakin akan kemampuan. pasti tidak akan terpengaruh oleh kritikan apapun. PERLU DI CAMKAN BAHWA KITA SELURUH DOSEN REPUBLIK INDONESIA BERSAUDARA. SENASIB SEPENANGGUNGAN. JAGA PERSATUAN KITA. SETUJU????
Sabtu, 10 September 2011 08:25:59
. .
setuju sekali. saran dan kritikan yang ditujukan adalah kepada SISTEM SELEKSI SERDOS. bukan mau memfitnah kawan2 yang sudah lulus. seharusnya kawan2 yang sudah lulus bersimpati dan empati terhadap rekan2 anda yang belum lulus atau masih verfikasi. KITA INI BERSAUDARA DAN SE PROFESI. KAWAN2 HANYA MONTAK KEADILAN KEPADA PEMBUAT KEBIJAKAN. kalau kawan2 yang lulus yakin akan kemampuan. pasti tidak akan terpengaruh oleh kritikan apapun. PERLU DI CAMKAN BAHWA KITA SELURUH DOSEN REPUBLIK INDONESIA BERSAUDARA. SENASIB SEPENANGGUNGAN. JAGA PERSATUAN KITA. SETUJU????
Sabtu, 10 September 2011 08:25:59
. .
Selasa, - ::
Herry . L .
Kepada Panitia Serdos, mohon jika petunjuk proses verifikasi dosen yang dinyatakan Verifikasi segera di informasikan lewat web ini. Karena ini sudah tanggal 10 September 2011 (sudah kelewat 2 hari dari tanggal 8 September 2011. Terima kasih
Sabtu, 10 September 2011 04:54:18
JOYOBOYO . .
Ramalan JAYABAYA

1. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran --- Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.
2. Tanah Jawa kalungan wesi --- Pulau Jawa berkalung besi.
3. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang --- Perahu berjalan di angkasa.
4. Kali ilang kedhunge --- Sungai kehilangan mata air.
5. Pasar ilang kumandhang --- Pasar kehilangan suara.
6. Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak --- Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat.
7. Bumi saya suwe saya mengkeret --- Bumi semakin lama semakin mengerut.
8. Sekilan bumi dipajeki --- Sejengkal tanah dikenai pajak.
9. Jaran doyan mangan sambel --- Kuda suka makan sambal.
10. Wong wadon nganggo pakeyan lanang --- Orang perempuan berpakaian lelaki.
11. Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman--- Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik
12. Akeh janji ora ditetepi --- Banyak janji tidak ditepati.
13. keh wong wani nglanggar sumpahe dhewe--- Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.
14. Manungsa padha seneng nyalah--- Orang-orang saling lempar kesalahan.
15. Ora ngendahake hukum Hyang Widhi--- Tak peduli akan hukum Hyang Widhi.
16. Barang jahat diangkat-angkat--- Yang jahat dijunjung-junjung.
17. Barang suci dibenci--- Yang suci (justru) dibenci.
18. Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit--- Banyak orang hanya mementingkan uang.
19. Lali kamanungsan--- Lupa jati kemanusiaan.
20. Lali kabecikan--- Lupa hikmah kebaikan.
21. Lali sanak lali kadang--- Lupa sanak lupa saudara.
22. Akeh bapa lali anak--- Banyak ayah lupa anak.
23. Akeh anak wani nglawan ibu--- Banyak anak berani melawan ibu.
24. Nantang bapa--- Menantang ayah.
25. Sedulur padha cidra--- Saudara dan saudara saling khianat.
26. Kulawarga padha curiga--- Keluarga saling curiga.
27. Kanca dadi mungsuh --- Kawan menjadi lawan.
28. Akeh manungsa lali asale --- Banyak orang lupa asal-usul.
29. Ukuman Ratu ora adil --- Hukuman Raja tidak adil
30. Akeh pangkat sing jahat lan ganjil--- Banyak pejabat jahat dan ganjil
31. Akeh kelakuan sing ganjil --- Banyak ulah-tabiat ganjil
32. Wong apik-apik padha kapencil --- Orang yang baik justru tersisih.
33. Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin --- Banyak orang kerja halal justru merasa malu.
34. Luwih utama ngapusi --- Lebih mengutamakan menipu.
35. Wegah nyambut gawe --- Malas untuk bekerja.
36. Kepingin urip mewah --- Inginnya hidup mewah.
37. Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka --- Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.
38. Wong bener thenger-thenger --- Orang (yang) benar termangu-mangu.
39. Wong salah bungah --- Orang (yang) salah gembira ria.
40. Wong apik ditampik-tampik--- Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong).
41. Wong jahat munggah pangkat--- Orang (yang) jahat naik pangkat.
42. Wong agung kasinggung--- Orang (yang) mulia dilecehkan
43. Wong ala kapuja--- Orang (yang) jahat dipuji-puji.
44. Wong wadon ilang kawirangane--- perempuan hilang malu.
45. Wong lanang ilang kaprawirane--- Laki-laki hilang perwira/kejantanan
46. Akeh wong lanang ora duwe bojo--- Banyak laki-laki tak mau beristri.
47. Akeh wong wadon ora setya marang bojone--- Banyak perempuan ingkar pada suami.
48. Akeh ibu padha ngedol anake--- Banyak ibu menjual anak.
49. Akeh wong wadon ngedol awake--- Banyak perempuan menjual diri.
50. Akeh wong ijol bebojo--- Banyak orang tukar istri/suami.
51. Wong wadon nunggang jaran--- Perempuan menunggang kuda.
52. Wong lanang linggih plangki--- Laki-laki naik tandu.
53. Randha seuang loro--- Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).
54. Prawan seaga lima--- Lima perawan lima picis.
55. Dhudha pincang laku sembilan uang--- Duda pincang laku sembilan uang.
56. Akeh wong ngedol ngelmu--- Banyak orang berdagang ilmu.
57. Akeh wong ngaku-aku--- Banyak orang mengaku diri.
58. Njabane putih njerone dhadhu--- Di luar putih di dalam jingga.
59. Ngakune suci, nanging sucine palsu--- Mengaku suci, tapi palsu belaka.
60. Akeh bujuk akeh lojo--- Banyak tipu banyak muslihat.
61. Akeh udan salah mangsa--- Banyak hujan salah musim.
62. Akeh prawan tuwa--- Banyak perawan tua.
63. Akeh randha nglairake anak--- Banyak janda melahirkan bayi.
64. Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne--- Banyak anak lahir mencari bapaknya.
65. Agama akeh sing nantang--- Agama banyak ditentang.
66. Prikamanungsan saya ilang--- Perikemanusiaan semakin hilang.
67. Omah suci dibenci--- Rumah suci dijauhi.
68. Omah ala saya dipuja--- Rumah maksiat makin dipuja.
69. Wong wadon lacur ing ngendi-endi--- Perempuan lacur dimana-mana.
70. Akeh laknat--- Banyak kutukan
71. Akeh pengkianat--- Banyak pengkhianat.
72. Anak mangan bapak---Anak makan bapak.
73. Sedulur mangan sedulur---Saudara makan saudara.
74. Kanca dadi mungsuh---Kawan menjadi lawan.
75. Guru disatru---Guru dimusuhi.
76. Tangga padha curiga---Tetangga saling curiga.
77. Kana-kene saya angkara murka --- Angkara murka semakin menjadi-jadi.
78. Sing weruh kebubuhan---Barangsiapa tahu terkena beban.
79. Sing ora weruh ketutuh---Sedang yang tak tahu disalahkan.
80. Besuk yen ana peperangan---Kelak jika terjadi perang.
81. Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor---Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.
82. Akeh wong becik saya sengsara--- Banyak orang baik makin sengsara.
83. Wong jahat saya seneng--- Sedang yang jahat makin bahagia.
84. Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul--- Ketika itu burung gagak dibilang bangau.
85. Wong salah dianggep bener---Orang salah dipandang benar.
86. Pengkhianat nikmat---Pengkhianat nikmat.
87. Durjana saya sempurna--- Durjana semakin sempurna.
88. Wong jahat munggah pangkat--- Orang jahat naik pangkat.
89. Wong lugu kebelenggu--- Orang yang lugu dibelenggu.
90. Wong mulya dikunjara--- Orang yang mulia dipenjara.
91. Sing curang garang--- Yang curang berkuasa.
92. Sing jujur kojur--- Yang jujur sengsara.
93. Pedagang akeh sing keplarang--- Pedagang banyak yang tenggelam.
94. Wong main akeh sing ndadi---Penjudi banyak merajalela.
95. Akeh barang haram---Banyak barang haram.
96. Akeh anak haram---Banyak anak haram.
97. Wong wadon nglamar wong lanang---Perempuan melamar laki-laki.
98. Wong lanang ngasorake drajate dhewe---Laki-laki memperhina derajat sendiri.
99. Akeh barang-barang mlebu luang---Banyak barang terbuang-buang.
100. Akeh wong kaliren lan wuda---Banyak orang lapar dan telanjang.
101. Wong tuku ngglenik sing dodol---Pembeli membujuk penjual.
102. Sing dodol akal okol---Si penjual bermain siasat.
103. Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi.
104. Sing kebat kliwat---Yang tangkas lepas.
105. Sing telah sambat---Yang terlanjur menggerutu.
106. Sing gedhe kesasar---Yang besar tersasar.
107. Sing cilik kepleset---Yang kecil terpeleset.
108. Sing anggak ketunggak---Yang congkak terbentur.
109. Sing wedi mati---Yang takut mati.
110. Sing nekat mbrekat---Yang nekat mendapat berkat.
111. Sing jerih ketindhih---Yang hati kecil tertindih
112. Sing ngawur makmur---Yang ngawur makmur
113. Sing ngati-ati ngrintih---Yang berhati-hati merintih.
114. Sing ngedan keduman---Yang main gila menerima bagian.
115. Sing waras nggagas---Yang sehat pikiran berpikir.
116. Wong tani ditaleni---Orang (yang) bertani diikat.
117. Wong dora ura-ura---Orang (yang) bohong berdendang.
118. Ratu ora netepi janji, musna panguwasane---Raja ingkar janji, hilang wibawanya.
119. Bupati dadi rakyat---Pegawai tinggi menjadi rakyat.
120. Wong cilik dadi priyayi---Rakyat kecil jadi priyayi.
121. Sing mendele dadi gedhe---Yang curang jadi besar.
122. Sing jujur kojur---Yang jujur celaka.
123. Akeh omah ing ndhuwur jaran---Banyak rumah di punggung kuda.
124. Wong mangan wong---Orang makan sesamanya.
125. Anak lali bapak---Anak lupa bapa.
126. Wong tuwa lali tuwane---Orang tua lupa ketuaan mereka.
127. Pedagang adol barang saya laris---Jualan pedagang semakin laris.
128. Bandhane saya ludhes---Namun harta mereka makin habis.
129. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---Banyak orang mati lapar di samping makanan.
130. Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.
131. Sing edan bisa dandan---Yang gila bisa bersolek.
132. Sing bengkong bisa nggalang gedhong---Si bengkok membangun mahligai.
133. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.
134. Ana peperangan ing njero---Terjadi perang di dalam.
135. Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.
136. Durjana saya ngambra-ambra---Kejahatan makin merajalela.
137. Penjahat saya tambah---Penjahat makin banyak.
138. Wong apik saya sengsara---Yang baik makin sengsara.
139. Akeh wong mati jalaran saka peperangan---Banyak orang mati karena perang.
140. Kebingungan lan kobongan---Karena bingung dan kebakaran.
141. Wong bener saya thenger-thenger---Si benar makin tertegun.
142. Wong salah saya bungah-bungah---Si salah makin sorak sorai.
143. Akeh bandha musna ora karuan lungane---Banyak harta hilang entah ke mana
144. Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe---Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.
145. Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram---Banyak barang haram, banyak anak haram.
146. Bejane sing lali, bejane sing eling---Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.
147. Nanging sauntung-untunge sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa.
148. Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada.
149. Angkara murka saya ndadi---Angkara murka semakin menjadi.
150. Kana-kene saya bingung---Di sana-sini makin bingung.
151. Pedagang akeh alangane---Pedagang banyak rintangan.
152. Akeh buruh nantang juragan---Banyak buruh melawan majikan.
153. Juragan dadi umpan---Majikan menjadi umpan.
154. Sing suwarane seru oleh pengaruh---Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.
155. Wong pinter diingar-ingar---Si pandai direcoki.
156. Wong ala diuja---Si jahat dimanjakan.
157. Wong ngerti mangan ati---Orang yang mengerti makan hati.
158. Bandha dadi memala---Hartabenda menjadi penyakit
159. Pangkat dadi pemikat---Pangkat menjadi pemukau.
160. Sing sawenang-wenang rumangsa menang --- Yang sewenang-wenang merasa menang
161. Sing ngalah rumangsa kabeh salah---Yang mengalah merasa serba salah.
162. Ana Bupati saka wong sing asor imane---Ada raja berasal orang beriman rendah.
163. Patihe kepala judhi---Maha menterinya benggol judi.
164. Wong sing atine suci dibenci---Yang berhati suci dibenci.
165. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.
166. Pemerasan saya ndadra---Pemerasan merajalela.
167. Maling lungguh wetenge mblenduk --- Pencuri duduk berperut gendut.
168. Pitik angrem saduwure pikulan---Ayam mengeram di atas pikulan.
169. Maling wani nantang sing duwe omah---Pencuri menantang si empunya rumah.
170. Begal pada ndhugal---Penyamun semakin kurang ajar.
171. Rampok padha keplok-keplok---Perampok semua bersorak-sorai.
172. Wong momong mitenah sing diemong---Si pengasuh memfitnah yang diasuh
173. Wong jaga nyolong sing dijaga---Si penjaga mencuri yang dijaga.
174. Wong njamin njaluk dijamin---Si penjamin minta dijamin.
175. Akeh wong mendem donga---Banyak orang mabuk doa.
176. Kana-kene rebutan unggul---Di mana-mana berebut menang.
177. Angkara murka ngombro-ombro---Angkara murka menjadi-jadi.
178. Agama ditantang---Agama ditantang.
179. Akeh wong angkara murka---Banyak orang angkara murka.
180. Nggedhekake duraka---Membesar-besarkan durhaka.
181. Ukum agama dilanggar---Hukum agama dilanggar.
182. Prikamanungsan di-iles-iles---Perikemanusiaan diinjak-injak.
183. Kasusilan ditinggal---Tata susila diabaikan.
184. Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi---Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.
185. Wong cilik akeh sing kepencil---Rakyat kecil banyak tersingkir.
186. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---Karena menjadi kurban si jahat si laknat.
187. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.
188. Lan duwe prajurit---Dan punya prajurit.
189. Negarane ambane saprawolon---Lebar negeri seperdelapan dunia.
190. Tukang mangan suap saya ndadra---Pemakan suap semakin merajalela.
191. Wong jahat ditampa---Orang jahat diterima.
192. Wong suci dibenci---Orang suci dibenci.
193. Timah dianggep perak---Timah dianggap perak.
194. Emas diarani tembaga---Emas dibilang tembaga
195. Dandang dikandakake kuntul---Gagak disebut bangau.
196. Wong dosa sentosa---Orang berdosa sentosa.
197. Wong cilik disalahake---Rakyat jelata dipersalahkan.
198. Wong nganggur kesungkur---Si penganggur tersungkur.
199. Wong sregep krungkep---Si tekun terjerembab.
200. Wong nyengit kesengit---Orang busuk hati dibenci.
201. Buruh mangluh---Buruh menangis.
202. Wong sugih krasa wedi---Orang kaya ketakutan.
203. Wong wedi dadi priyayi---Orang takut jadi priyayi.
204. Senenge wong jahat---Berbahagialah si jahat.
205. Susahe wong cilik---Bersusahlah rakyat kecil.
206. Akeh wong dakwa dinakwa---Banyak orang saling tuduh.
207. Tindake manungsa saya kuciwa---Ulah manusia semakin tercela.
208. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.
209. Wong Jawa kari separo---Orang Jawa tinggal setengah.
210. Landa-Cina kari sejodho --- Belanda-Cina tinggal sepasang.
211. Akeh wong ijir, akeh wong cethil---Banyak orang kikir, banyak orang bakhil.
212. Sing eman ora keduman---Si hemat tidak mendapat bagian.
213. Sing keduman ora eman---Yang mendapat bagian tidak berhemat.
214. Akeh wong mbambung---Banyak orang berulah dungu.
215. Akeh wong limbung---Banyak orang limbung.
216. Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka---Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman.
Sabtu, 10 September 2011 00:58:16
JOYOBOYO . .
Ramalan JAYABAYA

1. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran --- Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.
2. Tanah Jawa kalungan wesi --- Pulau Jawa berkalung besi.
3. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang --- Perahu berjalan di angkasa.
4. Kali ilang kedhunge --- Sungai kehilangan mata air.
5. Pasar ilang kumandhang --- Pasar kehilangan suara.
6. Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak --- Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat.
7. Bumi saya suwe saya mengkeret --- Bumi semakin lama semakin mengerut.
8. Sekilan bumi dipajeki --- Sejengkal tanah dikenai pajak.
9. Jaran doyan mangan sambel --- Kuda suka makan sambal.
10. Wong wadon nganggo pakeyan lanang --- Orang perempuan berpakaian lelaki.
11. Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman--- Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik
12. Akeh janji ora ditetepi --- Banyak janji tidak ditepati.
13. keh wong wani nglanggar sumpahe dhewe--- Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.
14. Manungsa padha seneng nyalah--- Orang-orang saling lempar kesalahan.
15. Ora ngendahake hukum Hyang Widhi--- Tak peduli akan hukum Hyang Widhi.
16. Barang jahat diangkat-angkat--- Yang jahat dijunjung-junjung.
17. Barang suci dibenci--- Yang suci (justru) dibenci.
18. Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit--- Banyak orang hanya mementingkan uang.
19. Lali kamanungsan--- Lupa jati kemanusiaan.
20. Lali kabecikan--- Lupa hikmah kebaikan.
21. Lali sanak lali kadang--- Lupa sanak lupa saudara.
22. Akeh bapa lali anak--- Banyak ayah lupa anak.
23. Akeh anak wani nglawan ibu--- Banyak anak berani melawan ibu.
24. Nantang bapa--- Menantang ayah.
25. Sedulur padha cidra--- Saudara dan saudara saling khianat.
26. Kulawarga padha curiga--- Keluarga saling curiga.
27. Kanca dadi mungsuh --- Kawan menjadi lawan.
28. Akeh manungsa lali asale --- Banyak orang lupa asal-usul.
29. Ukuman Ratu ora adil --- Hukuman Raja tidak adil
30. Akeh pangkat sing jahat lan ganjil--- Banyak pejabat jahat dan ganjil
31. Akeh kelakuan sing ganjil --- Banyak ulah-tabiat ganjil
32. Wong apik-apik padha kapencil --- Orang yang baik justru tersisih.
33. Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin --- Banyak orang kerja halal justru merasa malu.
34. Luwih utama ngapusi --- Lebih mengutamakan menipu.
35. Wegah nyambut gawe --- Malas untuk bekerja.
36. Kepingin urip mewah --- Inginnya hidup mewah.
37. Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka --- Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.
38. Wong bener thenger-thenger --- Orang (yang) benar termangu-mangu.
39. Wong salah bungah --- Orang (yang) salah gembira ria.
40. Wong apik ditampik-tampik--- Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong).
41. Wong jahat munggah pangkat--- Orang (yang) jahat naik pangkat.
42. Wong agung kasinggung--- Orang (yang) mulia dilecehkan
43. Wong ala kapuja--- Orang (yang) jahat dipuji-puji.
44. Wong wadon ilang kawirangane--- perempuan hilang malu.
45. Wong lanang ilang kaprawirane--- Laki-laki hilang perwira/kejantanan
46. Akeh wong lanang ora duwe bojo--- Banyak laki-laki tak mau beristri.
47. Akeh wong wadon ora setya marang bojone--- Banyak perempuan ingkar pada suami.
48. Akeh ibu padha ngedol anake--- Banyak ibu menjual anak.
49. Akeh wong wadon ngedol awake--- Banyak perempuan menjual diri.
50. Akeh wong ijol bebojo--- Banyak orang tukar istri/suami.
51. Wong wadon nunggang jaran--- Perempuan menunggang kuda.
52. Wong lanang linggih plangki--- Laki-laki naik tandu.
53. Randha seuang loro--- Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).
54. Prawan seaga lima--- Lima perawan lima picis.
55. Dhudha pincang laku sembilan uang--- Duda pincang laku sembilan uang.
56. Akeh wong ngedol ngelmu--- Banyak orang berdagang ilmu.
57. Akeh wong ngaku-aku--- Banyak orang mengaku diri.
58. Njabane putih njerone dhadhu--- Di luar putih di dalam jingga.
59. Ngakune suci, nanging sucine palsu--- Mengaku suci, tapi palsu belaka.
60. Akeh bujuk akeh lojo--- Banyak tipu banyak muslihat.
61. Akeh udan salah mangsa--- Banyak hujan salah musim.
62. Akeh prawan tuwa--- Banyak perawan tua.
63. Akeh randha nglairake anak--- Banyak janda melahirkan bayi.
64. Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne--- Banyak anak lahir mencari bapaknya.
65. Agama akeh sing nantang--- Agama banyak ditentang.
66. Prikamanungsan saya ilang--- Perikemanusiaan semakin hilang.
67. Omah suci dibenci--- Rumah suci dijauhi.
68. Omah ala saya dipuja--- Rumah maksiat makin dipuja.
69. Wong wadon lacur ing ngendi-endi--- Perempuan lacur dimana-mana.
70. Akeh laknat--- Banyak kutukan
71. Akeh pengkianat--- Banyak pengkhianat.
72. Anak mangan bapak---Anak makan bapak.
73. Sedulur mangan sedulur---Saudara makan saudara.
74. Kanca dadi mungsuh---Kawan menjadi lawan.
75. Guru disatru---Guru dimusuhi.
76. Tangga padha curiga---Tetangga saling curiga.
77. Kana-kene saya angkara murka --- Angkara murka semakin menjadi-jadi.
78. Sing weruh kebubuhan---Barangsiapa tahu terkena beban.
79. Sing ora weruh ketutuh---Sedang yang tak tahu disalahkan.
80. Besuk yen ana peperangan---Kelak jika terjadi perang.
81. Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor---Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.
82. Akeh wong becik saya sengsara--- Banyak orang baik makin sengsara.
83. Wong jahat saya seneng--- Sedang yang jahat makin bahagia.
84. Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul--- Ketika itu burung gagak dibilang bangau.
85. Wong salah dianggep bener---Orang salah dipandang benar.
86. Pengkhianat nikmat---Pengkhianat nikmat.
87. Durjana saya sempurna--- Durjana semakin sempurna.
88. Wong jahat munggah pangkat--- Orang jahat naik pangkat.
89. Wong lugu kebelenggu--- Orang yang lugu dibelenggu.
90. Wong mulya dikunjara--- Orang yang mulia dipenjara.
91. Sing curang garang--- Yang curang berkuasa.
92. Sing jujur kojur--- Yang jujur sengsara.
93. Pedagang akeh sing keplarang--- Pedagang banyak yang tenggelam.
94. Wong main akeh sing ndadi---Penjudi banyak merajalela.
95. Akeh barang haram---Banyak barang haram.
96. Akeh anak haram---Banyak anak haram.
97. Wong wadon nglamar wong lanang---Perempuan melamar laki-laki.
98. Wong lanang ngasorake drajate dhewe---Laki-laki memperhina derajat sendiri.
99. Akeh barang-barang mlebu luang---Banyak barang terbuang-buang.
100. Akeh wong kaliren lan wuda---Banyak orang lapar dan telanjang.
101. Wong tuku ngglenik sing dodol---Pembeli membujuk penjual.
102. Sing dodol akal okol---Si penjual bermain siasat.
103. Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi.
104. Sing kebat kliwat---Yang tangkas lepas.
105. Sing telah sambat---Yang terlanjur menggerutu.
106. Sing gedhe kesasar---Yang besar tersasar.
107. Sing cilik kepleset---Yang kecil terpeleset.
108. Sing anggak ketunggak---Yang congkak terbentur.
109. Sing wedi mati---Yang takut mati.
110. Sing nekat mbrekat---Yang nekat mendapat berkat.
111. Sing jerih ketindhih---Yang hati kecil tertindih
112. Sing ngawur makmur---Yang ngawur makmur
113. Sing ngati-ati ngrintih---Yang berhati-hati merintih.
114. Sing ngedan keduman---Yang main gila menerima bagian.
115. Sing waras nggagas---Yang sehat pikiran berpikir.
116. Wong tani ditaleni---Orang (yang) bertani diikat.
117. Wong dora ura-ura---Orang (yang) bohong berdendang.
118. Ratu ora netepi janji, musna panguwasane---Raja ingkar janji, hilang wibawanya.
119. Bupati dadi rakyat---Pegawai tinggi menjadi rakyat.
120. Wong cilik dadi priyayi---Rakyat kecil jadi priyayi.
121. Sing mendele dadi gedhe---Yang curang jadi besar.
122. Sing jujur kojur---Yang jujur celaka.
123. Akeh omah ing ndhuwur jaran---Banyak rumah di punggung kuda.
124. Wong mangan wong---Orang makan sesamanya.
125. Anak lali bapak---Anak lupa bapa.
126. Wong tuwa lali tuwane---Orang tua lupa ketuaan mereka.
127. Pedagang adol barang saya laris---Jualan pedagang semakin laris.
128. Bandhane saya ludhes---Namun harta mereka makin habis.
129. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---Banyak orang mati lapar di samping makanan.
130. Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.
131. Sing edan bisa dandan---Yang gila bisa bersolek.
132. Sing bengkong bisa nggalang gedhong---Si bengkok membangun mahligai.
133. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.
134. Ana peperangan ing njero---Terjadi perang di dalam.
135. Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.
136. Durjana saya ngambra-ambra---Kejahatan makin merajalela.
137. Penjahat saya tambah---Penjahat makin banyak.
138. Wong apik saya sengsara---Yang baik makin sengsara.
139. Akeh wong mati jalaran saka peperangan---Banyak orang mati karena perang.
140. Kebingungan lan kobongan---Karena bingung dan kebakaran.
141. Wong bener saya thenger-thenger---Si benar makin tertegun.
142. Wong salah saya bungah-bungah---Si salah makin sorak sorai.
143. Akeh bandha musna ora karuan lungane---Banyak harta hilang entah ke mana
144. Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe---Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.
145. Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram---Banyak barang haram, banyak anak haram.
146. Bejane sing lali, bejane sing eling---Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.
147. Nanging sauntung-untunge sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa.
148. Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada.
149. Angkara murka saya ndadi---Angkara murka semakin menjadi.
150. Kana-kene saya bingung---Di sana-sini makin bingung.
151. Pedagang akeh alangane---Pedagang banyak rintangan.
152. Akeh buruh nantang juragan---Banyak buruh melawan majikan.
153. Juragan dadi umpan---Majikan menjadi umpan.
154. Sing suwarane seru oleh pengaruh---Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.
155. Wong pinter diingar-ingar---Si pandai direcoki.
156. Wong ala diuja---Si jahat dimanjakan.
157. Wong ngerti mangan ati---Orang yang mengerti makan hati.
158. Bandha dadi memala---Hartabenda menjadi penyakit
159. Pangkat dadi pemikat---Pangkat menjadi pemukau.
160. Sing sawenang-wenang rumangsa menang --- Yang sewenang-wenang merasa menang
161. Sing ngalah rumangsa kabeh salah---Yang mengalah merasa serba salah.
162. Ana Bupati saka wong sing asor imane---Ada raja berasal orang beriman rendah.
163. Patihe kepala judhi---Maha menterinya benggol judi.
164. Wong sing atine suci dibenci---Yang berhati suci dibenci.
165. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.
166. Pemerasan saya ndadra---Pemerasan merajalela.
167. Maling lungguh wetenge mblenduk --- Pencuri duduk berperut gendut.
168. Pitik angrem saduwure pikulan---Ayam mengeram di atas pikulan.
169. Maling wani nantang sing duwe omah---Pencuri menantang si empunya rumah.
170. Begal pada ndhugal---Penyamun semakin kurang ajar.
171. Rampok padha keplok-keplok---Perampok semua bersorak-sorai.
172. Wong momong mitenah sing diemong---Si pengasuh memfitnah yang diasuh
173. Wong jaga nyolong sing dijaga---Si penjaga mencuri yang dijaga.
174. Wong njamin njaluk dijamin---Si penjamin minta dijamin.
175. Akeh wong mendem donga---Banyak orang mabuk doa.
176. Kana-kene rebutan unggul---Di mana-mana berebut menang.
177. Angkara murka ngombro-ombro---Angkara murka menjadi-jadi.
178. Agama ditantang---Agama ditantang.
179. Akeh wong angkara murka---Banyak orang angkara murka.
180. Nggedhekake duraka---Membesar-besarkan durhaka.
181. Ukum agama dilanggar---Hukum agama dilanggar.
182. Prikamanungsan di-iles-iles---Perikemanusiaan diinjak-injak.
183. Kasusilan ditinggal---Tata susila diabaikan.
184. Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi---Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.
185. Wong cilik akeh sing kepencil---Rakyat kecil banyak tersingkir.
186. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---Karena menjadi kurban si jahat si laknat.
187. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.
188. Lan duwe prajurit---Dan punya prajurit.
189. Negarane ambane saprawolon---Lebar negeri seperdelapan dunia.
190. Tukang mangan suap saya ndadra---Pemakan suap semakin merajalela.
191. Wong jahat ditampa---Orang jahat diterima.
192. Wong suci dibenci---Orang suci dibenci.
193. Timah dianggep perak---Timah dianggap perak.
194. Emas diarani tembaga---Emas dibilang tembaga
195. Dandang dikandakake kuntul---Gagak disebut bangau.
196. Wong dosa sentosa---Orang berdosa sentosa.
197. Wong cilik disalahake---Rakyat jelata dipersalahkan.
198. Wong nganggur kesungkur---Si penganggur tersungkur.
199. Wong sregep krungkep---Si tekun terjerembab.
200. Wong nyengit kesengit---Orang busuk hati dibenci.
201. Buruh mangluh---Buruh menangis.
202. Wong sugih krasa wedi---Orang kaya ketakutan.
203. Wong wedi dadi priyayi---Orang takut jadi priyayi.
204. Senenge wong jahat---Berbahagialah si jahat.
205. Susahe wong cilik---Bersusahlah rakyat kecil.
206. Akeh wong dakwa dinakwa---Banyak orang saling tuduh.
207. Tindake manungsa saya kuciwa---Ulah manusia semakin tercela.
208. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.
209. Wong Jawa kari separo---Orang Jawa tinggal setengah.
210. Landa-Cina kari sejodho --- Belanda-Cina tinggal sepasang.
211. Akeh wong ijir, akeh wong cethil---Banyak orang kikir, banyak orang bakhil.
212. Sing eman ora keduman---Si hemat tidak mendapat bagian.
213. Sing keduman ora eman---Yang mendapat bagian tidak berhemat.
214. Akeh wong mbambung---Banyak orang berulah dungu.
215. Akeh wong limbung---Banyak orang limbung.
216. Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka---Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman.
Sabtu, 10 September 2011 00:58:00
JOYOBOYO . .
Ramalan JAYABAYA

1. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran --- Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.
2. Tanah Jawa kalungan wesi --- Pulau Jawa berkalung besi.
3. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang --- Perahu berjalan di angkasa.
4. Kali ilang kedhunge --- Sungai kehilangan mata air.
5. Pasar ilang kumandhang --- Pasar kehilangan suara.
6. Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak --- Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat.
7. Bumi saya suwe saya mengkeret --- Bumi semakin lama semakin mengerut.
8. Sekilan bumi dipajeki --- Sejengkal tanah dikenai pajak.
9. Jaran doyan mangan sambel --- Kuda suka makan sambal.
10. Wong wadon nganggo pakeyan lanang --- Orang perempuan berpakaian lelaki.
11. Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman--- Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik
12. Akeh janji ora ditetepi --- Banyak janji tidak ditepati.
13. keh wong wani nglanggar sumpahe dhewe--- Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.
14. Manungsa padha seneng nyalah--- Orang-orang saling lempar kesalahan.
15. Ora ngendahake hukum Hyang Widhi--- Tak peduli akan hukum Hyang Widhi.
16. Barang jahat diangkat-angkat--- Yang jahat dijunjung-junjung.
17. Barang suci dibenci--- Yang suci (justru) dibenci.
18. Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit--- Banyak orang hanya mementingkan uang.
19. Lali kamanungsan--- Lupa jati kemanusiaan.
20. Lali kabecikan--- Lupa hikmah kebaikan.
21. Lali sanak lali kadang--- Lupa sanak lupa saudara.
22. Akeh bapa lali anak--- Banyak ayah lupa anak.
23. Akeh anak wani nglawan ibu--- Banyak anak berani melawan ibu.
24. Nantang bapa--- Menantang ayah.
25. Sedulur padha cidra--- Saudara dan saudara saling khianat.
26. Kulawarga padha curiga--- Keluarga saling curiga.
27. Kanca dadi mungsuh --- Kawan menjadi lawan.
28. Akeh manungsa lali asale --- Banyak orang lupa asal-usul.
29. Ukuman Ratu ora adil --- Hukuman Raja tidak adil
30. Akeh pangkat sing jahat lan ganjil--- Banyak pejabat jahat dan ganjil
31. Akeh kelakuan sing ganjil --- Banyak ulah-tabiat ganjil
32. Wong apik-apik padha kapencil --- Orang yang baik justru tersisih.
33. Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin --- Banyak orang kerja halal justru merasa malu.
34. Luwih utama ngapusi --- Lebih mengutamakan menipu.
35. Wegah nyambut gawe --- Malas untuk bekerja.
36. Kepingin urip mewah --- Inginnya hidup mewah.
37. Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka --- Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.
38. Wong bener thenger-thenger --- Orang (yang) benar termangu-mangu.
39. Wong salah bungah --- Orang (yang) salah gembira ria.
40. Wong apik ditampik-tampik--- Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong).
41. Wong jahat munggah pangkat--- Orang (yang) jahat naik pangkat.
42. Wong agung kasinggung--- Orang (yang) mulia dilecehkan
43. Wong ala kapuja--- Orang (yang) jahat dipuji-puji.
44. Wong wadon ilang kawirangane--- perempuan hilang malu.
45. Wong lanang ilang kaprawirane--- Laki-laki hilang perwira/kejantanan
46. Akeh wong lanang ora duwe bojo--- Banyak laki-laki tak mau beristri.
47. Akeh wong wadon ora setya marang bojone--- Banyak perempuan ingkar pada suami.
48. Akeh ibu padha ngedol anake--- Banyak ibu menjual anak.
49. Akeh wong wadon ngedol awake--- Banyak perempuan menjual diri.
50. Akeh wong ijol bebojo--- Banyak orang tukar istri/suami.
51. Wong wadon nunggang jaran--- Perempuan menunggang kuda.
52. Wong lanang linggih plangki--- Laki-laki naik tandu.
53. Randha seuang loro--- Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).
54. Prawan seaga lima--- Lima perawan lima picis.
55. Dhudha pincang laku sembilan uang--- Duda pincang laku sembilan uang.
56. Akeh wong ngedol ngelmu--- Banyak orang berdagang ilmu.
57. Akeh wong ngaku-aku--- Banyak orang mengaku diri.
58. Njabane putih njerone dhadhu--- Di luar putih di dalam jingga.
59. Ngakune suci, nanging sucine palsu--- Mengaku suci, tapi palsu belaka.
60. Akeh bujuk akeh lojo--- Banyak tipu banyak muslihat.
61. Akeh udan salah mangsa--- Banyak hujan salah musim.
62. Akeh prawan tuwa--- Banyak perawan tua.
63. Akeh randha nglairake anak--- Banyak janda melahirkan bayi.
64. Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne--- Banyak anak lahir mencari bapaknya.
65. Agama akeh sing nantang--- Agama banyak ditentang.
66. Prikamanungsan saya ilang--- Perikemanusiaan semakin hilang.
67. Omah suci dibenci--- Rumah suci dijauhi.
68. Omah ala saya dipuja--- Rumah maksiat makin dipuja.
69. Wong wadon lacur ing ngendi-endi--- Perempuan lacur dimana-mana.
70. Akeh laknat--- Banyak kutukan
71. Akeh pengkianat--- Banyak pengkhianat.
72. Anak mangan bapak---Anak makan bapak.
73. Sedulur mangan sedulur---Saudara makan saudara.
74. Kanca dadi mungsuh---Kawan menjadi lawan.
75. Guru disatru---Guru dimusuhi.
76. Tangga padha curiga---Tetangga saling curiga.
77. Kana-kene saya angkara murka --- Angkara murka semakin menjadi-jadi.
78. Sing weruh kebubuhan---Barangsiapa tahu terkena beban.
79. Sing ora weruh ketutuh---Sedang yang tak tahu disalahkan.
80. Besuk yen ana peperangan---Kelak jika terjadi perang.
81. Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor---Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.
82. Akeh wong becik saya sengsara--- Banyak orang baik makin sengsara.
83. Wong jahat saya seneng--- Sedang yang jahat makin bahagia.
84. Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul--- Ketika itu burung gagak dibilang bangau.
85. Wong salah dianggep bener---Orang salah dipandang benar.
86. Pengkhianat nikmat---Pengkhianat nikmat.
87. Durjana saya sempurna--- Durjana semakin sempurna.
88. Wong jahat munggah pangkat--- Orang jahat naik pangkat.
89. Wong lugu kebelenggu--- Orang yang lugu dibelenggu.
90. Wong mulya dikunjara--- Orang yang mulia dipenjara.
91. Sing curang garang--- Yang curang berkuasa.
92. Sing jujur kojur--- Yang jujur sengsara.
93. Pedagang akeh sing keplarang--- Pedagang banyak yang tenggelam.
94. Wong main akeh sing ndadi---Penjudi banyak merajalela.
95. Akeh barang haram---Banyak barang haram.
96. Akeh anak haram---Banyak anak haram.
97. Wong wadon nglamar wong lanang---Perempuan melamar laki-laki.
98. Wong lanang ngasorake drajate dhewe---Laki-laki memperhina derajat sendiri.
99. Akeh barang-barang mlebu luang---Banyak barang terbuang-buang.
100. Akeh wong kaliren lan wuda---Banyak orang lapar dan telanjang.
101. Wong tuku ngglenik sing dodol---Pembeli membujuk penjual.
102. Sing dodol akal okol---Si penjual bermain siasat.
103. Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi.
104. Sing kebat kliwat---Yang tangkas lepas.
105. Sing telah sambat---Yang terlanjur menggerutu.
106. Sing gedhe kesasar---Yang besar tersasar.
107. Sing cilik kepleset---Yang kecil terpeleset.
108. Sing anggak ketunggak---Yang congkak terbentur.
109. Sing wedi mati---Yang takut mati.
110. Sing nekat mbrekat---Yang nekat mendapat berkat.
111. Sing jerih ketindhih---Yang hati kecil tertindih
112. Sing ngawur makmur---Yang ngawur makmur
113. Sing ngati-ati ngrintih---Yang berhati-hati merintih.
114. Sing ngedan keduman---Yang main gila menerima bagian.
115. Sing waras nggagas---Yang sehat pikiran berpikir.
116. Wong tani ditaleni---Orang (yang) bertani diikat.
117. Wong dora ura-ura---Orang (yang) bohong berdendang.
118. Ratu ora netepi janji, musna panguwasane---Raja ingkar janji, hilang wibawanya.
119. Bupati dadi rakyat---Pegawai tinggi menjadi rakyat.
120. Wong cilik dadi priyayi---Rakyat kecil jadi priyayi.
121. Sing mendele dadi gedhe---Yang curang jadi besar.
122. Sing jujur kojur---Yang jujur celaka.
123. Akeh omah ing ndhuwur jaran---Banyak rumah di punggung kuda.
124. Wong mangan wong---Orang makan sesamanya.
125. Anak lali bapak---Anak lupa bapa.
126. Wong tuwa lali tuwane---Orang tua lupa ketuaan mereka.
127. Pedagang adol barang saya laris---Jualan pedagang semakin laris.
128. Bandhane saya ludhes---Namun harta mereka makin habis.
129. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---Banyak orang mati lapar di samping makanan.
130. Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.
131. Sing edan bisa dandan---Yang gila bisa bersolek.
132. Sing bengkong bisa nggalang gedhong---Si bengkok membangun mahligai.
133. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.
134. Ana peperangan ing njero---Terjadi perang di dalam.
135. Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.
136. Durjana saya ngambra-ambra---Kejahatan makin merajalela.
137. Penjahat saya tambah---Penjahat makin banyak.
138. Wong apik saya sengsara---Yang baik makin sengsara.
139. Akeh wong mati jalaran saka peperangan---Banyak orang mati karena perang.
140. Kebingungan lan kobongan---Karena bingung dan kebakaran.
141. Wong bener saya thenger-thenger---Si benar makin tertegun.
142. Wong salah saya bungah-bungah---Si salah makin sorak sorai.
143. Akeh bandha musna ora karuan lungane---Banyak harta hilang entah ke mana
144. Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe---Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.
145. Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram---Banyak barang haram, banyak anak haram.
146. Bejane sing lali, bejane sing eling---Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.
147. Nanging sauntung-untunge sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa.
148. Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada.
149. Angkara murka saya ndadi---Angkara murka semakin menjadi.
150. Kana-kene saya bingung---Di sana-sini makin bingung.
151. Pedagang akeh alangane---Pedagang banyak rintangan.
152. Akeh buruh nantang juragan---Banyak buruh melawan majikan.
153. Juragan dadi umpan---Majikan menjadi umpan.
154. Sing suwarane seru oleh pengaruh---Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.
155. Wong pinter diingar-ingar---Si pandai direcoki.
156. Wong ala diuja---Si jahat dimanjakan.
157. Wong ngerti mangan ati---Orang yang mengerti makan hati.
158. Bandha dadi memala---Hartabenda menjadi penyakit
159. Pangkat dadi pemikat---Pangkat menjadi pemukau.
160. Sing sawenang-wenang rumangsa menang --- Yang sewenang-wenang merasa menang
161. Sing ngalah rumangsa kabeh salah---Yang mengalah merasa serba salah.
162. Ana Bupati saka wong sing asor imane---Ada raja berasal orang beriman rendah.
163. Patihe kepala judhi---Maha menterinya benggol judi.
164. Wong sing atine suci dibenci---Yang berhati suci dibenci.
165. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.
166. Pemerasan saya ndadra---Pemerasan merajalela.
167. Maling lungguh wetenge mblenduk --- Pencuri duduk berperut gendut.
168. Pitik angrem saduwure pikulan---Ayam mengeram di atas pikulan.
169. Maling wani nantang sing duwe omah---Pencuri menantang si empunya rumah.
170. Begal pada ndhugal---Penyamun semakin kurang ajar.
171. Rampok padha keplok-keplok---Perampok semua bersorak-sorai.
172. Wong momong mitenah sing diemong---Si pengasuh memfitnah yang diasuh
173. Wong jaga nyolong sing dijaga---Si penjaga mencuri yang dijaga.
174. Wong njamin njaluk dijamin---Si penjamin minta dijamin.
175. Akeh wong mendem donga---Banyak orang mabuk doa.
176. Kana-kene rebutan unggul---Di mana-mana berebut menang.
177. Angkara murka ngombro-ombro---Angkara murka menjadi-jadi.
178. Agama ditantang---Agama ditantang.
179. Akeh wong angkara murka---Banyak orang angkara murka.
180. Nggedhekake duraka---Membesar-besarkan durhaka.
181. Ukum agama dilanggar---Hukum agama dilanggar.
182. Prikamanungsan di-iles-iles---Perikemanusiaan diinjak-injak.
183. Kasusilan ditinggal---Tata susila diabaikan.
184. Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi---Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.
185. Wong cilik akeh sing kepencil---Rakyat kecil banyak tersingkir.
186. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---Karena menjadi kurban si jahat si laknat.
187. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.
188. Lan duwe prajurit---Dan punya prajurit.
189. Negarane ambane saprawolon---Lebar negeri seperdelapan dunia.
190. Tukang mangan suap saya ndadra---Pemakan suap semakin merajalela.
191. Wong jahat ditampa---Orang jahat diterima.
192. Wong suci dibenci---Orang suci dibenci.
193. Timah dianggep perak---Timah dianggap perak.
194. Emas diarani tembaga---Emas dibilang tembaga
195. Dandang dikandakake kuntul---Gagak disebut bangau.
196. Wong dosa sentosa---Orang berdosa sentosa.
197. Wong cilik disalahake---Rakyat jelata dipersalahkan.
198. Wong nganggur kesungkur---Si penganggur tersungkur.
199. Wong sregep krungkep---Si tekun terjerembab.
200. Wong nyengit kesengit---Orang busuk hati dibenci.
201. Buruh mangluh---Buruh menangis.
202. Wong sugih krasa wedi---Orang kaya ketakutan.
203. Wong wedi dadi priyayi---Orang takut jadi priyayi.
204. Senenge wong jahat---Berbahagialah si jahat.
205. Susahe wong cilik---Bersusahlah rakyat kecil.
206. Akeh wong dakwa dinakwa---Banyak orang saling tuduh.
207. Tindake manungsa saya kuciwa---Ulah manusia semakin tercela.
208. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.
209. Wong Jawa kari separo---Orang Jawa tinggal setengah.
210. Landa-Cina kari sejodho --- Belanda-Cina tinggal sepasang.
211. Akeh wong ijir, akeh wong cethil---Banyak orang kikir, banyak orang bakhil.
212. Sing eman ora keduman---Si hemat tidak mendapat bagian.
213. Sing keduman ora eman---Yang mendapat bagian tidak berhemat.
214. Akeh wong mbambung---Banyak orang berulah dungu.
215. Akeh wong limbung---Banyak orang limbung.
216. Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka---Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman.
Sabtu, 10 September 2011 00:57:42
JOYOBOYO . .
Ramalan JAYABAYA

1. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran --- Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.
2. Tanah Jawa kalungan wesi --- Pulau Jawa berkalung besi.
3. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang --- Perahu berjalan di angkasa.
4. Kali ilang kedhunge --- Sungai kehilangan mata air.
5. Pasar ilang kumandhang --- Pasar kehilangan suara.
6. Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak --- Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat.
7. Bumi saya suwe saya mengkeret --- Bumi semakin lama semakin mengerut.
8. Sekilan bumi dipajeki --- Sejengkal tanah dikenai pajak.
9. Jaran doyan mangan sambel --- Kuda suka makan sambal.
10. Wong wadon nganggo pakeyan lanang --- Orang perempuan berpakaian lelaki.
11. Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman--- Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik
12. Akeh janji ora ditetepi --- Banyak janji tidak ditepati.
13. keh wong wani nglanggar sumpahe dhewe--- Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.
14. Manungsa padha seneng nyalah--- Orang-orang saling lempar kesalahan.
15. Ora ngendahake hukum Hyang Widhi--- Tak peduli akan hukum Hyang Widhi.
16. Barang jahat diangkat-angkat--- Yang jahat dijunjung-junjung.
17. Barang suci dibenci--- Yang suci (justru) dibenci.
18. Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit--- Banyak orang hanya mementingkan uang.
19. Lali kamanungsan--- Lupa jati kemanusiaan.
20. Lali kabecikan--- Lupa hikmah kebaikan.
21. Lali sanak lali kadang--- Lupa sanak lupa saudara.
22. Akeh bapa lali anak--- Banyak ayah lupa anak.
23. Akeh anak wani nglawan ibu--- Banyak anak berani melawan ibu.
24. Nantang bapa--- Menantang ayah.
25. Sedulur padha cidra--- Saudara dan saudara saling khianat.
26. Kulawarga padha curiga--- Keluarga saling curiga.
27. Kanca dadi mungsuh --- Kawan menjadi lawan.
28. Akeh manungsa lali asale --- Banyak orang lupa asal-usul.
29. Ukuman Ratu ora adil --- Hukuman Raja tidak adil
30. Akeh pangkat sing jahat lan ganjil--- Banyak pejabat jahat dan ganjil
31. Akeh kelakuan sing ganjil --- Banyak ulah-tabiat ganjil
32. Wong apik-apik padha kapencil --- Orang yang baik justru tersisih.
33. Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin --- Banyak orang kerja halal justru merasa malu.
34. Luwih utama ngapusi --- Lebih mengutamakan menipu.
35. Wegah nyambut gawe --- Malas untuk bekerja.
36. Kepingin urip mewah --- Inginnya hidup mewah.
37. Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka --- Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.
38. Wong bener thenger-thenger --- Orang (yang) benar termangu-mangu.
39. Wong salah bungah --- Orang (yang) salah gembira ria.
40. Wong apik ditampik-tampik--- Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong).
41. Wong jahat munggah pangkat--- Orang (yang) jahat naik pangkat.
42. Wong agung kasinggung--- Orang (yang) mulia dilecehkan
43. Wong ala kapuja--- Orang (yang) jahat dipuji-puji.
44. Wong wadon ilang kawirangane--- perempuan hilang malu.
45. Wong lanang ilang kaprawirane--- Laki-laki hilang perwira/kejantanan
46. Akeh wong lanang ora duwe bojo--- Banyak laki-laki tak mau beristri.
47. Akeh wong wadon ora setya marang bojone--- Banyak perempuan ingkar pada suami.
48. Akeh ibu padha ngedol anake--- Banyak ibu menjual anak.
49. Akeh wong wadon ngedol awake--- Banyak perempuan menjual diri.
50. Akeh wong ijol bebojo--- Banyak orang tukar istri/suami.
51. Wong wadon nunggang jaran--- Perempuan menunggang kuda.
52. Wong lanang linggih plangki--- Laki-laki naik tandu.
53. Randha seuang loro--- Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).
54. Prawan seaga lima--- Lima perawan lima picis.
55. Dhudha pincang laku sembilan uang--- Duda pincang laku sembilan uang.
56. Akeh wong ngedol ngelmu--- Banyak orang berdagang ilmu.
57. Akeh wong ngaku-aku--- Banyak orang mengaku diri.
58. Njabane putih njerone dhadhu--- Di luar putih di dalam jingga.
59. Ngakune suci, nanging sucine palsu--- Mengaku suci, tapi palsu belaka.
60. Akeh bujuk akeh lojo--- Banyak tipu banyak muslihat.
61. Akeh udan salah mangsa--- Banyak hujan salah musim.
62. Akeh prawan tuwa--- Banyak perawan tua.
63. Akeh randha nglairake anak--- Banyak janda melahirkan bayi.
64. Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne--- Banyak anak lahir mencari bapaknya.
65. Agama akeh sing nantang--- Agama banyak ditentang.
66. Prikamanungsan saya ilang--- Perikemanusiaan semakin hilang.
67. Omah suci dibenci--- Rumah suci dijauhi.
68. Omah ala saya dipuja--- Rumah maksiat makin dipuja.
69. Wong wadon lacur ing ngendi-endi--- Perempuan lacur dimana-mana.
70. Akeh laknat--- Banyak kutukan
71. Akeh pengkianat--- Banyak pengkhianat.
72. Anak mangan bapak---Anak makan bapak.
73. Sedulur mangan sedulur---Saudara makan saudara.
74. Kanca dadi mungsuh---Kawan menjadi lawan.
75. Guru disatru---Guru dimusuhi.
76. Tangga padha curiga---Tetangga saling curiga.
77. Kana-kene saya angkara murka --- Angkara murka semakin menjadi-jadi.
78. Sing weruh kebubuhan---Barangsiapa tahu terkena beban.
79. Sing ora weruh ketutuh---Sedang yang tak tahu disalahkan.
80. Besuk yen ana peperangan---Kelak jika terjadi perang.
81. Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor---Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.
82. Akeh wong becik saya sengsara--- Banyak orang baik makin sengsara.
83. Wong jahat saya seneng--- Sedang yang jahat makin bahagia.
84. Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul--- Ketika itu burung gagak dibilang bangau.
85. Wong salah dianggep bener---Orang salah dipandang benar.
86. Pengkhianat nikmat---Pengkhianat nikmat.
87. Durjana saya sempurna--- Durjana semakin sempurna.
88. Wong jahat munggah pangkat--- Orang jahat naik pangkat.
89. Wong lugu kebelenggu--- Orang yang lugu dibelenggu.
90. Wong mulya dikunjara--- Orang yang mulia dipenjara.
91. Sing curang garang--- Yang curang berkuasa.
92. Sing jujur kojur--- Yang jujur sengsara.
93. Pedagang akeh sing keplarang--- Pedagang banyak yang tenggelam.
94. Wong main akeh sing ndadi---Penjudi banyak merajalela.
95. Akeh barang haram---Banyak barang haram.
96. Akeh anak haram---Banyak anak haram.
97. Wong wadon nglamar wong lanang---Perempuan melamar laki-laki.
98. Wong lanang ngasorake drajate dhewe---Laki-laki memperhina derajat sendiri.
99. Akeh barang-barang mlebu luang---Banyak barang terbuang-buang.
100. Akeh wong kaliren lan wuda---Banyak orang lapar dan telanjang.
101. Wong tuku ngglenik sing dodol---Pembeli membujuk penjual.
102. Sing dodol akal okol---Si penjual bermain siasat.
103. Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi.
104. Sing kebat kliwat---Yang tangkas lepas.
105. Sing telah sambat---Yang terlanjur menggerutu.
106. Sing gedhe kesasar---Yang besar tersasar.
107. Sing cilik kepleset---Yang kecil terpeleset.
108. Sing anggak ketunggak---Yang congkak terbentur.
109. Sing wedi mati---Yang takut mati.
110. Sing nekat mbrekat---Yang nekat mendapat berkat.
111. Sing jerih ketindhih---Yang hati kecil tertindih
112. Sing ngawur makmur---Yang ngawur makmur
113. Sing ngati-ati ngrintih---Yang berhati-hati merintih.
114. Sing ngedan keduman---Yang main gila menerima bagian.
115. Sing waras nggagas---Yang sehat pikiran berpikir.
116. Wong tani ditaleni---Orang (yang) bertani diikat.
117. Wong dora ura-ura---Orang (yang) bohong berdendang.
118. Ratu ora netepi janji, musna panguwasane---Raja ingkar janji, hilang wibawanya.
119. Bupati dadi rakyat---Pegawai tinggi menjadi rakyat.
120. Wong cilik dadi priyayi---Rakyat kecil jadi priyayi.
121. Sing mendele dadi gedhe---Yang curang jadi besar.
122. Sing jujur kojur---Yang jujur celaka.
123. Akeh omah ing ndhuwur jaran---Banyak rumah di punggung kuda.
124. Wong mangan wong---Orang makan sesamanya.
125. Anak lali bapak---Anak lupa bapa.
126. Wong tuwa lali tuwane---Orang tua lupa ketuaan mereka.
127. Pedagang adol barang saya laris---Jualan pedagang semakin laris.
128. Bandhane saya ludhes---Namun harta mereka makin habis.
129. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---Banyak orang mati lapar di samping makanan.
130. Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.
131. Sing edan bisa dandan---Yang gila bisa bersolek.
132. Sing bengkong bisa nggalang gedhong---Si bengkok membangun mahligai.
133. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.
134. Ana peperangan ing njero---Terjadi perang di dalam.
135. Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.
136. Durjana saya ngambra-ambra---Kejahatan makin merajalela.
137. Penjahat saya tambah---Penjahat makin banyak.
138. Wong apik saya sengsara---Yang baik makin sengsara.
139. Akeh wong mati jalaran saka peperangan---Banyak orang mati karena perang.
140. Kebingungan lan kobongan---Karena bingung dan kebakaran.
141. Wong bener saya thenger-thenger---Si benar makin tertegun.
142. Wong salah saya bungah-bungah---Si salah makin sorak sorai.
143. Akeh bandha musna ora karuan lungane---Banyak harta hilang entah ke mana
144. Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe---Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.
145. Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram---Banyak barang haram, banyak anak haram.
146. Bejane sing lali, bejane sing eling---Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.
147. Nanging sauntung-untunge sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa.
148. Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada.
149. Angkara murka saya ndadi---Angkara murka semakin menjadi.
150. Kana-kene saya bingung---Di sana-sini makin bingung.
151. Pedagang akeh alangane---Pedagang banyak rintangan.
152. Akeh buruh nantang juragan---Banyak buruh melawan majikan.
153. Juragan dadi umpan---Majikan menjadi umpan.
154. Sing suwarane seru oleh pengaruh---Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.
155. Wong pinter diingar-ingar---Si pandai direcoki.
156. Wong ala diuja---Si jahat dimanjakan.
157. Wong ngerti mangan ati---Orang yang mengerti makan hati.
158. Bandha dadi memala---Hartabenda menjadi penyakit
159. Pangkat dadi pemikat---Pangkat menjadi pemukau.
160. Sing sawenang-wenang rumangsa menang --- Yang sewenang-wenang merasa menang
161. Sing ngalah rumangsa kabeh salah---Yang mengalah merasa serba salah.
162. Ana Bupati saka wong sing asor imane---Ada raja berasal orang beriman rendah.
163. Patihe kepala judhi---Maha menterinya benggol judi.
164. Wong sing atine suci dibenci---Yang berhati suci dibenci.
165. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.
166. Pemerasan saya ndadra---Pemerasan merajalela.
167. Maling lungguh wetenge mblenduk --- Pencuri duduk berperut gendut.
168. Pitik angrem saduwure pikulan---Ayam mengeram di atas pikulan.
169. Maling wani nantang sing duwe omah---Pencuri menantang si empunya rumah.
170. Begal pada ndhugal---Penyamun semakin kurang ajar.
171. Rampok padha keplok-keplok---Perampok semua bersorak-sorai.
172. Wong momong mitenah sing diemong---Si pengasuh memfitnah yang diasuh
173. Wong jaga nyolong sing dijaga---Si penjaga mencuri yang dijaga.
174. Wong njamin njaluk dijamin---Si penjamin minta dijamin.
175. Akeh wong mendem donga---Banyak orang mabuk doa.
176. Kana-kene rebutan unggul---Di mana-mana berebut menang.
177. Angkara murka ngombro-ombro---Angkara murka menjadi-jadi.
178. Agama ditantang---Agama ditantang.
179. Akeh wong angkara murka---Banyak orang angkara murka.
180. Nggedhekake duraka---Membesar-besarkan durhaka.
181. Ukum agama dilanggar---Hukum agama dilanggar.
182. Prikamanungsan di-iles-iles---Perikemanusiaan diinjak-injak.
183. Kasusilan ditinggal---Tata susila diabaikan.
184. Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi---Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.
185. Wong cilik akeh sing kepencil---Rakyat kecil banyak tersingkir.
186. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---Karena menjadi kurban si jahat si laknat.
187. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.
188. Lan duwe prajurit---Dan punya prajurit.
189. Negarane ambane saprawolon---Lebar negeri seperdelapan dunia.
190. Tukang mangan suap saya ndadra---Pemakan suap semakin merajalela.
191. Wong jahat ditampa---Orang jahat diterima.
192. Wong suci dibenci---Orang suci dibenci.
193. Timah dianggep perak---Timah dianggap perak.
194. Emas diarani tembaga---Emas dibilang tembaga
195. Dandang dikandakake kuntul---Gagak disebut bangau.
196. Wong dosa sentosa---Orang berdosa sentosa.
197. Wong cilik disalahake---Rakyat jelata dipersalahkan.
198. Wong nganggur kesungkur---Si penganggur tersungkur.
199. Wong sregep krungkep---Si tekun terjerembab.
200. Wong nyengit kesengit---Orang busuk hati dibenci.
201. Buruh mangluh---Buruh menangis.
202. Wong sugih krasa wedi---Orang kaya ketakutan.
203. Wong wedi dadi priyayi---Orang takut jadi priyayi.
204. Senenge wong jahat---Berbahagialah si jahat.
205. Susahe wong cilik---Bersusahlah rakyat kecil.
206. Akeh wong dakwa dinakwa---Banyak orang saling tuduh.
207. Tindake manungsa saya kuciwa---Ulah manusia semakin tercela.
208. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.
209. Wong Jawa kari separo---Orang Jawa tinggal setengah.
210. Landa-Cina kari sejodho --- Belanda-Cina tinggal sepasang.
211. Akeh wong ijir, akeh wong cethil---Banyak orang kikir, banyak orang bakhil.
212. Sing eman ora keduman---Si hemat tidak mendapat bagian.
213. Sing keduman ora eman---Yang mendapat bagian tidak berhemat.
214. Akeh wong mbambung---Banyak orang berulah dungu.
215. Akeh wong limbung---Banyak orang limbung.
216. Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka---Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman.
Sabtu, 10 September 2011 00:57:26
***** . P .
Teman2,kami yg blm lulus mmg pd kenyataannya merasakan ketidakadilan tsb. Bkn brmaksud menfitnah/mnjelek2an,maaf sblmnya,tp mmg faktanya contoh di kampus kami ada dosen yg dlm satu smstr hanya hadir 2-3x tp dia lulus serdos,sdgkn kami yg dlm kasus ini lbh rajin hadir jstru blm lulus. Disinilah kami brtanya2,sefatal itukah kesalahan dlm deskripsi diri shg kami dinyatakn blm lulus dan hrs mnunggu hingga 2013. Betapa nelangsanya kami. Jd mohon empatinya.
Sabtu, 10 September 2011 00:15:59
. .
Setuju pak, janganlah saling menyerang, klo emang belum lulus maka berjuanglah dengan tidak menjelekkan atau memfitnah orang, mungkin dari teman2 yang udah lulus bisa kasih masukan atau punya link ke dikti untuk memperjuangkan aspirasi...trims pak, damai itu indah
Jumat, 09 September 2011 23:38:57
. .
Selasa, - ::
***** . P .
Teman2 yg brsuara diforum ini...tolonglah jgn slg mnyerang. Yg sdh lulus,wajar jk brbahagia. Yg perlu verifikasi dan blm lulus,wajar jk brjuang trs mncari keadilan. Jd hendaknya yg brbahagia jgn dianggap telah sombong,dan yg sdg brjuang dianggap telah terlalu bnyk protes. Sy brharap kita slg brempati lah. Sy sendiri trmasuk yg blm lulus,tengah brjuang mencari peluang bagaimana caranya memperbaiki deskripsi diri dan mncari peluang bagaimana caranya agar bs dpt kesempatan lg ikut serdos sblm 2013. Alangkah indahnya jk di forum ini kita slg mndukung satu sama lain.
Jumat, 09 September 2011 23:28:12
. .
Selasa, - ::
. .
tip untuk lulus serdos. rajin contoh punya orang, kemudian agak plintir dikit kalimatnya, he.he. pintar2 aja bohong. Toh panitia serdoskan ngak tau CV atau DD benar,hm.hm. jadi jaman sekarang ngak perlu cerdas, berdidikasi. yang diperlukan pintar BERSIASAT. Memang KIAMAT SUDAH DEKATTTTT..
Jumat, 09 September 2011 23:00:45
. .
Rupanya ketidakpuasan para dosen yg belum lulus dikeluhkan dengan frontal dengan menjelek-jelekkan orang lain yang telah menikmati tunjangan serdos yg menurut anda kurang layak menerimanya. Apakah anda yang paling berhak menerimanya?apakah anda dosen yang paling hebat sehingga tidak puas dan mau menerima kenyataan?knp anda tidak pikirkan hari esok apa yg harus sy lakukan untuk bangkit kembali dan memperbaiki, menerima kenyataan tanpa harus menghujat orang lain dengan sifat iri yang anda miliki.....semoga rahmat Allah senantiasa bersama kita
Jumat, 09 September 2011 22:58:51
. .
MOHON KEPADA PANITIA SERDOS, DIKTI. TURUN LANGSUNG KE PERGURUAN TINGGI SELURUH INDONESIA UNTUK MELIHAT LANGSUNG KINERJA YANG SUDAH DAPAT SERTIFIKAT. JANGAN PERCAYA SAJA DENGAN PENGESAHAN PIMPINAN PERGURUAN TINGGI BERSANGKUTAN. TUNJANGAN SERDOS DARI UANG RAKYAT. JANGAN SAMPAI YANG MENIKMATI UANG RAKYAT JUSTRU ORANG YANG TIDAK LAYAK. KARENA SISTEM SELEKSI YANG MEMBUAT TIDAK VALID. AKUNTABEL, DLL. JANGAN JADIKAN SERDOS INI SEKEDAR BAGI-BAGI UANG. KASIHAN DUNIA PENDIDIKAN KITA. WASSALAM. YANG JADI PERTANYAAN SEKARANG ADALAH, ADAKAH KOLOM SUARA ANDA INI DIBACA OLEH BOS-BOS KITA ITU.
Jumat, 09 September 2011 22:43:22
. .
MOHON KEPADA PANITIA SERDOS, DIKTI. TURUN LANGSUNG KE PERGURUAN TINGGI SELURUH INDONESIA UNTUK MELIHAT LANGSUNG KINERJA YANG SUDAH DAPAT SERTIFIKAT. JANGAN PERCAYA SAJA DENGAN PENGESAHAN PIMPINAN PERGURUAN TINGGI BERSANGKUTAN. TUNJANGAN SERDOS DARI UANG RAKYAT. JANGAN SAMPAI YANG MENIKMATI UANG RAKYAT JUSTRU ORANG YANG TIDAK LAYAK. KARENA SISTEM SELEKSI YANG MEMBUAT TIDAK VALID. AKUNTABEL, DLL. JANGAN JADIKAN SERDOS INI SEKEDAR BAGI-BAGI UANG. KASIHAN DUNIA PENDIDIKAN KITA. WASSALAM. YANG JADI PERTANYAAN SEKARANG ADALAH, ADAKAH KOLOM SUARA ANDA INI DIBACA OLEH BOS-BOS KITA ITU.
Jumat, 09 September 2011 22:43:22
. .
MOHON KEPADA PANITIA SERDOS, DIKTI. TURUN LANGSUNG KE PERGURUAN TINGGI SELURUH INDONESIA UNTUK MELIHAT LANGSUNG KINERJA YANG SUDAH DAPAT SERTIFIKAT. JANGAN PERCAYA SAJA DENGAN PENGESAHAN PIMPINAN PERGURUAN TINGGI BERSANGKUTAN. TUNJANGAN SERDOS DARI UANG RAKYAT. JANGAN SAMPAI YANG MENIKMATI UANG RAKYAT JUSTRU ORANG YANG TIDAK LAYAK. KARENA SISTEM SELEKSI YANG MEMBUAT TIDAK VALID. AKUNTABEL, DLL. JANGAN JADIKAN SERDOS INI SEKEDAR BAGI-BAGI UANG. KASIHAN DUNIA PENDIDIKAN KITA. WASSALAM. YANG JADI PERTANYAAN SEKARANG ADALAH, ADAKAH KOLOM SUARA ANDA INI DIBACA OLEH BOS-BOS KITA ITU.
Jumat, 09 September 2011 22:43:22
. .
MOHON KEPADA PANITIA SERDOS, DIKTI. TURUN LANGSUNG KE PERGURUAN TINGGI SELURUH INDONESIA UNTUK MELIHAT LANGSUNG KINERJA YANG SUDAH DAPAT SERTIFIKAT. JANGAN PERCAYA SAJA DENGAN PENGESAHAN PIMPINAN PERGURUAN TINGGI BERSANGKUTAN. TUNJANGAN SERDOS DARI UANG RAKYAT. JANGAN SAMPAI YANG MENIKMATI UANG RAKYAT JUSTRU ORANG YANG TIDAK LAYAK. KARENA SISTEM SELEKSI YANG MEMBUAT TIDAK VALID. AKUNTABEL, DLL. JANGAN JADIKAN SERDOS INI SEKEDAR BAGI-BAGI UANG. KASIHAN DUNIA PENDIDIKAN KITA. WASSALAM. YANG JADI PERTANYAAN SEKARANG ADALAH, ADAKAH KOLOM SUARA ANDA INI DIBACA OLEH BOS-BOS KITA ITU.
Jumat, 09 September 2011 22:43:21
. .
MOHON KEPADA PANITIA SERDOS, DIKTI. TURUN LANGSUNG KE PERGURUAN TINGGI SELURUH INDONESIA UNTUK MELIHAT LANGSUNG KINERJA YANG SUDAH DAPAT SERTIFIKAT. JANGAN PERCAYA SAJA DENGAN PENGESAHAN PIMPINAN PERGURUAN TINGGI BERSANGKUTAN. TUNJANGAN SERDOS DARI UANG RAKYAT. JANGAN SAMPAI YANG MENIKMATI UANG RAKYAT JUSTRU ORANG YANG TIDAK LAYAK. KARENA SISTEM SELEKSI YANG MEMBUAT TIDAK VALID. AKUNTABEL, DLL. JANGAN JADIKAN SERDOS INI SEKEDAR BAGI-BAGI UANG. KASIHAN DUNIA PENDIDIKAN KITA. WASSALAM. YANG JADI PERTANYAAN SEKARANG ADALAH, ADAKAH KOLOM SUARA ANDA INI DIBACA OLEH BOS-BOS KITA ITU.
Jumat, 09 September 2011 22:43:21
***** . P .
Apakah tidak memungkinkan jika aturan dlm buku I poin 8 hal 17 dtinjau kmbali? Apakh tdk memungkinkn bg yg blm lulus bs diajukn kmbali sblm 2013? Toh kini serdos sdh diadakan 2x dlm stahun. Mengapa pembinaannya trlalu lama? Blm lulus krn deskripsi diri bkn berarti kinerjanya krg bgs. Bknnya mengeluh trs,stidaknya ada sdikit angin segar yg bs menghidupkn kembali semangat kami yg blm lulus. Thx.
Jumat, 09 September 2011 19:20:38
...sebenarnya keinginan kami lebih cepat lebih bagus....cuma kan berkaitan Biaya, Waktu dan terutama Keadilan....karena Dosen yang menunggu untuk Sertifikasi seluruh Indonesia bukan ribuan....tapi puluhan ribu.....jadi hasil perhitungannya kalau gagal tahun ini nanti 3 tahun kemudia baru bisa....menganut budaya ANTRI.....
SYAMSUDDIN MALLALA . Selasa, 13 September 2011 11:21:05